
Kesedihan didalam ruangan panti itu masih berlajut, givan yang menyaksikan kedekatan anak-anak itu dengan istri nya membuatnya terharu,givan ikut merasakan apa yang dirasakan zi, dia ingat akan diri nya juga masih kecil ditinggalkan oleh kedua orang tua nya semenjak kecelakaan itu merengut nyawa orang yang disayang nya.
givan memperhatikan istri nya sagat menyayangi zi,givan melihat ketulusan dimata istri nya itu.
"zi kakak gak akan meninggalkan kamu, kakak akan tetap sering Jeguk zi dan kalian semua. sekarang zi Jagan sedih lagi kasihan yang lain ikut sedih liat zi sedih.ucap naysha sambil megusap air mata yang jatuh dipelupuk mata bocah itu.
"Kakak zi igin ikut kakak kemana kakak pergi, zi mohon bawak zi pergi ber sama kakak.ucap bocah itu dengan sedih.
"zi untuk saat ini kakak belum bisa bawak zi,tapi kakak janji nanti kakak akan jemput zi disini.bujuk naysha kepada zi
"Benaran kak, zi akan tunggu saat itu datang kak. semagat zi nampak dari raut wajah nya senang.
" Ya, ucap naysha memeluk zi.
Ibu panti melihat zi merasa iba dan sedih kepada anak itu,ibu panti mengajak anak-anak untuk makan bersama sore ini karena ada naysha, zafira dan juga givan disana.
"zi pimpin baca doa nya ucap buk panti.
" Baik buk, ucap zi melanjutkan membaca doa berasama.
"Kak givan ayok makan ucap zi,givan duduk disamping zi.
"ya,ayok dia makan nasi nya ucap givan pada zi.Givan memperhatikan zi, entah apa yang ada dipikiran givan saat ini tentang zi.
" Mas dimakan tu nasi nya Jagan dihatinya aja.ucap naysha.
" ya, ucap givan terseyum pada istri nya.
"Mas Jagan memperhatikan zi terus cepatan dimakan tu nasinya, abis ini kita pulang anatar zafira takut ibuk nya nyari.
Givan tidak bayak komentar lagi takut nya istri akan Merepet lagi.sehabis makan givan langsung undur diri untuk pulang.
__ADS_1
"zi kakak pulang dulu yang besok kakak kesini lagi.
"Baik lah kak, zi selalu tunggu kakak.hati-hati dijalan kak. ucap zi pada naysha. terimakasih yak kak givan yang sudah membatu kami.
Givan hanya megagukan kepala nya dan memberi senyuman pada zi.tak lupa givan pamit pada buk panti. setelah itu mereka langsung mengantarkan zafira pulang.
sampai dirumah zafira, naysha masuk kedalam untuk bertemu dengan ibu nya zafira.
"Buk maaf ya aku bawak zafira pergi. ucap naysha.
"Gak apa nona,ibuk senang zafira bisa pergi jalan bersana nona naysha, karena ibu gak bisa bawak dia jalan.terimakasih ya nona.
" Gak apa buk,ibu betah tinggal disni buk.
"Allhamdulilah betah nona.
" syukur lah buk kalau ibu betah.
Naysha mengajak suaminya pulang karena seharian ini membuat diri nya kecapean.givan gak bisa menolak apa kata istri nya itu.
Givan menuju kediaman nya tampa ada pembicaraan atas antara mereka, givan masih ingat dengan zi disaat di panti tadi,entah mengapa hati nya hati nya menagis akan ingat anak itu. tak lama mobil yang dibawa givan sudah memasuki halaman kediamannya.
Givan turun dari mobil nya untuk menggendong istri yang kedutiduran dalam perjalanan pulang.givan mengendong istri nya masuk kedalam kamar meletakan mya diranjang dengan hati-hati agar tidak membangunkan istri nya,tal lupa givan memasang selimut pada nya setelah itu dia ke kamar mandi untuk memberikan ndiri nya.
