KELAM (Proses Revisi!)

KELAM (Proses Revisi!)
Kepergian Ethan


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA KISAH KELAM...


...~×~...


...“Ketika kau sudah memberikan ku kepercayaan, yakinlah bahwa aku akan menjaganya sampai Tuhan memutuskan untuk aku mengakhirinya.”...


...~×~...


Belanda, 1 Januari 2021


TAHUN sudah berganti, kenangan terus menerus menghantui pikiran dan hati.


Claudia Sivaya gadis cantik keturunan Inggris itu lagi-lagi dihantui oleh perasaan bersalah nya terhadap Ethan kala itu. Claudia benar-benar kalap, dia memarahi Ethan habis-habisan karena dia lagi-lagi mengulangi kesalahan yang sama.


Pada saat itu Claudia berdebat dengan Ethan di pinggir jalan dekat cafetaria tempat janjian mereka, karena emosi Claudia tak sengaja mendorong Ethan karena mencoba untuk meraihnya lagi.


Tanpa disadari Ethan terpental cukup jauh, karena bersamaan dengan Claudia mendorong Ethan ada sebuah mobil truk yang melewatinya dan pada akhirnya Ethan terpental dan kepalanya terbentur cukup kencang pada tiang lampu yang berada di sebrang jalan.


"ETHAAAAAN!!!" Teriak Claudia sembari berlari ke arah Ethan dan segera memeluknya erat tanpa memperdulikan darah yang mengenai dress-nya.


Ethan mendengar samar-samar suara tangisan dan sesal dari gadis cantiknya itu dan tanpa disadari Ethan tersenyum tipis sambil menahan sakit di kepalanya dan pada akhirnya Ethan tidak sadarkan diri.


...~×~...


Claudia saat ini sedang duduk di kursi taman yang berada tak jauh dari tempat tinggalnya saat ini, Claudia terus menerus memikirkan bagaimana keadaan laki-laki itu, ya benar dia adalah Ethan, laki-laki tampan yang selalu memenuhi pikiran dan hatinya.


Sudah hampir satu bulan Ethan tidak sadarkan diri dan Claudia hampir setiap senja selalu pergi ke rumah sakit tempat dimana Ethan di rawat.


Karena terlalu larut dalam pikirannya Claudia tidak menyadari kalau ada seorang wanita yang berusia lebih tua darinya memanggilnya.


"Claudia?" Sapa wanita cantik itu seraya menepuk pundak Claudia.


Claudia pun sontak tersentak dan hampir tidak percaya siapa yang saat ini berdiri dihadapannya.


"Kak Shesya?" Tanya Claudia seraya melihat wanita cantik tersebut yang sudah hampir 10 tahun Claudia tidak melihatnya.


"Iyah, ini saya Shesya kakak dari Ethan kekasihmu." Ucap Shesya seraya tersenyum manis ke arah Claudia.


Claudia yang merasa bersalah atas apa yang terjadi pada adiknya tanpa disadari meneteskan air matanya dan memeluk Shesya erat.

__ADS_1


Shesya tidak pernah mengalahkan Claudia atas apa yang terjadi dengan adiknya itu, karena Shesya pun sudah hampir 5 tahun lebih tidak menemui adiknya itu karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Hingga pada akhirnya Shesya menyadari bahwa tidak ada yang lebih menyayanginya selain keluarga nya sendiri.


"Sshhhh cep cep, percaya sama kakak yah, Ethan itu pria kuat, dia tidak pernah merasakan sakit ataupun mengeluh, dia pasti akan segera bangun dan kembali ke sisi kita semua dan menyebarkan kebahagiaan yang selalu dia lakukan." Ucap Shesya menenangkan Claudia yang sejak tadi terus meneteskan air matanya.


Claudia mengingat masa-masa ketika ia hidup bersama Ethan di Inggris, ketika dirinya marah Ethan selalu berusaha dengan keras untuk membuat nya tertawa, dan Ethan tidak pernah mengeluh ataupun memarahi Claudia, walaupun Claudia tau kalau Ethan pasti lelah dengan sikap kekanak-kanakannya.


"Cla!!" Panggil Mommy sambil berjalan ke arah Claudia dan Shesya.


"Mom, gimana Ethan?" Tanya Claudia penuh harap.


Mommy menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan Claudia, "Ethan— Ethan sudah sadar— tapi—" Ucap Mommy terbata-bata.


"Tapi kenapa Mah?" Tanya Shesya tak sabar.


"Ethan mau ngomong sama kamu cla secara pribadi, mommy takut itu permintaan terakhir Ethan," Jelas Ibu Ethan sambil menggenggam erat tangan kedua gadis cantiknya.


