
Selama satu minggu ini perjuangan xiao lu tidak sia sia ia berhasil mendapan tubuh abadi dan tombak suci. Tombak itu menyatu pada dirinya dan sebuah tanda di tangan kanannya.
Hari ini ia bersiap menacari api suci yang di jaga oleh pheonix dan Naga di dalam gunung Wu.
" Kau sudah siap lulu " tanya fox
" Tentu, untuk melindungi orang yang ku sayang aku harus lebih kuat " sahutnya
" Fokuskan pikiranmu dan gunakan tombak itu untuk membuat jalan kita memasuki bagian dalam gunung ini " ucap fox
" Emhh baiklah " sahut xiao lu dan ia melakukan yang di ucapkan oleh fox
Sebuah lubang hitam terbuka dan menghisap Xiao lu dan Fox masuk ke dalam lingkaran tersebut. Jika saat ini tubuhnya hanya tubuh biasa ia tidak akan bertahan lama meski ia memiliki tubuh abadi ia tetap merakan pada tempat ini.
" Kau rubah jelek, menggangu saja " ucap Naga hitam.
" Kau harusnya bersyukur aku datang" sahutnya ketus.
" Kau bahkan hanya membawa seorang manusia bahkan itu seorang anak kecil mana bisa membebaskan kami" sahut Naga mengejek.
" Kau bodoh, bisakah kau tak meremehkan orang lain dulu " sahut fox kesal
Shutt... Jarum tertancap di saraf Tersebut membuat ia tak dapat bergerak.
" Hahhaahahah... Rasakan kau. Akhirnya bukan hanya aku merasakan hal memalukan itu." Ejek fox senang
" Rubah tua tunjukan padaku dimana api suci itu, apakah kau hanya ingin berdebat dengan Naga jelek ini " cetus xiao lu kesal.
Ia memperhatikan sekelilingnya tapi tak melihat apapun, ia juga kesal mendengar ejekan dari Naga hitam yang memandangnya remeh.
Naga hitam yang tak dapat bergerak sama sekali terus mengumpat. Apalagi ejekkan dari rubah tua itu tamparan baginya ia juga sangat menyesal sudah meremehkan wanita muda itu.
" Ikutlah denganku"
ucap Fox lalu menjulurkan lidahny ke Naga hitam mengejek.
Mereka mengarah ke sebuah jalan kecil di atas lautan lahar panas menuju sebuah pintu batu di sebrangnya. Rasa panas membakar tubuh itu dirasakan oleh xiao lu wajahnya memerah karena panas.
" Apakah kau sanggup lulu " tanya fox
" Aku tak apa lanjutkan saja " sahutnya berbohong.
Perjalanan ini sangat melelahkan. Bahkan menguras tenaganya untuk bertahan sampai di depan pintu.
" Gunakan tombakmu seperti tadi lulu " ucap Fox
Xiao lu melakukannya pintu itu hancur ia mendapari ruangan kecil di dalamnya dan melihat sebuah pohon tumbuh dengan buah menyerupai apel berwarna hijau kebiruan.
__ADS_1
" Ambilah buah itu dan makanlah 3 kali telan, jika kau gagal kita tidak akan keluar dari sini. Jika kau berhasil berjanjilah satu hal padaku." Ucap Fox
" Apa itu ? " Tanya Xiao lu penuh selidik.
" Pertama bawalah aku kemana kau akan pergi, kedua jadikanlah Naga Hitam dan Pheonix hewan kontrakmu juga " ucap fox
" Rubah tua apa kau sedang mempermainkanku " ucap Xiao lu kesal.
" Apa ada yang salah lulu " tanya Fox
" Kau bilang hanya satu hal lalu mengapa 2 yang kau pinta " ucap xiao lu.
" Ah itu kan hanya satu kalimat jadi aku menganggapnya satu 1 hal saja " sahut fox santai
" Baiklah aku hanya akan mengabulkan permintaan pertamamu. Tapi tidak untuk yang kedua " ucap Xiao lu lalu berjalan menuju pohon tersebut.
" Kau jahat lulu " teriak Fox merajuk.
Xiao lu memanjati pohon tersebut lalu memetik buah tersebut karena ia tak hati hati tangan mengenai duri yang terdapati pohon tersebut membuat darahnya menetes. Pohon tersebut berpindah kedalam dimensi Xiao lu melihat itu heran mengapa bisa. Ia berfikir akan menanyakannya nanti pada fox .
