KELAM (Proses Revisi!)

KELAM (Proses Revisi!)
Pamit


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA KISAH KELAM...


...~×~...


...“Tak ada yang suka ditinggalkan ketika sedang sayang-sayangnya, begitu juga dengan Aku yang tiba-tiba saja ditinggalkan padahal semalam masih sempat bersama dan berbagi tawa.”...


...~×~...


London, 02 July 2017


Pukul 08.35 p.m


HARI sudah mulai gelap dan matahari seolah sedang sembunyi dari tatapan sang rembulan malam ini.


Bintang-bintang sedang mengitari bulan dengan begitu ceria seolah bulan adalah benda paling indah jika ditinggalkan.


Ethan, laki-laki ini baru saja sampai di Apartemennya sepuluh menit yang lalu.


Ketika baru saja memasuki kamarnya tiba-tiba saja matanya tertuju pada kertas biru yang terlipat rapih di atas tempat tidur miliknya.


Ethan mengurungkan niatnya untuk mandi dan lebih tertarik untuk membuka kertas tersebut kemudian membaca apa isi dari surat itu sebenarnya.


Untuk Ethan


Ethan terkejut ketika melihat tulisan tangan yang sudah tak asing baginya berada di atas kertas biru itu.


Tiba-tiba saja perasaannya tidak enak seolah ada hal yang tidak beres yang akan terjadi.


Belum sempat selesai membaca isi surat tersebut tiba-tiba saja suara ketukan pintu membuyarkan segalanya.


Tokk.. Tokk..


"Permisi." Terdengar suara seorang perempuan yang kemungkinan sedang mengetuk pintu Apartemen miliknya.


Kemudian Ethan beranjak dari tempat tidurnya dan meninggalkan surat tersebut di atas sofa kamar tidur.


Ceklek..


"Iyah, siapa?" Tanya Ethan kepada wanita paruh baya yang saat ini sedang berdiri di depannya.


"Selamat malam, saya disini ingin mengantarkan bunga, dari nona manis." Balasnya sopan.


"Nona manis?" Tanya Ethan bingung.


"Iyah dia tidak memberi tahu namanya, dia hanya memberi tahu kalau tuan bertanya siapa nama pengirimnya bilang saja dari nona manis." Jelasnya.


"Oh baiklah terimakasih." Setelah itu Ethan langsung masuk kembali ke dalam Apartemennya.


"Siapa juga yang mengirimkan bunga malam-malam begini." Gerutunya sambil berjalan kearah kamarnya.


Terdapat kertas didalam bunga tersebut, Ethan tidak tahu jenis bunga apa yang saat ini sedang dirinya pegang dan Ethan juga tidak peduli dengan hal itu.


Kemudian Ethan meletakkan bunga tersebut di atas meja ruang tengah tanpa membaca kertas yang terselip di antara bunga-bunga indah tersebut.


Ethan langsung masuk ke dalam kamar mandinya untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Kurang dari dua puluh menit Ethan sudah keluar dari dalam kamar mandinya dengan keadaan yang tidak berantakan tadi.


Karena Ethan benar-benar belum membersihkan dirinya setelah bekerja di kantor selama lebih dari dua belas jam.


Ethan memutuskan untuk menenangkan pikirannya dari berbagai macam bentuk pekerjaannya dan memilih untuk duduk santai di sofa yang berada di kamarnya.


Baru saja dirinya duduk tiba-tiba matanya tertuju pada kertas biru yang tadi sudah dirinya buka.


Gara-gara pengantar bunga tadi yang membuat Ethan mengabaikan surat yang sebenarnya sangat penting untuk hidupnya.


Kemudian Ethan memutuskan untuk melanjutkan membaca isi dari surat tersebut.


...Untuk Ethan.....


...Laki-laki tampan yang selalu memenuhi pikiran.....


...Aku tak tahu apa yang harus ku tuliskan di atas selembar kertas ini.....


...Aku tak ingin menuliskan ini sebenarnya.....


...Tetapi mengucapkan selamat tinggal pun rasanya Aku tak sanggup.....


Deg..


Tiba-tiba saja dadanya merasa sedikit sesak ketika membaca bagian tersebut.


...Maaf, jika hal ini mengejutkan mu.....


...Tapi Aku pun tak ingin ini terjadi sebenarnya.....


...Apa kau tahu Ethan?...


...Walaupun kita tahu ketika kita bersama tak pernah ada kata saling rindu atau semacamnya.....


