Kepercayaan

Kepercayaan
Suasana duka.


__ADS_3

Malam ini dirumah pak diman dipenuhi


tetangga yang datang taziah melakukan pengajian, naysha masih juga tampak menangis dipelukan suami nya, dia sangat terpukul ditingal ibunya untuk selamanya.pengajiaan sudah siap diadakan di kediaman pak diman.tamu yang datang sudah pulang satu persatu, sekarang hanya keluarga inti saja yang tertinggal. malam yang sunyi mengisi lamunan mereka semua, givan mengantarkan istri nya untuk beristirahat kekamar, sehabis mengatakan istri nya, dia keluar kembali untuk membicarakan sesuatu kepada dion. dion dan pak diman masi saja duduk diluar.


"pak sebaiknya bapak masuk kedalam untuk beristirahat, dari rumah sakit bapak tidak ada istirahat sampai sekarang,ucap givan kepada mertuanya.


" iya nak, sebentar lagi bapak akan masuk.


"dion kamu bisa kembali besok, banyak kerjaan yang harus di selesaikan sebelum kita berangkat ke Jepang minggu ini.ucap givan, aku belum bisa meningalkan naysha disini dalam keadaan seperti ini.tiga hari lagi kamu kembali lagi untuk mejemputku.


" baiklah, ucap dion tampa ada masalah.


"nak givan kalau kamu banyak urusan yang harus diurus sebaiknya kamu kembalilah ke kota terlebih dahulu nak, biar naysha disini untuk sementara sama bapak, nantik kalau urusan kamu sudah selesai kamu bisa jemput istrimu kembali.ucap pak diman dengan memahami menantu nya saat ini.


" tapi pak, saya tidak bisa meninggalkan nya dalam keadaan seperti ini. untuk berapa hari ini biarkan saya menemani nya pak. ucap givan.


"ya sudah nak givan, itu adalah keputusanmu, bapak tidak bisa buat apa-apa.bapak masuk dulu kalian istirahatlah. ucap pak diman sambil melangkah kedalam untuk beristirahat.


" terus apa rencana lo van untuk selanjutnya, apa lo akan membawak mertua lo ikut kekota untuk tinggal bersama kalian? tanya dion kepada sahabatnya itu.


"saya akan membicarakan nya nanti pas naysha sudah agak membaik, mungkin sehabis kita kembali dari Jepang nanti.untuk sekarang biarkan naysha tinggal dahulu disini sama ayah nya.


Tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka berdua, givan masuk kedalam dan disusul oleh dion untuk beristirahat karena besok pagi-pagi dion akan kembali kekota.givan masuk kekamar istri nya,dia melihat ada raut kesedihan yg te pacar dalam wajah istri nya, meski dalam tidurnya.


...----------------...


Pagi-pagi dion sudah berangkat kekota,dion yang sudah berpamitan kepada pak diman karena givan belum terbangun dari tidurnya.


naysha bagun langsung beranjak dari tempat tidurnya untuk membersihkan dirinya kekamar mandi, siap membersihkan dirinya, naysha langsung kedapur untuk memasak serapan untuk ayah dan suami nya.siap memasak naysha berencana pergi kepasar untuk membeli persedian didapur sudah habis.sebelumnya dia membagunkan suami nya terlebih dahulu.


" mas bagun, ucap naysha.ini uda siang mas ayok bagun.


"mmamm ucap givan sambil membukak matanya,ada apa sayang pagi-pagi udah ribut.


" mas ini bukan pagi lagi, ayo bagun aku mau kepasar mas untuk belanja keperluan dapur udah abis, ucap naysha kepada suami nya itu.


"iya, ucap givan sambil memperhatikan istri nya sudah tampak membaik dari hari kemarin.

__ADS_1


" cepatan mas,ayo mandi sana, ayah udah nungguin untuk serapan.


Givan langsung menuju kamar mandi yang ada dibelakang, naysha menuju kemeja makan untuk menyiapkan sarapan dan tak lupa membuatkan kopi untuk suaminya.sehabis mandi givan keluar dengan pakaian santai yang sudah disiapin oleh istri nya itu.


"mana bapak sayang, givan melihat mertuanya tidak ada dimeja makan.


"ayah masih di kamar, sebentar aku pagil dulu. naysha berlalu dari suami nya itu untuk memagil ayah nya yang berada dikamar.


" yah ayok kita serapan, mas givan sudah dimeja makan yah.


"suamimu sudah bagun nduk. pak diman langsung berjalan kemeja makan.


Pak diman makan dengan hening tidak ada pembicaraan antara mereka bertiga,givan sudah siap dengan sarapan nya,hari ini dia ingin mengantarkan istri kepasar, namun sebelum kepasar naysha mengajak suami nya untuk mampir ke makam ibunya terlebih dahulu yang searah dengan jalan kepasar. sapai di pemakaman naysha megusap batu nisan ibu nya.


