KELAM (Proses Revisi!)

KELAM (Proses Revisi!)
Bertemu Lagi


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA KISAH KELAM...


...~×~...


...“Terkadang kesibukan membuat Kita lupa akan Luka.”...


...~×~...


California, 29 Juli 2018


SUDAH hampir satu tahun Claudia menghabiskan waktunya untuk belajar di Universitas Terkenal di disini.


Claudia juga hampir melupakan segala lukanya yang sempat Ia bawa dari Inggris.


Kedua orang tuanya bahkan tidak pernah mencari kabar lagi tentang kehidupannya, mungkin walaupun jika dirinya mati kedua orang tuanya pun tak peduli.


Kalau bicara soal kedua orang tuanya Claudia jadi ingat adiknya Clara.


Kemarin Clara sempat berbicara soal Ibunya yang menelponnya untuk menanyakan kabar Clara, bahkan Ibunya sudah lupa kalau dirinya bukan hanya memiliki satu anak tetapi dirinya punya satu anak lagi yang sudah dirinya lupakan.


Mengingat semua itu hanya akan membuat dirinya kembali terluka, dadanya lagi-lagi sesak ketika mendengar Clara berbicara dengan Ibunya.


Entah sudah berapa lama Clara sering menelepon kedua orang tuanya dan yang membuat Claudia bingung mengapa adiknya tidak pernah menyinggung perasaan Claudia.


Claudia memang tidak berharap kedua orang tuanya peduli, tetapi setidaknya adiknya itu peduli terhadap perasaannya.


Tetapi yang terjadi bukanlah sesuai dengan harapannya, dan ternyata Clara sangatlah egois.


Bahkan Claudia semalam mendengar kalau adiknya sedang menjelekkan dirinya sat berbicara dengan Ayahnya. Tidak sesuai dengan yang Claudia pikirkan selama ini.


Tapi nasi sudah menjadi bubur dan Claudia tidak bisa melakukan apapun lagi untuk adiknya, hatinya terasa sakit dan kecewa disaat yang bersamaan.


Entah apa yang dirinya pikiran tiba-tiba saja Claudia mengambil ponselnya kemudian menelpon seseorang yang selama ini dirinya hindari.


"Halo," Sapa seseorang dari sebrang telpon.


Claudia tak kuasa menahan air matanya ketika mendengar suara itu.


Bibirnya tiba-tiba keluh, dirinya seolah mati rasa, dadanya kembali merasakan sesak yang amat menyakitkan.


"Halo ini siapa?" Tanyanya lagi ketika tak juga mendengar suara dari Claudia.


"Yohan," Panggil Claudia lirih.


"Cla, kau menangis? Ada apa Cla?" Tanya laki-laki yang Claudia panggil Yohan tersebut.


"Aku membutuhkan mu Yohannes." Ucap Claudia penuh harap.

__ADS_1


"Kau dimana?" Tanya Yohannes cemas.


Terdengar dari suaranya saat ini Yohannes sedang berada dalam keadaan tidak baik-baik saja.


"Apa kau baik-baik saja Yohan?" Tanya Claudia.


"Aku baik-baik saja, jawablah Cla sekarang kau dimana?" Tanya Yohannes.


"Aku sedang berada di Kota mu Yohannes, sekarang Aku berada di California bersama dengan Axel." Jawab Claudia tanpa berfikir panjang.


"Aku akan menemui besok Cla di kafe dekat Kampus mu." Ucap Yohannes.


"Baiklah nanti akan ku kirim alamat Kampus ku lewat WhatsApp." Setelah itu Claudia langsung memutuskan sambungannya begitu saja.


"Apa Aku melakukan hal yang benar?" Tanya Claudia kepada dirinya sendiri.


...~×~...


California, 30 Juli 2018


Pukul 02.45 p.m. di Café Alberto


Saat ini Claudia sedang duduk di salah satu kursi yang berada di dalam Café tersebut untuk menunggu seseorang yang selama ini dirinya hindari.


Sudah hampir setengah jam Claudia menunggu Yohanes, tetapi tidak ada tanda-tanda kalau Yohanes datang.


Baru saja Claudia akan beranjak dari tempat duduknya tiba-tiba saja seseorang memanggilnya.


"Cla, maaf Aku terlambat." Ucap seseorang yang sejak tadi ditunggunya.


