
Sekolah kerajaan baru xiao lu
Cheng yang sedang mengajari anak - anak dan para remaja merasa aktivitasnya terganggu. Karena ada beberapa orang datang bersama Long untuk memasang lampu di tempatnya bahkan di jalanan juga tak hanya itu ia melihat beberapa lampion di pasang di sudut jalan.
" Apakah akan ada perayaan ?" Tanya cheng pada Long
" Tidak ada " sahutnya singkat
" Lalu mengapa ada lampion dan lampu di pasang di jalanan juga ?" Tanyanya kembali
" Tidak tahu " sahutnya singkat
Cheng mulai emosi mendapatkan jawaban singkat dari long. Long memang memiliki kepribadian sangat dingin, sedikit bicara, sedikit perduli, pokoknya sedikit sedikit aja.
"Huh dasar Naga es " gerutu cheng
" Tidak mungkin jie jie melakukan perayaan di saat kita semua akan pergi ke hutan surgawi " ucap chang
" Kau betul gege, tidak mungkin jie jie melakukan itu tapi... " Ucap cheng ragu
Tak heran jika cheng menganggap akan ada perayaan di sini. jalanan yang beri lampu sebagi penerangan dan ada beberapa lampion. Biasanya di kerajaan manapun akan mengadakan perayaan berbeda dengan xiao lu melakukannya hanya untuk memperindah kerajaannya.
" Tapi apa ? " Tanya chang kembali penuh selidik
" Tak bisakah kita tinggal di sini malam ini, aku sangat ingin melihatnya malam nanti " ucap cheng.
" Tidak bisa " sahut long tiba tiba.
" Aku tidak bertanya padamu Naga es " ucap cheng kesal karena mematahkan semangatnya.
" Kau bisa tanyakan itu nanti pada jie jie, ayo kita lanjutkan tugas kita dan menentukan sesorang untuk menggantikan tugas kita sebagai pengajar di sini nanti " ucap chang datar
"Baiklah " sahut cheng.
Setelah seharian memperindah istana dan seluruh kerajaannya. Ia memilih bersantai di kursi singgasananya yang berlapiskan emas untuk melepaskan lelahnya di temani dengan es cream rasa stroberry bersama fox.
" Pemandangan malam kerajaan ini akan sangat indah setelah kau menghiasnya dengan lampu di setiap sudutnya, apa kau akan menikmatinya seorang diri ?" ucap fox
" Apa maksudmu? " Tanya xiao lu yang tidak mengerti arah pembicaraan fox. Tidak mungkin baginya akn tinggal disini tanpa saudara saudaranya, bahkan kerajaan ini ia buat untuk melindungi dan membahagiakan mereka juga.
" kau ini, mereka akan pergi ke hutan surgawi untuk berkultivasi sore ini bukan? Tapi kau memasang lampu dan lampion di setiap sudut kota dan perdesaan mereka akan mengira kau membuat perayaan malam ini tanpa mereka " jelas Fox
__ADS_1
Deg.... Jantung xiao lu berdetak kencang, ia merasa saudaranya akan salah paham atas apa yang di buatnya hari ini. Ia bahkan bisa melupakan jika menghias kerajaan akan pertanda ada perayaan.
"Huh... Mengapa tak terfikir olehku, bisa jadi rakyat juga memikirkan hal yang sama bukan " ucap xiao lu binggung.
" Kau benar, mereka begitu antusias menyambutnya bahkan ada beberapa dari mereka sudah membuat makanan untuk di nikmati malam ini " sahut fox
" Dari mana kau tahu? " Tanya xiao lu
" Dari Gold yang bertugas menasang lampu di perdesaan, bahkan rakyat menanyakan padanya apa ada perayaan ? Ucap Fox
" Lalu apa jawaban Gold? " Tanya xiao lu
" Ia hanya mengiyakan dan bilang ini perayaan kembalinya Ratu ke kerajaan ini " sahut fox
" Haishhh kenapa jadi begini " keluh xiao lu.
" Tunda saja kepergian saudaramu besok pagi, bagaimana jika kita merayakan kepulanganmu bersama rakyatmu. Bahkan mereka sangat penasaraan pada Ratu mereka " ucap fox santai.