Darah itu masih menetes dari tangan xiao lu saat ia akan mencari tempat duduk untuk menikmati apelnya ia tersandung batu kecil dan jatuh. Tempat ini sungguh gelap saat pohon itu masuk kedimensiku.
"Huh apa ini batu tapi mengapa begitu halus sepertinya tanpak rapuh." Pikirnya
Tanpa sadar darah pada tangannya menyentuh benda tersebut. ia memutuskan memgeluarkan obor dari ruang dimensinya untuk memastikan benda tersebut dan mencari dimana jatuhnya apel tersebut.
"Ohh hanya sebuah telur" gumamnya ia berfikir jika telur itu bisa saja telur ular. Ia meninggalkan telur tersebut dan mengambil apelnya lalu duduk di sebuah batu.
Gigitan terakhir itu membuat tuhuh xiao lu seperti sedang berendam pada lahar panas. 1jam ia merasakan ini dan membentuk gambar api pada keningnya. Cahaya pada tubuh xiao lu bersamaan dengan cahaya menetasnya pheonix itu kembali.
" Tuan..." Teriak pheonix tersebut mendekati xiao lu
" Tuan "..... Tanya xiao lu binggung lalu meletakkan di telapak tangannya
" Terima kasih lulu, kau benar benar baik padaku " ucap fox senang.
" Apa yang kau maksud ini " tanya xiao lu sambil menunjuk sebuah burung pheonik kecil di tangannya.
" Ia dia dan pohon tersebut sudah menjalin kontrak dengan mu " sahut fox.
"Bagaimana bisa " tanya xiao lu.
" Itu karena mereka mendapatkan darahmu " jelas fox
" Ala mak jang lagi lagi aku tertipu dengan kalian " ucap xiao lu lesu.
" Karena sudah begini masuklah kedalam dimensiku, kau bahkan masih sangat kecil untuk berjalan bersamaku" ucap xiao lu. Pheonix itu pun mengikuti arahan Xiao lu
__ADS_1
" Ayo kita kembali, gege dan yang lainnya pasti akan mengkwatirkan ku jika aku tidak kembali "ucap xiao lu pada fox
" Baik, tapi bagaiman dengan Naga hitam " tanya fox.
"Aku akan memberikan penawar padanya " sahut xiao lu.
" Tapi tak bisakah dia menjadi hewan kontrakmu juga"
" Sebenarnya selain kau, aku keberatan menambah hewan kontrak. Aku takut jika terjadi apa apa padaku membahayakan kalian" ucap Xiao lu.
Fox tertegun mendengar penuturan xiao lu. Ia tak pernah menyangka jika tuannya sangat mengkwatirkan dirinya.
"Baiklah kau tak perlu bersedih, jika Naga hitam bersedia aku menjadi tuannya maka aku akan mengakuinya " ucap xiao lu mengalah terhadap fox
" Hemmm..ayo" sahut fox.
Xiao lu kembali dengan menaiki Naga hitam yang kini memutuskan untuk menjadi hewan kontraknya. Bagi mereka bertiga kedatangan xiao lu yang mereka tunggu selama ini.
Tak butuh lama xiao lu sampai di kediamannya dan menyuruh Naga hitam untuk masuk dalam dimensinya.
" Aku kembali..." Teriak xiao lu
Mereka semua lari menuju xiao lu. Lalu memeluknya dengan erat, rasa rindu mereka pada xiao lu seakan terbayar begitu pun dengan xiao lu.
" Aku akan mati jika kalian memeluk seperti ini " ucap xiao lu
Mereka serempak melepaskan pelukannya.
" Tidak, kami tidakan akan membunuh jie jie kami hanya merindukan jie jie saja " ucap cheng polos.
Xiao lu tersenyum mendengar penuturan cheng " aku tahu kalian sangat menyayangiku " ucapnya
" Jie jie aku lapar " ucap xiao lu manja
" Baiklah aku akan memasakan dulu untukmu bersama dengan cheng " sahut lqn hua
" Aku dan chang akan menemani lu'er untuk mengobrol " ucap ken
" Gege benar, ayo ceritakan perjalanan jie jie padaku " ucap chang.
"Jangan jie jie.. ceritakan nanti aku juga ingin mendengarkannya " teriak cheng.
" Baikalh sekarang aku akan mandi dan beristirahat terlebih dahulu dan menceritakannya nanti " ucap xiao lu menuju kamarnya
* selamat hari raya idul fitri.
mohon maaf lahir dan batin ya semua.
__ADS_1
maafkan kesalahan author ya.
jika selama ini ada salah baik yang di sengaja maupun tidak 🙏