Keluarga Abah Kumis

Keluarga Abah Kumis
Sisi Lain Kaori


__ADS_3

Sesampainya di kantor, Kaori dan Hans segera menuju ruangan meeting untuk membahas project yang akan dijalankan. Kehadiran Kaori menambah energi semangat para karyawan dikarenakan pembawaannya yang elegan namun tetap tegas dan energik saat menyampaikan materi. Para atasan yang hadir disana pun berdecak kagum dengan kekuatan Kaori, bahkan sampai memberikan tepuk tangan dan acungan jempol saat Kaori menyelesaikan presentasinya.


"Baru hari pertama saya bertemu anda, namun rasanya seperti saya sudah bekerja dengan anda lama sekali. Benar-benar luar biasa hasilnya, sepertinya pekerjaan Bu Kaori bisa lebih cepat selesai dari waktu yang ditentukan" ucap salah satu atasan saat dibuka sesi diskusi dan pertanyaan


"Betul sekali Pak, begitu Bu Kaori menyampaikan materi saya langsung bisa menangkap maksud dan tujuan yang disampaikan" ucap atasan yang lainnya


"Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak dan Ibu sekalian, hasil ini bukan hanya saya yang mengerjakan namun ada Hans yang membantu saya. Saya juga sampaikan rasa terima kasih pada Hans yang sudah memberikan informasi dan arahan tentang project kali ini"


Dan meeting hari ini diakhiri dengan rasa puas dari para atasan dan juga karyawan lainnya. Kini semua orang sudah keluar ruangan dan tinggal Hans dengan Kaori yang masih menyelesaikan data pekerjaan yang tersisa.


"Bu ini bekal yang Emak saya bawakan tadi" ucap Hans sambil menyerahkan bungkusan berwarna merah


"Ah terima kasih banyak Hans"


"Mau dihangatkan dulu ga Bu ? nanti saya suruh OB untuk panaskan di microwave pantry"


"Nanti saja, saya masih harus menyelesaikan ini dulu" balas Kaori sambil menunjuk ke arah laptopnya


"Baik kalau begitu" Hans pun kembali duduk disebelah Kaori


"Kamu kok malah disini ? bukannya ini sudah waktunya makan siang ?" kata Kaori yang menoleh kearah Hans


"Bu Kaori masih bekerja, kalau saya tinggal ibu bakal sendirian disini. Jadi lebih baik saya juga ikut menyelesaikan pekerjaan saya sambil menunggu Bu Kaori selesai hehehehe"

__ADS_1


Mendengar hal itu Kaori pun langsung mengalihkan pandangan dan menutup setegah wajahnya dengn telapak tangannya. Ia sedikit tersipu mengetahui apa yang Hans ucapkan tadi. Akhirnya mereka berdua meneruskan pekerjaan masing-masing dalam diam.


Sesekali Hans melirik ke arah Kaori dan memperhatikannya. Rambut panjang sebahu, kulit putih yang bersih, bulu mata yang lentik dan juga paras yang manis membuat jantung Hans berdegup cepat.


"Astaga mikir apa sih gue, sadar Hans sadar..." ucapnya dalam hati sambil menggaruk kepalanya.


"Ada apa Hans ?" tanya Kaori yang sadar diperhatikan oleh Hans dan Hans pun langsung salah tingkah


"Eh..emm..itu..."


"Oh iya , saya mau tanya kok Bu Kaori bisa lancar banget bahasa indonesianya ? padahal kan ibu tinggal di Jepang, apa ibu ikut kursus sebelumnya ?"


"Soal itu..."


"Karena ibu saya orang Indonesia"


"Ibu saya ada disini, kapan-kapan saya ajak kamu bertemu dengannya" ucap Kaori lirih


"Eh kok suasananya jadi aneh gini sih ? ekspresi Bu Kaori juga jadi berubah gitu ? apa gue salah ngomong ya ?" ucap Hans dalam hati


"Saya sudah selesai dengan pekerjaan saya, kamu bagaimana ?"


"Saya juga sudah selesai bu, ini tinggal dimasukkan ke folder project saya. Oh iya makanan ibu saya bawa ke pantry aja ya buat dihangatkan. Saya permisi dulu sebentar" ucap Hans yang kemudian pergi menuju pantry sambil membawa bekal dari Emak tadi.

__ADS_1


Saat Hans pergi, Kaori mengeluarkan sebuah buku dari tas kerjanya dan mulai menuliskan beberapa kalimat di buku tersebut dengan mata yang berkaca-kaca. Kemudian Kaori mengeluarkan selembar foto yang terselip di sampul buku tersebut dan mulai memandanginya.


"Okaa-san, aku rindu denganmu. Bisakah kau datang ke mimpiku malam ini ?" ucapnya sambil memejamkan matanya.


Hans yang baru saja tiba dari pantry langsung diam seribu bahasa melihat apa yang ada didepan matanya. Kedua matanya pun langsung tertuju ke arah buku yang ada di meja, mirip sekali dengan buku yang ada di dalam mimpinya kemarin. Apakah sosok anak kecil yang ia lihat adalah Kaori ? tapi kenapa dia bisa bermimpi tentang hal itu ?


"Permisi Bu Kaori, makanan ibu sudah saya siapkan dan saya simpan di ruangan ibu. Silahkan dimakan selagi masih hangat" ucap Hans dengan hati-hati


Mendengar suara Hans, Kaori pun langsung membuka matanya dan menyeka air mata yang berada di sudut pipinya. Segera ia bereskan laptop dan berkas pekerjaannya, juga kembali menyimpan buku yang tadi ia keluarkan.


"Terima kasih Hans, saya permisi dulu ya" dan segera Kaori meninggalkan ruangan meeting, meninggalkan Hans yang masih kebingungan.


Hans pun segera merapikan pekerjaannya dan kembali ke meja kerjanya. Setelah selesai, ia kembali pergi ke pantry untuk menyantap makan siangnya.


Kaori POV


Kulihat makanan sudah tersaji di meja kerjaku. Ada nasi dengan ditemani sup ayam, perkedel dan juga ayam goreng. Disampingnya ada mangkuk kecil yang berisi potongan buah dengan saus salad. Dari aromanya aku sudah bisa mencium rasa hangat khas masakan rumahan dari tangan terampil seorang ibu. Ketika suapan pertama mendarat di mulutku, rasanya seperti kembali ke masa kecilku. Hidangan ini begitu lezat dan mengingatkanku dengan sosok mama. Tanpa sadar aku makan sambil meneteskan air mata, ah betapa beruntungnya Hans masih memiliki seoarang ibu.


Tak sampai sepuluh menit aku menghabiskan hidangan utama. Kini aku tengah menyantap salad buah yang sudah disiapkan dan rasanya juga luar biasa. Sepertinya aku akan meminta Hans untuk mempertemukanku dengan ibunya lagi untuk menyampaikan rasa terima kasihku secara langsung. Dan tentu saja aku tidak akan datang dengan tangan kosong, akan aku bawakan sesuatu yang spesial untuk ibunya.


Ah soal di ruangan meeting tadi, apakah Hans melihat semuanya ? astaga kalau benar dia melihat semuanya, apa yang ada di pikirannya sekarang ? aku harus bagaimana ? ah sudahlah, sepertinya dia bukan pria yang mau ikut campur urusan orang lain.


..............................

__ADS_1


 


 


__ADS_2