
...SELAMAT MEMBACA KISAH KELAM...
...~×~...
...“Luka memang tidak akan pernah hilang, tetapi setidaknya sedikit bahagia bisa membuat luka itu tidak terlihat.”...
...~×~...
Inggris, 01 Agustus 2018
TODAY adalah tepat lima tahun kepergian Mommy Ina dan lagi-lagi air matanya tak kuasa menahan lagi bendungan yang sudah sekian lama tertahankan.
Tepat di depan makam Mommy Ina Claudia menumpahkan segala lukanya.
Emeli Sandrina, nama itu terukir indah di atas sebuah batu nisan hitam dihadapannya.
Tangannya terulur untuk mengusap nama itu, membersihkan dari segala macam bentuk debu yang menempel di sana.
Keranjang bunga yang sejak tadi dirinya genggam akhirnya Claudia letakkan di sampingnya karena kedua tangannya akan Claudia gunakan untuk membersihkan makam Mommy Ina.
Rumput-rumput liar yang tumbuh di atas makam Claudia cabut satu persatu dan tiba-tiba sebuah tangan terulur untuk memberikan botol air untuk Claudia siram di atas makam.
Ethan mengikuti Claudia untuk berjongkok di sebelah Claudia dan mengambil bunga tabur untuk ditaburkan di atas makam. Kemudian Claudia pun meletakkan botol kosong tadi di sampingnya dan beralih ke keranjang bunga yang saat ini Ethan genggam.
"Mommy, mommy apa kabar di sana? Claudia kangen mommy." Ucap Claudia lirih sambil tangannya terus menaburkan bunga di atas makam.
Ethan yang berada di sampingnya pun berinisiatif untuk mengelus punggung Claudia mencoba untuk memberikan energi kepadanya agar kuat.
Karena Ethan juga selalu tak kuasa menahan tangisnya jika mengunjungi makam Mommy Ina karena Mommy Ina adalah Ibu kedua bagi Ethan.
Ethan selalu berusaha kuat jika berkunjung ke makam Mommy Ina bersama dengan Claudia karena jika Ethan lemah makan Claudia tidak akan mendapatkan energi untuk menahan segala lukanya.
"Mommy, Claudia rindu banget sama mommy, semoga mommy Bahagia di sana dan mommy tahu? Ternyata seseorang yang selama ini Claudia percaya, ternyata dia berkhianat." Ucap Claudia mencoba untuk menceritakan tentang adiknya Clara tanpa sadar kalau Ethan berada di sampingnya.
"Iya Mom, ternyata Clara memang tidak menyukai ku, Cla menyesal karena dulu tidak mempercayai Mommy." Claudia mencoba untuk menarik napasnya panjang dan kembali melanjutkan ceritanya.
"Ara memang tidak menyukai ku, dia cemburu karena selama ini dirinya selalu kalah dalam bidang pelajaran tetapi Claudia juga selalu kalah dalam bidang seni apa bedanya? Mungkin bedanya Cla tidak cemburu dengan keberhasilannya bahkan Cla turut bahagia." Jelas Claudia sambil tersenyum kecil.
"Sudahlah, Cla saat ini mencoba untuk kembali melangkah, Cla rindu ketika mommy selalu ada ketika Cla sedang terjatuh. Sudah lima tahun lamanya Claudia berjuang tanpa mommy, Claudia janji Claudia akan mewujudkan keinginan mommy agar Claudia menjadi anak yang kuat dan dapat menerima. Terima kasih mom, I love you." Setelah itu Claudia langsung mencium nisan Mommy Ina mencoba untuk menyalurkan cintanya.
__ADS_1
Kemudian Claudia menoleh ke arah Ethan yang sedang menatapnya seolah dirinya adalah sebuah berlian paling berharga.
"E? Kau baik-baik saja bukan?" Tanya Claudia.
Ethan seolah tak mendengar dan terus menatapnya semakin dalam, bagaikan sebuah kupu-kupu indah yang takut akan terbang jika tidak diperhatikan.
"E? Jawablah Aku takut, jangan menatap ku seperti itu."
"ETHAAAAN IIIIH!" Teriaknya sambil berdiri.
Kemudian sebuah tangan terulur terlebih dahulu sebelum dirinya tegak berdiri sehingga membuat Claudia terjatuh tepat di pangkuan Ethan.
Keduanya saling tatap cukup lama, masing-masing mencari jawaban atas sebuah perasaan yang mencoba untuk menjajal hatinya semakin dalam sampai akhirnya Claudia memutuskan kontak mata terlebih dahulu.
