
Setelah kejadian kecelakaan beberapa waktu yang lalu, Jordan dan Samantha perlahan sering terlihat bersama. Terkadang Jordan yang mendatangi kelas Samantha lebih dulu hanya untuk sekedar makan siang bersama. Awalnya Samantha selalu menolak dengan berbagai alasan, namun pada akhirnya ia merasa tak enak dan sesekali menuruti permintaan Jordan.
Seperti siang ini, untuk kesekian kalinya Jordan menunggu Samantha didepan kelas. Mikha yang berjalan dari kejauhan segera menghampiri Jordan.
"Kesini lagi lo Jo ? ga bosen ?" kata Mikha
"Oh hi Mikha, ga kok emang kenapa ?"
"Ga apa-apa sih cuma gue heran aja, kok lo mau gitu hampir setiap hari nungguin Samantha. Padahal jarak dari gedung fakultas lo kesini kan lumayan Jo"
"Ya apa salahnya soal jarak, saya ga keberatan tuh"
"Jangan-jangan lo suka ya sama Sam ?" kali ini pandangan tajam Mikha langsung tertuju ke mata Jordan
"Loh kalian, sejak kapan disini ?" belum sempat pertanyaan Mikha dijawab, Samantha sudah keburu keluar kelas dan menghampiri mereka berdua.
Jordan merasa sedikit lega karena kehadiran Samantha membuatnya tidak perlu menjawab pertanyaan tadi.
"Hari ini kerumah ya soalnya bang Hans udah balik dari Bali. Dia bawain oleh-oleh buat lo sama Joy, abang juga bilang mau ketemu kalian katanya"
"Siapa Hans ? pacar kamu Sam ?" tanya Jordan
"Oh bukan, dia kakak ku"
"Cie Jordan cemburu nih hahahahaha" oceh Mikha sambil tertawa kencang
"Eh Mikha malu ih ketawanya kaya gitu. Oh iya kamu juga ikut ya Jo, abang yang minta kamu buat datang kerumah" ucap Samantha pada Jordan dan dibalas dengan anggukan kepala.
Sore hari pukul tiga mereka segera berangkat menuju rumah Samantha. Mikha satu mobil dengan Joy sementara Samantha dengan Jordan. Sepanjang perjalanan Jordan bertanya pada Samantha seperti apa sosok Hans.
"Abang itu populer dikalang perempuan sejak masih sekolah, bahkan dulu teman-temannya suka deketin aku cuma untuk nitip surat, hadiah atau salam ke abang. Cuma ya abang ga peka dan cuek, dia anggap semua perempuan yang didekatnya itu cuma teman"
"Berarti abang kamu tampan ya"
"Hmm biasa aja sih kalo menurutku, makanya heran aja kok banyak perempuan yang suka sama abang"
__ADS_1
"Ya mungkin menurut kamu biasa aja, soalnya kan kalian kakak adik dan sudah tinggal bersama sejak kecil"
"Tapi lain hal dengan para wanita yang baru mengenal abang kamu, mungkin ada sifat atau perilakunya yang bikin mereka penasaran dan ingin mengenal abang kamu lebih jauh"
"Hmm entahlah kalo soal itu, aku ga pernah tanya juga ke mereka"
"Kamu sendiri gimana ? ga ada yang deketin ?" tanya Jordan
"Deketin gimana ?"
"Ya cowo yang deketin kamu, ga ada emangnya ?"
Belum sempat menjawab pertanyaan rupanya mereka sudah sampai didepan rumah Samantha. Samantha pun bergegas turun dan membukakan pintu teras agar mobil Jordan bisa diparkir di dalam, sementara mobil Joy akan diparkir didepan rumahnya. Setelah itu Samantha bergegas masuk untuk memanggil Hans dan juga mengambilkan minuman dingin untuk mereka berempat.
