
Sesampainya dirumah Hans langsung meletakan bungkusan tadi di meja makan, kemudian ia pergi mandi. Emak yang keluar dari kamar pun langsung membuka bungkusan itu.
"Kue talam, klepon, cucur, sosis solo, eh ada selendang mayang juga. Si abang tumben jajan kue beginian, biasanya beli boba-bobaan"
"Apaan tuh Mak ?" tanya Rey yang baru bangun tidur
"Jajanan pasar, tumben nih abang bawa ginian"
"Lah iya Mak, wih ada kue klepon kesukaan aku. Mau dong Mak" pinta Rey
"Hush! jangan maen comot aja! tunggu abang selesai mandi baru kita tanya, curiga nih Emak ada udang dibalik bakwan"
"Mana Mak ?"
"Apanya yang mana Rey ?" Emak mulai kesal
"Emak bilang ada udang sama bakwan kan, dimana? Rey laper nih"
Emak menepuk jidatnya, "bisa darting gue lama-lama"
Tak lama kemudian Hans keluar dari kamar mandi dengan handuk yang bertengger di pinggangnya. Emak langsung menarik tangan Hans dan mengajaknya bicara, "kamu abis dari mana ? ga kesambet setan kan ?"
"Astaga Mak! jangan asal narik kenapa! nih handuk kalo lepas bisa berabe urusan!" omel Hans
"Halah gayamu bang, kalo lepas yaudah pasang lagi handuknya. Lagian cuma Emak sama Rey yang ada disini, udah biasa juga Emak lihat dari kamu kecil hahahaha"
"Hadeuh ini sih Emak yang kesambet setan kayaknya"
Emak mengambil bungkusan yang berisi kue tadi, "dalam rangka apa beli beginian ?"
"Oh ini, titipan dari Kaori katanya buat Emak" jawab Hans santai
Emak shock dan terharu, "yaampun neng Kaori bageur amat, jadi enak nih Emak"
__ADS_1
"Udah ah abang mau pake baju dulu" Hans pun langsung bangkit dari kursi dan pergi menuju kamarnya.
"Makan yang mana dulu ya, jadi bingung Emak"
"Pegangan Mak kalo bingung" sahut Rey
"Nyamber aja kamu, udah sana mandi!"
"Orang kelaperan malah disuruh mandi, aneh Emak nih. Mana udang sama bakwannya Mak, mau pingsan nih Rey"
Dengan mata melotot Emak berkata, "itu tadi perumpamaan Reynoooold!! udah sana mandi biar sadar kamu tuh!"
"Mana ada perumpamaan kaya gitu, setahu aku ada udang dibalik batu Mak"
"Mandi gak! malah ngejawab lagi!"
Reynold pun kabur ke kamar mandi ketika melihat Emak menenteng sapu di tangan kanannya. Daripada pantat cenat-cenut kena pukulan, mending ngalah dan nahan lapar sebentar.
Emak pun akhirnya memakan kue talam dan selendang mayang, selesai makan ia mengetuk kamar Hans, "Hans buka dulu pintunya, Emak mau ngomong"
"Coba telepon Kaori sekarang, Emak mau ngomong"
"Waduh Mak, mau ngapain ?"
"Ya bilang makasih lah udah dibawain makanan, padahal baru kenal. Kamu yang anak Emak malah ga bawa apa-apa"
"Hehehehe kan udah diwakilin sama Kaori.. soal makasih nanti aku sampein aja pas masuk kerja"
Emak berdecak kesal, "ga bisa, Emak mau ngomong langsung sama Kaori. Masa bilang makasih diwakilin"
Hans yang malas berdebat pun kembali masuk ke kamar untuk mengambil ponselnya. Dicari nama Kaori dan ia pun melakukan panggilan, selang beberapa saat telepon diangkat Kaori..
"Halo Kaori, sedang sibuk ?"
__ADS_1
"Oh hi Hans, ga kok ini baru selesai mandi. Ada apa ?"
"Hmm... Emak mau ngomong sama kamu"
Kemudian Hans menyerahkan ponselnya pada Emak. Emak pun langsung pergi ke luar teras untuk bicara dengan Kaori.
"Ini Kaori ya ? saya Emaknya Hans"
"Oh iya ibu, ada apa ?"
"Saya mau mengucapkan terima kasih atas kue yang kamu berikan hari ini. Saya sudah coba beberapa dan rasanya enak"
"Syukurlah kalau ibu suka"
"Oh iya Kaori minggu depan ada waktu ga ? kalau senggang main kesini ya, nanti saya masakin makanan untuk kamu. Hitung-hitung tanda terima kasih dari saya"
Hans menguping pembicaraan Emak dari balik pintu, "si Emak kenapa ngundang Kaori kesini, haduh"
"Abang ngapain ? nguping ya ? Emaaakkk... abang nguping nih!" Rey yang melihat Hans langsung berteriak kencang
Hans terlonjak kaget, bukan main memang suara adiknya yang satu ini. Dengan cepat ia membekap mulut Rey dengan tangannya, "Anak kecil berisik banget sih!"
Mendengar keributan di dalam rumah, Emak pun segera mengakhiri teleponnya, "sudah dulu ya Kaori, sampai jumpa nanti"
Emak berjalan masuk ke dalam rumah, "kalian ini kenapa sih ribut-ribut ?"
"Nih anak kecil berisik!" omel Hans
"Dih kok aku, abang tuh Mak daritadi nguping pembicaraan Emak" kata Rey yang tidak mau kalah
Tanpa basa basi Emak menjewer kedua putranya, "masih mau ribut ?"
"Aduh Mak, sakit!" pekik Hans dan Rey bersamaan
__ADS_1
Abah yang baru kembali dari perkumpulan burung hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kejadian didepan pintu, "ampun Gusti, tiada hari tanpa omelan Emak. Untung Abah sayang"