
Tiga hari givan bersenang-senang dengan keluarga kecil nya,hari ini givan akan kembali lagi ke villa nya.
Givan senang sudah bisa membawa keluarga tercintanya berlibur bersama nya dan sudah menghabisi waktu bersama anak dan istri nya
"Sayang bagun ucap givan yang sudah bagun dari tidur nya
"Mas kamu kok udah bagun sepagi ini,ucap pada naysha dengan suara serak bagun tidur nya.
"Kita akan kembali ke villa pagi ini sayang,kamu cepat bersiap diri kamu abis itu kamu bangunkan anak- anak untuk bersiap kembali ke villa lagi.
"Baik lah aku mandi dahulu ya mas,ucap naysha berlalu meninggalkan suami nya lagi duduk diranjang.
Setelah siap naysha dengan semua ritual mandi nya,naysha sudah tampak cantik kembali setelah berdandan seperti biasa nya.
Naysha menuju kamar di sebelah penginapan nya dimana zi dan alfa sedang tidur nyenyak pagi ini.
" Zi bagun,ayok bangun kita akan kembali secepatnya ke villa,nantik kita gak bisa keluar dari pulau ini kerena cuaca kurang bagus zi.
"Kakak ucap zi,baik lah kak aku akan membersihkan diri dahulu ya,alfa bagun paman mau mandi kita akan pulang kevilla, kita mandi dulu yok,ucap zi pada keponakan nya itu.
Tak lama semuanya sudah siap dikemas oleh naysha,barang-barang keperluan zi dan alfa sudah dikemas lagi oleh naysha agar tidak ada ketinggalan di penginapan itu.
Givan sudah siap menunggu angota keluarga nya untuk menuju kapal yang akan membawa mereka keluar dari pulau itu.
Sampai didermanga givan langsung menuju mobil nya dipakir di dermaga itu,dalam perjalanan ke villa givan tak hentinya terseyum mendegar celoteh alfa saat ini bersama zi.
" Paman zi nantik kalau alfa sudah besar mau seperti ayah,alfa akan duduk dikursi kebangaan ayah itu.
"Emangnya alfa bisa,ujar zi pada bocah imut itu.
"Bisalah paman zi,kan alfa belajar dulu dan sekolah tinggi dulu baru bisa seperti ayah.
Baiklah paman akan mengajar kamu natik, kita harus sagat, kita berdua harus berjuang alfa untuk menjadi lebih kuat dari tuan givan pratama itu, bisik zi pada alfa namun masih terdengar oleh givan dan naysha yang ada didepan bangku kemudian bersama suaminya.
"Iya Paman kita harus kompak untuk mengambil jabatan tuan itu,agar dia tidak bisa berkuasa lagi didunia bisnis,para pegawai nya tidak takut lagi sama dia.ujar alfa dengan kelucuan nya itu.
__ADS_1
" Memang nya kamu bisa nyalakan ayah alfa, ucap givan sabil mengemudikan mobil nya.
"Bisalah lah ayah nantik alfa akan belajar mati-matian untuk mendapatkan jabatan tuan sangar itu yang selalu di takuti oleh semuah karyawan nya.
"Emang alfa nantik menjadi seorang boss, kepemimpinan alfa kayak mana?tanya givan ke alfa.
"Alfa gak mau seperti ayah, alfa akan ramah pada karyawan agar karyawan alfa lebih nyaman kerja sama alfa.ucap bocah kecil itu jujur.
"Oooh gitu ya,tak masalah ayah akan tunggu saat nak,ucap givan terseyum pada alfa dengan semgat anak nya membuat givan bangga,dia yakin suatu saat nanti kedua jagoan ini akan menjadi orang yang sangat sukses dalam mengantikan dia kelak apabila sudah dewasa.
Tak lama mobil yang dibawah oleh givan sudah sampai di depan villa,mereka semua turun dari mobil,givan menurun kan barang dan dibantu oleh zi.
