Kerajaan Modern Di Masa Lalu

Kerajaan Modern Di Masa Lalu
Penyegel jiwa


__ADS_3

" Dewiku.... " Teriak Airen li yang melihat Xiao lu datang ke hutan kehidupan tepatnya tempat tinggalnya saat ini.


Xiao lu tersenyum melihat antusias para keuarga Airen yang menyambutnya dengan hangat. Mendengar terikan Airen li sebelas orang dari mereka berhamburan keluar dan berlari memeluk Xiao lu.


" Apa ada yang terjadi dewi, tanpaknya kau kurusan sekarang " tanya Airen Za.


" Kau ini biarkan dulu dewi masuk, apa kau akan membiarkannya berdiri terus di depan pintu " gerutu Airen Li lalu menarik tangan Xiao lu untuk masuk dan duduk.


" Heii apa kalian mengangapku tidak ada mahluk kecil " teriak fox yang berada di belakang Xiao lu tapi tidak di anggap.


"Cih rubah seperti mu tinggal di atas pohon pun tak apa " sahut Airen Za sinis


" Huh dasar kacang lupa kulitnya " sindir fox kembali.


" Cukup. Aku datang bukan ingin melihat pertengkaran kalian tapi ada hal yang ingin ku tanyakan pada kalian " ucap Xiao lu melerai mereka.


" Maafkan aku dewi " ucap Airen Za dengan cepat.


" Tak apa, Li dan Za ikutlah keruangan ku " ucap Xiao lu lalu berjalan ke ruangan yang dibangun khusus untuknya.


Saat ini mereka tengah duduk di kursi dan sebuah meja berempat.


" Katakan saja dewi apa yang mengganggu mu " ucap Airen li kwatir


" Li belakangan ini aku terus bermimpi buruk ada seorang wanita yang datang meminta tolong kepadaku tapi aku melihat sosok itu sebagai permaisuri kerajaan Wei tak lain adalah ibuku tapi saat ini aku memgetahui jika ibuku baik baik saja" jelas Xiao lu.


" Maafkan aku dewi " ucap Airen li lalu mengambil tangan dari Xiao lu dan meletakan tangannya tepat di atas tangan Xiao lu dan menyalurkan sihir di dalamnya


Tak lama Airen li melihat semua mimpi buruk Xiao lu dan ia mendapati jawaban yang menggangu Dewinya.


" Penyegel jiwa " ucap Airen li


" Penyegel jiwa " tanya Xiao lu tak mengerti


" Ia dewi, jiwa yang menempati tubuh permaisuri saat ini bukanlah permaisuri sebenarnya " jelas Airen li


" Lalu siapa ?" Tanya Xiao lu kembali.


" Tentu saja sejenis iblis namun ini di kendalikan orang lain " jelas Airen li kembali.


" Apakah ada cara untuk menolongnya " tanya Xiao lu

__ADS_1


" Ada dewi kita harus menghancurkan segel itu sendiri " ucap Airen li.


" Katakan padaku dimana tempat ibuku di segel " tanya Xiao lu.


" Tentu saja tempat di tempat yang paling aman " sahut Airen li.


" Di ruangan Ayahku " ucap Xiao lu tiba - tiba.


" Kau cerdas lulu" ucap fox


" Apakah Ayahku yang melakukannya " tanya Xiao lu dan tidak menanggapi ucapan fox yang memujinya.


" Tentu bukan " sahut Airen li


" Orang lain yang melakukannya tentu saja orang itu memiliki ilmu tinggi dan kebanyakan orang ilmu hitam yang bisa menguasai ilmu ini. Lagi pula kejadian ini sudah sangat lama dan untuk menguasi tubuh orang yang di segel jiwanya tidaklah mudah sampai benar - benar jiwa itu merasa putus asa lalu tubuhnya benar benar bisa di kuasai. " Jelas Airen li.


" Apa yang menyebabkan ibuku putus asa, apakah kematian jie - jie ku " tanya Xiao lu kembali.


" Aku rasa tidak hanya itu " ucap Airen li


" Mungkinkah karena meninggalnya pemilik tubuh ini. Jika memang benar aku rasa permaisuri Wei mengetahui kondisi akhir dari pemilik tubuh ini. Di hukum cambuk lalu di asingkan ke hutan dan di kirimkan orang pembunuh bayaran. Dengan hukum cambuk saja sudah merenggut jiwa pemilik tubuh ini apa lagi dengan pembunuh bayaran tersebut " pikir Xiao lu.


" Tapi dewi untuk menyelamatkan permaisuri itu sendiri kita harus membawa permaisuri kemari untuk menghancurkan segel jiwa dan iblis itu bersamaan " jelas Airen li.


