Kepercayaan

Kepercayaan
Gak tahan.


__ADS_3

Givan mondar mandir didalam kamarnya sendiri kerena baru beberapa jam berpisah dengan istri, membuat givan gelisah dan tidak tenang sulit baginya untuk memejamkan mata nya,hari sudah semakin malam namun mata nya juga tidak merasa gantuk pikiran selalu pada istri nya. givan bangkit kembali dari tempat tidur untuk keluar dari kamar menujuh kebawah untuk minum kedapur. buk ina yang melihat givan tampak kusut.


"den givan kok blm tidur, ucapan bik Ina.


" mataku belum ngantuk bik.givan duduk dimeja makan.sambil menyabar air minum yang ada dalam ceret.


"apa masih ada yang den givan butuhkan biar bibik ambilkan, tawar bik Ina.


" gak usah bik, aku cuma mau minum aja, bibik kalau udah siap, bibik bisa langsung istirahat, lagian ni udah malam bik. ucap givan.


"den givan tidak menjemput nona naysha,cobalah untuk membujuk nya sekali lagi den, perempuan itu butuh perhatian den. ucap bik Ina berlalu meningalkan givan sendiri.


Givan merenungi kata-kata apa yang diucapkan oleh bikin Ina barusan.


" mengapa gak kepikir olehku untuk membujuk nya sekali lagi, mana tau dia luluh, aku juga gak bisa diam aja disini. ucap givan lebih semagat.


Tak lama givan naik keatas untuk mengambil kunci mobil nya dan pergi menyusul istrinya ke kos saat ini naysha berada sisana. tak berselang 40 menit lebih givan sampai di kos naysha saat ini,namun pas di pintu givan agak ragu untuk mengetuk pintu itu, dia merasa naysha todak akan mau membukakan pintu untuk nya.


" ketuk gak ya, ucap givan ragu-ragu. bagai mana ya, apa dia marah padaku datang kesini lagi.aduhhh bagai mana ini,givan sambil berpikir dia meyandarkan punggungnya dekat pintu, namun tiba-tiba saja pintu itu terbukak,givan yang sedang bersandar langsung amruk terbalik kebelakang,pas dikaki istri nya punggung nya tergeletak.


"buuuuk,bunyi jatuh, seperti itu lah kira-kira bunyi jatuh nya.


" mas,apa yang kamu lakukan, ucap naysha panik melihat suami jatuh tiba-tiba saja pas punggungnya berada di kaki nya. ayok berdiri mas, ucap nya lagi sambil membantu suami nya berdiri.


" mas gapapa malam-malam kesini sih, ucap naysha sedikit marah.


" mas gak bisa tidur tampa kamu sayang, ayoklah kita pulang sayang. bujuk givan kembali.


"malas, ucap naysha


"ayoklah sayang maafkan mas,mas gak tahan lama-lama kayak gini.mas akan lakukan apa saja yang kamu mimtak, ayok lah pliss sayang maafkan mas. ucap givan menghiba kepada istri nya.


" mas janji gak akan mengulangi lagi kejadian yang kayak tadi siang, aku gak mau suamiku bersentuhan dengan wanita manapun,tampa kecuali.ucap naysha tegas.


"baik lah mas janji,asal kamu maafkan mas. ucap givan menatap mata istri nya yang masi marah. sayang udah dong marah nya, jangan kayak gini mas gak sangup kamu diamin mas kayak gini, ucap givan meluk istri nya dari belakang dan melingkarkan tangannya dipigang istri nya.


"mas, aku lapar. ucap naysha kepada suaminya sedikit manja.

__ADS_1


"kamu belum makan? tanya givan, ini sudah malam kamu belum makan sayang.ucap givan lagi.


"belum mas,tadi aku ketiduran sampai malam, jadi aku gak sempat masak.


" baik lah ayok kita cari makanan untuk kamu sayang, tapi ada syaratnya.


"kok pakek syarat si mas,sebegitu nya kamu sama istri sendiri mas, gerutunya naysha pada suami nya.


"harus sayang,kalau gak kamu bakal mau mas ajak kembali pulang keruamah.


"baiklah aku akan pulang mas.ayok mas aku udah kelaparan,ucap naysha manja.


"ya udah, mari tuan putriku, ucap givan membawa istri.


"tunggu mas,aku tutup dulu pintu nya.naysa langsung menutup pintu.


Givan dan naysha mencari tempat makan, givan tahu selera istri nya tidak akan mau diajak makan ditempat elit,malam ini givan mencari makan kedai pinggir jalan saja.