Diam-diam Claudia menangis mendengar penjelasan Ibunya Ethan secara langsung.


Setelah itu Claudia langsung berlari menuju ke rumah sakit tempat dimana Ethan di rawat.


...~×~...


Rumah Sakit Ibu Kota


Claudia pergi ke rumah sakit di sore hari karena Claudia telah menyiapkan makanan kesukaan Ethan yang bisa Claudia masak.


Tokk.. Tokk..


"Masuk" Terdengar lirih suara laki-laki dibalik kamar rumah sakit membuat hati Claudia semakin kacau.


"Ethan, maaf." Ucap Claudia seraya membuka pintu kamar rumah sakit tempat Ethan dirawat.


Ethan yang mendengar itu tersenyum kecil melihat tingkah laku gadisnya itu, "Sini." Pinta Ethan sambil menepuk kan tangannya di samping kanan tempat tidurnya.


"Maaf E maaf, aku gak sengaja dorong kamu, maaf." Ucap Claudia lirih sambil meneteskan air matanya lagi dan lagi.


"Kamu ga salah kok sayang, maafin Ethan yah karena terus-terusan gangguin kamu, bikin kamu marah lagi dan lagi," Kata Ethan sambil mengelus-elus puncak kepala gadisnya.


"Cla udah maafin Ethan kok," Lirih Claudia sambil menundukkan kepalanya yang tak kuasa menahan tangisnya sambil terus memeluk Ethan dengan erat.

__ADS_1


Ethan mengangkat kepala gadisnya perlahan dan menatap wajah cantik gadisnya itu yang begitu sempurna baginya, dan mengecup singkat bibir mungilnya sambil berucap kata manis di telinganya.


"I love you baby." Ucap Ethan sambil mengeluarkan kotak merah kecil yang berada dibawah bantalnya.


Claudia melihat kearah Ethan sambil menitikkan air matanya "I love you more Ethan."


Ethan meraih kedua tangan gadisnya dan memasangkan cincin cantik di jari manisnya sambil mengucapkan kata yang menyayat hatinya, "Cla, kamu jaga diri baik-baik ya sayang, Ethan gak mau ketika Ethan pergi kamu sedih, kamu adalah gadis paling cantik yang aku temui, jika kita dipertemukan kembali kelak semoga takdir tidak se-menyakitkan ini."


Claudia yang mendengar itu tanpa disadari air matanya terus mengalir, napasnya terasa sesak, hatinya seolah tertusuk oleh ribuan belati. Claudia tidak ingin ditinggalkan lagi oleh orang-orang yang menyayanginya.


"E aku mohon jangan ngomong kaya gitu, kamu mau bikin aku merasa bersalah seumur hidup aku?" Tanya Claudia dengan tatapan bersalah.


"E aku mohon, kamu jangan pergi tinggalin aku lagi," Mohon Claudia sambil menggenggam erat tangan Ethan sambil menangis.


Ethan mencium keningnya dan berkata dengan begitu lirih "Claudia Sivaya Terimakasih telah mengukir sejarah yang luar biasa untukku, kamu harus terus bahagia walaupun tanpa adanya aku."


Claudia mencium bibir Ethan sambil menangis, hatinya sakit, napasnya benar-benar sesak seolah oksigen tidak lagi mengalir di tubuhnya, ini adalah pelukan dari Ethan untuk yang terakhir kalinya.


"I love you Ethan, I love you more."


Ethan dengan perlahan menutup matanya dan Ethan langsung di larikan diruang Operasi, Claudia hanya bisa memohon kepada Tuhan untuk kali ini tolong jangan biarkan ia kehilangan lagi.


...~×~...


Kini malaikatnya telah pergi bersamaan dengan hujan yang turun di kota kelahirannya, kini Claudia telah terduduk lemas di depan batu nisan bertuliskan nama Ethan Fernandez Adriano, laki-laki tampan nan rupawan yang tak akan pernah terlupakan dan tergantikan.


Kisahnya dengan Ethan tak akan pernah terlupakan, nama Ethan akan selamanya terukir indah di hati gadis cantik keturunan Inggris itu dan tak akan pernah ada yang bisa menggantikan sosoknya.


"Terimakasih Ethan tanpa mu, kisah ku yang abu-abu akan tetap menjadi abu-abu tanpa warna." Lirih Claudia seraya mencium batu nisan dihadapannya.


...~×~...


...TERIMA KASIH TELAH MEMBACA KISAH KELAM...


...Don't forget to vote, Comment and share link nya ke temen-temen kalian...


...And...


...I hope you enjoy reading this story :)...

__ADS_1


...Love u guys 😘...


...Sampai jumpa di next story, bye😉...


__ADS_2