Keluarga Abah Kumis

Keluarga Abah Kumis
Dimulai Dengan Rasa Penasaran


__ADS_3

Setelah selesai mengantar Kaori, ia pun berpamitan dan segera turun menuju parkiran mobil. Sepanjang perjalanan ia memikirkan kata-kata yang Kaori ucapkan tadi.


"Dia bilang udah lama ga ngobrol sama sesosok Ibu ? maksudnya apaan ya ? apa dia jarang ketemu sama ibunya ?"


Sambil mendengarkan alulan lagu dari Noel Gallagher, Hans pun menyusuri jalanan ibukota yang kini penuh dengan kelap-kelip lampu jalanan. Kini di dalam pikirannya masih bertanya-tanya soal siapa Kaori dan tanpa sadar mulai muncul rasa penasaran dalam dirinya.


Pukul sepuluh malam ia tiba dirumah, setelah memarkirkan mobil ia segera masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya yang lelah. Rasa lelahnya mengalahkan niat Hans yang ingin membersihkan diri dan tanpa sadar ia pun mulai terlelap, lengkap dengan pakaian kantor yang belum sempat ia ganti.


Dalam tidurnya ia bermimpi sedang berada di sebuah taman yang penuh dengan pohon sakura yang bermekaran. Hari yang cerah, guguran kelopak bunga sakura yang berjatuhan diiringi kicauan burung yang terbang kesana kemari mengelilingi taman tersebut. Namun di dalam mimpinya, mata Hans tertuju dengan sosok anak perempuan yang tengah duduk di pinggir danau didekat taman.


Anak perempuan dengan rambut panjang terurai menatap kosong kearah danau sambil menggenggam sebuah buku bersampul merah muda dengan hiasan pita merah. Hans merasa heran saat melihat anak itu, rasanya sosok anak itu tidak asing dalam pandangannya. Dengan rasa penasaran Hans pun mencoba mendekati anak tersebut dengan perlahan. Saat langkahnya hampir sampai di dekat anak tersebut, tiba-tiba...


"Abaaaaanggggg!!!!!"


Auman singa Emak pun membangunkan Hans dari tidurnya sambil mengusap dada akibat terkejut mendengar suara Emak. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi dan Hans pun beranjak dari tempat tidurnya untuk menghampiri Emak.


"Mak ada apa sih pagi-pagi gini udah teriak begitu"


"Sana lihat ke depan, kamu kok parkir mobil ngasal sih! mana mepet begitu, kalo Emak ga lihat bisa kesundul deh mobil kantor kamu bang. Keluarin dulu gih mobilnya, Emak mau jalan ke pasar nih skalian ke tempat makan"


"Oh iya Emak udah siapin bekal buat kamu di meja makan ya, yang di bungkusan merah itu buat atasan abang kemarin"


"Isinya apaan mak ?" tanya Hans


"Bekal juga, cuma isinya Emak bikin spesial dikit. Ya siapa tahu abang bisa naik pangkat dan sukur-sukur berjodoh hahahahaha"


"Hadeuh gini amat punya Emak" ucap Hans sambil mengusap mukanya


Setelah memindahkan mobil kantor Hans pun segera mandi dan bersiap untuk berangkat kerja. Selesai bersiap ia segera menyantap sarapan yang sudah Emak sediakan. Tak lama kemudian Abah dan Reynold datang dan ikut bersantap dengan Hans.


"Abah denger-denger kemarin ada yang abis jalan sama cewek nih hihihi"


"Widih siapa tuh bah ? cakep ga bah ceweknya ? sambung Rey

__ADS_1


"Katanya mah cakep Rey, akhirnya bentar lagi Abah punya besan"


"Buset deh bah pagi-pagi udah ngegosip, kaya host infotaiment aje " sambar Hans


"Hahahaha emang ngapa sih, sombong amat hahahaha" tawa Abah terbahak-bahak


Hans hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan Abah pagi ini. Ia segera menyelesaikan sarapannya dan bersiap untuk menjemput Kaori di apartement.


"Rey nebeng ya bang"


"Yah naek sepeda aja sih, abang buru-buru nih"


"Yaelah bang gitu amat sama adek sendiri. Kan abang jalan ngelewatin sekolah Rey"


"Hadeuhhh...yaudah buruan siap-siapnya. Abang tunggu di mobil ga pake lama"


"Iya iya, mentang-mentang punya cewe jadi galak gini. Jangan-jangan tekanan batin nih si abang"


Setelah berpamitan dengan Abah, Hans dan Rey pun berangkat. Sepanjang perjalanan Rey pun mulai mengintrogasi abangnya itu.


"Hm...apaan.." sahut Hans sambil fokus menyetir


"Abang beneran jatuh cinta ?"


"HAH ?" hampir saja Hans menginjak pedal rem karena kaget


"Anak SD kaga usah sok tau soal cinta-cintaan...belajar dulu yang bener"


"Yeee orang cuma nanya doang, abis Emak semalem cerita seru banget. Katanya baru kali ini lihat abang bisa deket bahkan akrab sama cewek"


"Kalo abang ga deket nanti abang jadi pengangguran"


"Lah kok begitu ?" tanya Rey heran

__ADS_1


"Ya orang cewek yang Emak ceritain itu bukan pacar abang tapi atasan abang. Abang tuh lagi dapet tugas buat kerja bareng sama dia, ya jadinya keliatan deket"


"Hooo gitu toh..."


"Dah sono turun, belajar yang rajin ya"


"Ok bang, makasih ya udah anterin Rey...hati-hati dijalan bang"


Setelah selesai mengantar Rey, kini Hans menuju apartement Kaori. Beruntung kawasan apartement Kaori memiliki beberapa jalan alternatif, sehingga Hans bisa tiba lebih cepat. Saat tiba di lobby apartement rupanya Kaori sudah menunggu disana sambil mendengarkan musik dari ponselnya.


"Bu Kaori sudah siap ?" sapa Hans yang menghampiri Kaori


"Ah Hans, sudah tiba rupanya ya. Sudah sarapan ?"


"Oh sudah bu tadi dirumah"


"Baiklah kita berangkat sekarang" dan mereka pun segera pergi menuju parkiran mobil.


Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju kantor dan seperti biasa mereka diam seribu bahasa. Sejujurnya Hans ingin mengajak Kaori bicara namun tidak tahu harus memulai dengan topik apa.


"Hmm ini wangi masakan dari mana ya Hans ? kamu tadi makan di mobil ?" tanya Kaori


"Eh...anu...itu bu.."


"Ada apa ?"


"Tadi pagi saya dibawain bekal sama Emak saya, maaf sebelumnya bu kalo mobilnya jadi bau makanan. Oia, tadi Emak juga titip sesuatu buat ibu, nanti saya ambilkan kalau sudah sampai kantor"


"Wah saya jadi ngerepotin Emak kamu" ucap Kaori.


 


**********************************************************

__ADS_1


Akhirnya bisa up lagi setelah perang yang menguras tenaga dan emosi jiwa raga hehehehe segini dulu ya. Jangan lupa tinggalkan jejak, thankyouuuuu


__ADS_2