"mas kita makan disitu aja, ucap naysha menunjuk arah pecal lele yang ada dipinggir jalan, givan langsung membelokan mobil nya kerena permintaan istri nya hendak makan dipecah lele tersebut, givan tidak bisa membantah keinginan istri nya itu.dia takut istri akan marah lagi pada nya.


" baik lah, ayok turun ucap givan langsung turun dari mobil dan membukanya pintu mobil untuk istri nya.


Givan mengandeng istri masuk kedalam kedai dan memesan apa yang mau dimakan istri nya.


"mas aku mau makan Bebek goreng sama pakek tahu bacem, ucapnya kepada suami nya


" baiklah mas pesan dulu, givan pergi memesan apa yang mau diinginkan istri nya itu.


Naysha memandang kearah jalan sambil memperhatikan ada anak yang berdiri di pinggir jalan,anak itu termenung seperti ada yang dipikirkan anak itu, naysha bangkit dari duduk nya menghampiri anak itu.


"dek kamu lagi apa disini,gak baik kamu berdiri disitu dek, ucap naysha kepada anak itu.kamu lagi menunggu siapa dek? tanya naysha lagi.


"aku gak nunggu siapa-siapa kak ucap nak itu.


" trus kamu gapa berdiri disini sendirian, ini sudah malam dek kamu sendiri disini, kamu tingal dimana? tanya naysha lagi.


"aku tingal di gang sebelah ruko itu kak, ucap anak itu menujukan gang yang dimaksud nya. "kakak tegok kamu memikirkan sesuatu, boleh kakak tau?ucap naysha seyum pada gadis kecil,( mungkin berumur 8 tahun dari pandangan author ya)

__ADS_1


"kakak ibuku lagi sakit saat ini, aku gak punya duit untuk beli obat, ucap anak itu sedih, sekarang adekku masih kecil belum makan dirumah kak, gadis kecil itu menagis sambil megusap air mata nya yang jatuh di pipinya.


"Ayah kamu kemana dek,tanya naysha lagi memandang anak itu dengan raut sedih.


"ayahku udah meningal satu tahun yang lalu kak, ucap gadis kecil itu lagi.


"jadi selama ini siapa yang kerja untuk membiayai kehidupan kamu dan adekmu.ucap naysha


" selama ini ibu yang cari makan untuk kami kak dengan kerja cuci dan gosok dirumah tetangga kak. jawab gadis itu.


Ya Allah kasihan nasibmu dek sekecil ini kamu udah memikirkan beban yang seharusnya tangung orang tua, naysha berkata dalam hati.


"adek mau ikut kakak kita makan disana sama kakak dan suami, ucapnya lagi.ayok kita


kesana, ucap naysha membawa anak itu dimana givan berdiri saat ini agak dekat dengan meraka berdua.


Givan hanya memandang istri nya dia gak menyakah istri nya perhatian kepada anak itu, givan tidak bisa berkata bayak givan paham apa keinginan istri nya saat ini, givan harus bisa mendukung istri nya berbuat baik dan menolong yang lagi kesusahan seperti yang dirasakan oleh gadis kecil itu saat ini.


Givan dan naysha duduk kembali di mana dia duduk membawa anak itu bersama mereka.


" Adek mau makan apa?ucap givan.


"Apa saja kak, jawab gadis itu.tapi kak aku gak mau makan disini,biar aku makan dirumah saja kak, saat ini adek ku juga lapar dari pagi dia belum makan.jelas gadis itu.


Givan termenung mendengar ucapan gadis itu,selama ini dia tidak terlalu memperhatikan kehidupan orang yang ada disekelingnya kurang dari kata mampu seperti dari yang duduk disebelah nya.


"Kalau kakak boleh tau nama adak siapa? ucap naysha.


"namaku zafira kak.


"cantik namanya secantik orang nya ucap naysha kehibur gadis itu.


"ya udah kita makan dulu disini nantik kita bungkus buat adek dan ibukmu. sekarang makanan nya udah ada dimeja kita makan dulu,tak baik lo kalau makan gak dimakan. ucap naysha terseyum kepada gadis itu. nantik abis makan kakak antar zafira pulang sama kakak yang ada disebelah zafira.


"baik lah kak.jawab gadis itu.


Givan menatap istri nya bisa denagan akrab dengan anak yang baru dijumpainya itu.mereka makan diam tampa ada pembicaraan lagi anataraereka bertiga, givan memperhatikan gadis kecil itu makan sangat lahap.givan merasa kasihan pada gadis itu, tak sengaja air mata nya turun tampa segaja,givan langsung menunduk kan kepalanya agar istri nya tidak melihat.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2