
Dilantai bawah,dua manusia sedang ribut dengang hal-hal yang tidak penting itu dion dan dita. dua manusia ini tidak pernah akur.
"sekarang kamu bikin kopi buatku,dengan sedikit gula.gak pakek lama. ucap dion dengan sombongnya.
" emang nya kamu siapa main-main suru aja.ucap dita gak mau kalah
"cepatan bikin.ucap dion memaksa
" apaan sih main maksa aja, kalau kamu mau kopi,bikin sendiri. ucap dita sewot.
"ok, kalau kamu gak bikin, aku akan... dion sambil bejalan berlahan mendekati dita yg suda terpojok didinding. aku akan keciumu, ucap dion menundukan kepalanya akan melayangkan ciuman dibibir dita.
" tunggu ucap dita. baiklah aku akan buat kan kopi ucap dita sedikit takut.
"ok ucap dion dia langsung melepaskan dita. dion menunggu dita diruang tamu.
Dita membuatkan kopi yang disuruh oleh dion, setelah siap dita lansung meletakan kopi itu didepan dion dengan mungka masam. dion hanya terseyum sinis penuh dengan kemenangan.
" ni kopi kamu,dengan mungka jutek dita menarok kopi itu kedepan dion.
"yang iklas dong ngsih nya, masak mungka nya kayak gitu. dion masi saja mengganggu dita.
" apaan sih, jawab dita masih saja kesal kepada dion.
"Hai cewek bar-bar, mungka kamu gak bisa ya agak manis sikit,yang ramah, senyum dong jangan jutek gitu, dion masih betah mengganggu dita.
" apa kamu bilang bar-bar, enak aja.dasar cowok sombong gak punya hati. ucap dita tidak mau kalah.
Dua manusia itu tidak mau kalah dan tidak mau saling mengalah, ditengah keributan mereka givan datang dari lantai atas bersama kekasih nya naysha dengan membawa satu tas ditangan givan.
"Hai, kalian gak ada kerjaan selain ribut, gak capek tu mulut. ucap givan memandang dua orang itu sedang ribut.
" dia tu yang duluan cari gara-gara. ucap Dita.
"kamu duluan, selah dion lagi
" kamu,
"kamu.uca mereka berdua
" stop,ucap givan.berenti ribut nya pesing kepalaku mendekat kalian ribut terus. kamu dion bawak tas nya kita berangkat sekarang, ucap givan.givan mengandeng tangan kekasih nya keluar. givan tak lupa pamit ke bik ina.
Mereka berempat langsung berangkat menuju desa tempat nenek givan. didalam perjalanan mereka menghabiskan waktu bercerita tapi tidak dengan dita saat ini, dita bayak diam, naysha melihat dita lebih agak pucat naysha lansung bertanya.
"Ta kamu gak apa-apa, ucap naysha sambil memperhatikan teman yang duduk dibaku depan.
" aku agak sedikit pusing nay, tapi gak apa-apa kok.kamu gak usah kawatir aku baik-baik aja kok.
"kalu kamu gak enak badan kita berobat aja dulu, biar kita cari klinik dekat sini.takut nya kita sampai didesa kamu malah sakit ta. ucap naysha dengan kawatir.
"gak usah nay, nantik juga baik sendiri. "
Dion yang melihat Dita tampak pucat dia langsung cari apotik yg ada dipikir jalan yang mereka lewati, dion memberentikan mobil nya sebentar lalu dia turun untuk membeli obat, sehabis membeli obatnya dion masuk dan menjalankan mobil kembali.satu jam dalam perjalanan ke desa, dion mengutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu, dion juga tidak tega melihat Dita lagi lemas yang berada disamping nya saat ini, dion mencari tempat untuk berenti sejenak, setelah mendapat tempat dia langsung membelokan mobil nya di salah satu warung yang ada pinggir jalan. naysha dan givan memutuskan untuk ke toilet. dion yang melihat Dita tertidur dia membangunkan Dita dengan pelan-pelan.
"Hai bagun, ucap dion.
" mamm,ucap Dita dengan lemas.
" kamu sakit,minum lah obat ini, ucap dion sambil memberikan obat dan sebotol air mineral kepada Dita.