Naysha masuk terlebih dahulu dengan alfa kedalam,sampai didalam dion lagi asik berkutat dengan leptop nya saat ini tidak meyadari naysha masuk dan berdiri tak jauh dari nya.
"Hai paman dion,sapa alfa pada dion yang lagi serius dalam mengerjakan kerjannya.
" Hai jagoan kamu sudah kembali,bagai mana liburannya keponakan paman? tanya dion pada alfa.
"Pasti seru lah paman,alfa dan paman zi menghabiskan waktu bermain dipantai dengan puas,semgat bocah itu bercerita pada dion.
"Boleh juga itu paman alfa akan tunggu paman kapan bisa,tantangan alfa pada dion.
" Baik lah paman akan usahakan untuk pergi dengan kamu alfa.ujar dion terseyum pada alfa dengan tingkah anak kecil itu
"Alfa ayok ganti pakaian dulu baru natik kamu bisa cerita sama paman dion,paman dion lagi kerja,jangan ganggu paman dion, ucap naysha melarang alfa tidak menganggu dion bekerja.
Boca kecil itu mengikuti bunda nya masuk kedalam untuk mengganti pakaian nya,alfa beristirahat dalam kamar nya di temani oleh zi,mereka berdua asik bermain game untuk mengisi kejenuhan nya kalau sudah berada lama dalam ruangan itu.
"Alfa kamu lapar gak,paman lapar ni kita cari makan didapur yok nama tau bunda kamu sudah masak,ajak zi pada alfa.
"Ayok paman kita turun,gak enak main dengan perut lapar ya,ujar alfa polos.
"Jadi kamu nahan lapar juga dari tadi kok gak bilang sama paman.icap zi pada keponakan nya itu.
Mereka berdua turun kebawah untuk mencari makanan didapur untuk mengisi perut nya yang merasa sudah kosong itu.
__ADS_1
Naysha tau kedua pria tampan itu kalau sudah masuk dapur pasti akan bikin keributan,naysha menhampiri kedua jagoan nya itu.
Pasti kalian lapar ya,ucap naysha terseyum pada mereka.
"Kakak pasti mengerti cepat tentang keinginan kami berdua,ujar zi.
"Kamu duduk dahulu alfa disini bunda akan menyiapkan hidangan untuk kalian berdua.
"Kakak masak apa siang ini? tanya zi pada kakak nya itu
"Siang ini kita menu biasa aja,kita makan dengan sambal Ulek terasi dan ikan bakar dan ditemanin dengan sayur lalap aja hari ini
" Pasti enak kak zi sudah tak sabar ingin mencobanya kak.
"Ini piring nya alfa dan buat kamu zi silakan makan sepuasnya ini kakak segaja asak kesukaan kamu berdua hari ini.
"Kakak givan kemana dia kak?ucap zi sambil meluap nasinya ke dalam mulut nya.
"Kata nya keluar sebentar sama kak dion,kakak juga gak tahu mereka berdua kemana.
"Aku gak kemana-mana sayang,ucap givan tiba-tiba saja menyahut kata naysha dari belakang.
"Kamu sudah pulang mas,mana mas dion biar sekalian makan siang bersama.
"Kami sudah makan diluar bersama teman lama ngajak bertemu tadi,jadi mas gak enak nolak ajakan nya.
Ya sudah mas mau bersikan badan dahulu,kamu siapkan pakaian ganti untuk mas sayang,ajak givan kepada istri nya untuk mengikuti nya.
" Zi kamu makan aja dulu berdua disini ya,kakak akan menyiapkan keperluan tuan itu dulu ya,ucap naysha menujukan suami nya yang sedang menunggu nya.
"Baik lah kak,pergilah urus tuan itu dulu kalau gak akan kacau seisi villa ini natik kak mendengar repet nya.
Givan hanya terseyum mendegar zi berbicara seperti itu, karena apa yang dikatakan zi itu benar adanya.givan sungguh senang kerena zi selalu memahami nya,walau umur nya masih 12 tahun tapi tingkah nya sudah seperti orang dewasa.
...****************...
__ADS_1