Keluarga Abah Kumis

Keluarga Abah Kumis
Sunday WIth Kaori


__ADS_3

Hans POV


Sudah gue duga dari awal bahwa Jordan diam-diam menyukai Sam dan gue bersyukur karena kini Sam bisa terbuka dengan orang lain. Gue harap Jordan bisa membantu Sam dan mengembalikan kepercayaan diri Sam seperti dulu. Boleh juga si Jordan ini, mana bawa martabak segala hahahaha meski klasik tapi gue acungin jempol caranya doi.


Mumpung masih banyak gue ambil aja dah nih martabaknya, lumayan buat temen main game sama nonton anime ntar malem. Semenjak ada project bareng Kaori waktu luang gue cuma di weekend doang, mana projectnya sampe tiga bulan lagi. Semoga aja bisa cepet selesai dan gue bisa balik kerja kaya dulu.


Hmm ngomong-ngomong soal Kaori, buku yang tadi dia pegang beneran mirip sama buku yang dipegang anak kecil di mimpi gue. Masa gue mimpiin Kaori sih ? jadi penasaran sih soal buku itu, kalo gue tanya langsung dia bakal curiga atau mikir macem-macem ga ya ?


..................


"Sudah malam, sepertinya aku harus pulang. Terima kasih untuk hari ini Sam, aku sangat bahagia" ucap Jordan dengan menggenggam kedua tangan Sam


"Aku juga, terima kasih sudah menyukaiku" Sam pun tersenyum bahagia kearah Jordan


"Aku mau pamit sama Abah dan Emak dulu" Sam pun mengantar Jordan ke dalam untuk berpamitan dengan Abah dan Emak.


Saat berpamitan dengan Emak, Jordan diberikan tas belanja yang berisi buah dan juga ayam ungkep siap goreng sebagai tanda terima kasih. Jordan sangat menghargai pemberian Emak dan berterima kasih padanya. Setelah selesai berpamitan, Sam mengantar Jordan sampai ke depan pintu gerbang. Setelah mobil Jordan pergi, ia kembali masuk ke dalam untuk bersiap-siap istirahat.


Kini Hans tengah melanjutkan game yang sudah lama tidak ia mainkan, tinggal beberapa langkah lagi untuk menyelesaikan game tersebut. Hans sudah mempersiapkan diri untuk begadang hari ini dan esok akan hibernasi seharian.


Disaat sedang asyik bermain game tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ada pesan dari Kaori..


Malam Hans, sudah tidur ? 


"Eh ada apaan nih Kaori chat gue malem-malem gini ? jangan bilang dia mau ngasih kerjaan ? duh bales apa kaga nih" Hans pun bingung, kalau ia balas dan ternyata Kaori memberikan tugas maka ia harus menunda bermain game lagi. Tapi kalau tidak dibalas nanti yang dikira ia mengabaikannya dan tidak bertanggung jawab.


Akhirnya Hans terpaksa untuk membalas pesan Kaori dan mengatakan bahwa ia masih belum tidur. Selama beberapa menit belum ada balasan dari Kaori dan Hans pun masih penasaran dengan pesan selanjutnya.


Ting! notifikasi chat dari Kaori pun masuk..


Maaf kalau mengganggu waktunya, saya hanya ingin tanya apakah besok kamu ada waktu ? kalau bersedia saya ingin kamu menemani saya lari pagi


"Ini Kaori ga salah kirim kan ?" Hans masih tercengang dengan isi pesan yang Kaori kirimkan, tanpa basa basi ia pun langsung menghubungi Kaori.


"Malam Kaori, saya hanya ingin memastikan soal pesan yang Kaori kirimkan itu ga salah kan ?"


"Iya Hans saya memang ingin minta tolong sama kamu, bagaimana ? kamu keberatan ?"


"Ah...soal itu saya..."


"Tidak bisa ya ?"


"Bu...bukan...saya bisa kok tapi ga masalah kalau saya jemputnya pakai motor ? soalnya kalau ke tempat lari pagi itu car free day, mobil baru bisa lewat setelah pukul sembilan"


"Soal itu ga jadi masalah Hans, asal kamu bersedia saja saya sudah terima kasih"


"Baik kalo begitu nanti saya jemput jam berapa ?"


"Jam enam sudah di apartement ya"


"O...ok nanti saya kabarin kalo sudah sampai"


"Baiklah, sampai jumpa besok ya Hans"

__ADS_1


Setelah telepon dimatikan, Hans tidak melanjutkan game yang ia mainkan tadi. Kini ia justru berbaring ditempat tidur, berharap bisa segera memejamkan mata agar besok tidak terlambat bangun. Namun usahanya sia-sia, bukannya terlelap melainkan Hans jadi tidak bisa tidur. Waktu terus berjalan dan sekarang sudah menunjukan pukul dua belas malam. Dan pada akhirnya Hans pun hanya bisa tidur dua jam saja, karena baru beberapa saat terlelap seketika ia terbangun kembali.


Ia pun segera mencuci muka dan sikat gigi kemudian menyeduh kopi agar rasa kantuknya hilang. Emak yang keluar dari kamar pun heran karena sudah mencium aroma kopi, padahal Abah masih terlelap di kamar.


 


"Waw abang ada angin apaan jam segini udah siap-siap ?" tanya Emak yang masuk ke dapur dan mendapati Hans yang sedang meminum kopi dengan ditemani sepotong roti.