Samantha keluar lebih dulu sambil sambil membawa minuman dan makanan ringan. Tak lama kemudian muncul Hans dengan kaos oblong, celana pendek dan juga ekspresi muka bantal bangun tidurnya.
"Buset bro masih aje begini modelannya hahahaha apa kabar bro" sapa Joy dengan mengulurkan tangannya yang mengepal untuk tos dengan Hans dan disambut baik oleh Hans
"Lah baru bangun bang ? nikmat banget bang hari gini baru bangun, kita mah otak udah pada ngebul kuliah dari pagi" celoteh Mikha dan disambut tawaan Hans
"Oh iya ka ini Jordan yang nolongin aku waktu kecelakaan"
Jordan pun berdiri sambil berjabat tangan dengan Hans untuk berkenalan, Hans menatap ke arah Jordan dengan dalam dan tajam, "Terima kasih bantuannya waktu itu ya, terima kasih sudah nyelametin adik gue dan motor gue".
" Sama-sama bang, kebetulan waktu itu saya pas melintas di TKP" balas Jordan sambil tersenyum.
"Eh iya Joy ini oleh-oleh buat lo, terus yang ini buat Mikha dan satu lagi buat Jordan" ucap Hans sambil membagikan bingkisan ke mereka bertiga
"Saya juga dapat ? tapi kan kita baru kenal hari ini" kata Jordan yang kebingungan
"Anggap aja itu tanda terima kasih gue buat lo karena udah nolongin Samantha waktu itu, santai aja Jo"
Jordan menggenggam bingkisan itu dengan erat, ada perasaan senang dalam hatinya. Ada kesan tersendiri yang ia rasakan sejak mengenal Samantha dan keluarganya.
Mereka pun bercengkrama sampai sinar matahari berganti menjadi sinar rembulan. Mikha dan Joy pamit pulang lebih dulu, sementara Jordan masih sibuk berbincang dengan Hans. Samantha pun tengah sibuk membantu Emak menyiapkan makan malam.
__ADS_1
"Rokok Jo ?" kata Hans sambil menyodorkan sebungkus rokok namun ditolak oleh Jordan
"Maaf bang saya ga ngerokok" ucapnya
"Yaelah kaku amat Jo, lo gue aja sih ngomongnya. Berasa tua gue hahahaha"
"Udah kebiasaan bang hehehe"
"Lo tinggal dimana Jo ?"
"Di apartement bang"
"Wih keren, sama keluarga tinggalnya ?"
"Enggak bang, saya tinggal sendiri"
"Lah keluarga lo pada tinggal dimana ?"
"Hmm soal itu... "
"ABAAAHHHH...HAAANNNSSS...JORDAAANNN AYO MASUK! KITA MAKAN DULU"
Jordan dan Hans serempak kaget mendengar suara Emak, kalo abah justru masih asyik main sama Michael dan tidak memperdulikan suara Emak karena kedua telinganya tertutup oleh headset. Kedua pemuda itu bergegas masuk ke dalam rumah untuk bergabung di ruang makan.
"Astaga Abaaaaahhh dipanggilin buat makan malah main sama burung! Udah aja Abah makan makanan burung aja sono!" omel Emak sambil mencopot headset yang terpasang ditelinga Abah.
"Emak kenapa sih dateng-dateng langsung marah-marah, ga baik tau Mak"
"Gimana Emak ga marah, daritadi Emak udah manggilin Abah buat makan tapi ga direspon sama Abah! "
"Ya maap atuh Mak kan Abah lagi urusin ini si anak bungsu dulu hehehehe... oia Mak hari ini lauknya apa ? "
"Khusus buat Abah hari ini menunya kroto sama pelet, bye!! " setelah itu Emak langsung kembali ke dalam rumah sambil menggerutu dan meninggalkan Abah yang tengah mengelus dada sambil geleng-geleng kepala.
"Haduh Emak ga tua ga mudanya sama aja, untung Abah sayang... "
__ADS_1