
"Sini duduk dulu sebentar, saya mau bicara sama kamu" ucap Emak dan menyuruh Jordan untuk duduk di kursi teras rumah.
"Baik bu" balas Jordan sambil mengikuti langkah kaki Emak.
Setelah mereka duduk, hampir sepuluh menit Emak memandangi Jordan dalam diam. Jordan awalnya biasa saja namun lama-kelamaan ia pun merasa canggung dan akhirnya ia pun membuka percakapan.
"Ada yang salah dengan saya bu ?" tanyanya.
"Tidak ada, saya hanya sedang mengamati kamu. Oh iya boleh saya bertanya ?"
"Silahkan bu, saya akan jawab"
"Apa alasan kamu berbuat seperti itu kepada anak saya ? apakah dibalik perbuatan mu ada hal yang kamu sembunyikan ?" tanya Emak dan dibalas dengan tatapan heran Jordan.
"Maksudnya bu ? saya ga paham" tanya Jordan yang kebingungan dengan maksud pertanyaan Emak.
"Samantha bukan tipe orang yang bisa dengan mudahnya dekat sama orang dan tipe orang seperti Samantha sangat jarang didekati oleh orang lain. Tapi saya lihat kamu sebegitu perhatiannya dengan Samantha, bahkan sampai menyuruh teman mu tadi untuk mengantar motor kesini".
"Selama Samantha kuliah ia tidak pernah bercerita apapun soal teman-teman lainnya, selain Mikha dan Joy. Itu pun saya sudah kenal mereka lebih dulu sejak Samantha sekolah. Makanya saya bertanya seperti itu sama kamu, karena saya khawatir kejadian saat Samantha sekolah dulu terjadi lagi".
Jordan terdiam mendengar penjelasan Emak, muncul tanda tanya besar di kepalanya soal sosok Samantha di masa lalu. Apakah ada suatu hal yang menimpa Samantha sampai orangtuanya berkata seperti itu ? teka-teki baru kini memenuhi kepala Jordan.
"Kalau kamu memang tulus dan menganggap Samantha sebagai teman mu, tolong perlakukan dia dengan baik. Oh iya saya sampai lupa bilang terima kasih sama kamu karena sudah menolong Samantha dari kecelakaan dan saya juga minta maaf karena tadi sudah memaki teman kamu. Berapa biaya pengobatannya ? biar saya ganti" ucap Emak.
Belum sempat Jordan menjawab, tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing di telinga...
"Eleh-eleh si Emak ditinggal Abah kerja malah dekat-dekat sama berondong" siapa lagi kalau bukan Abah Kumis yang baru pulang dari kerja.
"Pulang tuh ucapkan salam atau apa kek, ini malah asal jeplak aja ngomongnya tanpa tahu sebab-akibatnya. Mau ditambah masa hukumannya jadi sebulan, HAH ?" omel Emak.
Jordan memandang pasangan suami istri itu sambil tersenyum kecil, baru kali ini ia melihat orang tua yang tingkahnya masih seperti anak muda. Saat Abah sampai di depan teras, segera Jordan bangkit berdiri dan memberikan salam pada Abah.
"Selamat sore om, saya Jordan temannya Samantha" ucap Jordan sambil mengulurkan tangan kanannya.
Abah pun terkejut...
__ADS_1
"Samantha ? beneran kamu temannya Samantha ? teman dimana, ketemu dimana, kenapa bisa kenal Samantha, kamu mau apa sama Samantha ?" bapak-bapak satu ini langsung berubah sok serius dan Emak hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Ga usah lebay deh bah, sana masuk terus mandi. Ini mah biar urusan Emak aja"
"Eh si Emak, kan Abah tuh nanya karena kaget. Kok bisa cowo ganteng begini mau temenan sama Samantha" sahut Abah.
"Ih emangnya kenapa ? maksud Abah anak kita jelek gitu ? ah bener ini mah auto ditambah hukumannya biar kapok!" omel Emak.
