
"Keluarkan saja menu utama kalian untuk 6 orang" ucap xiao lu
"Baik nona "sahut pelayan dan berlalu pergi.
"Lu'er... " Panggil ken
"Ia gege.." sahutnya
"Mengapa kau memesan begitu banyak makanan dan tentunya makan ini tidak akan seenak masakanmu" ucap ken di iyakan oleh cheng dan chang
"Tenang saja akan ku sulap masakan tersebut menjadi makanan yang layak kita makan "ucap xiao lu
"Apa itu sulap jie jie?" tanya cheng
"Sulap... Haduh kenapa aku bisa lupa kalau ini bukan di jaman ku" batin xiao lu yang keceplosan dan senyum senyum tak jelas
"Sulap itu seperti merubah sesuatu" ucap xiao lu dan berharap tak ada pertanyaan lagi tentang ini akan sangat merepotkan jika harus menjelaskannya.
"Aku mengerti" ucap cheng.
Tak lama masuklah seorang pelayan dengan menu terbaiknya meski hanya di rebus dan bakar. " Selamat menikmati pelanggan " ucapnya
"Bisakan kau membawakan 6 teh hangat manis kemari" ucap xiao lu
"Bisa nona dan tunggulah sebentar" sahut pelayan tersebut.
Seperginya pelayan tersebut xiao lu menambahkan bumbu pada sayur tersebut mengambilnya di ruang dimensinya mengubahnya menjadi sop daging ia menggunakan elemen apinya untuk memasaknya kembali, ia membuatkan sous racikanya pada ikan, dan ayam bakar tersebut. Melihat itu tersaji di meja makan membuat fox berubah ke wujud manusianya untuk menikmati makanannya bersama yang lainnya.
Wangi dari masakan xiao lu hingga keluar rungan siapa pun menghirupnya akan merasa lapar kembali meski ia sudah makan.
"Pelayan ......"
teriak seorang pemuda di meja tepat di depan ruangan viv xiao lu.
Pelayan pun menghampirinya
"Ia tuan sahut " pelayan tersebut.
"Sajikan aku makanan yang sama dengan ruangan itu pesan "ucapnya santai
"Baik tuan "sahut pelayan dan berlalu pergi
__ADS_1
#Di sisi meja lainnya
Xiao lan yang merasa wangi makan tersebut berasal dari ruangan wanita yang ia tidak sukai pun memesan masakkan yang sama dengannya. Ia penasaran sekali mengapa ada makanan yang begitu wangi.
Pesanan teh manis hangat xiao lu datang dan pelayan pun meletaknya di sisi mereka masing masing. Pelayan tersebut merasa heran sebab makan yang ia sajikan memiliki warna dan bau sedap, ia merasa ini terasa aneh. xiao lu menyadari pelayan itu terus memperhatikan makanannya dan ia pun membuka suara.
" Berapa ini semuanya ? " tanya xiao lu
" 3 koin emas nona" sahutnya
Xiao lu memberikan 5 koin emas kepada pelayan tersebut. " ini ambilah dan jangan katakan apapun yang kau lihat di ruangan ini " ucap xiao lu
"Baiklah tapi nona ini terlalu banyak " ucap pelayan tersebut
"Tak apa, aku memberikan kepadamu sisanya "ucap xiao lu
"Tapi.. "ucapan pelayan tersebut terpotong
"Tidak ada tapi tapi ambil saja dan segeralah pergi bagaimana aku bisa makan jika kau masih di sini "ucap xiao lu.
"Terima kasih nona" ucap pelayan itu dan pergi.
Sebenarnya pelayan tersebut heram bagaimana bisa sayur itu miliki potongan daging di dalamnya dan begitu wangi, ia pun melihat ikan dan ayam bakar itu seperti ada tambahan di atasnya dan itu sangat menggiurkan untuk di makan. Dan ia binggung bagaimana bisa ada pemuda begitu tampan di sampingnya sedangkan saat beberapa lalu ia tidak melihatnya namun semua rasa penasaranya di kubur dalam dalam ia takut menyinggung tamu yang tidak biasa ini. Ia tahu jika tamunya bukanlah orang biasa.
"Buat sendiri "ucap xiao lu
"Jie jie.... Lu'er .." ucap mereka lesu dan wajah di tekuk.
Melihat saudara saudaranya cemberut xiao lu tak sanggup menolak ia pun membuatkan minuman yang sama, mereka bisa saja membuatnya sendiri tapi rasanya tidak akan sama dengan buatan xiao lu.
