
Diruang makan malam ini agak berbeda dari biasa nya, biasa mereka berempat pasti agak ribut,naysha melihat dita agak berbeda dari hari-hari biasa nya dari bandara dita sudah tidak bayak komunikasi, biasa sahabat nya itu agak cerewet apalagi kalau sudah bersama dion tak pernah tak ribut kalau mereka ketemu.namun malam ini kedua manusia ini sangat berbeda.naysha merasa ada sesuatu yang disimpan oleh sahabat nya itu, tapi apa?tanda tanya dikepalah naysha selalu berputar dipikiran nya.
"Ta kamu sakit, ucap naysha.
"Gak nay, aku baik-baik saja.
"Aku perhatikan kamu dari jemput aku di bandara bayak diam aja.apa kamu ada masalah?ucap naysha.
"Tidak ada apa-apa yang terjadi dengan ku nay, suerrr.
"syukur lah.aku takut kamu kenapa-kenapa.
Mereka berdua melanjutkan membersikan meja makan dan membersihkan piring yang sudah kotor,bik Ina hanya bisa diam melihat dita,rasa iba terhadap gadis itu membuat bik Ina melamun di rak piring.
"Bik jangan melamun, ucap naysha.
" Ya non.bibik sedikit kaget.
" Bibik kenapa lagi ni,perasaan yang ada dirumah ini bayak diam nya aku perhatian dari tadi,pada kenapa sih?
"Perasaan nona saja kali, sambung bik Ina.
"Gitu ya bik.
"ta kamu benar gak kenapa-kenapa?tanya naysha kembali pada sahabatnya itu.Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku?
"Nay, aku gak meyemuyikan apapun dari kamu kok,kamu tau aku kayak mana selama ini, ucap dita berbohong pada sahabat nya itu karena dita tidak mau naysha sedih.
"ya udah,kita keruang tengah yok gabung sama mas givan dan mas dion.
"Nay,aku langsung pulang aja,ini sudah malam besok aku harus kerja.dita mengambil tas nya ada dikursi tamu.dita tak lupa pamit sama givan dan dion yang lagi duduk diruang tenggah.
"Mas givan aku pamit pulang dulu ya, nay aku balek, seyum dita tampah melihat kearah dion.
"Kamu biar diantar sama dion aja ta, ucap givan.
"Gak usah mas, aku udah pesan taksi kok. aku pamit mas, nay taksinya udah nungguin diluar.
"Biar aku antar kamu kedepan ya, ucap nay.
"ayok,ucap dita sambil berjalan keluar yang diantar oleh sahabat nya itu.
"Ta kamu betul-betul gak apa-apa.aku lihat kamu agak beda dari biasa nya,kalau kamu gak bisa cerita ke aku gak apa,aku yakin kamu gak baik-baik saja.aku akan selalu ada buat kamu ta.
"baiklah aku balek, ucap dita dengan senyuman yang dipaksakan.
__ADS_1
Naysha melihat sahabat nya sudah meninggalkan kediaman nya, dengan hati berat naysha hanya diam menatap mobil yang membawa sahabat nya itu pergi.
"Kamu pasti ada sesuatu yang membuat kamu gak bisa cerita sama aku ta, aku akan tunggu kamu cerita karena aku tau sifat kamu gak bisa yimpan sendirian masalah kamu ta.kata hati naysha.
" Sayang kamu kenapa, kok berdiri lama disini ada sesuatu yang terjadi?tanya givan tiba-tiba saja mengagu lamunanya.
"Mas, bikin aku kaget aja.
"Trus gapa kamu lama diluar,dita udah pergi sayang.
"Mas dion mana?tanya naysha
"Ada didalam lagi mengerjakan sedikit kerjaan mas untuk miting pagi esok.
Naysha langsung masuk kedalam untuk bertanya pada dion tentang dita mana tau dion tahu atau mereka berdua berantam.
"Mas dion,aku boleh nanyain sesuatu gak?
Dion mendegar naysha ingin igin bertanya padanya, dion yang lagi pokus ke leptop nya,dion megarakan pandangan nya kearah istri sahabatnya itu.
"Ada apa nay, kamu mau tanya apa?tatap dion santai.
" Mas punya masalah dengan dita aku lihat dia agak beda dari biasa nya.apa Mas tau sesuatu tantang nya selama kita berdua gak ada dalam seminggu ini.
"kalau aku pribadi merasa gak ada masalah sama dia nay, kalau soal yang lain aku juga kurang tau, mungkin dia lelah atau apa gitu bikin dia diam kayak seharian ini. ucap dion santai,
"iya, " ucap dion singkat kerena dia juga mau naysha tau dari dia biarlah dita sendiri yang bercerita sama sahabat nya itu,karna dion tidak ingin ikut campur dengan urusan dita,walaupun hati berkata lain.
