Keluarga Abah Kumis

Keluarga Abah Kumis
Kau Adalah Duniaku


__ADS_3

Setelah selesai dari pemakaman, Jordan kembali mengajak Sam menuju tempat yang tentu saja masih dirahasiakan oleh Jordan. Di benaknya masih bertanya soal tujuan pertemuan mereka hari ini, ia masih tidak mengerti dengan semua kalimat yang Jordan lontarkan saat di makam tadi.


Ditengah perjalanan mereka sempat mampir ke sebuah supermarket, disana Jordan membeli beberapa bahan makanan dan Samantha diminta untuk tetap tinggal didalam mobil. Setelah mendapatkan apa yang diperlukan, mereka segera melanjutkan perjalanan.


Akhirnya mereka sampai di sebuah gedung apartement, setelah memarkirkan mobilnya mereka pun segera menuju lift untuk naik ke lantai delapan belas. Mereka pun sampai disebuah kamar apartement yang cukup luas, ada dua kamar disana lengkap dengan dapur, ruang tamu dan meja kerja. Terasnya pun bisa dibuka dan Samantha bisa melihat pemadangan ibukota dengan jelas.


"Ini dimana ? kenapa kamu bawa aku kesini ?" tanya Sam


"Duduklah disampingku Sam" pinta Jordan


Samantha pun menuruti permintaan Jordan dan duduk disampingnya. Jordan pun meraih tangan Samantha dan menggenggamnya dengan erat


"Mungkin sampai saat ini kau masih bertanya-tanya dengan kejadian hari ini. Maafkan aku kalau semua ini membuatmu bingung. Namun satu hal yang ingin aku utarakan, aku menyukaimu Sam sejak pertama kali aku melihatmu di kantin"


Jordan pun mengambil sebuah album foto kecil dan menyerahkannya pada Samantha. Betapa terkejutnya ketika Sam mengetahui isi album tersebut adalah foto-foto dirinya.


"Sejak saat itu kau adalah duniaku Sam, tak bisa kuhindari bahwa aku ingin selalu berada didekatmu. Maafkan aku yang mengambil fotomu secara diam-diam, karena saat itu aku belum tahu siapa dirimu dan aku berusaha mencari tahu tentang dirimu. Sampai pada akhirnya aku bisa bertemu denganmu saat insiden kecelakaan waktu itu"


"Soal mama, itu adalah pesannya sebelum pergi dari dunia ini. Permintaan terakhirnya adalah ia ingin aku bertemu dengan wanita baik dan mengenalkan padanya. Dan hari ini aku berhasil menemukan wanita itu, yaitu kau"


"Aku menyukaimu karena kau adalah wanita yang berbeda dari wanita yang pernah kutemui selama ini. Aku ingin mengenalmu lebih jauh, aku ingin melindungimu, menjadi pria yang bisa kau andalkan, menjadi tempatmu untuk berkeluh kesah atau sekedar menghabiskan hari bersama-sama"


Samantha terdiam, air mata di pipinya mulai mengalir dan membasahi wajahnya. Dalam hatinya banyak perasaan yang bercampur aduk dan Sam tak sanggup berkata-kata lagi. Ini adalah pernyataan cinta pertama untuknya. Melihat hal itu, Jordan mengarahkan wajah Sam dan menatapnya dengan hangat.

__ADS_1


"Apakah aku boleh berteduh dihatimu Sam ?"


"Jordan...aku..."


"Aku tak tahu harus berkata apa"


Kini mereka saling bertatapan dan perlahan Jordan mendekatkan bibirnya ke arah bibir Sam. Kini bibir mereka saling bersentuhan, Sam bisa merasakan deruan nafas Jordan dan lembutnya ciuman yang kini semakin dalam. Sambil mencium Sam, Jordan pun memeluknya dengan erat dan mengusap kepalanya.


"Dear Sam, apakah kau bersedia menjadi pacarku ?" tanya Jordan setelah melepaskan ciumannya


"Aku...aku..."


"Aku berharap kau bisa menjaga hatiku, Jordan" balas Sam dan kini giliran dirinya yang mendaratkan ciuman ke bibir Jordan, membuat Jordan tercengang sekaligus bahagia mendengar jawaban dari Samantha


"Terimakasih Samantha" ucap Jordan


Terdengar suara perut Samantha..


"Astaga kenapa disaat seperti ini" ucap Samantha yang menutup mukanya dengan bantal karena malu


"Hahahaha astaga Sam maafkan aku yang terlalu bersemangat menyatakan perasaan, sampai lupa kalau kita belum makan. Hari ini akan aku masakan makanan untukmu, tunggulah disini dan bersantailah"


Jordan segera beraksi di dapur kecil miliknya. Potongan bawang bombay, daging cincang, sosis serta saus spaghetti kini sudah bersatu didalam masakan Jordan. Samantha memilih untuk bersantai diteras apartement sambil menikmati matahari sore yang sebentar lagi akan terbenam.

__ADS_1


Setelah selesai memasak, Jordan segera menyusul Sam ke teras. Ia merangkul Sam dan menariknya ke dalam dekapannya.


"Sekarang kau bisa bercerita apapun padaku, kini aku adalah tempat bersandarmu, Mari kita tulis cerita baru tentang kita, kita isi album foto tadi dengan foto bersama"


"Ngomong-ngomong soal foto, akun @black.white itu milikmu ?" tanya Sam


Jordan pun menganggukan kepalanya.


"Aku senang sekarang punya fotografer pribadi hehehe. Ayo kita ambil foto disini, cahaya mataharinya bagus" ucap Sam sambil meraih ponsel di saku celananya.


Mereka pun mengambil satu foto saja dan setelah itu mereka masuk ke dalam apartement untuk menyantap hidangan yang sudah Jordan siapkan tadi.


"Jadi selama ini kamu tinggal sendirian disini ?" tanya Sam


"Iya, kadang kakakku datang untuk menjenguk atau sekedar menanyakan kabar"


"Kamu punya kakak ? kenapa tidak tinggal bersama dengan kakakmu ?"


"Kau ini sedang makan jadi jangan banyak bicara. Segera habiskan makananmu dan aku akan mengantarmu pulang. Aku khawatir Emak akan marah"


"Hahahahaha kamu takut sama Emak ?" balas Sam sambil tertawa


"Bukannya takut tapi aku tidak mau kepercayaan Emak padaku hilang"

__ADS_1


"Hahahaha baiklah baiklah"


Setelah selesai mereka pun segera merapikan bekas makanan dan kemudian Jordan mengantar Sam pulang. Ini adalah hari bahagia bagi mereka berdua, dua anak muda yang pada akhirnya saling mengisi satu sama lain. Jordan sebagai pelindung untuk Sam dan Sam sebagai dunia baru untuk Jordan.


__ADS_2