KELAM (Proses Revisi!)

KELAM (Proses Revisi!)
Kacau


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA KISAH KELAM...


...~×~...


..."Hadirmu seolah mengingatkan bahwa tak ada yang pantas dipercayai di dunia ini, karena itu hanya akan menghancurkan mu dikemudian hari."...


...~×~...


London, 28 Maret 2017


Pukul 09.47 p.m


SUARA dentuman musik di Club tempatnya bekerja biasanya tak pernah terasa sangat menggangu seperti hari ini. Entah kenapa perasaan hari ini memang sedang sangat kacau.


Saat ini Claudia sedang duduk di kursi bar yang berada di depan meja bar tempat di mana Smith sedang bekerja sebagai bartender di Club milik Axel.


"Cla mukamu kusut sekali, sangat jelek." Ejek Smith karena hal itu benar-benar mengganggunya.


Claudia hanya memutar bola matanya kesal karena Smith benar-benar membuatnya semakin kesal karena sejak tadi hanya menggoda gadis-gadis dengan pakaian minim yang saat itu sedang duduk di bangku yang berada tak jauh dari tempatnya duduk saat ini.


"Cla kau tidak bekerja?" Tanya Kendrick yang tiba-tiba saja duduk di sampingnya.


"Aku sedang tidak bersemangat hari ini Ken kau tidak lihat pakaianku Ken apa kau yakin Aku akan menjadi DJ dengan baju seperti ini?" Tanya Claudia kesal kepada Kendrick yang juga ikut-ikutan mengganggunya.


Pakaian yang saat ini Claudia kenakan adalah celana jeans putih dengan kaos polos panjang dengan leher yang lebar agar menunjukkan bahunya yang putih tak lupa pula dengan sneaker putih yang Claudia dikenakan.


"Emang apa bedanya, bedanya hanya di pakaian saja yang terlihat lebih tertutup." Balas Smith yang mulai menyahuti pembicaraannya dengan Kendrick.


Karena memang biasanya Claudia hanya akan memakai Jeans pendek dan Crop top saat berada di Club. walaupun terbuka biasanya Claudia balut lagi dengan sweater rajut untuk menutupi lengannya yang terbuka.


"Emang ada larangan harus berpakaian minim? Setahuku tidak." Balas Kendrick sambil meracik minuman pesanan pelanggan.


"Itu karena kamu nya aja yang kalau kerja selalu berpakaian minim." Sahut Smith.


"Diam kalian berdua!" Seru Claudia kesal bukan main. Kepada kedua temannya itu malah sibuk berdebat sendiri.


"Hai Cla," Sapa Jordan yang juga saat itu sedang berjalan menghampirinya.


"Mati saja kalian semua!" Umpat Claudia kesal dan mengabaikan sapaan dari Jordan, karena akan bertambah lagi bebannya jika teman-temannya itu sudah berkumpul seperti saat ini.


Jordan yang tidak tahu apa-apa pun hanya diam saja memperhatikan kemarahan Claudia.

__ADS_1


Suara tawa teman-temannya pun seolah membuat Claudia bergidik ngeri ketika suara tawa itu terdengar seperti suara iblis di telinganya.


Karena saking kesal Claudia langsung menghadiahi ketiga teman-temannya itu dengan jambak kan mautnya.


"AW!" Umpat ketiganya bersamaan.


Awalnya Claudia menjambak rambut Smith yang pada saat itu sedang bertumpu pada kedua tangannya yang terletak di meja bar, kemudian langsung menjambak Jordan dan Kendrick yang pada saat itu duduk diantaranya.


Sebelum kena amukkan ketiganya Claudia langsung lari ke lantai dua untuk menemui kakaknya.


"CLAUDIA!!!"


...~×~...


Ethan saat ini sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja apalagi dengan keadaan tidak sadar seperti ini.


Kedua botol wine yang berada di hadapannya menandakan bahwa laki-laki ini saat ini sedang mabuk berat dan harus segera diatasi.


"Ethannn!" Pekik Claudia ketika melihat keadaan Ethan saat ini.


Rambut berantakan, kemeja kusut dengan kedua kancing terbuka dan mata gelap yang saat itu sedang menatap kearahnya.


"Kau mabuk E? Astaga bukankah kau tidak kuat dengan anggur dan semacamnya?" Tanya Claudia panik dan langsung memanggil kedua sahabat somplak nya dibawah.


"Kalian jangan mabuk dulu! Bantu Aku." Pinta Claudia dengan menarik keduanya untuk mengikuti nya.


"Ada masalah apa Cla?" Tanya Jordan bingung.


