Kepercayaan

Kepercayaan
Menjalankan hidup seperti biasanya.


__ADS_3

Malam ini keluarga pratama itu berkumpul dengan keluarganya diruangan yang biasa mereka pakai tiap hari untuk berbagi cerita mereka setiap hari.


Hari ini zi duduk disamping alfa sambil mengajarkan kopenakannya itu dalam pelajaran apapun.


"Paman,alfa gak bisa bawain mimik puisi nya kayak mana alfa bisa tampil didepan besok." ucap alfa polos.


" Kamu harus bisa al,kayak mana teman kamu bisa kok kamu udah nyerah,masa kalah sama teman."


"Al pasti bisa paman makanya paman harus bantu alfa, agar alfa bisa bawain intonasi dan mimik nya kayak mana."


"Ayok paman akan mencontohkan nya tapi alfa ingat ya kayak mana membawakan nya.


ucap zi pada alfa, zi mulai memperagakan mimik dan cara penghayatan puisi itu pada alfa saat ini.


Sudah satu jam mereka berlatih puisi itu akhirnya alfa bisa juga,zi senang melihat alfa gembira hari ini di bisa menghapal puisinya dan cara pembawaannya.


"Alhamdulillah paman akhirnya al bisa juga,terimakasih ya paman sudah bantu alfa malam ini."


"Ya sudah kita kekamar yok,paman juga ada tugas selolah,dan kamu alfa sudah bisa tidur sekarang besok kamu sekolah."


"Ayok paman kita masuk kamar."


Zi beranjak pergi ke kamarnya untuk mengerjakan tugas sekolah kerena siaang hari sepulang dari sekolah zi ikut membantu givan diperusahan,karena givan audah berjanji akan hal itu pada zi.


Zi melihat alfa sudah tertidur dengan memeluk bantal gulingnya,zi kembali melanjutkan mengerjakan tugas sekolahnya.


Setelah siap dengan itu semua malam ini zi marasa lapar,zi turun ke lantai bawah untuk mencari cemilan,kerena hari sudah malam tidak mungkin lagi ada orang yang mau memanaskan makanan untuknya.


Sampai didapur ada naysha dan givan yang lagi duduk di meja makan saat ini.


"Zi kamu juga lapar ya,ucap naysha pada zi.. "


"Iya kak,aku habis belajar perutku mintak diisi,apa masih ada makanan yang bisa zi makan malam ini kak?"


"ini kakak bikin mi goreng lebih kamu bisa makan ini saja zi,ucap givan pada zi.


"Ya suda zi makan mi ini saja kak,perut zi sudah keroncongan ni."

__ADS_1


"Makanlah selagi masih panas. "


"Terimakasih kak. "


Zi memakan mi itu dengan diam dia tidak bayak bicara pada sepasang suami-istri itu.


"Zi kamu kenapa kok bayak diam hari ini,ucap naysha.


"Zi tidak kenapa-kenapa kak,zi sudah sangat mengantuk ucap zi diselah makannya.


"zi kalau kamu merasa kecapean kamu gak usah bantu kakak diperusahaan,selesaikan tugas kamu sebagai pelajar terlebih dahulu,kakak gak pernah memaksa kamu untuk bekerja dalam masa pendidikan kamu yang masi sma zi.


"Tidak kak, zi akan tetap membantu kakak diperusahaan karena zi ingin seperti kakak,sedangkan kakak saja bisa mengapa zi tidak.


Kita tidak jauh berbeda kak,dulu kakak masuk ke perusahaan juga seumur zi,jadi zi akan tetap membatu kakak kerena zi ingin belajar tentang dunia bisnis."


"Zi itu beda dulu kakak ditinggalkan oleh kedua orang tua kakak dan mau tak mau kakak harus terjun ke perusahaan karena hanya kakak satu-satunya pewaris dan meneruskan perusaha papa kakak saat itu.


"Betul itu kata kak givan zi kamu sebaiknya lebih pokus belajar dulu baru nantik setelah selesai sma saja kamu ikut bergabung kembali di perusahaan kak givan."


