
Emak sudah selesai memasak dan menyapu lantai rumah. Setelah itu ia bersiap untuk mandi karena akan pergi ke warung makan miliknya. Selepas menikah memang emak Geulis masih bekerja kantoran sampai melahirkan Hans. Awalnya emak sanggup mengurus pekerjaan dan rumah tangga karena dibantu oleh ibu mertua yang tinggal satu rumah dengannya. Namun ketika ibu mertuanya meninggal, seluruh aktivitas emak mulai terpecah. Akhirnya emak terpaksa mundur dari pekerjaannya agar bisa fokus mengurus Hans dan Abah.
Saat usia Hans lima tahun, emak melahirkan seorang putri cantik bernama Samantha. Kelahiran Samantha membuat emak terharu lantaran beliau ingin sekali memiliki anak perempuan. Kebahagiaan keluarga abah sudah lengkap karena mereka memiliki sepasang anak.
Hanya saja sifat Samantha berbeda dengan Hans dan Reynold, ia cenderung diam dan jarang bergaul. Sehari-hari ia habiskan hanya mengikuti perkuliahan, belajar atau menyendiri di kamar. Sesekali ia suka membantu emak di warung makan kalau jadwal kuliahnya tidak padat.
Selama masa sekolah pun Samantha habiskan hanya untuk belajar, ia sering mengharumkan nama sekolah karena mengikuti perlombaan dimana-mana. Namun sangat disayangkan, prestasinya tersebut membuatnya mendapat bullying dari teman-temannya lantaran pihak sekolah dan guru selalu membanggakan dirinya. Hanya Mikha dan Joy yang baik padanya dan mau menjadi sahabat Samantha.
Kini mereka bertiga masuk ke universitas yang sama, Mikha dan Joy sudah sering berusaha agar Samantha bisa dekat dengan yang lain, namun usaha mereka sia-sia. Samantha hanya bicara seperlunya pada teman kampus lainnya. Saat jam istirahat ia habiskan waktunya membaca buku di perpustakaan.
"Teteh ga kuliah ? emak udah masakin lauk ya, kalau mau dibawa buat bekal ambil aja sendiri" ucap emak ketika Samantha membuka pintu kamarnya.
"Iya mak, aku ke kampus siang" jawabnya.
Selepas itu emak langsung pergi dan Samantha bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Setengah jam kemudian Samantha sudah siap dan seperti biasa Mikha dan Joy menjemputnya.
"Astaga Sam lo mau ke kampus apa mau kemping sih ? banyak bener bawaan lo" sapa Mikha dari balik kaca mobil yang terbuka separo.
"Ah ini buku-buku perpus yang gue pinjem tempo hari, mesti dibalikin biar ga denda" ucap Samantha sambil membuka pintu belakang mobil Joy.
__ADS_1
"Untung gue jemput, kalo ga apa jadinya lo naik kendaraan umum bawa buku sebanyak itu" sambar Joy dari balik kemudinya. Samantha hanya mengacungkan jempol ke arahnya sambil mengucapkan terima kasih.
Sesampainya di kampus mereka berpisah karena Samantha harus mengembalikan buku terlebih dahulu. Pak Budi penjaga perpustakaan sudah hapal dengan wajah Sam, segera ia menyambutnya dengan senyuman.
"Ini pak mau balikin buku" ucap Samantha di depan meja Pak Budi sambil mengeluarkan beberapa buku dengan halaman cukup tebal dari dalam tasnya.
"Saya heran sama kamu Sam, minjem buku sebanyak ini kapan bacanya ?"
"Setiap hari pak" jawab Sam singkat. "Saya permisi mau cari buku dulu ya". Samantha bergegas menyusuri satu per satu barisan rak buku perpustakaan.
Saat hendak mengambil sebuah buku, Samantha tak sanggup meraihnya karena berada di rak yang cukup tinggi. Tangga yang biasa digunakan sedang dipakai oleh mahasiswa lain. Dengan kecewa terpaksa Samantha meninggalkan buku tersebut dan berencana akan kembali ke perpustakaan setelah kelas selesai.
Samantha mengehentikan langkahnya karena hanya ia yang menggunakan baju hitam. Ia pun membalikkan badannya, dilihatnya seorang pria dengan tubuh tinggi berjalan kearahnya sambil membawa buku yang ia incar tadi.
"Saya ga sengaja tadi lihat kamu kesusahan ambil buku ini" ucap laki-laki tersebut sambil menyodorkan buku ke arah Samantha.
"Thanks, saya permisi dulu" setelah menerima buku tersebut, Samantha langsung pergi ke meja Pak Budi dan meninggalkan laki-laki yang menatap kearahnya dengan tanda tanya.
"Astaga baru kali ini gue nemu cewe kaya gitu".
__ADS_1
Samantha pulang kuliah pukul tiga sore, Mikha masih ada kelas sementara Joy sedang bermain futsal bersama teman-teman fakultasnya, sehingga Samantha pulang dengan kendaraan umum. Karena masih sore, Samantha memutuskan untuk mampir ke warung Emak.
Warung makan Emak yang terletak tidak jauh dari sekolah dan ruko perkantoran menjadikan warungnya selalu ramai pengunjung. Dengan dibantu beberapa karyawan, Emak berhasil mengatasi pelanggan yang ramai datang disaat jam istirahat. Selain rasa masakan yang enak, suasana warung yang bersih dan teratur membuat para pelanggan betah. Emak pun sudah mempunyai beberapa pelanggan yang tak jarang memesan menu makanan Emak dalam jumlah besar.
"Sudah selesai kuliahnya ?" tegur Emak yang melihat kedatangan Samantha, kemudian dibalas anggukan olehnya. "Mana Mikha sama Joy, kok ga diajak kesini ?".
"Mereka masih ada urusan" balas Samantha.
Emak pun meminta salah satu karyawannya untuk membuatkan jus jambu merah kesukaan Samantha. Sementara itu Samantha sudah duduk di meja yang berada dekat kaca sambil membaca buku yang ia pinjam tadi. Tak lupa ia menempelkan headset di kedua telinganya dan menyetel lagu dari handphonenya.
Tanpa terasa hari mulai gelap, Emak dan Samantha pun pulang dengan menaiki mobil. Mobil tersebut Emak beli berkat kerja kerasnya selama ini. Meski bukan mobil mahal ataupun keluaran terbaru, namun masih nyaman untuk dikendarai. Sepanjang perjalanan Samantha tertidur, Emak menatapnya dengan penuh kasih sayang sambil membelai rambutnya yang panjang.
Mereka sampai dirumah pukul tujuh malam, Abah sedang bersantai di ruang TV, Reynold tengah mengerjakan tugas sekolah. Kalau Hans jangan ditanya, saat ini ia tengah sibuk menonton anime favoritnya.
"Astagaaaa ieu laki-laki dirumah meuni pada ga peka amat!!!" teriak Emak yang turun dari mobil, membuat Samantha terbangun dari tidurnya.
*******************
Nahloh Emak ngamuk 😂 kira-kira apa penyebabnya ya ?
__ADS_1