
Setelah berhasil menjemput Kaori, Hans langsung mengantarnya menuju kantor untuk bertemu Pak Richard dan yang lainnya. Sepanjang perjalanan Kaori tertidur dengan headset menempel ditelinganya, Hans bersyukur karena tak perlu banyak basa-basi padanya.
Satu setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai kantor, Hans segera membangunkan Kaori untuk segera turun dan ikut dengannya. Mereka segera masuk ke ruang meeting sesuai instruksi Pak Richard.
Saat memasuki ruangan terdapat dekorasi ucapan selamat datang untuk Kaori. Pak Richard dan beberapa orang management sudah berada diruangan. Penyambutan tersebut mendapat respon positif dari Kaori, namun siapa yang menduga acara yang baru berlangsung selama satu jam itu kini berubah menjadi meeting dadakan. Saat sedang bercakap-cakap, Kaori justru mengeluarkan materi yang akan ditinjaunya dan ingin segera membahasnya dengan mereka. Pak Richard dan yang lainnya pun tercengang, mereka segera mempersiapkan bahan presentasi dan data-data perusahaan.
Hans kaget bukan kepalang, pasalnya sikap Kaori yang ia temui di bandara tadi kini sudah berganti dengan sikap tegas dan fokus pada pekerjaan. Dengan cekatan Kaori membahas poin-poin yang ingin ia tambahkan dan perbaiki di kantor Jakarta, agar bisa lebih maju dan bersaing dengan kantor cabang dari negara lain.
Perusahaan tempat Hans bekerja bergerak di bidang teknologi, yang mana bidang teknologi selalu menuntut pembaharuan dan inovasi baru agar tidak kalah saing dengan perusahaan bergengsi lainnya.
Yang membuat semua orang diruangan tersebut heran, Kaori dengan fasih berbahasa indonesia pada saat menjabarkan materi. Akhirnya acara tersebut selesai dan presentasi Kaori mendapat respon luar biasa.
"Saya ga nyangka Bu Kaori langsung membahas materi padahal baru saja tiba di Indonesia" ucap Pak Richard saat mereka sedang menikmati santapan di meja yang sama
"Saya tidak suka mengulur waktu Pak Richard, jika bisa langsung dikerjakan mengapa tidak ? makin cepat selesai makin bagus bukan ?"
"Oh iya nanti siapa yang menjadi rekan saya selama disini ?" tanya Kaori
"Bu Kaori nanti akan ditemani oleh Hans, kalau Ibu perlu sesuatu tinggal bilang saja padanya" balas Pak Richard sambil menunjuk kearah Hans
"Ok Hans nanti saya akan email jadwal yang sudah saya buat ke kamu, mohon bantuan dan kerjasamanya ya"
"Baik Bu Kaori" balas Hans
Acara kini telah selesai karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam sore. Semua karyawan sudah pulang, termasuk Hans dengan Kaori. Ya, terhitung hari ini sampai tiga bulan kedepan Hans akan terus berada disamping Kaori, mulai dari menjemput sampai mengantar pulang karena itu permintaan langsung dari Kaori.
"Saya harap permintaan saya ini ga membebani kamu ya Hans" ucap Kaori yang duduk di kursi depan
"Saya ga keberatan kok Bu Kaori hehehe" balas Hans sambil mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang
"Besok pukul setengah delapan kamu sudah harus sampai di apartement ya"
"Hah ? ga kepagian Bu ?" hampir saja Hans mengerem mobilnya karena kaget
__ADS_1
"Datang lebih awal lebih baik kan Hans"
"Iya sih, tapi masalahnya ini Jakarta Bu. Kalau naik motor sih saya masih yakin bisa sampai tepat waktu, nah kalau naik mobil saya ga janji"
"Nah itu tugas kamu Hans mencari cara bagaimana bisa sampai ke apartement tepat waktu. Kamu kan sudah lama tinggal disini, pasti tahu dong jalan pintas"
Mulut Hans langsung terkunci rapat, ia tak mau berdebat lagi dengan Kaori karena pada akhirnya ia pun akan kalah. Hans merespon kalimat Kaori dengan anggukan kemudian ia kembali fokus menyetir.
