
Pagi yang cerah naysha terbangun dari tidur nya, naysha melihat ibu nya masih betah dengan tidurnya di perbarisan pasien itu, naysha memegangi tangan ibu nya sambil mengajak ibunya bicara agar bagun.
"Buk bangun,nay sangat merindukan ibuk, apa ibu tidak rindu sama nay buk.lihat buk nay udah pulang, nay tidak akan meninggalkan ibu lagi,ibuk harus bagun, tangis naysha pecah dan terisak disamping ibunya.
Ibu ani yg mendegar tagis anak nya yang berada disebelahnya, ibu ani mulai membukakan matanya berlahan-lahan.
" kamu sudah kembali nak,ibu ani berbicara tersendat-sendat,ibuk sangat merinduimu nak. ucap nya lagi kepada naysha.
" sekarang nay sudah bersama ibuk, ibuk harus sehat, ucap naysha yang masih menagis melihat kearah ibu nya.
"nak maaf kan ibuk bikin kamu susah dan khwatir dengan keadaan ibuk. ucap buk ani
" ibu jangan bicara seperti itu, nay akan jaga ibu dan merawat ibu disini, nay tidak akan meninggalkan ibu dan ayah lagi. nay sangat menyangi ibuk, tangis naysha pecah dipelukan ibu nya.
"nak mungkin umur ibuk gak akan lama lagi, ibuk gak akan bisa jaga kamu dan ayah lagi, ucapan buk ani,sebelum ibu pergi nak,ibuk ingin melihatmu menikah nak.menikahlah dengan orang yang kamu pilih nak,ibuk tidak bisa lagi menunggu lebih lama lagi nak. pikirkan lah nak. ucap buk ani kepada anak sematawayang nya itu.
" ibuk gak usah mikir nya Macam-macam, saat ini ibuk pokus untuk kesembuhan diri ibuk, ucap naysha yang masih menagis.
Givan pada saat itu berdiri dipintu hendak mau masuk untuk mengantar serapan untuk naysha,dia hanya bisa diam mendengar pembicaraan ibu dan anak itu.givan mendekati dua orang yg sedang berpelukan itu.naysha mengakat kepala nya saat givan datang membawa tentengan dan memberikan kapada Nya.
"sayang, makan lah dulu kamu belum makan dari kita berangkat, isilah perutmu dengan makanan ini. ucap givan memberikan tentengan yang berisi sarapan pagi untuk kekasih nya itu.
"siapa dia nduk, ucap buk ani menatap givan dengan tanda tanya dihatinya, melihat givan yang perhatian kepada anak nya.
"perkenalkan buk saya givan teman naysha dari kota, ucap givan kepada buk ani.cepat sehat ya buk, ucap givan kembali dengan ramah.
"Terima kasih ya nak givan atas perhatian nya, juga telah mengantar kan naysha pulang.
"tidak apa-apa buk.balas givan.
" mas sudah serapan,ucap naysha kepada givan.
"udah,tadi mas sama bapak juga dion serapan diluar.
"ayah dan dion kemana mas, tanya naysha.
__ADS_1
" bapak pulang sebentar mau Jeguk rumah sekalian dion mau mandi. ucap givan santai.
" oooh, ucap naysha tidak bertanya lagi kepada givan.naysha meyuap sarapan nya kedalam mulut nya.
Tak berselang lama dokter dan perawat masuk untuk melihat kedaan ibu ani saat ini.
"selamat pagi buk, ucap dokter itu menyapa ibu ani. "
" pagi dok, balas buk ani sedikit tersenyum.
"bagai mana keadaan nya buk.ucap dokter itu sambil memeriksa ibu ani. buk sebentar lagi ibu akan pindah ruangan ya.saat ini keadaan ibu mulai membaik, minum obat dan beristirahat ya buk. ucap dokteri.
"iya dok terimakasih, ucap buk ani. "
"Sus langsung aja dipindahkan ibuk ini keruangan yang uda diapkan. ucap dokter itu.
" baik dok, ucap salah satu suster.
Ibu ani dipindahkan dari ruangan dia sekarang keruangan yang lebih nyaman untuk ibu ani beristirahat, naysha melihat ibu nya pindahkan ketempat lebih bagus merasa curiga, siapa yang memintak ibuk nya dipindahkan.
"Hai sayang kenapa kamu bengong. tanya givan.
" Jagan dicubit sayang, sakit, ucap givan.
"sapa yg suru ngagetin aku mas.
"mas,pagil naysha kepada givan.ayah dapat duit dari mana ya, ruangan ibuk tempati sekarang mahal mas,ayah gak akan sangup bayar itu mas.naysha mencurahkan keluh kesannya kepda givan.