"terimakasih, ucap Dita mengambil obat yg ada ditangan dion, Dita meminum obat itu.
" kamu bisa istirahat dulu, aku akan keluar sebentar. ucap dion sambil turun dari mobil dan berjalan kearah warung untuk membeli cemilan yang bisa dimakan dita.
"kamu beli apa tu dion, ucap givan ke dion yang tiba-tiba berada di depan nya.
" cemilan buat dia, ucap dion sambil melihat kearah dita yang berada didalam mobil.
"perhatian juga kamu padanya,ucap givan agak mengejek.
" jangan ngejek gue van, gue juga gak tega aja lihatnya. ucap dion singkat.
Dion langsung masuk kedalam mobil dan memberikan cemilan yang dibelinya kepada dita. givan yang melihat sahabat nya itu perhatian kepada dita, givan hanya bisa tersenyum melihatnya. naysha keluar dari toilet.
"mas kenapa seyum-seyum sediri.ucap naysha
"sini sayang, tegok tu mereka berdua.ucap givan memandang kerahasiaan dion dan Dita.
" biarkan aja mereka mas, jangan ganggu mereka. ucap naysha sedikit mencubit pinggang givan.
"aduuuuh sakit sayang jangan dicubit. ucap givan meringis.
" ayo mas kita kesana.
Mereka berempat langsung melanjutkan perjalanan kedesa lagi.tiga jam lamanya perjalanan yang mereka tempuh akhir nya mereka sampai tujuan,giva langsung menuju ke pemakaman nenek nya karena hari masi sore menujukan jam empat sore. mereka ziarah dulu kemakam nenek givan, setelah itu baru langsung menuju kerumah nenek yang ada di desa nya, saat ini yang menjaga rumah itu adalah pak kimak tetangga dekat rumah nenek. selama ini pak kiman yang mengurus rumah itu. siap ziarah mereka langsung menuju rumah nenek givan. givan memperhatikan rumah itu masih terawat sama seperti nenek nya masi hidup dulu.givan turun dari mobil saat ini pak kiman yang dari tadi menunggu kedatangan givan kerena pak kiman tahu givan datang. pagi sebelum berangkat givan memberikan tahu kedatangan nya terlebih dahulu.
__ADS_1
"selamat datang den givan.ucap pak kiman dengan ramah.
" apa kabar pak, bapak sehat, ucap givan sabil bersalam kepada pak kiman.
" allhamdulilah sehat den.
"ayok silakan masuk den,semua nya suda bapak siapkan didalam den. ucap pak kiman.
" terimakasih ya pak bikin bapak repot.
"ya gak apa-apa den. adenya kan cuma sekali-kali kesini.
" oo iya pak kenal kan ini naysha dan teman nya dita, ucap givan
"selamat datang didesa kami ya non, muda-mudahan pada betah disini ya. ucap pa kiman dengan ramah. mari non kita masuk.ucap pak kiman mempersilakan semua orang yang ada disana masuk kedalam.
Mereka berempat masuk kedalam naysha dan dita salut dengan isi rumah nenek givan karena rumah itu satu-satunya rumah yang paling besar didesa itu, apalagi barang-barang yang terpajang dirumah itu tampak unik dan mahal.
" sayang kamu bisa istirahat didalam kamar disana, givan menunjukkan kamar nya yg ada di dipojok ruangan.
" aku sekamar sama Dita aja ya mas, kasihan Dita sendirian dia lagi gak enak badan. ucap naysha.
"baiklah ucap givan.
" dion kamu bisa gunakan kamar tamu, aku tidur dikamar nenek aja. ucap givan. sebenarnya ada bayak kamar yg ada dirumah tapi givan mau istirahat dikamar nenek.
"baik lah, ucap dion.
" kalian bisa istirahat sekarang, silakan. ucapnya, givan langsung menuju kamar nenek nya.
Mereka semua beristirahat terlebih dulu, mereka berempat bisa lebih santai membaringkan badan nya diranjang yang ada dikamar yg mereka pakai masing-masing.
...----------------...