Givan siap dengan ritual mandinya dia keluar dengan haduk yang melilit dipinggang disaat akan mengambil pakaian nya dia sudah melihat istri terbangun memandang dirinya.
"Sayang kok kamu bagun? ucap givan sabil memasang pakaian nya.
"Kamu kok gak bagunkan aku mas.
"Mas gak tega lihat kamu kecapean makan gak mas bagunkan, sekarang bersikan diri kamu dulu sayang,. suruh givan pada istrinya.
__ADS_1
"Baik lah mas,naysha berlalu untuk membersihkan diri nya kekamar mandi.
Givan menunggu istrinya siap mandi sambil cek imeil masuk yang dikirim oleh dion. tak lama naysha keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidurnya.
"Mas kamu lagi gapain?tanya naysha pada Suaminya.
"Ini sayang lagi cek imeil yang baru dikirim dion.
"Mas tadi aku perhatikan mas dimobil bayak diam,mas ada masalah?
"Gak ada sayang, mas hanya kepikiran sama zi, mas ingat waktu mas kecil tampa papa dan mama itu sangat sulit untuk mas tidak mereka disamping mas,mas dirawat dan dibesarkan oleh nenek,sagat sulit waktu itu melanjutkan hari-hari tampa kedua orang kita yang kita sayang tidak ada disamping kita.
Mas sagat kasihan pada zi, melihat dia ingin ikut bersamamu aku gak kuasa melihat tetesan air mata nya sayang.dia tidak pernah merasakan keluarga yang dimana ada kedua orang tua membimbing dan merakulnya dengan kasih sayang.
Hati mas pilu melihat itu sayang.
"Mas tahu kenapa aku sangat meyayangi zi mas,zi benarnya anak yang pintar, jiwa sosial nya sagat tinggi mas, dia suka membantu teman nya yang lagi kesusahan.
Waktu itu aku tak sengaja bertemu dengan nya dijalan pas aku baru pulang kerja, entah apa yang dicari zi di tepi jalan waktu itu. aku melihat nya dan bertanya pada nya.dia bilang padaku " kakak aku kehilangan uang untuk membeli obat teman ku lagi sakit,aku disuruh cari obat ke apotik oleh ibuk."saat itu zi menagis,bagai mana dia harus menganti uang yang hilang itu,melihat zi bersedih seperti itu aku tidak tega membiarkan dia, aku memutuskan untuk menganti duit yang hilang itu dan mengantarkan nya pulang, pertama aku sangka dia membawa ku kerumah nya tapi tidak aku hanya terpaku dia megajak kepanti asuhan dimana bayak anak disitu.aku bingung ibu yang dimaksud oleh zi itu adalah bik nira.pada saat itu aku sagat sedih
menegok keadaan panti agak kurang terawat dan batuan buat anak-anak saat itu masih kurang, anak itu tampa bersekolah, disitulah aku memutuskan untuk mengajar disana disetiap aku pulang kerja mas.
"Kamu berhati baik sayang, mas sagat bahagia memiliki kamu,mas kepikiran ingin membagun sekolah untuk panti dan anak-anak itu agar mereka nyaman berada disana, mas akan mencari lahan untuk pembangunan panti itu,untuk sementara mas akan mencarikan beberapa orang guru untuk megajar di panti dulu.besok mas akan suruh dion untuk mengirim guru kesana.ucap givan panjang lebar.
"Terimakasih mas,aku senang mas mau membantu mereka.
"Dan satu lagi sayang,mas mau zi tingal sama kita.apa kamu mau merawat nya? ucap givan serius pada naysha.
Naysha mendegar givan mau merawat zi, terpancar kebahagian dimata naysha, dia sungguh-sungguh bahagia dan senang mendengar sendiri dari mulut suaminya tampa naysha memintak.
...****************...
__ADS_1