"bukan bapak yang mitak ibuk di pindahkan keruangan itu sayang, tapi mas yang memintak kepada pihak rumah sakit ini, biar ibuk merasa nyaman sayang, soal biaya gak usah kamu pikirkan semuanya sudah mas bayar. ucap givan menatap kekasih nya dengan gemasnya.
" terimakasih ya mas udah bantu aku.naysha memeluk givan.
"ayok kita susul ibuk kasihan ibuk sendirian. ucap givan mencium kening naysha dengan cinta dan sayang.
Mereka berdua masuk kedalam ruangan ibu ani yg baru dipindahkan.. sampai disana naysha merasa senang ibu nya dirawat ditempat yang bisa membuat ibunya nyaman.
__ADS_1
"nduk,pagil ibuk ani kepada anak nya, dari mana kamu mendapatkan uang nak, ibuk tidak mau dirawat diruangan ini nduk,pasti mahal ini nduk.
"ibuk gak usah pikirkan soal biaya, biaya nya semua uda dibayar sama mas givan buk.
"terimakasih ya nak givan,ibuk sudah bikin nak givan repot. ucap buk ani lagi.
" iya buk, ibuk gak usah pikir bayak,ibuk pokus pada kesehatan ibu saja.
"nak givan boleh ibuk memintak sesuatu padamu, ucap ibuk ani serius memandang givan.
" apa buk, katakan lah buk kalau aku sanggup, aku akan memenuhi permintaan ibuk. ucap givan kembali.
"menikah lah dengan naysha nak, biar ibuk bisa pergi dengan tenang, kerena kalau naysha sudah ada yang menjaga ibuk akan tenang meninggalkan nya.sayangi lah dia nak. ibu melihat dari cara kamu memperlakukan naysha kamu sangat menyayangi dan mencintai nya.kata buk ani yang masih terbaring lemah diatas tempat tidur nya.
"saya akan menikahi naysha buk,tapi bukan sekarang, aku akan menikah disaat ibu suda sembuh,jadi sekarang berjuanglah buk untuk kesembuhan ibuk, ibu akan melihat kami bahagia buk. ucap givan.
" nak givan jangan berharap kesembuhan ibuk, ibuk sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakit ini. menikah lah secepatnya ibu tidak mau kalian menunda itu, ibuk takut Allah akan menjemput ibuk cepat,umur tak ada bisa menentukan nak.ucap buk ani dengan sedih.
Givan tidak bisa menolak lagi keinginan ibu naysha, dia mengikuti apa kata buk ani.naysha dan givan langsung membicarakan rencananya kepada pak diman apa yang di inginkan oleh buk ani. pak diman hanya bisa memberi restu kepada anak, untuk memenuhi keinginan istri nya itu. hari itu juga givan dan naysha melakukan ijab kabul di rumah sakit yg disaksikan oleh dokter yg merawat ibu ani dan juga dion.ayah naysha menikahkan anak nya dengan givan, givan menjawab hijabkabul itu sangat lantang diruangan itu.
"sah.
" sah.
sah. ucap saksi yang ada diruangan itu, saat ini givan dan naysha sudah sah menjadi suami istri,givan status nya suda berubah menjadi suami naysha.kebahagian yang terpancar wajah mereka berdua walau mereka menikah tidak sesuai keinginannya, namun mereka bahagia.
Sudah satu hari givan berada dikampung naysha.givan tidak Sangka dia akan menikah secepat ini dengan naysha orang yang disayangi dan dicintainya.givan sungguh bahagia akhir nya dia bisa memiliki naysha sentuh nya.istri nya datang mengagetkan lamunannya.
"ayok... lagi mikirin apa kamu mas. ucap naysha sambil menepuk bahu givan dari arah belakang.
" givan kaget.istri nya tiba-tiba saja datang. sayang kebiasaan ngagetin mas. givan sambil menarik naysha duduk disebelah nya., saat ini mereka duduk kursi tunggu yang berada diluar kamar ibu ani dirawat.
"mas mikir apaan sih, mas merasa terbeban oleh pernikahan kita ini. ucap naysha memandang suaminya.
"kamu kenapa sayang kok mikirnya sampai kesana, mas betul-betul bahagia dengan pernikahan ini sayang.kamu gak usah mikir macam-macam ya,ucap givan menatap istri dengan cinta.
__ADS_1
Kebahagiaan yang dirasakan oleh sepasang suami istri itu terlihat dari raut wajah mereka. Hari hari yg melelahkan bagi mereka berdua. naysha selalu dekat dengan ibu dan menjaga ibunya dia tidak mau jauh dari ibu yang sangat disayangi.hari ini mereka beristirahat dikamar rawat ibu ani.sedangkan pak diman pulang kerumah bersama dion untuk beristirahat.pas malam mereka akan gantian menjaga buk ani dirumah sakit.
...****************...