"Ethan mabuk berat dan Aku tidak sanggup untuk membawanya pulang dan dalam keadaan tidak sadar dan kemungkinan besar jika Cla yang mengantar Ethan, Ethan akan melakukan hal yang tidak Aku inginkan." Jelas Claudia sambil menaiki tangga menuju tempat dimana Ethan sedang duduk dengan keadaan yang benar-benar berantakan.


Setelah mendengar hal tersebut Jordan dan Kendrick langsung naik ke atas dengan langkah lebih lebar agar segera sampai dan membantu sahabatnya itu.


"Astaga! Bodoh! kenapa mabuk sih jadi repot kan." Umpat Kendrick sambil membopong tubuh Ethan.


"Udah kamu disini aja Cla dan jangan kemana-mana karena hari ini akan jadi hari buruk kalau kamu maksain diri buat ngikut Cla." Jelas Jordan.


Claudia hanya menganggukkan kepalanya singkat kemudian kembali menatap Ethan yang semakin menjauh.


"Hey! lagi apa kamu di sini sayang?" Tanya Axel yang tiba-tiba saja merangkulnya.


"Jangan manggil aku kaya gitu!!" Seru Claudia marah.

__ADS_1


Ethan memang cukup fasih berbahasa Indonesia begitupun juga dengan Ethan, jika Claudia sedang berbicara dengan keduanya memang akan menggunakan bahasa Indonesia.


Claudia tinggal di Indonesia hampir lima tahun bersama dengan Kakek dan neneknya, Claudia SD di Indonesia dan pada saat kelas enam Claudia pindah ke Inggris karena ikut dengan ayahnya dan Clara yang menggantikan posisi nya di Indonesia.


"Lagi apa? Ngeliatin gebetan?" Goda Axel.


"Apaan sih kau Ax," Lagi-lagi Claudia menyangkal kalau dirinya memang sedang memperhatikan Ethan yang semakin menjauh dan menghilang ketika belok ditikungan.


Axel tidak tahu kalau saat ini Claudia sedang memikirkan siapa gadis yang sedang bersama Ethan sehingga membuat Ethan mabuk itu.


Gadis dengan pakaian minim dan berambut cokelat itu seolah begitu dekat dengan Ethan bahkan mereka berdua tertawa begitu lepas sehingga akhirnya mereka berdua mabuk dan kedua teman gadis itu langsung membawa gadis cantik itu pergi dan meninggalkan Ethan begitu saja.


"Lagi mikirin apa hm?" Tanya Axel lagi dengan nada yang lebih serius.


"Enggak kok kak, BTW mana istri kamu kak?" Tanya Claudia sambil bersandar di bahu Axel.


"Jennie tidak ikut dan masih di California bersama dengan Ayahnya karena anak dan orang tua itu sedang melepas Rindu karena mereka kan jarang bertemu terlebih Ayahnya Jennie kan tinggal di Perancis Cla." Jelas Axel sambil membelai rambut Claudia.


"Iya sih kasian yah sama kak Jennie harus pisah sama kedua orang tuanya." Ucap Claudia tanpa mengingat kalau dirinya bahkan lebih parah dari Jennie.


Axel yang mendengar hal tersebut hanya bisa tersenyum kecil karena tidak paham bagaimana cara gadis sekecil Claudia bisa bertahan hidup tanpa kedua orang tuanya dan harus mengurus adiknya seorang diri walaupun Axel tahu bahwa terkadang Ethan juga membantunya.


Mengingat soal Ethan Axel tiba-tiba saja mengingat gadis yang tadi bersama dengan Ethan sehingga membuat Ethan mabuk seperti tadi.


Jujur Axel terkejut melihat reaksi Claudia ketika melihat Ethan sedang tidak sadarkan diri seperti tadi, tapi Axel melihat ada luka tersirat dari manik cokelat adiknya ini.


Entah apa yang membuatnya seperti ini tetapi Axel masih bersyukur kalau Claudia tidak melihat bagaimana mesranya Ethan bersama gadis tadi.


Tanpa Axel ketahui juga kalau sebenarnya Claudia mengetahui hal tersebut dan entah kenapa ada bagian dari hatinya yang tiba-tiba saja merasakan sesak.


...~×~...


...TERIMAKASIH TELAH MEMBACA KISAH KELAM...


...Don't forget to vote, Comment and share link nya ke temen-temen kalian...


...And...


...I hope you enjoy reading this story :)...


...Love u guys 😘...

__ADS_1


...Sampai jumpa di next episode bye 😉...


__ADS_2