
Pagi di hutan surgawai terihat 5 orang sedang melakukan pemanasan untuk memulai olahraganya pagi ini xiao lu memimpin mereka melakukan senam pemanasan sebelum melanjutakan olahraga yang lebih berat tentunya.
Matahari sudah mulai meninggikan tempatnya menandakan hari sudah beranjak siang. " Hari ini cukup sampai di sini kita lanjutkan besok dan bersiaplah kalian kita akan ke pasar kota hari ini ucap xiao lu"
"Baik "sahut mereka serempak.
" yeyyy chang akhirnya kita akan ke kota, aku akan meminta jie jie lu'er membelikan ku tanghulu " ucap lu cheng senang.
" terserah kau saja, aku lebih penasaran apa yang akan di lakukan jie jie di kota " sahut lu chang berjalan menuju kamarnya untuk bersiap di susul yang lainnya.
1 jam bersiap mereka berkumpul di aula untuk menunggu xiao lu selesai berkemas.
"Kalian jagalah hutan ini, jangan sampai ada yang memasukinya aku dan yang lainnya akan pergi kekota jagalah kediamanku dengan baik" ucap xiao lu melalaui telepatinya.
" Baik nona kami akan jaga sebaik baiknya" ucap raja singa..
Rombongan xiao lu yang sudah siap pun berjalan beriringan keluar menuju desa terdekat untuk membeli kereta kuda yang akan mereka gunakan menuju kota.
Setelah lama berjalan akhirnya ia mencapai pasar desa.
" Kalian tunggulah disini biar aku yang mencari kereta tersebut " ucap ken
"Baiklah " sahut xiao lu.
"Jie jie aku akan pergi ketoko itu dulu kalian tunggulah disini, jika kita semua pergi aku takut gege akan sulit menemukan kita nantinya "ucap xiao lu.
Mereka hanya mengangguk tanda mengerti dan hanya menatap xiao lu pergi ke toko perhiasan yang di sambut hangat pemilik toko.
"Selamat datang nona " kata pemilik toko
Yang hanya mendapat anggukan dari xiao lu.
"Kebetulan sekali anda mampir toko kami baru saja kedatangan koleksi barang baru, mari ikuti aku untuk melihatnya " ucap pemilik toko.
Mereka menuju sebuah lemari yang terlihat banyak tusuk konde gelang dan kalung giok. matanya tertuju pada sepasang tusuk konde berwarna hijau keemasan berukiran kuncup lotus yang dililit oleh naga dan terdapat mahkota pada ukiran naga tersebut dan di hiasi batu permata pada mahkotanya sedangkan tusuk konde satunya lagi berukir bunga lotus yang sedang mekar dan di tengah bunga tersebut terdapat seekor naga yang sedang bersantai dan memiliki mahkota yag sama.
Melihat itu ia bergitu tertarik dan mendekati tusuk konde tersebut. " Anda memiliki pandangan yang bagus nona, tusuk konde itu melambangkan cinta sejati seorang penguasa pada rakyat dan tusuk konde ini hanya ada satu di kerajaan wei ini. " Jelas pemilik toko.
__ADS_1
Ia hanya mengangguk mendengarkan penjelasan pemilik toko ini .
" Tusuk konde itu bukan tusuk konde biasa dia salah satu benda pusaka dewa dewi "jelas fox. Dan ini hanya xiao lu yang mendengar.
Mengetahui bukan tusuk konde biasa xiao lu semakin antusias memilikinya. " Baiklah aku ambil sepasang tusuk konde ini, sepasang gelak giok, sepasang kalung giok ini dan satu cicin permata ini berapa semuanya" ucap xiao lu
"Semuanya 50 koin emas dan 50 tel perak" sahut pemilik toko tersebut
"Ambil ini ( melemparkan kantong berisi koin emas) di dalamnya ada 60 koin emas sisanya amabilah untuk mu sebagai ucapan trima kasihku karena melayani ku dengan baik "ucap xiao lu
Terima kasih nona sahut pemilik toko ia tidak menyangka akan bertemu seorang pembeli yang begitu dermawan. Meski dia pedagang di desa ini tetap saja bukanlah seorang yang berada karena desa ini hanya desa terpencil dari kerajaan wei yang tidak di perhatikan oleh pemerintahan kerajaan.
Xiao lu berjalan menghampiri rombongannya ia melihat ken sudah mendapatkan kereta kuda." Jie jie disini" ucap lu cheng dengan melambaikan tangannya
Melihat itu xiao lu tersenyum senang pasalnya lu cheng memang sosok periang, ramah dan suka membantu xiao lu dalam berbagai hal berbeda dengan lu chang ia sedikit pendiam dan dingin kehangatannya hanya akan muncul pada orang yang di sayanginya.
"Ini ambilah "ucap xiao lu menyerahkan sepasang gelang giok berwarna hijau dengan garis ke emasan kepada lu cheng dan lu chang
"Ini sangat indah jie jie" ucap pria kecil tersebut lalu memeluk xiao lu. " Terima kasih jie jie" ucap lu chang dengan nada sedih
Melihat itu xiao lu mengerutkan keningnya yang tak mengerti dengan perubahan lu chang " apakah kau tak menyukainya chang ? " Tanya xiao lu
"Lupakan sedarah atau tidak kau tetaplah adik ku yang kusayangi dan ku lindungi" ucap xiao lu dan memeluk chang
"Jie jie aku juga ingin di peluk" ucap lu cheng dengan nada yang manja melihat itu xiao lu gemas melihat pria kecilnya dan langsung memeluk keduanya dengan erat.