Jarum jam menunjukan pukul 7 malam naysha terbangun dari tidur nya, dia yang melihat Dita yang masi tidur, naysha turun dengan hati-hati agar tidak menggangu Dita. naysha kelur dari kamar tersebut untuk mencari givan karena dia mau mengambil pakaian nya yang ada didalam tas givan. naysha mengetuk pintu kamar nenek yang dipakai oleh givan selama dia berada di desa.
"tok.. tok. naysha mengetok pintu tapi tidak ada yg membukak kan pintu, naysha menarik hendel pintu dengan hati-hati dan pelan.pas pitu uda kebukak, naysha menjulurkan sedikit kepala kedalam, dia yg melihat givan masih tertidur.
" mas givan bagun. ucap naysha sambil menagil givan dari pintu. givan tebangun mendegar nama nya dipagil,dia membukak matanya melihat kearah pintu.
"sayang, masuk, ucap givan mengucek matanya dan dia bakit dari tidur bejalan kearah pintu dimana kekasih nya itu berdiri sambil melihat kearah nya.
" kamu ngapain tegak disitu sayang, givan menarik tangan naysha membawa masuk kedalam kamarnya.
"mas gak enak dilihat orang. ucap naysaha malas.
" bukan seperti itu mas, ntar pak kiman lewat aku berdua sama kamu dikamar,pak kiman malah berpikir yg gak-gak tentang kita mas.
" ada apa kamu bangunkan mas.
"aku mau ambil pakaian mas, mau mandi udah gerah mas.
" ayok kita ambil ke mobil,belum dibawak masuk.
"ayok, ucap naysha sambil keluar bejalan di belakang givan.
Givan dan naysha keluar menuju halaman dimana mobil givan dipakirkan, setelah mengambil pakaian nya naysha langsung mandi,sedangkan givan masih duduk santai diruang tamu menunggu naysha siap mandi. tak lama naysha siapa mandi dia langsung keluar ikut duduk disebelah givan.
" mas kok belum mandi, uda acem tu sana mandi mas.
" bentar lagi sayang.
" mas aku laper, ucap naysha
"kita masak dulu yok, ajak givan karena dirumah ini tidak ada penghuninya maka tidak ada pembantu yang dipekerjakan givan.hanya pak kiman lah yang di suruh oleh givan untuk mengurus dan membersihkan rumah itu tiap hari.
" tunggu mas, emang bahan untuk dimasak ada ?nanya naysha
"ada, tadi pagi kita sebelum berangkat mas uda suruh pak kiman belanja bahan-bahan untuk dimasak.
" kamu yang masak ya, mas pengen coba masakan kamu. ucap givan lagi.
Naysha mulai mecari bahan-bahan yg akan dimasak nya didalam kulkas, dia mengeluarkan bahan itu. naysha mulai memotong sayuran dan bahan-bahan lain. hari ini dia memasak sop ayam, sambal Ulek ditemanin tempe goreng.tak terasa masakan yg dimasak nya uda siap semua, dan tidak lupa naysha menata diatas meja makan..masakan yang naysha masak hanya masakan sederhana saja.
Givan dan dion berada diruangan keluarga lagi menikmati acara TV. naysha datang menghampiri mereka berdua untuk makan malam.
" mas givan, mas dion ayok kita makan ucap naysha.
"kamu uda siap masak nya nay, cepat? tanya givan.
" uda mas, cuma bikin sop sama sambel dan tempe goreng kok.mas langsung aja makan duluan, aku akan bagunkan Dita dulu. kasihan dia lagi demam.ucap naysha.
"baik lah, ayok dion. ucap givan.
Naysha langsung masuk kekamar untuk membangunkan dita.
__ADS_1
" ta bagun kita makan dulu yuk.
"gak nay,aku makan nya nanti aja, badanku gak sangup mau bejalan kesana.
" kalau begitu aku ambil kan ya, kamu makan disini aja gak keluar kalau kamu gak kuat.
Naysha bejalan kerah meja makan disana givan dan dion sudah siap makan.
" kamu gak makan sayang. ucap givan
" bentar lagi mas, aku antar makanan ini untuk dita mas, dita gak kuat katanya untuk kesini, ucap naysha menjelaskan
" biar saya saja yang mengantar makan untuk dita, ucap dion.
