KELAM (Proses Revisi!)

KELAM (Proses Revisi!)
Kembali


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA KISAH KELAM...


...~×~...


...“Jika kamu di khianati, di bohongi atau di sakiti. Anggap saja kalau Tuhanmu sedang menjauhkan mu dari orang-orang yang jahat terhadap mu.”...


...~×~...


Belanda, 14 Desember 2020


HUJAN siang ini membuat Claudia gadis keturunan Inggris itu tetap berdiam diri di kamarnya yang bernuansa hitam dan putih.


Sejak pagi tadi Mommy and Daddy nya sudah terlebih dahulu berangkat ke kantor karena ada rapat penting. Claudia hari ini sedang kurang sehat karena kemarin malam dirinya kehujanan waktu pulang dari acara birthday party dari salah satu teman dekatnya di Belanda.


Tadi malam badannya terasa sangat berat dan kepalanya seolah terbentur oleh benda keras. Pagi tadi Claudia terbangun sudah berada di dalam kamarnya. Waktu Claudia bertanya kepada Orang tuanya mereka bilang kalau tadi malam ada seorang pria tampan yang mengantarkannya pulang.


Claudia sangat berterima kasih kepada siapapun yang semalam telah menyelamatkannya.


Drtt.. drtt..


Claudia mencoba untuk mengambil ponselnya yang berada di atas nakas di samping tempat tidurnya.


Ada pesan dari Ethan Fernandez Adriano dan Claudia langsung membukanya tanpa berpikir panjang.


From:


Ethan Fernandez Adriano: Cla apa kabar? Kamu lagi dimana sekarang? Boleh aku bertemu dengan mu? Ku mohon.


Claudia benar-benar mencerna apa maksud dari kata-kata yang laki-laki itu tulis. Ingin bertemu dengan Claudia? Bukankah dia sudah menikah dengan wanita yang waktu itu? Entahlah.


Claudia langsung mengetikkan balasan untuk Ethan. Karena jujur Claudia juga sangat merindukan laki-laki dengan mata biru itu.


To:


Ethan Fernandez Adriano: Aku lagi ada di Amsterdam, jika kamu rindu bisa temui Aku di Cafetaria dekat kincir angin di jam yang sama dengan aku mengirimkan mu pesan ini.


Kurang dari satu menit pesan itu terkirim Ethan langsung menelpon nya.


Ethan Fernandez Adriano ia calling..


Claudia langsung menggeser tombol warna hijau untuk menerima panggilan dari Ethan.

__ADS_1


"Halo." Sapa Claudia dengan jantung yang berdegup begitu kencang.


Claudia bersyukur karena ini hanya lewat ponsel jika Claudia bertatap muka dengan Ethan Claudia yakin kalau saat ini Ethan sedang menertawakan nya karena mendengar suara degup jantungnya dan melihat pipinya yang berubah menjadi merah.


"E kau kenapa tidak membalasnya? E Halo?" Karena tak ada sahutan dari tempat Ethan maka Claudia terus menghujami nya dengan berbagai macam pertanyaan.


"Ethan kau sedang mengerjai ku yah?" Tuduh Claudia karena mulai merasa kesal.


"Hey pria tua tampan kau ini kenapa?" Claudia mencoba untuk memancing Ethan agar bersuara dengan memanggilnya pria tua tampan karena Ethan biasa akan langsung marah-marah tidak jelas jika Claudia memanggilnya seperti itu.


Tapi lagi-lagi Claudia tidak mendengar jawaban dari tempat Ethan. 'Bodoh!' lagi-lagi Claudia berharap.


Claudia langsung menutup panggilannya secara sepihak setelah itu langsung beranjak dari tempat duduknya.


Ketika Claudia berbalik betapa terkejutnya Claudia melihat Frans dan juga Vinnie sedang duduk bersama di tempat yang berada tidak jauh dari tempat duduknya.


"Bukankah itu adalah wanita yang waktu itu bersama dengan Ethan yah? Tunangannya Ethan bukan sih?" Gumam Claudia sambil matanya terus mencuri pandang ke arah keduanya.


From:


Ethan Fernandez Adriano: Cla sorry tadi tiba-tiba saja Ayahku datang jadi aku langsung memasukkan ponsel ku ke saku dan mengabaikan mu.


^^^To:^^^


From:


Ethan Fernandez Adriano: I'm sorry dear. Aku janji pulang nanti akan ku hubungi kamu lagi.