Malam ini mata naysha tidak tidur dia masih memikirkan sahabat nya itu, entah apa yang membuat nya gelisah hatinya senang melihat raut wajah dita dalam kesedihan walaupun dita memaksakan dirinya terseyum seakan-akan dia baik-baik saja.naysha tau sahabatnya itu sedang memikirkan sesuatu.
"Sayang kamu jangan melamun terus,ada apa ? ucap givan baru masuk kamar.
"Mas,aku masih kepikiran sama dita gak biasanya dia kayak hari ini,aku melihat ada raut kesedihan dimata nya.aku gak bisa diam aja mas sahabat dalam kesulitan.aku juga gak bisa maksa dia untuk cerita.
"Beri ruang untuknya sayang,mungkin hari ini dita belum mau cerita ke kamu masalah nya,mungkin dia belum siap sayang.
" Apa asisten mas itu tidak ada rasa pada dita.
"Soal itu juga mas gak tau sayang,itu masalah hati kita tidak bisa menebaknya.
"kasihan dita cintanya takkan pernah terbalas oleh sahabatmu itu,pada hal dita suka sama sahabatmu itu, selama ini melihat sikap mas dion selalu kasar dan dingin kepada nya makanya dia selali menepis rasa itu jauh-jauh.
"Biar lah mereka yang tau, sayang jangan terlalu ikut campur dalam urusan mereka.sudah malam ayok tidur, besok pagi mas ada miting.ucap givan pada istrinya.
Malam ini naysha masuk kedalam dekapan suami agar dia bisa memejamkan mata nya, namun juga tidak tidur, naysha mulai menjahili suami nya yang lagi enak tidur.nasysha mulai mencabut bulu hidung suami nya yang terlihat menjulur sedikit.
__ADS_1
"Aduhh,ringis givan. jangan sayang mas udah ngatuk kali, ucap givan masih setelah sadar.
Mas bagun aku gak bisa tidur, regek manja naysha.mas temani aku cari cemilan kebawah yok.
"Ini sudah malam sayang, givan sudah membukak mata nya melihat istrinya masih saja mencabut bulu hidung nya.kamu gak ada kerjaan aja sayang.
"mata ku gak bisa tidur mas, temanin aku cari makan keluar yok mas.ayok lah mas,ini masih jam 11 malam mas.neysha selalu merengek agar suami nya mau mengantarkan nya.
"kamu ada aja kerjanya sayang, kamu mau cari cemilan apa,dilemari apa gak ada stok lagi? tanya givan agak malas.
"bosan mas cemilan itu aja, pengen yang lain.kita cari bakso bakar yok.
"Emangnya masih ada orang jualan bakso bakar jam segini?
"Ada yang di ujung gang sebelah taman dekat sini mas.
ya udah mas kakek baju dulu.givan memasang baju santai rumahannya, givan menyusul istri nya yang duluan kebawah.
ayok ,lucap givan sambil menuju arah mobil nya.
Naysha menikmati bakso bakar nya sambil duduk santai sebentar dikursi taman yang dekat penjual bakso bakar itu.
"Mas enak lo, mau coba gak,ucap naysha sambil meyuapkan bakso bakar kemulut suaminya.
"Kamu aja yang makan, mas masih kenyang sayang.
"Ok, baik lah kalau mas gak mau.
"Sayang kamu sering main ke taman kalau malam kayak gini sebelum kenal sama mas? tanya givan.
"dulu suka sih,waktu SMA waktu itu kami sama dita kalau malam minggu suka pergi ke taman dekat balai desa.
"Sama cowok ya, ucap givan santai.
"Egak kami berdua aja,waktu itu kami gak punya cowok mas.
" Masa iya, cantik- cantik gak punya pacar.
" kalau mas gak percaya udah,kamu yang pertama dan terakhir pacarku mas.ucap naysha menarik hidung suami nya.
"Berakti aku yang paling beruntung memiliki istri yang cantik tampa adanya yang menyentuh tanganmu sayang.
"kamulah belahan jiwaku mas,kamu lah cinta pertama ku mas,aku sangat mencintai kamu mas.
givan hanya terseyum mendengar pengakuan istrinya,rasa bagia Yang tepacar diwajah tampan nya mebuat hati senang.istri yang selama ini susah payah givan mendapatkannya. agar bisa naysha mejadi kekasih saat itu, namun takdir berpihak baik padanya dengan tak terduga naysha sudah menjadi istri dan milik nya sentuhnya.tidak ada yang bisa memisahkan cinta mereka.
__ADS_1
************