" buk may datang lagi jeguk ibuk, ibu pasti sudah bahgia disana.ucap naysha yg sudah meneteskan air mata nya kembali. nay akan jaga ayah buk..


"sayang uda,kamu harus mengikhlaskan ibuk, ibu udah tenang disana. ayok kita pergi dari sini.naysha bediri dari jonhkoknya mulai melangkah jauh dari pemakaman itu.


Givan membawa istri nya kepasar dengan motor pak diman.givan tak berhenti memperhatikan pemandangan yg ada disekeliling desa,padi yg menguning di hamparan sawah-sawah penduduk sekitar desa mebuat desa itu unik dan enak dipandang. sesampainya dipasar givan membantu istri nya membawakan barang belanjaan nya. setelah siap mereka langsung pulang karena naysha akan memasak makan siang untuk suami dan ayah nya.


"mas mau kemana,ucap naysha kepada suami nya, dia melihat givan akan pergi.


" ya uda mas berangkat sana itu uda ditunggu ayah diluar.


"baiklah mas pergi dulu.


" hati dijalan mas. "


"iya, muahhh, givan mendarat kan satu ciuman di kening istri nya.lalu dia keluar menemui mertua nya yang sedang menunggu nya untuk pergi kerumah pak RT. sampai disana orang yang mau ditemuinya sedang duduk diteras rumah


"Assalammualaikum pak RT,ucap pak diman menyapa pak RT, pak diman langsung menyalami pak RT dan diikuti oleh givan.


"eee pak diman, ayok silakan masuk, pak RT dengan ramah. silakan duduk dulu pak, nak. ucap nya lagi.


"terimakasih pak, merepotin. ucap pak diman.


" gak apa pak, saya ikut berduka ya pak atas meninggalnya mendiang istrinya bapak diman. ucap pak RT kembali.

__ADS_1


"terimakasih atas simpati nya pak.begini pak kedatangan saya kesini igin memberitahukan bahwa anak saya naysha sudah menikah dengan nak givan dirumah sakit saat mendiang istri saya masih ada,atas kehendak dan keinginan mendiang istri saya mereka harus menikah hari itu juga.saya belum sempat untuk meberihu bapak,agar warga di tidak salah sangka atas adanya nak givan dirumah saya dalam beberapa hari ini.


"saya mengerti pak diman,nak givan dari kota tanya pak RT kepada givan.


"iya pak, ucap givan apa ada nya.


" nak givan gak keberatan dengan pernikahan ini mungkin terlalu cepat bagi nak givan.


"tidak pak saya menerima pernikahan ini dengan sepenuh hati, sebelum nya saya dan naysha sudah menjalin hubungan dalam beberapa bulan ini. saya dan naysha suda ada niat dari awal untuk menuju kejenjang yg lebih serius, saya sudah berencana untuk melamar naysha bulan depan sehabis saya menyelesaikan urusan pekerjaan saya pak, tp tampa saya duga sekarang sudah memiliki istri pak. givan sabil terseyum kepada pak Rt.


"ya, ya, ya, pak RT cuma megangu-angukan kepala.


"kami pamit pulang dulu pak,ucap pak diman. terimakasih atas waktunya.


" muda-mudahan kamu betah tingal disini ya nak givan.


Givan hanya terseyum menanggapi perkataan pak RT, mereka kembali kerumah saat ini naysha sudah siap memasak dia lagi menjemur pakaian disamping rumah. givan melihat istri nya sudah tampak lelah dia dia langsung membantu menjemur pakaian.


"sini mas yang kerjakan kamu istirahatlah, ucap givan


" gak usah mas, malu ditegok tetangga. "


"biar aja, kamu duduklah disana, givan sambil menujuk bangku yang ada dekat dengan jemuran. biar mas yang jemur. ucap nya lagi.


"emang mas bisa mengerjakan nya. ucap naysha sepele.


" bisa sayang,masak menjemur ini aja gak bisa ucap givan sambil menjemur pakaian tersebut.naysha hanya terseyum melihat suami nya tampak lucu mengerjakan pekerjaan seperti itu.


"kenapa sayang kok senyum-senyum gitu. ada apa, ada yang lucu?


" mas udah kayak bik Ina aja.


" kalau kamu mau menjadi kan mas seperti bik Ina,mas bersedia untuk istri mas yang cantik ini.ucap givan sambil mencubit hidung istri nya.


" aduuuuh mas, sakit gak usah dicubit mas. rengek naysha.


Pak diman lihat anak nya lagi becanda gurau dengan suami nya, hanya terseyum melihat kebahagiaan yg terpancar diwajah mereka berdua.hari membuatnya melupakan kesedihan yang tertancap dihati nya,dia sangat kehilangan istri nya yang selalu ada menemani saat suka-dukanya.melihat anak nya bagian pak dimana ikut bahagia.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2