
Waktu sudah menunjukan malam fox yang berjalan ke arah hutan kehidupan bersama keluarga Airen dan membawa banyak perbekalan untuk mereka. Rasa senang terpancar dari raut wajah mereka atas kebaikan hati dewinya memberikan mereka roti isi yang begitu banyak dan makanan lainnya. Bukan hanya itu dewi nya juga berjanji akan mengiriminya makanan setiap 2 hari sekali.
" Hey rubah tua... Mengapa kau memasang wajah seperti itu " tanya Airen Li
" Kalian sungguh merepotkanku saja " gerutu Fox
" Dan berentilah memanggil rubah tu. Lulu sudah memberikan ku nama yaitu Fox " lanjut fox tegas.
" Lulu ?" Tanyanya tak mengerti
" Selain tubuh yang kecil otak kalian juga kecil, apa kalian tidak tahu siapa nama dari dewi kalian itu sendiri " ucap fox sinis.
" Beraninya kau mengetai kami otak kecil, apalah pentingnya sebuah nama bagi kami dia tetap dewi kami " sahut Airen li tidak terima
" Dasar bodoh " ucap fox lalu mempercepat langkah kakinya.
" Za apakah kau tahu siapa nama dewi kita " tanya Airen Li
" Tidak, hei kau apa kalian mengetahui siapa nama dewi kita ?" Tanya Airen Za pada yang lainnya. Mereka hanya kompak menggelengkan kepalanya.
" Heyyy.... Rubah tua, tunggu kami. Apa kau berniat meninggalkan kami?" Teriak Airen Li
" Salahkan saja tubuh kecilmu itu " sahut fox kesal. Ia benar benar kesal harus mengurus para kurcaci penyihir ini. Namun apa ada ancaman Xiao lu membuatnya tak berdaya.
" Kau...." Teriak Airen li kesal lalu menyihir pohon merambat untuk melilit salah satu kaki fox dan membuatnya terjatuh ketanah.
Dan ini mengundang tawa Airen lainnya.
" Beraninya kau... " Teriak fox yang merasa di permainkan.
" Salahmu terus menghina kami " ucap Airen li lalu berjalan mendahului fox di ikuti yang lainnya.
Fox berusaha melepaskan tumbuhan tersebut dengan kekuatannya. Yang menahan dirinya. Setelah tumbuhan itu hilang ia memutuskan bersantai terlebih dahulu dan membiarkan Airen tersebut sampai ketempat tujuan terlebih dahulu.
" Wahhh ternyata rubah tua ini pintar juga dalam mencari lokasi rumah kita nantinya " guman Airen Za.
"Kau benar Za di sini pasti sangat sejuk, bahkan ada kolam di dekat rumah kita nantinya " ucap Airen li.
" Tapi dimanakah rubah tua itu, tidak mungkin dengan kakinya yang panjang ia begitu lama atau ia tak mampu menghilangkan tumbuhan tersebut " ucap Airen Za.
" Itu tidak mungkin. Tumbuhan itu hanya sihir ringan saja. Biar aku lihat apa yang ia lakukan " sahut Airen li lalu membuka mata batinnya untuk melihat apa yang di lakukan oleh fox.
__ADS_1
" Apa yang kau lihat?" Tanya Airen Za.
" Ia tengah tertidur di bawah pohon " sahut Airen li lalu mengedipkan matanya kepada Airen Za. Seolah mengerti yang di maksud ia mengelurkan sihirnya dan memfokuskan sihirnya kepada fox.
" Ais... Sial kenapa tiba tiba hujan " ucap fox
" Tapi sepertinya ada yang aneh, kenapa hujan ini hanya pada diriku sedangkan sekelilingku baik baik saja " pikir Fox
"Kurcaci kurang ajar beraninya mereka mengerjaiku " gerutu fox marah dan berlari ke tempat yang akan di bangun rumah untuk keluarga Airen .
" Hahahahhahaha" tawa para Airen pecah mendapati fox yang datang basah kuyup.
Fox mengabaikan tawa tersebut dan bergegas mengambil tali dan mengikat seluruh Airen dan melumpuhkan tangannya agar tak menggunkan sihirnya. Fox membawa mereka kedalam kolam bahkan kondisi mereka sama dengan fox sekarang tidak sampai di situ fox mengikat tali tersebut di batang pohon dan membiarkan ikan ikan kecil menggigiti mereka.
" Heyyy lepaskan kami " teriak Airen li tak berdaya.
" Rubah tua lepaskan kami.. kami berjanji tidak akan melakukan hal yang sama "ucap Airen Za.
" Itu benar, aku tidak tahan ini sangat geli " teriak salah satu Airen.
" Ia lepaskan kami, hahaha, lepaskan kami " teriak ya bergantian dengan tawa karena rasa geli yang dihasilkan dari gigitan gigitan ikan kecil
" Cih... Kalian tampak bahagia di dalam sana " ucap Fox dingin.