"Ada janji Mak "


"Janji ? sama siapa janjian jam segini ? tukang sayur ?" ledek Emak


"Kepo deh Emak, udah ah aku jalan dulu ya"


"Ye si abang ditanya orangtua malah begitu jawabnya"


"Hahahahaha ntar juga Emak tahu sendiri, berangkat ya Mak" Hans pun menyalakan mesin motornya dan segera pergi ke apartement untuk menjemput Kaori.


"Abang mau kemana Mak ? tanya Sam yang baru keluar dari kamar mandi


"Gatau tuh, pagi-pagi udah nyarap pake sepatu pula...entah mandi apa ngga"


"Oh...mungkin mau lari pagi"


"Sam, Emak mau nanya dong"


"Hmm nanya apa Mak ? ujar Sam sambil mengoles selai strawberry diatas rotinya


"Kamu pacaran sama Jordan ?"


"Yaudah Emak senang kalau gitu, kamu baik-baik sama dia ya. Tapi inget jangan sampai ganggu kuliah kalian berdua"


"Iya Mak"


....................


Sesampainya di lobby apartement Hans kaget melihat penampilan Kaori yang menggunakan celana pendek serta mengikat rambutnya. Kaori tetap terlihat cantik meski tanpa riasan di wajahnya.


"Kenapa bengong, ayo kita jalan" kata Kaori sambil melambaikan tangannya didepan wajah Hans


"Eh...iya" dan mereka berdua pun segera menuju stadium olahraga yang biasa digunakan masyarakat untuk lari pagi.


Setibanya disana, Hans dan Kaori pun berlari kecil mengelilingi stadium, disekitarnya banyak komunitas olahraga seperti komunitas senam, sepeda sampai bela diri. Ada juga beberapa keluarga kecil yang mengajak buah hatinya bermain atau sekedar berjalan santai.


"Terima kasih ya Hans sudah mau menemani saya kesini. Sewaktu kecil saya suka kesini kalau lagi liburan ke Indonesia"


"Sama-sama Kaori"


Setelah beberapa putaran mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah minimarket. Hans masuk ke dalam minimarket untuk membelikan Kaori air minum.


"Waw terima kasih ya, harusnya saya aja yang beli" ujar Kaori


"Ga apa-apa, sekalian numpang ngadem tadi didalem hehehe" canda Hans

__ADS_1


"Oia Hans kapan-kapan saya mau ketemu sama ibu kamu boleh ? saya mau ucapkan terima kasih ke beliau untuk makanan lezatnya"


"Kalo itu sih boleh aja tapi Kaori jangan kaget kalo ketemu Emak ya"


"Loh emangnya kenapa ?" tanya Kaori


"Ya pokoknya jangan kaget aja hehehehe"


"Emang Emak orangnya seperti apa, saya jadi penasaran"


"Emak itu galak hahahaha kalo udah marah beuh suaranya ngalahin auman singa"


"Hahahahaha ya ampun jadi makin penasaran kan"


"Abis dari sini mau kemana lagi ?" tanya Hans


"Jalan santai aja gimana ? sambil lihat-lihat siapa tahu ada makanan atau jajanan, saya lagi kepengen nasi uduk atau kue-kue kampung gitu"


"Lah tau-tauan dia sama nasi uduk" batin Hans dalam hatinya


Setelah cukup beristirahat, mereka pun berjalan menuju tempat yang banyak menjual sarapan dan jajanan. Disana rupanya banyak penjual yang menawarkan berbagai makanan. Mulai dari nasi uduk, lontong sayur, ketoprak sampai kue dan jajanan pasar juga ada disana.


Kaori mulai menghampiri satu per satu penjual dan memilih makanan yang diinginkan. Hans yang masih kenyang hanya mengikuti Kaori dari belakang. Pada akhirnya mereka singgah di salah satu penjual nasi uduk yang masih komplit lauk pauknya.


"Kamu ga pesan Hans ?"


"Maaf Kaori tapi tadi saya sudah sarapan dirumah"


"Yah masa saya makan sendiri ?"


"Hehehehe ga apa-apa, paling nanti saya pesan teh dan gorengan aja"


Tampak sekali Kaori lahap memakan setiap suapan nasi uduk yang dilengkapi dengan taburan bawang goreng, orak arik tempe, irisan timun, bihun dan telur balado.


"Sudah lama sekali saya tidak makan nasi uduk, waktu mama masih ada pasti selalu dibuatkan"


"Saya malah bosen soalnya Emak suka bawa pulang dagangannya kalau ga abis"


"Ibu kamu jualan ?"


"Iya, Emak punya usaha warung makan ya walaupun usaha kecil-kecilan"


"Wah kalo gitu saya bisa dong pesan makan siang dan malam sama ibu kamu. Nanti saya minta menunya ya"


"Oh...i..iya nanti saya mintakan ya"


Puas menyantap sepiring nasi uduk, kini Kaori berkeliling mencari jajanan pasar untuk dibawa pulang ke apartement. Tak lupa Kaori juga membelikan jajanan pasar untuk Hans bawa pulang. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang, matahari mulai panas dan mereka memutuskan untuk pulang.


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih"


"Sama-sama Kaori"


"Ini dibawa pulang ya, titip salam buat ibu kamu" kemudian Kaori menyerahkan sebungkus plastik yang berisi jajanan pasar

__ADS_1


"Ok nanti saya sampaikan salamnya, kalau gitu saya jalan dulu ya"


"Okay, see u tomorrow Hans"


__ADS_2