"Untung saja Aku belum pergi dari sini, jika kau telat satu menit saja sudah dipastikan Aku sudah pergi." Gerutu Claudia kesal sambil duduk kembali.


"Iya maaf, kau sudah memesan makan?" Tanya Yohannes.


"Aku sudah kenyang Yohan, Aku sudah hampir menghabiskan tiga cangkir kopi kalau kau ingin tahu." Jawab Claudia kesal.


"Yasudah sebentar," Setelah itu Yohanes memanggil waiters untuk memesan makanan.


"Apa telinga mu rusak Yohan? Aku tadi bilang sudah kenyang." Ejek Claudia.


"Satu cangkir cokelat panas dan dua sandwich." Setelah itu waiters langsung mencatat pesanan.


"Baiklah, mohon tunggu sebentar." Setelah itu pelayan wanita itu langsung pergi untuk memesan pesanan Yohanes.


"Aku kesini untuk bercerita Yohan." Jelas Claudia membuat Yohanes menatap Claudia penuh tanya.


"Kau kenal adikku Clara kan Yohan?" Tanya Claudia.

__ADS_1


Kurang dari sepuluh menit pesanan Yohannes sudah siap dan langsung ditaruh di atas meja oleh waiters wanita yang tersenyum kearah Yohanes.


Claudia bisa memahami kalau wanita itu menyukai sahabatnya ini, terlihat dari tatapan genitnya.


"Tentu saja Aku mengenalnya bahkan kau tahu kalau diriku pernah dekat dengan adikmu itu." Bales Yohannes tersenyum kecut.


"Dia mengkhianati ku Yohan." Ucap Claudia tiba-tiba saja membuat Yohanes tak mengerti.


"Maksudmu apa Cla?" Tanya Yohanes jujur.


"Dia selama ini ternyata masih berhubungan dekat dengan kedua orang tua ku." Jelas Claudia.


"Lalu kenapa? Bukankah itu hal yang baik." Tanya Yohannes tidak mengerti.


"Bukan soal itu, tapi—"


"Kenapa Cla? Cerita saja, Aku tahu tujuan mu ingin bertemu dengan ku karena ingin menceritakan tentang adikmu kan?" Tebak Yohanes tepat sasaran.


Setelah itu Claudia langsung menceritakan semuanya kepada Yohanes karena Claudia juga tahu kalau sahabatnya yang satu ini bukanlah orang yang suka membeberkan rahasianya.


Yohanes adalah salah satu sahabatnya yang sangat Claudia percayai, laki-laki itu adalah blasteran American Indonesia dan Claudia bertemu dengannya waktu Claudia tinggal di Indonesia beberapa tahun yang lalu.


"Mungkin karena Clara sudah lelah selalu dibandingkan dengan mu Cla, makannya dia menceritakan keburukan mu walaupun Aku tahu yang dia ceritakan bukanlah kebenaran." Jelas Yohanes mencoba untuk membuat Claudia paham dan tidak terlalu membenci adiknya.


"Kenapa dia tidak bicara padaku? Apa dia tidak mempercayaiku lagi?" Tanya Claudia lirih.


"Entahlah Cla, Aku tidak tahu jawabannya karena Aku tidak bisa membaca pikiran seseorang." Ucap Yohanes.


"Yasudah lah Yohan, setidaknya Aku sudah berbicara kepada mu dan hal itu membuat ku lebih tenang." Setelah itu Claudia langsung pergi meninggalkan Yohanes.


"Aku akan menghubungimu nanti Cla," Claudia hanya mengacungkan jempolnya kearah Yohanes sambil berjalan keluar Café.


Setelah sampai di parkiran Claudia langsung menaiki motornya dan langsung pergi meninggalkan Café.


Claudia memutuskan untuk pergi ke tempat kerjanya, karena ketika seperti ini Claudia selalu pergi ke Club untuk bertemu dengan teman-temannya di sana.


...~×~...


...TERIMAKASIH TELAH MEMBACA KISAH KELAM...


...Don't forget to vote, Comment and share link nya ke temen-temen kalian...


...And...


...I hope you enjoy reading this story :)...


...Love u guys 😘...

__ADS_1


...Sampai jumpa di next episode bye 😉...


__ADS_2