Fox terpaksa melepaskan mereka semua karena ia mendapat laporan jika long dan rombongannya kembali dan akan sampai dalam waktu 2 jam. Akan sangat memalukan jika Long tahu dia melayani sekelompok kurcaci jelek ini.
" Ini segeralah buat dalam 1 jam, karena aku harus kembali " ucap fox lalu menyerahkan gambar dari xiao lu.
" Baiklah" sahut mereka berbarengan dan memulai membuat bangunan tersebut di bantu oleh fox.
• Aula Kerajaan Shi
" Tidak ayah aku tidak setuju dengan rencana pernikahan tersebut " ucap putra mahkota Shi Tianzhi
" Tidak ada yang bisa mengubah keputusaku " ucap kaisai shi tegas.
" Tidak ayah, tidak ada yang bisa memaksaku aku sudah memiliki orang yang ku sukai " sahutnya tegas.
" Apa anak selir Rou dari kerajaan Wei itu yang kau sukai " tanya kaisar pasalnya di daratan ini Xiao lan adalah putri tercantik dan bukan rahasia lagi.
" Tidak, aku tidak akan menyukai seorang wanita berhati busuk dan aku bukan seorang pria yang ingin memiliki banyak istri, cukup satu wanita hebat akan bersamaku nantinya " sahut putra mahkota Shi Tianzhi
__ADS_1
" Kau adalah calon raja, bahkan seorang pangeran pun tidak akan memiliki seorang istri hanya satu saja " ejak kaisar.
" Aku tidak sepertimu ayah menghalalkan semua cara untuk menjadi kuat " sindir putra mahkota lalu meninggalkan ruangan tersebut.
" Dasar anak tidak tahu diri, tidak akan ada yang bisa mengubah keputusanku " teriak kaisar melihat putra tertuanya meninggalkan ruangan. Selama ini putra mahkotalajmh yang selalu menentang apa yang di lakukan oleh ayahnya dan membuatnya lebih sering melakukan perjalanan ke kerajaan lain
" Aku tidak perduli " sahut putra mahkota dan menghilang di balik pintu
" Tak bisakah ayah fikirkan kembali, menikahkan kami dengan wanita yang tak tahu asal usulnya hanya mengandalkan sebuah tanda lotus pada tubuhnya itu sungguh tidak masuk akal ayah "ucap pangeran ke dua Shi Niu
" Benar ayah mengapa tidak menikahkan kami dengan putri xiao lan saja " cetus pangeran ketiga Shi Nuan
" Jika kakak tidak mau biar aku saja ayah menikah dengan putri xiao lan " ucap pangeran ke empat Shi Nuwa
" Diam semuanya.. kalian berlima akan tetap menikah dengan gadis bertubuh istimewa tidak ada yang bisa merubah keputusanku " bentak kaisar lalu meninggalkan aula kerajaan. Ia sangat kesal ketika tidak ada yang mau mendengarkan perintahnya.
" Bagaimana jika ayah benar benar memaksa kita menikah dengan gadis gadia itu " ucap pangeran kedua Shi Niu
" Apa kalian lupa, kita paksa saja si cupu bodoh itu menikahi semua gadis itu " sahut pangeran ketiga dan mendapat anggukan dari pengeran kedua dan ketiga lalu tatapan mereka beralih ke pengeran ke lima Shi Peiyu.
Merasa 3 pasang mata menatapnya ia pun merasakan semua bulu kuduknya berdiri. Keadaan ini tidak asing baginya ia akan menjadi korban bully dari kakaknya sendiri.
• Hutan Kehiduapan
" Akhirnya selesai juga " ucap fox melihat banguanan yang kokoh di depannya
" Aku tidak menyangka dewi akan memberikan kita rumah seperti ini, dengn fasilitas yang sama dengan kerjaan xing" ucap Airen Li
" Kau benar, sepertinya dewi akan beristirat di sini nanti ia bahkan menyediakan ruangan untuknya " sahut Airen Za.
" Kalian terlalu berlebihan, kerajaan xing adalah rumah kedua dari lulu sendiri. Dan baiknya tidak hanya pada kalian tapi semua orang jadi jangan menganggap diri kalian istimewa." Cetus fox membuat mereka tambah bersemangat
"Benarkah itu " tanya Airen li.
Fox hanya melongo melihat reaksi dari para Airen. Seharusnya jika ia mendapati perkataan seperti itu membuatnya bersedih tapi ini yang terjadi sebaliknya.
" Mengapa kalian begitu bersemangat mendengar berita ini bahkan tidak kecewa sama sekali " tanya fox tak mengerti.
" Tentu saja kami sangat menyukai dewi kami yang baik hati sebelum bertemu kami" sahutnya dengan senang
__ADS_1
" Ah sudahlah sebaiknya aku kembali " ucap fox lalu maninggalkan mereka.