"gak usah mas, nantik merepotkan mas dion saja. selah naysha
"uda kasih kedion sayang kamu makan dulu, biar dion yg antar kekamar. potong givan sambil mengambil piring yg berisi lauk-pauk itu kepada dion.
Dion langsung meningalkan sepasang kekasih itu dimeja makan menuju kekamar, dita saat ini masih berbaring diatas ranjang. dion masuk langsung menagil gadis itu.
" Hai gadis bar-bar ayok bagun,ini aku bawakan makan malam buatmu. makan lah, abis itu kamu bisa meminum obat. ucap dion agak perhatian.
"Dita yang mendengar suara doin dia langsung duduk den melihat kerah dion.
" terimakasih mas dion, ucap dita memangil dion dengan sebutan mas.
"dion yang mendengar itu hanya bisa tersenyum. ayok cepat dimakan keburu dingin. ucap dion kembali.
" maaf ya mas aku merepot kan mu.
Dion cuma tersenyum melihat dita makan dan tidak lupa mengulurkan segelas minum ke dita saat ini dia suda selesai makan.
"baikah aku keluar dulu, kamu istirahat saja.
ucap dion sambil berlalu keluar dari kamar itu.
Malam yang panjang dilalui oleh mereka, malam ini naysha tidak bisa tidur naysha keluar dari dalam rumah menuju keteras yang depan. naysha duduk sendiri sambil menikmati angin malam yg berembus. naysha memainkan Hempone nya, givan datang dari belakang,naysha duduk tangga teras, givan ikut duduk menemani kekasih nya itu.
" sayang kok kamu duduk diluar, gak baik buat kamu duduk Malam -malam sini, nantik kamu masuk angin. ucap givan.
"aku belum ngantuk mas, lagian aku bosan didalam.
" kamu gak takut diluar sendirian? tanya givan
"ngak mas, apa yang harus ditakut kan, kan uda ada mas disini, ucap naysha sabil mencubit hidung givan.
" kamu uda mulai berani ya, givan membalas cubitan naysha.
"aduuh mas sakit.ucap naysha.cubitnya jangan kuat-kuat mas, sakit tauu. naysha sabil memanjangkan mulutnya.
" abis nya kamu bikin mas gemas.ucap givan
"givan merangkul naysha kebahunya.
" naysha, ucap givan
"ada apa mas.
" Mmm, kalau mas lamar kamu jadi istri mas, kamu mau gak. tanya givan santai
" masa lamar cewek gayak gitu mas. gak romantis kamu mas.
"mas gak melamar nay, mas cuma tanya. ucap givan gak mau kalah.tapi mas mau kamu jadi istri mas,yang akan menemani? mas dihari tua mas.
" apaan si mas, naysha merasa malu dengan kata-kata givan.
"kamu mau gak jadi istri mas.
" mas, hubungan kita belum lama terjalin, kita jalankan aja dulu hubungan ini mas gak usah pikir yang macam-macam.
" kalau kita uda siap untuk menjalankan kearah yang lebih serius mengapa gak, untuk apa kita lama-lama pacaran akhir arah nya kesana juga sayang.
"aku gerti mas, tapi aku takut mas akan meningalkan aku mas.
" mas sayang sama kamu nay, mas gak seperti orang ada dipikiran kamu nay.tidak semua lelaki kaya yg seperti itu nay.
" mas betul serius apa yang mas katakan.
", mas serius nay. mas akan melamar kamu kepada kedua orang tua mu secepatnya, mas gak mau lama-lama nunggu kamu, mas takut kecewa untuk kedua kali nay.
"kamu mau kan.
" kalau mas serius, aku mau. ucap naysha dengan bahagia.
Givan yang mendengar naysha mau menjadi istri nya dia sangat bahagia, senang. karena apa yang selama ini di disimpan dalam hati telah diungkapkan nya kepada kekasih nya. dia juga tak menyangka naysha akan mau. malam ini mereka berdua susuk kedalam untuk tidur, naysha suda ngantuk dia lansung membaringkan badan di samping dita, dengan hati berbunga-bunga dan bahagia naysha terlap didalam mimpinya, begitu juga dengan givan.
__ADS_1
...****************...