
"Emaaaaakkkkk!!!!" jeritan Abah pagi ini membuat seluruh penghuni rumah, termasuk para tetangga yang melintas di jalanan terkejut. Mereka kaget dan menghampiri Abah yang sedang berada di teras.
"Ada apa Kang teriak pagi-pagi gini" sapa Bu Yani yang sedang menjemur baju di halaman rumahnya. Rumah bu Yani berada disebelah kanan pas rumah Abah. Begitu pun beberapa tetangga yang berdiri didepan rumah, mereka juga menanyakan hal yang sama.
"Bu...burung saya..." belum sempat Abah melanjutkan perkataannya, sudah keburu datang auman singa dari dalam rumah.
"Abah teh apa-apaan coba jam segini teriak-teriak! Emak teh belom budeg, masih bisa denger dan bedain mana suara Abah dan mana suara Song Joong Ki! Mentang-mentang semalem dikasih angin buat main jadi ngelunjak!" omel Emak.
Para tetangga yang tadinya berdiri didepan rumah langsung bubar jalan begitu mendengar suara Emak. Sambil membawa sapu lidi dan masih mengenakan daster, Emak pun keluar dan menghampiri Abah.
"Maaf atuh Mak...Abah teh teriak karena kaget si Michael ga ada di kandangnya pas Abah mau kasih makan dan minum" ucap Abah dengan nada sedih.
"Kemarin malam pas mau kunci pintu pagar Abah masih dengar suara Michael, Abah juga liat dia lagi nangkring didalam kandang. Kenapa pagi ini dia ngilang haduhhhh sakit hati Abah tuh" Abah langsung teruduk lemas di kursi teras, Emak yang tadinya ingin marah kini justru ikut duduk disamping Abah dan berusaha menenangkannya.
"Bah kali aja si Michael bosan didalam kandang, dia mau menghirup udara bebas dan bertemu kawanannya. Udah ga usah sedih begitu, ga malu apa sama tetangga" ucap Emak.
"Ah Emak mah ga paham perasaan Abah! Michael tuh udah Abah rawat dari dia masih piyik, dari jaman kotorannya sedikit sampe menggunung tapi Abah tetep sayang sama si Michael"
"Abah kalo lagi galau, cape kan suka cerita sama Michael dan dia setia dengerin Abah walaupun dia ga ngerti juga Mak"
"Aduh bapak-bapak satu ini galaunya ngalahin ABG putus cinta. Udah jangan sedih ntar Emak cariin gantinya, lagian nama burung segala pake nama Michael...berat di nama itu Bah"
__ADS_1
Tak lama Reynold keluar rumah dengan seragam lengkap sudah menempel di badannya. Saat melihat Abah dan Emak di teras, ia langsung mengulurkan tangan hendak pamit berangkat sekolah. Namun saat hendak menyalami Abah, tidak ada respon darinya dan membuat Reynold bertanya-tanya.
"Mak kenapa si Abah ?" tanya Reynold.
"Lagi galau burungnya hilang" jawab Emak dengan singkat.
"Ebuset deh Bah mesti ini ada yang ngambil, soalnya si Michael kan cakep bulunya"
"Lah kamu tau-tauan nama burung Abah Rey" balas Emak.
"Taulah Mak, emang kalo sore siapa yang bersihin kotorannya kalo bukan Rey. Abah mah tinggal terima beres"
"Tenang aja Abah ga perlu khawatir, nanti Rey kerahkan pasukan buat nyari si Michael. Sekarang Abah siap-siap kerja dulu, nanti kalo ada kabar soal Michael langsung Rey infoin ke Abah"
Reynold dan pasukannya memang dikenal sebagai penolong kampung Bojong Sawah. Meski mereka masih anak-anak namun buktinya beberapa warga pernah mereka tolong jika mengalami musibah atau pun kehilangan sesuatu. Misalnya ada tetangga yang pernah kehilangan jemurannya, mereka berhasil menemukan jemuran tersebut yang terbang dan tersangkut di sebuah pohon mangga.
Pernah juga mereka menolong seorang kakek-kakek pendatang yang hendak mengunjungi rumah anaknya, namun lupa dimana alamatnya. Reynold beserta para pasukan mengambil foto kakek tersebut dengan ponsel masing-masing dan menyebarkannya ke setiap sudut kampung atau menujukkannya pada warga yang tengah melintas di jalan. Berkat usaha mereka, sang kakek pun berhasil tiba di rumah anaknya.
Sesampainya di sekolah, Reynold segera mengumpulkan teman-temannya yang rata-rata adalah anak kampung Bojong Sawah. Ia menceritakan kejadian yang dialami oleh Abah, teman-temannya dengan seksama memperhatikan cerita Reynold.
"Rey nanti dibagi dua tim aja ya biar mudah mencarinya. Oh iya lo ada foto burungnya Abah kan ? tanya Yudha selaku tangan kanannya Reynold.
__ADS_1
" Ada dong, nanti gue kirimin ke lo ya. Yaudah abis pulang sekolah nanti kita kumpul di pos ronda biasa. Tapi jangan lupa, sebelum kumpul kalian harus pamit sama orangtua dulu biar ga pada nyariin, ok ?"
Seluruh teman-temannya pun menganggukan kepala sebagai tanda setuju. Setelah itu mereka bubar dan duduk di bangku masing-masing, beberapa dari mereka ada yang kembali ke kelas yang berbeda.
"Kandangnya dirusak ga Rey ?" tanya Yudha yang duduk disebelahnya.
"Kagak Yud masih mulus tuh kandang. Itu yang bikin gue bingung, kalo diambil orang pasti kan diambil sama kandangnya juga"
"Masa burungnya bisa buka kadang sendiri sih Rey" sahut Yudha.
"Ga mungkin Yud, itu burung udah lama Abah pelihara dan ga ada sejarahnya dia kabur karena bisa buka kunci kandang" balas Reynold.
"Hmm bakalan sulit nih Rey, Abah ga punya musuh kan di kampung ?"
"Setau gue sih ga ada Yud, cuma dia emang punya perkumpulan yang namanya PB3**. Gue suka ngintip itu grup WA nya bahasannya ga jauh soal burung"
"Apaan tuh B3** ?" tanya Yudha yang penasaran.
"Perkumpulan Bapak-Bapak Burung Bojong Sawah" ujar Reynold dan disambut tawaan oleh Yudha.
**************
__ADS_1
Jadi, kemana kah perginya burung di Abah ? Apakah benar-benar hilang gara-gara ditinggal main sama Abah ? atau ada yang sengaja mengambil ?
Nah tungguin aja ya kelanjutannya, kali aja si Michael juga ikutan main 😄 ya masa cuma Abah doang yang main hahahahaha kasihan dong Michael kebagian suaranya doang 😂