"Ethan kau ini kenapa? Jangan membuatku bingung." Ucap Claudia kesal.
"I love you so." Ucapnya sambil terus menatapnya.
Claudia yang mendengar hal tersebut pun tak kuasa menahan air matanya, entah Claudia harus merasa bahagia atau takut entahlah, tetapi Claudia rasanya ingin menangis.
"Maukah kau menjadi milikku, mengarungi bahtera cinta kita berdua, menikmati waktu bersama dengan ku, Inilah Aku apa adanya. Aku mencintaimu sangat bahkan Aku tidak tahu sejauh apa rasa cinta ini akan semakin menjajal diriku. Maukah kau menjadi milikku? Aku akan setia menunggu mu jika kau belum siap untuk menerima ku?" Ucapnya sambil menatap manik cokelat Claudia.
Claudia mencoba untuk mencerna ucapan Ethan, rasanya seperti mimpi, seorang Ethan laki-laki yang sangat kaku bisa seperti ini.
Tetapi Ethan akan menjadi laki-laki super lembut, sangat perhatian, tatapan nya penuh sayang dan tak pernah membentak apalagi memarahinya jika Claudia melakukan hal yang seharusnya membuat Ethan marah.
"E? Are you kidding me?" Tanya Claudia meyakinkan.
Claudia takut kalau Ethan hanya bercanda saja dan Claudia juga tak mau mempermalukan dirinya didepan Ethan.
"Cla apa Aku terlihat seperti sedang bercanda? Aku serius Cla, Aku benar-benar mencintai mu. Aku ingin kita bersama, tak perlu kita berpacaran Aku hanya ingin kita menikah." Balas Ethan sambil menggenggam kedua tangannya.
"Aku ingin menikah dengan mu, tapi Aku harus melanjutkan kuliah ku, bukan?" Tanya Claudia.
"Are you serious Cla, kau mau menikah dengan ku?" Tanya Ethan sangat bahagia.
Claudia hanya menganggukkan kepalanya tak kuasa menahan haru, tepat di depan makam Mommy Ina Ethan melamarnya.
"Mommy, Aku hari ini sangat bahagia, Mommy juga bahagia kan? Doakan kami Mom semoga tak ada kejahatan yang mendekati kami." Setelah itu Ethan langsung memeluk Claudia sangat erat dan langsung dibalas oleh Claudia dengan senang hati.
__ADS_1
"Thank you, I love you." Ucap Ethan tepat di telinganya.
"Aku juga sangat mencintaimu." Balas Claudia sambil tersenyum dibalik punggung Ethan.
Setelah itu Claudia melepaskan pelukannya terlebih dahulu dan setelah itu Claudia memutuskan untuk pamit kepada Mommy Ina untuk pulang karena hari sudah mulai gelap entah sudah berapa lama Claudia dan Ethan berada di sini.
"Mommy, Cla pergi dulu Mommy baik-baik di sana yah? suatu hari nanti kita pasti akan dipertemukan kembali, Claudia rindu Mommy." Setelah itu Claudia langsung mencium nisan Mommy Ina dan beranjak dari peristirahatan terakhir orang yang paling dirinya cintai.
Claudia berjalan menuju ke tempat mobil Ethan diparkiran sambil terus menggenggam tangan besar Ethan dan bibirnya yang tipis tak kuasa menahan senyum bahagia.
"E?" Panggil Claudia.
"Hmmm, ada apa?" Tanya Ethan sambil menatap wajah cantik Claudia.
"I'm so happy today, Thanks." Ucap Claudia malu-malu.
Ethan yang mendengar hal tersebut tak kuasa menahan senyumannya, kemudian langsung memeluk Claudia penuh sayang.
Hari ini Claudia merasa semua beban hidupnya melebur dalam kebahagiaan.
Luka hatinya seolah telah mendapatkan penawar paling ampuh.
Claudia hari-hari ini benar-benar sangat bersyukur atas nikmat Tuhan yang telah dirinya dapatkan.
Memiliki Ethan dalam hidupnya seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.
Meskipun Tuhan telah memisahkan dirinya dari adiknya, tetapi Claudia merasa tidak terlalu berlarut dalam kepedihan.
Ethan bagaikan penawar luka paling mujarab dan pengobat lara paling manjur.
...~×~...
...TERIMAKASIH TELAH MEMBACA KISAH KELAM...
...Don't forget to vote, Comment and share link nya ke temen-temen kalian...
...And...
...I hope you enjoy reading this story :)...
__ADS_1
...Love u guys 😘...
...Sampai jumpa di next episode bye 😉...