" Sepertinya begitu dan solusi satu satunya " ucap xiao lu
" Fox pergilah kebagian dapur temui jie jie hua, untuk mempersiapkan BBQ dan beberapa hidangan tambahan yang akan kita makan bersama malam ini " pinta xiao lu lalu beranjak menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
" Apa yang kau pasang ini? " Tanya feng An
" Tuan long bilang ini adalah lampu penerengan pengganti obor " ucap salah satu rakyat bertugas.
" Ini sedikit aneh bagaiman bisa benda bulat ini bisa mengeluarkan api untuk menerangi " pikir Feng An yang tak mengerti
"Kau bahkan memasang lampion, apa ada perayaan malam ini ? " Tanya feng An kembali.
" Aku tidak tahu, tapi dari yang kudengar Ratu dari kerajaan ini sudah kembali. Bisa saja ia akan merayakan kembalinya" sahutnya
" Benarkah Ratu sudah kembali? Tanya Feng An memastikan.
" Begitulah " sahutnya kembali
Kabar ini sangat membahagiakan baginya ia sangat berharap jika Ratu dari kerajaan ini mau membantunya membebaskan istri dan anaknya seperti yang di katakan Nona muda itu beberapa hari yang lalu.
Lu cheng yang baru kembali berlari memasukki istana dan menanyai bebeapa pelayan dan penjaga dimana jie jienya berada. Sore ini ia akan meminta untuk tinggal dan melihat pemandangan malam kerajaan barunya ini.
" Jie jie apakah kau di dalam? " Tanya cheng yang berdiri di depan pintu kamar xiao lu
__ADS_1
" Ia, ada apa cheng " sahut xiao lu
" Bisakah aku berbicara padamu sebentar saja ?" Tanya cheng
" Baiklah, tunggu sebentar " sahut xiao lu
Tak lama xiao lu keluar dari kamarnya langsung mendapatkan pelukan dari cheng.
Xiao lu sudah tahu maksudnya dari pelukan itu pun tersenyum.
" Jie jie.... " Ucapnya merayu
" Ada apa cheng? " Tanya xiao lu.
" Itu... Tidak bisakah aku dan yang lainnya pergi besok pagi saja ke hutan surgawi " ucap cheng ragu.
" Tidak bisa kalian harus pergi sebentar lagi, pergilah bersihkan dirimu gunakan pakaian terbaikmu " ucap xiao lu tegas.
Mendengar itu cheng tertunduk lesu. Ia sangat berharap bisa melihat pemandangan kerajaan ini pada malam hari. Berlari kesana kemari dan menikmati makanan yang ia beli dari kedai kedai. Suasana seperti ini mengingatkan kenangan terakhirnya dengan sang ibu.
" Baiklah " sahutnya dan kembali ke kamarnya dan menyiapkan beberpa setel baju yang akan di gunakan di hutan surgawi nantinya.
Xiao lu hanya tersenyum melihat tingkah cheng setelah berhasil mengerjai pria kecilnya itu.
" Kau kenapa cheng ?" Tanya chang melihat saudara kembarnya yang tertunduk lesu tidak seperti biasanya.
" Kita akan tetap ke hutan surgawi jie jie tak mengizinkan kita tinggal malam ini " sahutnya
" Kau jangan bersedih, kita bisa menikmati suasana malam disini setelah kita berlatih nanti " ucap chang menghibur
" Kau benar ayo segera berkemas " ajak cheng merasa suasana hatinya membaik.
Cheng dan chang keluar dari kamarnya dan membawa buntalan kain perbekalannya masing masing menuju ruang kelurga menemui xiao lu dan menunggu yang lainnya untuk pergi bersama.
Sesampainya di ruangan itu ia merasa heran mengapa jie jie hua masih saja sibuk menata makanan ke ruang makan bahkan tidak bersiap sama sekali. Ia juga melihat ge ken dan ge An yu melakukan hal yang sama hanya saja makanan itu di bawak ke halaman kerajaan.
Cheng dan chang saling tatap jika mereka di jahili dengan jie jienya.
" Hahahhahaha " tawa xiao lu pecah memperhatikan tingkah pria kecilnya sedari tadi kebinggungan.
" Jie jie ..." Teriak mereka berbarengan lalu mengejar xiao lu... Terjadilah permainan kucing dan tikus.
__ADS_1