
"Emaaaakkkk!!! kenapa ini kopi abah pait begini ? mesti gulanya cuma satu sendok deh, huh!" teriak abah Kumis saat menyeruput kopi di teras depan. Emak yang kaget mendengar teriakan abah langsung berlari keluar.
"Kenapa sih abah teriak-teriak ? nanti dikira tetangga kita lagi ribut, ntar jadi bahan gosip mau ?" celoteh emak Geulis sambil memasang muka jutek. Abah hanya meringis, kalau emak sudah mode garang maka si abah Kumis langsung menciut.
"Kita harus hemat bah, uang jatah bulanan tinggal dikit. Abah gajian masih lama, belom lagi emak harus ngasih ongkos anak-anak hadeuhhh makanya gula diirit-irit. Mana make up emak abis pula huh! besok mau arisan ga ada gincu bah"
"Pake aja itu tomat di kulkas, diolesin ke bibir ntar juga merah" sambar abah sambil cengar cengir.
Abah Kumis adalah seorang suami dari Emak Geulis, dikarunai anak tiga dan pekerjaan yang stabil dengan penghasilan yang mencukupi. Sejak muda hobi abah memang suka bercandaan dan berlanjut sampai ke rumah tangga. Meski umurnya sudah tidak muda, namun gaya abah selalu kekinian dan lebih sering nongkrong dengan anak muda ketimbang bapak-bapak.
Lain lagi dengan emak Geulis, dari luar memang penampilannya wanita namun siapa sangka ternyata emak merupakan juara umum seni bela diri taekwondo se provinsi. Selain itu, emak juga jago olahraga voli dan renang. Tak heran sejak dulu emak Geulis selalu ditakuti di sekolah bahkan di kampus karena terkenal garang.
Abah dan emak bertemu saat ada pertandingan olahraga antar kampus. Abah jatuh cinta saat menonton emak beraksi di lapangan voli, hatinya terkena smash maut dari emak. Hanya saja perjuangan abah tak mudah untuk mendapatkan hati emak, karena emak terkenal dingin dengan pria. Namun berkat kegigihan dan usaha abah, ia nekat mendatangi rumah emak dan meminta langsung restu ke kedua orangtua emak. Tentu saja abah yang datang tiba-tiba seperti itu langsung mendapat auman singanya emak. Bukannya mundur malah abah membalasnya dengan guyonan konyol dan membuat keluarga emak Geulis berpihak padanya dan memberikan restu, karena berhasil menandingi emak Geulis.
Lanjut lagi ya....
"Ari si abah kalo ngomong suka asal, mau emak olesin tomat sekebon juga ga bakal merah itu bibir. Sini emak bikin merah pipi abah, mau pake tangan kiri apa tangan kanan ?"
"Ih emak naha jadi marah-marah, ceunah ga mau digosipin tetangga" lagi-lagi abah menjawab dengan santai sambil meminum kopinya kembali. "Hmm kok sekarang kopinya jadi manis ya ? apa karena abah minumnya sambil mandangin emak ?" goda abah.
"Sakarepmu bae lah bah, emak mau masak" kini emak kembali ke dapur dan abah pun langsung bersiap untuk berangkat kerja.
__ADS_1
Keluarga abah tinggal di pinggir ibukota sehingga udaranya tidak terlalu panas. Kampung Bojong Sawah namanya, mayoritas masyarakat disana bekerja di kota sedangkan sisanya memilih untuk bercocok tanam dan budidaya ikan sehingga tidak heran kalau suasana asri masih terasa disana.
"Maaakkk mana uang jajan, udah telat nih aku" ucap Reynold si anak bungsu sambi mengikat tali sepatunya dengan terburu-buru.
"Kebiasaan emang nih anak, udah tahu hari senin masuknya lebih awal segala ikutan begadang sama si abang. Jadi aja buru-buru berangkatnya"
"Mak ih napa ngomel sih, mana uang jajannyaaaa"
"Emak ga ada recehan, belum belanja ke tukang sayur. Ada nih gocengan satu lagi mau ga ?" tanya emak sambil mengeluarkan selembar uang lima ribuan dari dompet kecilnya.
"Ih apaan goceng, emang aku anak kelas SD kelas 1 jajan segitu. Mbung ah tambahin, segitu jajan dapet apaan mak...beli cilok cuma dapet lima biji" Reynold mulai kesal, kalo emak jangan ditanya lagi ya guys hahahaha.
"Dah lah daripada ga jajan aku ambil aja, pamit berangkat ya mak".
Reynold pun mengambil sepeda kesayangannya dan langsung pergi ke sekolah. Anak ini bersekolah di sekolah dasar negeri dekat rumah, sehingga ia memilih naik sepeda agar bisa konvoi dengan teman-teman sekampungnya. Reynold duduk di bangku kelas 4 SD, sifatnya yang suka marah sangat mirip dengan emak.
"Yudhaaaaa ayo berangkat" teriak Reynold didepan pagar rumah sahabatnya itu.
"Yah Rey baru aja Yudha berangkat. Tadi bareng sama tetehnya sekalian naik motor" kata ibunya Yudha yang sedang menyapu halaman.
"Oke deh kalo gitu, aku langsung jalan ya tante" Reynold pun menggowes sepedanya dengan cepat, ia tidak ingin terlambat dan mendapat hukuman.
__ADS_1
Balik lagi kerumah...
"Abaaangggg kamu ga kerja apa ? jam segini masih merem, rejeki dipatok ayam baru tahu rasa!" auman singa emak datang lagi, kini yang kena adalah anak tertua abah dan emak yaitu Hans si jajaka ganteng se Bojong Sawah.
Hans memang memiliki rupa yang lumayan membuat kaum hawa mimisan bahkan pingsan. Ditambah badan tinggi dan kulit yang mulus membuat ibu-ibu sekampung ingin berbesan dengan abah dan emak, katanya sih biar memperbaiki keturunan. Itu semua bisa Hans dapat berkat keturunan dari ibunya. Sang kakek yang berasal dari Jerman membuat dirinya sempat mendapat julukan "bule bojong sawah".
Namun Hans sangat cuek dengan wanita, padahal kalau dihitung-hitung dari jaman sekolah sampai bekerja sudah ratusan wanita yang mendekatinya, tetapi selalu Hans tolak dengan berbagai alasan.
"Mak aku ga ngantor hari ini, kerjaan udah beres dan bos bilang aku disuruh libur aja" ucap Hans setengah sadar dari balik pintu kamarnya.
"Mak ga percaya, mana nomor bos kamu sini mak telepon. Kapan kerjanya kamu, kan kemarin hari minggu"
"Eh si emak mah kaga canggih, kan Hans ngerjain di laptop terus datanya dikirim via email. Dah ah mak Hans mau tidur lagi, banguninnya nanti aja kalo udah jam 12".
Emak Geulis hanya bisa geleng-geleng kepala didepan kamar Hans sementara yang empunya kamar sudah terbang lagi ke alam mimpi bertemu kapten levi dan para titan.
*****************
Haloooo guys, welcome to karya author yang baru ya. Kali ini sih pengennya buat cerita tentang kehidupan sehari-hari seperti yang kita jalani di dunia nyata. Semoga cerita ini bisa menghibur kalian semua yang lagi gabut, bosen atau lagi kencan sama si dia (lah napa jadi kencanπ)
Monggo kalau ada yang mau ngasih ide atau pengalaman lucu di kehidupan kalian bisa DM author, asal jangan ngasih hati nanti authornya baper π (bodo amat ga lucu thor π)
__ADS_1