Keluarga Abah Kumis

Keluarga Abah Kumis
Three Mas Ketar Ketir


__ADS_3

Rumah sederhana di kampung Bojong Sawah mendadak gempar setelah terdengar auman singa betina. Ya siapa lagi kalau bukan Emak Geulis pelakunya, namun Emak mengaum bukan tanpa sebab. Awalnya Abah menonton TV, kini posisinya jadi terbalik yaitu TV yang menonton Abah mendengkur keras. Pintu rumah terbuka lebar, lampu teras dan lampu dekat pagar rumah belum dinyalakan.


Suasana tak berbeda juga Emak dapati di dalam rumah. Keadaan dapur masih gelap dan pintu belakang belum dikunci, ada bekas cangkang telur, kulit bawang merah dan batang cabai yang berserakan didekat kompor. Talenan dan pisau bekas memotong juga masih disana, entah siapa pelakunya yang jelas tanduk di kepala Emak kini mulai muncul.


"Abaaahhh...Abang...Adeeekkk!!! Sini menghadap Emak sekarang juga" teriak Emak. Samantha yang masih mengantuk memilih untuk melanjutkan tidurnya di kamar sambil memasang earphone di telinga, ia tidak mau jadi sasaran empuk Emak kalau ikut campur.


Abah terlonjak mendengar teriakan Emak, Reynold dan Hans bersamaan keluar dari kamar dengan raut wajah yang ketakutan. Ketiga pria ini langsung terdiam seribu bahasa dan tak berkutik didepan Emak.


"Kalian tuh pada ngapain aja dirumah...masa rumah gelap begini ga ada yang nyalain lampu. Itu dapur juga berantakan,siapa yang abis masak telur ga diberesin ? Emang lauk yang Emak masak ga cukup ? Pintu depan belakang kebuka semua, kalo ada orang iseng masuk rumah terus ambil barang-barang kita gimana ?"


"Kita isengin balik aja Mak orangnya" jawab Abah yang masih linglung akibat terbangun dari tidurnya.


Emak langsung memijat kepalanya dan menarik nafas dalam-dalam sambil mengelus dadanya. Bisa-bisanya Abah malah santuy nyamber omelan Emak. Hans dan Reynold saling berpandangan sambil senyam senyum setelah mendengar kalimar Abah.


"Abah Kumis yang paling ganteng se Bojong Sawah, mulai hari ini sampai hari jumat tidurnya di ruang tamu ya" ucap Emak dengan nada santai. Abah terlihat bingung, berusaha mencerna kata-kata Emak. Saat sadar dengan isi perkataan Emak, Abah langsung memasang ekspresi memelas kepada Emak.

__ADS_1


"Aduh Emak meuni tega sama Abah, sakit atuh nanti badan Abah kalau tidur di sofa. Emak emang ga cemburu kalo nanti nyamuk pada deket-deket sama Abah ? Nanti Abah sakit kan Emak juga yang repot".


"Ngapain cemburu sama nyamuk, kalo perlu nanti Emak panggil sekalian pasukan nyamuk buat nyerang Abah! Biarin bengkak sekalian tuh badan!".


"Oia Emak tau, pasti Abang kan yang masak telur ? sekarang cepetan beresin dapur sampai bersih dan Adek nyalain lampu terus kunciin pintu belakang. Sepeda simpan yang benar, abis itu bawa turun barang-barang Emak yang ada di mobil" perintah Emak.


"Ih ko Abang enak banget cuma beresin dapur, aku anak kecil malah disuruh macam-macam" omel Reynold.


"Oh sok aja kalau mau protes, Emak ngomongnya belum selesai ini. Emak mau keadaan dapur bersih seperti keadaan tadi siang pas Emak tinggal. Kalo Emak bilang masih kurang maka bersihin lagi sampai Emak puas! mau Adek tukeran ?" tantang Emak, Reynold hanya diam dan langsung melaksanan perintah Emak.


"Oke Abah boleh tidur di kamar" jawab Emak.


"YES!!! makasih Emak nu Geulis kesayangan Abah Kumiiiissss..." Abah girang bukan main.


"Ada syaratnya" sambung Emak.

__ADS_1


"Apa Mak, apa ? bilang sama Abah apa aja syaratnya".


"Uang bulanan naik tiga kali lipat"


Seketika Abah langsung lemas bagai hewan tak bertulang, kalau uang bulanan naik tiga kali lipat maka sama saja dengan memangkas jajan Abah. Belum lagi biaya sekolah anak-anak Abah yang urus, ini sih alamat brangkas jebol.


"Ga sanggup ya ? yowes selamat menikmati ya pesta seminggu dengan para nyamuk hahahahaha".


Emak Geulis memilih untuk mandi agar menurunkan emosinya tadi, Reynold dengan susah payah bolak-balik menurunkan barang-barang Emak dari dalam mobil. Hans sedang kebingungan memikirkan cara bagaimana membersihkan dapur yang sesuai dengan selera Emak.


Kalau Abah ? jangan ditanya, Abah kini duduk melamun di teras sambil menyeruput kopi yang sudah dingin. Niat hati mau ajak bang jago mampir ke rumah, eh rumahnya keburu digembok sama yang punya...


Samantha ? Kalau dia sih sudah bangun dari tidurnya dan kini sedang asyik berselancar di dunia maya. Eh ta...tapi kenapa ekspresi muka Samantha mendadak berubah ? Sebenarnya apa yang sedang dilihat Samantha di sosial medianya ?


*****************

__ADS_1


Nah kira-kira apa yang bikin Samantha kaget ? tunggu di cerita selanjutnya ya, sekarang author mau nemenin Abah dulu yang lagi galau 😄


__ADS_2