
Samantha, Joy dan Mikha kini memasuki semester 6 sedangkan Jordan sudah memasuki tugas akhir untuk mengerjakan skripsi. Samantha yang mengambil jurusan sastra, Mikha yang mengambil jurusan ekonomi dan Joy yang mengambil jurusan komputer kini tengah disibukkan dengan tugas magang dan persiapan tugas akhir. Mereka bertiga kini jarang memiliki waktu bersama, karena mereka sudah berjanji akan menyelesaikan kuliah secara bersamaan, maka dari itu mereka tengah mengejar semua perkuliahan yang ada.
Lain hal dengan Jordan, meski sedang berkutat dengan tugas akhirnya namun ia masih menyempatkan diri untuk sekedar mengajak Samantha makan siang bersama atau membantu Samantha mengerjakan tugas di perpustakaan.
"Malam minggu nanti ada waktu ?" tanya Jordan ketika mereka sedang mengerjakan tugas di perpustakaan
"Ada apa Jordan ?" balas Sam
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, itu pun kalau kau mau"
"Boleh saja, sudah lama juga aku ga pergi jalan. Kalau boleh tahu kita mau kemana ?"
"Rahasia" jawab Jordan singkat
"Tapi bagaimana dengan tugas akhirmu ? bukannya sebentar lagi waktu daftar sidang akan dibuka ? kalau kamu ga segera selesaiin nanti keburu ganti semester dan kamu harus bayar uang semesteran lagi"
"Kau khawatir padaku Sam ?" ucap Jordan sambil menatap Sam
"Bu...bukan begitu. Hanya saja kan sayang kalau harus membayar semester lagi, kan uangnya bisa dipakai untuk daftar sidang" jelas Sam yang membuang muka ke arah lain karena malu ditatap langsung oleh Jordan
"Kau ga perlu khawatir soal tugas akhirku, aku bisa menyelesaikannya berkat dirimu"
"Eh, emangnya aku bantu apa ? aku saja bahkan ga paham sama materi jurusanmu"
"Kau membantuku tanpa kau sadari dan itu menjadi energi besar untukku"
__ADS_1
Samantha kembali tersipu malu saat mendengar perkataan Jordan. Ia pun langsung mengalihkan pandangannya dengan kembali fokus mengerjakan tugasnya. Jordan yang berada disampingnya hanya bisa tersenyum melihat ekspresi yang Samantha tunjukkan tadi.
Hari Sabtu pun akhirnya tiba. Jordan sudah menghubungi Samantha sebelumnya bahwa ia akan menjemputnya pukul dua siang.
"Mak hari ini Sam mau pergi sama Jordan, mungkin pulang sore atau mala" ucap Samantha ketika tengah sarapan dengan Emak dan Abah di ruang makan
"Eh ? seriusan kamu mau jalan sama si Jordan ? kemana ?" tanya Emak yang kaget
"Jordan bilang rahasia, aku ikut aja soalnya udah lama juga ga keluar rumah buat refreshing"
"Beuh kayanya anak Abah lagi jatuh cinta ini, kalau sama Jordan mah Abah langsung kasih jempol dua neng" timpal Abah
"Abah ih ngomong apa sih, aku sama Jordan cuma teman" gerutu Sam
"Ya lebih juga ga apa-apa asal ga mengganggu kuliah kalian" jawab Abah
"Mimpiin Emak waktu muda hehehehehe ternyata ga muda ga sekarang cakepnya ga ilang-ilang"
"Ceilah pagi-pagi udah gombal aja, pasti ada maunya tuh mak" terdengar suara Hans yang memasuki ruang makan, tanpa cuci muka atau sikat gigi ia langsung duduk dan mengambil sarapan yang ada di meja
"Ini anak bangun tidur bukannya cuci muka sama sikat gigi dulu" omel Emak sambil mencubit pinggang Hans
"Awwww...sakit mak!"
"Sayang odolnya mak kalo sikat gigi dulu, cuci muka juga buat apa ga ada yang ngeliat juga"
__ADS_1
"Ah kamu mah dikasih tahu ngejawab aja, gimana neng Kaori mau demen sama kamu" balas Emak
"Dih Emak apaan sih, orang dia cuma rekan kerja doang"
Samantha hanya bisa geleng-geleng kepala kalau Emak dan abangnya itu berdebat. Sementara Abah sudah kabur ke depan untuk memberi makan Michael dan membersihkan kandangnya.
Tepat pukul dua siang Jordan sudah tiba dirumah Sam. Ia pun meminta izin kepada Abah untuk mengajak Sam keluar dan langsung mendapat jawaban oke dari Abah. Sepanjang perjalanan Samantha terus bertanya soal tujuan mereka namun Jordan sama sekali tidak memberitahunya.
Akhirnya mereka tiba disebuah tempat yang dikelilingi dengan pohon bunga kamboja dan seketika Sam sadar bahwa mereka pergi ke pemakaman. Dalam benaknya ia mulai bertanya-tanya mengapa Jordan mengajaknya kesini. Ia pun hanya bisa mengikuti langkah kaki Jordan dan pada akhirnya mereka sampai disebuah makam yang berada persis dibawah salah satu pohon kamboja.
"Aku datang ma" ucap Jordan lirih sambil meletakkan sebuah buket bunga lily di makam mamanya
"Aku mau kenalin mama sama seseorang spesial, sini Sam" sambung Jordan sambil memanggil Sam untuk duduk disebelahnya
"Mama kamu..."
"Iya, mama aku udah meninggal pas aku diterima kuliah dulu. Dia wanita hebat yang berjuang sampai detik terakhir"
"Aku turut berdukacita ya Jo" kata Sam sambil mengusap pundak Jordan
"Terima kasih Sam, kamu wanita pertama yang aku bawa kesini"
"Dan aku berharap suatu saat bisa bawa kamu kesini lagi sebagai wanita terakhir di hidupku"
Sam terkejut mendengar kalimat barusan...
__ADS_1
"Apa maksudnya Jo ?"
"Kita pamit sama mama dulu, abis ini aku akan jelasin semuanya"