Kepercayaan

Kepercayaan
justin


__ADS_3

✨sesampainya di kamar Nana langsung mandi dan istirahat.


keesokan paginya ya seperti biasa rutinitas sehari hari yang monoton,hari hari Nana d sibukkan dengan pekerjaan.


di lain tempat di sebuah gedung perkantoran.


"laporan macam apa ini kenapa nilai penjualan berbeda dari jumlah pendapatan,,bagaimana bagian keuangan bisa salah hitung seperti ini?


apa ini hanya akal-akalan kalian saja!!"


"...."


"jawab..!"


"maaf direktur..kami salah dalam melaporkan hasilnya,,seharusnya kami cek dulu sebelum melaporkannya"


"aku tidak menerima permintaan maaf kalian yang aku butuhkan sekarang,,perbaiki laporan kalian!" "keluar..aku tunggu siang ini juga"


'haah...bikin kesal saja mereka sudah bertahun-tahun bekerja disini tapi belum juga paham..' monolog Justin.


ya dia adalah Justin seorang direktur perusahaan yang saat ini sedang menjadi perbincangan selain dia tampan dia masih muda dan masih lajang.


"Sarah apalagi jadwalku hari ini"tanya Justin kepada sekretarisnya.


"untuk hari ini pertemuan dengan klien dari perusahaan bla bla bla...."


"dimana lokasinya"


"di restoran di jln bla bla..."


"oke siapkan mobil dan berkas berkasnya"

__ADS_1


"baik.."


"oh ya bilang pada staf keuangan kirimkan laporan yang tadi bermasalah di mejaku.."


"baik"


sambil berjalan keluar bersama direktur sekretaris melaporkan semua jadwal hari ini sampai tiba mereka d parkiran.


menuju tempat pertemuan di tengah jalan ternyata terjadi kebocoran ban mobil,akhirnya mereka berhenti.


"maaf bos sepertinya ban belakang bocor"jelas sopir "apakah bos ingin saya memanggil mobil kantor dulu?"


"tidak.pesankan aku taksi saja"dengan tegasnya membuat supir sedikit takut.


"ba..baik bos."sambil menekan nomor taksi online untuk pemesanan.


sepuluh menit kemudian datanglah taksi online yg sudah di pesan setelah Justin naik,Sarah sebagai sekretaris juga ikut masuk namun dia duduk di kursi penumpang samping supir taksi,setelah memberitahukan tujuan tak menunggu lama taksi pun jalan.cukup berapa menit saja karena tempat tujuannya sudah dekat,sesampainya di tempat pertemuan Justin tak menunggu lama langsung masuk.


"iya, terimakasih...silahkan tunjukan jalan"jawab Justin.


tak berselang lama sampailah d ruang pertemuan, ternyata bukan hanya Justin saja yang datang tapi seorang pria yang sudah lama dia tak melihatnya,ya pria itu hampir mirip dengan Justin hanya berbeda auranya karena tatapan dan senyum hangat yang selalu dia tampilkan.


Justin sedikit menyipitkan matanya.


"lama tak jumpa Justin,,"dengan senyuman serta dia menawarkan untuk berjabat tangan.


namun Justin hanya diam dan melihat tangan pria di depannya,


"i..iya"jawab Justin dengan mengulurkan tangannya.


"ayo duduk kita mulai rapatnya,,maaf jika tiba-tiba aku yang mewakili pertemuan ini."

__ADS_1


"tak perlu minta maaf,,"


"apakah kamu kecewa dengan kedatanganku?"


"tidak,,,asalkan semuanya lancar itu tak masalah"


"baiklah mari kita mulai kesepakatannya,ini semua proposal yang perusahaan kami buat...bla bla bla...."


tak terasa waktu pun berlalu semua kesepakatan d setujui oleh kedua pihak.


saat Justin akan keluar ruangan seseorang memanggilnya.


"Justin..tunggu!!"


Justin langsung berhenti dan menolehkan kepalanya,dengan sedikit mengerutkan dahinya.


"....ada apa?"tanyanya.


"emm...bolehkah aku mengundangmu untuk makan malam,ya untuk merayakan kesepakatan ini dan sudah lama kita tidak makan bersama,kalau kamu ada waktu tentunya"


"..hemm"sambil memegang dagu Justin berpikir dan dia langsung meminta jadwal dari Sarah kapan ada waktu yang bisa d gunakan.


"Sarah apakah malam ini masih ada pertemuan?"


"tidak ada bos.."


"oke malam ini ada waktu apakah kamu bisa,?"


"iya boleh,,nanti aku kabari tempatnya"


"baiklah aku tunggu kabarmu"sambil berjabat tangan dan melangkah pergi.

__ADS_1


✨hai reader jangan lupa likenya ya aku tunggu krisannya, maaf mungkin alurnya sedikit lambat,see you..✨


__ADS_2