Keluarga Abah Kumis

Keluarga Abah Kumis
Ohana


__ADS_3

Sebelum mengantar Samantha pulang, Jordan mampir ke sebuah gerai martabak yang cukup terkenal. Martabak telur bebek spesial, martabak manis topping ketan hitam-keju dan kacang coklat dipesannya sebagai buah tangan ketika tiba dirumah Sam nanti. Begitu Jordan masuk ke dalam mobil, aroma martabak tersebut langsung menjadi pusat perhatian Sam.


"Wow kamu beli banyak banget, untuk siapa ?" tanya Sam


"Tentu saja untuk keluargamu" balasnya


"Kenapa repot-repot segala Jo, sayang kalau nanti ga habis"


"Sudah tenang saja, aku yakin keluarga mu akan suka" ucap Jordan sambil mengacak rambut Sam


Sepanjang jalan mereka berbincang, saling bertukar informasi soal kehidupan masing-masing sampai hal-hal yang disukai maupun tidak. Samantha ingin menanyakan soal keluarga Jordan namun niatnya itu ia urungkan karena khawatir Jordan tidak akan menyukainya. Ia akan menunggu sampai Jordan menceritakannya sendiri padanya.


Jordan terus menggenggam tangan Sam di sepanjang perjalanan, sesekali ia mengecup punggung tangan Sam dengan lembut. Sam pun membalas dengan menatap Jordan tersenyum manis. Iringan lagu romantis didalam mobil membuat suasana semakin hangat dan penuh cinta. Sosok dingin Jordan pun kini berubah menjadi sosok pria yang penuh perhatian, Samantha yang penyendiri kini terlihat bahagia.


Perjalanan panjang itu tanpa terasa sudah dilalui dan kini mereka sudah tiba dirumah Samantha. Waktu menunjukkan pukul delapan malam, Jordan mengatur napasnya untuk bertemu dengan keluarga Sam.


Saat memasuki rumah, tampak Abah yang menggunakan kaos santai berbalut sarung kotak-kotak tengah duduk di ruang TV sambil menonton acara kesukaannya dan ditemani secangkir kopi hitam yang masih terlihat kepulan asapnya.


"Selamat malam Abah" ucap Jordan


"Eh kalian udah pulang...cie cie abis jalan nih yeeee" goda Abah


"Apaan si bah" ucap Samantha


Tak lama kemudian Emak muncul dari arah dapur dan Jordan pun mengucapkan salam kepada Emak sambil menyerahkan bungkusan martabak yang ia beli tadi.


"Aduh Jordan ini banyak banget martabaknya, jadi ngerepotin" ucap Emak yang menerima bungkusan itu


Mendengar kata martabak sontak membuat Abah langsung bangun dari sofa. Rey dan Hans pun langsung keluar dari kamar.


"Wuihhh bang Jo bawa makanan banyak amat" ucap Rey


"Kayanya ada yang abis jadian nih hahaha" sambung Hans sambil mencomot sepotong martabak telur


"Wah kedemenan abah ini sih martabak ketan hitam, pas banget jadi temen ngopi"

__ADS_1


Jordan hanya bisa tertawa melihat reaksi keluarga Samantha, benar-benar suasana yang sudah lama tidak ia rasakan sejak kepergian ibunya.


"Giliran ada makanan aja pada ngumpul semua, udah bilang terima kasih belom sama Jordan ?" omel Emak


"Ih Emak udah ga usah marah-marah, sini Abah suapin martabaknya" Abah pun menirukan gerakan pesawat terbang yang biasa dilakukan oleh ibu ketika menyuapi anaknya. Kejadian tersebut membuat seisi rumah tertawa bahagia.


Samantha sangat senang melihat Jordan bahagia, terlebih ketika Jordan diajak bermain game dengan Rey dan Hans. Samantha memahami keadaan Jordan yang selama ini hanya hidup sendirian di apartement, ia pasti merindukan suasana berkumpul keluarga.


"Sam, boleh minta air minum ?" kata Jordan


"Astaga Jo maafin aku ya lupa suguhin kamu minum" Sam pun baru tersadar dan segera ia ke dapur untuk mengambil minum


"Bro ke depan bentar yuk, gue mau ngomong" ajak Hans, Jordan pun segera mengikuti Hans ke teras depan


"Ada apa bang ?" ucap Jordan


"Masih aja bang, panggil aja Hans"


"Lo jadian sama Sam ?" tanya Hans


"Kok lo bisa suka sama Sam ? kalian bahkan ga satu jurusan"


"Soal itu, saya punya alasan tersendiri untuk menyukai Sam. Sejak awal melihat Sam, saya melihat ada yang lain dari diri Sam yang ga dimiliki sama perempuan lain dan akhirnya perasaan saya mengalir begitu aja ke Sam"


"Okay...okay...gue paham bro. Gue cuma mau bilang kalo lo itu cowok pertama yang berhasil membuat Sam jatuh cinta. Pesen gue cuma satu, jangan jadi cowok pertama yang nyakitin hatinya Sam"


"Saya akan berusaha untuk menjaga dan buat Sam bahagia, Hans bisa percaya sama saya"


"Hahahaha buset deh bro kaku amat sih, lo gue aja kek ngomongnya. Gue berasa tua banget ini hahahaha"


Disaat mereka berdua berbincang, rupanya Sam mendengarkan percakapan tersebut dibalik tembok dekat teras. Sam sangat tersentuh dengan perkataan Jordan dan sangat berterimakasih karena memiliki kakak seperti Hans.


"Kalian ngomongin apa ?" kata Sam sambil mengantarkan minum untuk Jordan


"Urusan anak laki de. Eh ini cuma Jordan aja yang dibawain minum, kok abang engga ?"

__ADS_1


"Abang bisa ambil sendiri sana ke dapur"


"Hoooo gitu ya kamu de, mentang-mentang sekarang ada yang jagain jadi berani sama abang" Hans pun menggoda Sam sambil mengedipkan matanya


"Aku ga ngerti abang ngomong apa" ucap Sam


"Ah suka malu-malu deh hahahaha udah ah abang mau ke dalem ya, kalian akur-akur disini jangan cakar-cakaran hahahahaha" dan Hans pun kembali ke kamarnya, tak lupa ia mengambil beberapa potong martabak sebagai teman bermain game.


"Abang ngomong apa aja sama kamu ?"


"Bukan apa-apa kok, cuma nasihat seorang kakak yang baik"


"Maaf ya kalau kamu risih sama keluarga aku"


"Justru aku merasa bersyukur bisa punya kamu dan bertemu keluarga kamu. Aku merasa seperti bagian dari kalian, padahal belum lama kenal"


"Syukurlah kalau kamu senang, terima kasih Jo" kemudian Sam pun mengecup pipi Jordan dengan lembut, membuat Jordan kaget


"Sam...kamu..."


"Anggap saja itu hadiah dari ku"


Mereka berdua terus berbincang dan tanpa mereka sadari adan beberapa pasang mata yang memperhatikan mereka di balik layar tembok.


"Mak itu si Sam meuni nyosor duluan, Abah ga nyangka Sam bisa begitu"


"Ssssttt Abah ih jangan berisik, biarin aja atuh kan Sam juga udah gede. Lagian masih di pipi doang mah ga apa-apa"


"Mak kalo Rey yang begitu boleh ga ?"


"Boleh, ntar Emak kasih noh panci yang udah gosong"


 


 

__ADS_1


__ADS_2