"Segera habiskan makanan kalian. kita akan mencari toko yang menjual obat obatan di kota ini" ucap xiao lu.
"Untuk apa luer mencari tempat itu "ucap ken
"Aku hanya ingin menjaul pil pil yang ku buat" ucap xiao lu santai
"APA.... "Teriak mereka kompak, mereka tidak mengetahui kalau xiao lu seorang alkemis
"Mengapa kalian berteriak begitu keras, apa kalian ingin semua tamu berkumpul di sini" ucap xiao lu.
"Luer mengapa kami tidak mengetahuinya" ucap hua sedikit mengeraskan suaranya tanpa memperdulikan ucapan xiao lu sebelumnya.
__ADS_1
"Aku baru mempelajarinya waktu kalian berkultivasi kemarin " ucap xiao lu santai
"Di tingkatan berapa jie jie sekarang " tanya chang penasaran
"Tidak banyak hanya tingkat 7 mempelajarinya 1 bulan di ruang dimensiku" ucap xiao lu santai
Ingin rasanya mereka memukul kepala xiao lu karena begitu mengangap biasa saja tingkatannya. Xiao lu tidak mengetahui kalau untuk mencapai tingkatannya sekarang membutuhkan waktu puluhan tahuan pasalnya untuk mencapai 1 tingkat saja membutuhkan waktu 5 tahuan lamanya sedangkan xiao lu hanya satu bulan jika para alkedemis mendengar yang di ucapkan oleh xiao lu mungkin muntah darah.
"Berpa banyak pil yang kau buat luer?" tanya lan hua
"Tidak banyak jie jie mungkin hanya 2000 pil dengan kesempurnaan 95% " sahut xiao lu santai..
Mereka kembali di kejutkan oleh xiao lu.
"Yang benar saja jie jie, bagaimana bisa 2000 pil itu di katakan sedikit dan jie jie membuatnya dalam waktu sebulan saja bahkan master ahli saja tidak akan bisa membuat pil sebanyak itu dalam sebulan "sahut cheng protes
"Apa pria kecilku ini berfikir bahwa jie jienya berbohong" sahut xiao lu mengeluarkan satu botol porselin dari ruang dimensinya " ayo coba lihat pil ini" beo xiao lu memberikan botol tersebut pada cheng dan chang.
Dengan cepat cheng dan chang membuka botol tesebut berhambur keluar wangi dari pil tersebuta memenuhi di setiap sudut rumah makan tersebut, mereka menghirup aroma dari pil yang dibuat xiao lu tambah penasaran lagi dari mana aroma tersebut.
* Di sela kekesalannya pada makanan yang di sajikan oleh pelayan pasalnya ia memesan makanan yang sama dengan xiao lu tapi entah mengapa wangi makanan yang terjadi berbeda dengan aroma wangi yang keluar dari ruangan xiao lu.
"Aroma ini..." Gumannya lalau menoleh keruangan viv xiao lu seakan melupakan kekesalannya
Bagaimana bisa wangi pil pembeku darah bisa sewangi ini pikirnya yang penasaran siapa yang berada di dalam ruangan tersebut. Ia tahu jelas pil di daratan ini tak ada yang sewangi ini meski mengciumnya dari jarak dekat.
"Pelayan.... "Panggil pemuda tersebut.
"Ia tuan muda" sahut pelayan
"Siapakah yang berada di dalam ruangan itu" tanyanya lagi.
"Hamba tidak tahu tuan sepertinya mereka bukan orang dari kerajaan ini dan juga seperti mereka bangsawan tapi pakaian yang mereka kenakan sangat berbeda dari para bangsawan pada umumnya " sahut pelayan tersebut.
" Benarkah " tanya kembali dan ia semakin penasaran siapa yang berada di dalam ruangan itu.
" ia tuan, kalau begitu hamba pamit untuk berkerja lagi " ucap pelayan tersebut sambil sedikit membungkukkan dirinya dan pergi
* Di sisi meja lain xiao lan dan kedua gadis anak bangsawan pun merasa begitu kesal karena makanan yang di pesannya berbeda dengan aroma ia hirup dari ruangan xiao lu.
Wajah xiao lan merah padam merasa di permainkan oleh pihak restoran. "
__ADS_1
Tunggu saja kau akan ku adukan kepada paman Ruo Yang nanti "guman xiao lan geram.
" Ayo kita pergi" seru xiao lan