Ucap naysha kasih arahan pada zi saat ini yang masih memakan mi yang dibikin oleh naysha.


"Baiklah kalau itu mau kamu jagoanku,ucap givan pada zi sambil menepuk-nepuk punggung zi.


"Ya sudah abis makan kamu, habis langsung tidur ya zi,kakak duluan naik keatas ya,ucap naysha pada zi.


"Ya kak,Selamat malam kak,ucap zi pada kedua orang itu yang berdiri di depannya.


"Selamat malam juga zi,balas naysha.


"jangan kemalaman tidurnya zi,ucpa givan sambil berlalu dari meja makan itu dan meningalkan zi sediri disana.


Zi melihat kepergian kedua orang yang selama ini mengasih kehidupan baru pada nya,zi sangat bersyukur atas apa yang telah dia dapat di keluarga pratama selama ini sudah membuatnya bahagia.


Tak semua anak panti seberuntung zi,orang yang mengadopsinya sangat baik memperlakukan nya selama ini,semua kasih sayang yang diberikan padanya saat ini,pada zi tak lebih dari anak kandung keluarga ini.


Malam ini zi tidak bisa memejamkan matanya kerena masih ingat kata kakaknya itu,tapi zi tidak mau mendengarkan apa yang dibilang naysha padanya tadi, zi memejamkan mata Lama-kelamaan zi tertidur di ranjang yang selalu membuatnya nyaman disamping alfa.

__ADS_1


Pagi-pagi naysha sudah disibukaan dengan aktivitasnya yang tak pernah bisa ditinggalkannya,pagi ini naysha sudah siap membuat sarapan untuk semua jagoannya yang ada dirumah itu.


Naysha naik keatas untuk membagukan zi dan alfa pagi ini dikamarnya.


"zi bagun nantik kamu kesiangan zi,ini udah jam 6 lewat lo,cepatan zi bagun,teriak naysha sehingga kedua pria yang ada dikamar itu terbangun oleh ulah wanita cantik yang sedang berdiri di samping ranjang nya.


"Bunda pagi-pagi sudah bikin perang di kamar kami,bunda selalu bikin ribut kalau sudah pagi."


"Hai anak nakal Jangan sahutin kata binda sekarang kalian bagun masuk kekamar mandi alfa,bunda mau siapkan pakaian kalian dulu.


Zi dan alfa sama masuk kedalam kamar mandi itu kerena ulah naysha.


Setelah siap dengan menyiapkan kebutuhan pada kedua jagoan nya itu naysha pinda ke kamarnya untuk membagukan suaminya yang masih enak tidur dibawah selimut tebal itu.


Naysha naik keatas perut suaminya itu dan selalu rutinitas pagi yang selalu dilakukan oleh naysha untuk menjahili suaminya.


"Hai sayang ayok bagun,udah siang entar kamu terlambat,ucap naysha sabil menciun bibir suami nya itu.


"Hai kamu selalu menganggu ular yang lagi tidur sayang,ucap givan megeratkan pelukan nya pada pugung istrinya.


"Kamu kalau gak diginiin setiap pagi mas mana mau bagun cepat dan serapan sama-sama dengan kami.


"Tapi aku suka itu sayang,setiap pagi aku selalu mendapatkan jatah untuk peyemagatku hari ini.


"Kamu arahnya selalu seperti itu,ujung-ujungnya aku yang habis oleh kamu mas,repet naysha pada suaminya.


"Aku suka sayang,setiap pagi kamu ngasi asupan buat aku dan ularku bisa selalu sehat.


"Iiis otak meyum kamu itu di buang jauh-jauh mas."


"Kamu selalu menikmatinya sayang,setiap sentuhan dariku,ucap givan mulai mencium bibir manis istrinya itu,dan dilakukan dengan permainan panas ranjang mereka pagi ini.


Naysha selalu menuruti apa yang diinginkan oleh suaminya,seperti itulah keromatisan pagi yang selalu mereka isi dengan candaan dan permainan panas mereka.


...****************...


selalu dukung karyaku ya para pembaca setia novelku.

__ADS_1


jangan lupa komen dan likenya ya.


__ADS_2