...Aku tak tahu hubungan apa sebenarnya yang terjalin diantara kita.....


...Aku juga tak tahu sebenarnya kau memiliki perasaan seperti apa untukku.....


...Dan kenapa kau selalu ada ketika Aku jatuh?...


...Kenapa kau rela membantuku ketika tak ada siapapun yang Sudi untuk itu.....


...Sebelumnya terimakasih untuk segalanya yang telah kau berikan padaku.....


...Maaf Ethan.....


...Aku harus pergi ke tempat yang jauh.....


...Aku bukan pergi karena Aku marah kepadamu, tapi memang karena ada hal yang memang tak ingin Aku bagi denganmu.....


...Tak usah cemas, karena Aku baik-baik saja disini.....


...Aku bersama orang-orang yang menyayangiku.....


...Jaga dirimu Ethan.....

__ADS_1


...Aku menyayangimu.....


...Semoga ketika kita dipertemukan kembali kau bisa menjawab pertanyaan yang selalu berputar-putar di kepalaku.....


...- Cla -...


Tiba-tiba saja air matanya terjatuh dengan sendirinya, Ethan tak paham dengan perasaannya.


Ethan tidak bisa mengutarakan isi hatinya dengan begitu cepat, karena Ethan tak ingin menyakiti Claudia.


Jujur Ethan sangat menyayangi Claudia lebih dari seorang teman atau sahabat.


Claudia adalah sosok yang begitu berharga dalam hidupnya dan saat ini entah apa yang dirinya rasakan.


Ethan merasa sebagian besar dari jiwanya pergi, hatinya seperti kosong dan tiba-tiba saja dadanya terasa seperti ada yang meremasnya dengan begitu kejam.


Claudia yang tadi malam terasa masih ada disampingnya saat ini dirinya sudah pergi entah kemana.


Ethan merasa sangat bodoh telah meninggalkan Claudia tadi pagi, jika saja dirinya tidak meninggalkan Claudia mungkin Claudia saat ini masih bersama dengannya.


"Kenapa semua ini harus terjadi begitu cepat?" Tanya Ethan kepada dirinya sendiri.


"Aku bahkan belum sempat untuk membuatmu bahagia, lalu mengapa kau pergi meninggalkanku seperti ini? Bahkan tak ada jejak langkahmu yang dapat kucari."


Ethan benar-benar telah kehilangan hidupnya, wanita yang selama ini dirinya jaga tiba-tiba saja pergi meninggalkannya tanpa alasan yang dapat Ethan terima.


...~×~...


Pukul 09.45 p.m


Saat ini Claudia sedang duduk di kursi pesawat yang akan membawanya pergi dari tempat tinggalnya yang sudah bertahun-tahun lamanya Claudia tempati.


Claudia saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke tempat Alex, seharusnya Claudia bersama dengan Clara adiknya tetapi Clara sudah pergi bersama dengan Alex dua hari yang lalu.


Alex sempat memaksanya untuk berangkat bersama bahkan berniat untuk mengundur keberangkatannya agar bisa berangkat bertiga tetapi Claudia menolak keras hal tersebut karena tak ingin membuat Alex lebih memilihnya daripada istrinya yang saat ini sedang menunggunya di California.


Walaupun Claudia tahu Jennie tak akan marah apalagi cemburu karena Claudia sendiri sudah menganggap Alex dan Jennie adalah kakaknya bahkan keduanya seperti orang tuanya bahkan melebihi kasih sayang orang tua kandungnya.


Tiba-tiba saja pikirannya tertuju pada kertas yang beberapa jam yang lalu dirinya sematkan di atas sofa Ethan.


"Apa Ethan sudah membacanya?" Tanya Claudia kepada dirinya sendiri.


Apa mungkin Ethan dapat memaafkan dirinya karena sudah pergi begitu saja, bahkan tidak pamit, entahlah Claudia juga tak tahu jawabannya.


"Maaf Ethan, Aku hanya tak ingin lebih merepotkan mu." Setelah itu Claudia terlelap dalam tidurnya.


...~×~...


...TERIMAKASIH TELAH MEMBACA KISAH KELAM...


...Don't forget to vote, Comment and share link nya ke temen-temen kalian...


...And...


...I hope you enjoy reading this story :)...

__ADS_1


...Love u guys 😘...


...Sampai jumpa di next episode bye 😉...


__ADS_2