"Oh iya satu lagi, bisa tolong antar saya ke supermarket sebentar ? saya mau beli bahan makanan untuk di apartement"
"Baik Bu"
Sesampainya di area apartement, Hans terlebih dahulu memarkirkan mobilnya di sebuah supermarket. Beruntung apartement yang perusahaan sewakan untuk Bu Kaori memiliki fasilitas yang cukup lengkap, sehingga Hans tidak perlu mencari-cari supermarket ditengah jam sibuk pulang kantor sekarang ini.
Sambil menunggu Kaori, Hans bersandar di samping mobil sambil menyalakan sebatang rokok favoritnya. Ia menghela napas panjang, sungguh hari yang melelahkan untuknya dan masih ada tiga bulan kedepan ia akan menjalani pekerjaannya bersama Kaori.
Sesekali Hans melirik ke arah supermarket dan melihat Kaori dari posisinya saat ini. Pintu supermarket yang terbuat dari kaca membuatnya bisa melihat dengan jelas sosok Kaori.
"Mimpi apa gue bisa kerja sama bareng sama cewej kaya Kaori" gumamnya sambil meraih bungkus rokok di saku celananya
"Emak ? kok disini ?"
"Emak abis nganter pesanan pelanggan di apartement sini, berhubung Emak sekalian pulang yaudah Emak anter. Kamu lagi nunggu siapa ?"
"Kamu lagi bicara sama siapa Hans ? Kini suara Kaori yang terdengar di telinganya
Emak yang melihat kehadiran Kaori kaget bukan main, kini Emak tengah bersiap untuk mencecar Hans dengan berbagai pertanyaan, sampai akhirnya...
"Mak kenalin ini Kaori, dia atasan abang di kantor"
"Halo Bu, saya Kaori" ucapnya sambil mengulurkan tangan dan disambut baik oleh Emak
"Saya Ibunya Hans, mohon bimbingannya ya Bu. Kalo Hans kerjanya ga bener marahin aja Bu"
__ADS_1
Kaori tertawa kecil mendengar ucapan Emak sementara Hans hanya bisa pasrah mendengarnya.
"Kalau gitu saya permisi Bu. Hans kamu antar Ibu kamu pulang aja, dari sini bisa jalan kaki" ucap Kaori
"Eh jangan Bu, biarin Hans antar sampai apartement. Itu kan sudah tugasnya dia, kebetulan saya juga bawa mobil sendiri. Hans cepetan itu belanjaan Bu Kaori bawa masuk ke mobil"
"Ta.. tapi Bu.."
"Sudah ga apa-apa, saya duluan ya. Senang bisa berkenalan dengan Ibu. Kapan-kapan mampir kerumah ya Bu hehehe" Emak pun segera berpamitan dan pergi menuju mobilnya
Setelah belanjaan dimasukkan kedalam mobil, mereka pun segera menuju lobby apartement. Tak sampai lima menit mereka sudah tiba, Hans membantu Kaori menurunkan belanjaannya dan kemudian mereka bersama-sama naik ke lift menuju kamar Kaori.
"Ibu kamu baik ya"
"Eh hehehe ya begitulah Emak saya Bu"
"Kapan-kapan saya boleh ketemu sama Ibu kamu lagi ?"
"Eh ? mau ngapain Bu ?"
"Ya saya mau ngobrol, sudah lama sekali saya ga pernah ngobrol sama sosok seorang Ibu" ekspresi wajah Kaori seketika berubah
"Gimana maksudnya Bu ?"
Ting! lift pun sampai di lantai 17..
"Belanjaannya taro disini saja nanti saya yang bawa masuk kedalam. Terima kasih atas bantuannya ya Hans, hati-hati dijalan dan selamat beristirahat"
"Iya sama-sama Bu"
"Oh iya satu lagi Hans"
"Kalau diluar jam kerja ga perlu panggil saya Bu, cukup panggil saja Kaori. Ok ?"
__ADS_1
"Ah iya baiklah Kaori, kalau gitu saya permisi dulu" Hans segera pergi dan kembali turun ke Lobby.