" Tentu saja segel itu berada di bawah tanaman kesayangan yang mulia kaisar wei, karena itu tidak ada yang berani menyentuhnya " jelas Airen li.


" Za tunjukkan kekuatanmu " ucap Airen li


Airen Za bergegas lalu memgambil air ke dalam baskom dan membawa keruangan Xiao lu dan meletakkannya di atas meja lalu memberikan ilmu sihir. Tak lama terlihatlah kediaman dari kaisar wei itu sendiri.


"Tunjukkan padaku tanaman kesayangan Kaisar wei " ucap Airen Za lalu terlihatlah sebuah pohon kaktus kerdil di meja kerja kaisar wei.


" Aku akan pergi bersama fox nanti malam untuk menculik permaisuri wei dan tanaman itu " ucap Xiao lu sepontan.


"Eh... Tubuh ini begitu ingin sekali menolong permaisuri Wei apa karena ini ia tidak dendam kepada orang tuanya " fikir Xiao lu.


" Baiklah aku akan menolong ibumu sebagai tanda terima kasihku atas tumpangan tubuhmu dan akan ku pastikan membalaskan orang yang membuat ibumu menderita seperti ini " guman Xiao lu geram.


Jika saja permaisuri wei tidak di segel jiwanya. Xiao lu akan hidup dalam keadaan baik baik saja sampai sekarang tapi takdir berkata lain hingga aku di kirim ke masa ini.


" Apakah kau tidak tahu siapa yang melakukannya ? " Tanya Xiao lu

__ADS_1


" Ini tidak bisa sekarang dewi tapi orang dalam kerajaan Wei juga bersekongkol untuk melakukannya " jelas Airen li.


" Baiklah jika kau tidak mau mengatakan siapa pelakunya maka aku akan mencari tahu sendiri " ucap Xiao lu


" Maafkan aku dewi, masalah ini kau sendirilah yang harus mencari tahu karena semua ini berkaitan denganmu " batin Airen li.


" fox ayo kembali dan menyiapkan segalanya " ucap Xiao lu.


" Airen Za tolong kau pantau terus kerajaan Wei setelah aku menculik permaisuri aku tidak ingin siapapun menggantikan posisi permaisuri wei " ucap Xiao lu kembali kepada Za


" baiklah dewi " sahut Airen Za.


.:- Kerajaan Wei


karena kesal pagi pagi sekali bahkan mata hari belum terbit ia pergi bersama orang kepercayaannya untuk mempertanyakan tentang pernikahan Xiao lan bersama putra mahkota shi Tianzhi, yah kabar pernikahan yang akan di lakukan oleh kaisar shi sangatlah mengesalkan buat selir Rou belum lagi kaisar tua yang tak tahu diri mencari istri lagi. " berani beraninya kalian semua " teriak selir Rou tiba - tiba mengejutkan semua orang yang berada di dekatnya. tapi selir Rou tidak akan menyadari apa yang terjadi di sekitarnya kali ini ia tengah larut dalam kekesalannya.


" saat tiba di kota kerajaan Shi mampirlah di rumah bordir " ucap Selir Rou


" tapi nyonya...." kata kata abdi Selir Rou terpotong.


" tidak apa tidak akan ada yang tahu, kita tidak berada di kerajaan wei lagi pula aku ingin menikmati sesuatu yang baru dan muda " ucap selir Rou


" toh ini juga bukan yang pertama kalinya " pikir selir Rou.


ia sudah sering kali mengkhianati Kaisar Wei untuk mencapai tujuannya ia tak akan sungkan menawarkan tubuhnya sebagai imbalannya.


sesuai yang di inginkan selir Rou kini ia sudah sampai di rumah bordir dan akan menemui kaisar shi nanti malam untuk menagih janji bahkan ia sudah berencana licik jika kaisar shi mengingkari janjinya.


Di sisi lain Xiao lu dan Fox bersiap siap dan bergegas untuk pergi. " kita cukup membelah hutan surgawi dan sampai bukan " ucap Xiao lu


" ia benar lulu " sahut Fox


" baiklah aku akan melihat saudaraku dan membawakannya beberapa makanan " ucapnya senang.


" apakah kau merindukan mereka ?" tanya Fox


" tentu " jawabnya singkat.


" apakah aku juga akan kau rindukan jika aku jauh " tanya fox kembali. mendengar pertanyaan itu Xiao lu menoleh kearah fox lalu menatapnya penuh tanya dan kening cantik itu mengkerut saat mendapati jawaban di mata FoX


" tentu aku akan merindukan kau dan semuanya saat kalian jauh dariku. dari semua yang ku miliki sekarang kalian adalah harta berhargaku " ucap Xiao lu tentu saja mendengar itu Fox senang dan semangat

__ADS_1


" ayo pergi " ucap Fox


__ADS_2