"Gege jeje ambilah ini "ucap xiao lu memberikan cicin permata pada hua dan kalung giok kepada ken.
Melihat lu'ernya tidak membedakan mereka ken dan hua bergabung memeluk xiao lu. " Terimah kasih luer untuk mengangap kami keluarga mu, kami menemukan kehangatan keluarga bersama mu meski di dunia ini kami tak memiliki siapa pun lagi " ucap ken
Dan lan hua hanya menangis.
"Tidak perlu berterima kasih kalian adalah keluarga ku, apapun yang membuat kalian bahagia akan ku lakukan. Justru aku akan lebih bersalah jika aku mampu membuat kalian bahagia tapi tidak melakukan apapun untuk kalian" sahut xiao lu.
"Apa masih lama drama keluarga yang mengharukan ini "ucap fox sinis
"Paman kau menggangu suasana haru ku saja "ucap cheng tak senang.
__ADS_1
Perjalanan ke kota masih jauh apakah kalian lupa ucap fox.
"Ambillah ini ."ucap xiao lu memberikan kalung giok berwarna putih dengan garis perak dan kemerahan, warna yang dipilih xiao lu menandakan ciri khas rubat tersebut. Fox memiliki mata merah rambut perak dan kulit seputih susu saesuai dengan warna giok yang di pilih xiao lu padanya.
"Tidak, aku mau kau memakaikannya untukku" ucap fox merajuk.
Xiao lu tahu betul kalau saat ini fox tengah merajuk padanya karena ia tidak di dulukan "bagaimana sudah setua ini masih saja gemar merajuk dan tidak mengalah" gumam xiao lu dan memakaikan kalung tersebut.
"Dasar paman manja" sindir cheng.
"Biar saja, bilang saja kau iri padaku anak tenggik " sahut fox
"Tidak cheng tidak iri pada paman, cheng sudah besar dan bisa melakukannya sendiri tidak seperti paman tua saja tapi manja "sahut cheng tidak terima perkataan fox
"Hei bocah tenggik... "Ucapan fox di potong oleh xiao lu.
"Sudah hentikan dari pada ribut bagaimana kalau kita melanjutkan perjalanan saja " ucap xiao lu. Yang hanya mendapat anggukan dati yang lain.
Sepanjang perjalan xiao lu melalui setiap desa ia melihat begitu banyak pengemis, anak anak terlantar dan rakyat yang begitu miskin bahkan jauh dari kata sejahtera melihat itu hati xiao lu begitu iba kepadanya. Ia tahu betul masalah ini tidak akan selesai dengan hanya membatu bahan pokok dan santuanan uang setiap bulannya. Pada saat ini hanya berfikir apa yang akan ia lakukan untuk membatunya agar rakyat hidup dengan sejahtera.
Setengah hari melakukan perjalanan xiao lu dan rombongannya sampai di kota, ken dan hua tak menyangka mereka akan kembali melihat keadaan kota ini. Sedangkan cheng dan chang hanya terpana dengan keindahan kota yang berbeda jauh dari kerajaan shi dan tang, di daratan ini kerajaan wei lah yang paling berkuasa dan berjaya diantara kerajaan lainnya. Fox yang tidak perduli akan kota baginya semua tiada berarti jika tak ada xiao lu. Tuan yang begitu memanjakannya dan menyayanginya itulah satu satunya baginya meski ia di hadapi pada pilihan kemewahan, tahta dan xiao lu. Pilihannya tetap xiao lu.
"Sebaiknya kita mencari restoran dulu untuk mengisi perut kita" ucap xiao lu.
Ken yang menjadi kusir kuda ia membawa keretanya ke salah satu restoran yang termewah di kota tersebut tapi ken yakin kalau masakan lu'ernya yang terenak di daratan ini.
"Selamat datang di restoran feng yu" ucap pelayan itu
"Berikan kamu satu ruangan VIV "ucap xiao lu.
"Mari ikuti saya nona muda dan tuan muda" ucap pelayan
Melihat kedatangan mereka orang mulai berbisik " lihatlah siapa mereka, sepertinya bukan dari kerajaaan ini " ucap tamu A
"Sepertinya kau benar lihatlah gadis yang menggendong rubah itu sepertinya ia sangat cantik meski di tutupi oleh cadarnya" ucap tamu B
Meraka juga seperti bukan orang sembarangan lihat saja pakaian mereka dari sutra kualitas tinggi hanya saja model hangfunya mereka begitu berbeda dan cantik. Ucap tamu B
__ADS_1
Di sudut ruangan beberapa orang gadis bangsawan menatap mereka tidak suka bagaiman bisa ada yang menandingi cantik dan pakaian mereka. " An Yu cepat cari tahu siapa mereka " ucap putri xiao lan anak dari selir Ruo
"Baik putri " ucap pengawal bayangannya lalu menghilang.