Setelah itu Claudia tidak membalasnya lagi dan memilih untuk mengabaikan pesan dari Ethan.


Claudia tidak mau lagi kembali jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kesekian kalinya. Terkadang hati memang suka bermain-main dengan nya.


Entah sudah berapa kali Ethan melakukan kesalahan dan lagi-lagi Claudia luluh dan berakhir memaafkannya dengan mudah. Usahanya selama ini untuk menjauhinya sampai datang ke Belanda seolah hanya jeda untuk memenangkan hati karena setelah itu lagi-lagi Claudia kembali tergoda untuk bersama dengan laki-laki itu.


Mommy is calling..


Di saat seperti ini Mommy nya malah menghubungi nya, Claudia takut kalau hatinya sedang berada dipuncak ke galau an seperti ini malah nanti akan membuat Mommy nya curiga karena tiba-tiba salah bicara atau malah lebih parahnya lagi mendadak menangis.


Claudia mengabaikannya dan memilih untuk menonaktifkan suaranya saja agar tidak mengganggunya untuk sejenak biarlah nanti Claudia pikiran alasan apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan Mommy nya nanti.


Claudia tidak pintar menyembunyikan perasaannya. Maka dari itu Claudia lebih memilih untuk tidak bertemu dengan orang-orang terlebih dahulu ketika suasana hatinya sedang tidak baik.

__ADS_1


Axel brother 💤 is calling..


Claudia langsung menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ditelinga kanannya.


"Halo dear, how are u?" Tanya Axel.


Claudia bingung harus menyembunyikan perasaannya seperti apa apalagi ini adalah Axel. Claudia tidak pernah berbohong kepada laki-laki yang sudah dirinya anggap sebagai kakaknya itu makannya Claudia lebih memilih untuk mengangkat panggilan darinya daripada menolaknya karena nanti akan panjang ceritanya.


"I'm not fine bro." Balas Claudia sambil tersenyum kecut.


"Hey! Kamu kenapa? Ada apa Cla? Kamu terluka?" Tanya Axel panik.


Claudia tidak tahu harus menceritakannya atau tidak karena Axel saat ini benar-benar telah membenci Ethan karena mengetahui laki-laki itu telah mengkhianati Claudia, wanita yang sudah Axel anggap sebagai adik kandungnya.


"Ini tentang hubungan ku dengan E—" Belum sempat Claudia menjelaskannya tapi tiba-tiba saja terdengar suara Jennie yang saat ini sedang mengurus anaknya sambil teriak-teriak.


"CLA APA KAMU TERLUKA? KAMU GAK APA-APA KAN? CLA KAMU JAGA DIRI DI SANA—"


"JE DIAMLAH!" Geram Axel karena kalau istrinya sudah ngomong panjang lebar seperti ini pasti tidak akan kelar dan akan terus bertanya tanpa jeda.


"Helo dear sorry tadi Jennie mengganggu mu bercerita. Ayo lanjutkan kakak mu yang cantik itu sekarang sedang mengurus Zelina." Ucap Axel masih geram.


Zelina adalah putri pertama dari pernikahan Axel dan Jennie dan pada saat Jennie melahirkan Claudia juga datang ke Inggris untuk menjenguknya kemudian kembali lagi esoknya karena pada saat itu Claudia sedang sibuk-sibuknya skripsi.


Kemudian Claudia menceritakan semuanya kepada Axel dan lagi-lagi Axel meledak karena tindakan yang dilakukan oleh Ethan. Laki-laki itu benar-benar mengabaikan ancaman dari Axel.


"Ax jangan marahi Ethan lagi yah. Biarkan untuk masalah ini aku yang mengatasinya karena aku juga benar-benar ingin menemuinya walaupun hanya sebentar saja dan walaupun itu adalah pertemuan terakhir." Mohon Claudia.


Karena Claudia juga begitu benci kegaduhan apalagi jika Axel sudah marah segalanya itu benar-benar terasa mengerikan sangat mengerikan, sungguh.


...~×~...


...TERIMA KASIH TELAH MEMBACA KISAH KELAM...


...Don't forget to vote, Comment and share link nya ke temen-temen kalian...


...And...


...I hope you enjoy reading this story :)...


...Love u guys 😘...

__ADS_1


...Sampai jumpa di next episode bye 😉...


__ADS_2