"Om dan Tante sudah jangan bertengkar, saya jadi tidak enak kalau begini. Saya hanya mau bilang kalau saya baru mengenal Samantha dan saya menolong Samantha tadi karena kebetulan saya melintas di lokasi kejadian. Saya tidak ada maksud apa pun bahkan niat buruk pada Samantha, justru saya ingin kenal Samantha lebih dekat"
"Lokasi kejadian ? memangnya ada apa ?" tanya Abah.
"Lihat aja ke kamar Samantha sana" perintah Emak dan Abah pun langsung menuju kamar Samantha.
"Oia tante soal biaya pengobatan Samatha tidak perlu diganti, saya ikhlas dan senang bisa membantu Samantha. Tolong sampaikan salam saya untuk Samantha, semoga lekas sembuh" ujar Jordan.
"Ya sudah kalau begitu kamu sudah boleh pulang, terima kasih sudah menolong anak saya tadi. Semoga Tuhan membalas kebaikan mu berlipat ganda, hati-hati di jalan"
Setelah selesai berpamitan Jordan pun langsung tancap gas, sementara Emak kini sudah masuk ke dalam rumah akibat mendengar teriakan Abah Kumis.
"Abah apaan sih pake teriak-teriak segala, berisik tau! kasian itu Samantha keganggu istirahatnya" omel Emak yang baru tiba di kamar Samantha.
"Neng geulis kenapa bisa seperti ini ? sedih Abah tuh"
"Tadi kakak ditabrak sama ibu-ibu pas mau belok buat neduh di halte, terus ditolongin sama kakak yang didepan barusan" sambar Reynold yang duduk di tepi tempat tidur Samantha.
"Terus gimana keadaan kakak ? ada yang gawat ga ?" tanya Abah.
"Udah sana mandi, bau keringat tuh kemana-mana sampe kalah pengharum ruangannya kakak" omel Emak dan Abah pun langsung bergegas menuju kamar mandi.
Samantha pun akhirnya bisa melanjutkan istirahatnya setelah makan dan minum obat. Saat berbaring di tempat tidur ia terus memikirkan sikap Jordan padanya tadi. Belum pernah ia menemukan sosok pria seperti Jordan.
Tok...tok...tok...terdengar suara ketukan pintu kamar Samantha.
"Kak sudah ridur ?" tanya Emak dari balik pintu kamar.
__ADS_1
"Belum" sahut Samantha.
Emak pun masuk dan duduk di samping tempat tidur sambil memeriksa kondisi tubuh Samantha.
"Emak lihat Jordan anak yang baik, cobalah untuk berteman dengannya. Emak ingin kamu bisa bersosialisasi lagi seperti dulu kala, mungkin sulit tapi tidak ada salahnya untuk mencoba" ucap Emak sambil mengusap kepala Samantha.
"Emak ingin kamu bahagia kak dan Emak yakin kamu pasti bisa" kecupan hangat Emak pun mendarat di kening Samantha dan dibalas anggukan pelan olehnya.
Setelahnya Emak pun keluar dan hendak masuk ke dalam kamar, namun...
"Emak...pliiissss Abah mohon..."
"Apaan bah ?"
"I...itu..."
"Itu apaan ? ngomong yang jelas atuh bah"
"Mau main kerumah, boleh ya ? ga masuk juga ga apa-apa kok, main aja diluar gitu sebentar aja"
"Hadeuhhh dasar Abah..."
"..............."
"Mak ? jadi gimana ini, boleh ya ?"
"Iya iyaaaa, 15 menit cukup abis itu pulang"
"Akhirnyaaaa, YES!!!"
"Jangan seneng dulu, sana sikat gigi terus kumur-kumur pakai obat kumur biar bau jengkolnya rada hilang"
"Asiyaaapp Emak, otw kamar mandi langsung" 🏃🏃🏃
*******************
__ADS_1
😂 jadi juga ya bah meski cuma main diluar doang hahahahaha 😂