
3 minggu berlalu xiao lu sudah benar benar sembuh dari luka cambuk bahkan ia terus berlatih di ruang lotus dimensinya selama seminggu ia sudah mencapai tingkat 6 puncak berkat bimbingan fox. Selama seminggu ini xiao lu melakukan olahraga setiap pagi sebelum memulai latihan pedang, panah, belati dan lainnya.
"Jiejie aku pergi dulu" teriak xiao lu meninggalkan rumah barunya untuk berolahraga lari mengelilingi hutan surgawi ini.
Xiao lu sudah memiliki rumah tepat di samping air terjun tersebut, rumah yang di buat xiao lu lebih tepatnya seperti vila bernuangsa modern dengan 2 lantai selain itu vila tersebut memiliki gazebo yang langsung memandang ke arah air terjun dan bisa menikmati matahari terbenam. Pohon persik mendominasi pepohonan yang ada di sekitar kediaman xiao lu selain ada taman yang berisi bunga bunga yang di sukai oleh xiao lu. Berkat koin emas yang ia dapatkan dan bantuan fox beserta kawanannya yang ada di hutam surgawi rumah tersebut jadi dalam waktu 5 hari. Semua perabotan yang ada dalam rumah tersebut xiao lu buat dengan kemampuannya di dunia modernnya.
Penerangan rumah tersebut mengunankan lampu tenaga surya karena sulit untuk mendapatkan listrik pada masa ini. Melihat kemampuan xiao lu lin hua dan ken sangat terkejut kerena melihat kebingungan di raut wajah keduanya akhirny xiao lu bercerita jujur kepada keduanya. Ken dan hua tetap menerima xiao lu meski ia bukan xiao lu dari masa ini karena itulah xiao lu memutuskan tinggal di hutan ini bersama mereka karena ia berfikir tidak memiliki hubungan darah lagi dengan orang kerajaan. Karena ketulusan dan kebaikan ken dn lan hua xiao lu memutuskan untuk memanggilnya gege dan jie jie karena perbedaan usia 3 tahuan lebih tua dari xiao lu.
Xiao lu juga membuat sampo, sabun, cosmetik, farfum dan pakaian yang ia desain sendiri untuk mereka berempat karena terlalu malas xiao lu meminta ken membawanya ke desa terdekat untuk mencari tukang jahit.
• Tepi hutan surgawi
"Gege ayo bangun... Kita harus segera pergi dari sini nanti mereka mengejar kita.." ucap sang adik
"Kau pergilah dari sini, larilah sejauh mungkin adik aku sudah tidak kuat berlari lagi "sahut kakaknya.
"Ahgrh..." Teriak luka tusuk ini begitu sakit
"Gege bertahanlah setelah kita jauh dari sini kita akan mencari tabib aku tidak akan meninggalkan mu sendiri "sahut adiknya
"Kita sudah di pinggir hutan surgawi tapi kita tidak boleh masuk kesana atau kita tidak akan bisa keluar lagi "jelas sang kakak..
"Tapi ge kita harus sembunyi dengan keadaan gege seperti ini kita tidak bisa lari lebih jauh" sahut sang adik.
"Bersembunyi di dalam hutan tidak akan membuat kita aman dari binatang buas apa lagi bau darah pada tubuhku akan mengundang mereka mendekat" sahut sang kakak.
"Hahahahahhaahahhaa .... " Tawa menggelegar sang pembunuh bayaran mengejutkan keduanya.
"adik larilah..." Perintah sang kakak
"Tidak gege.. aku tidak akan meninggalkanmu kau satu satunya keluargaku yang tersisa" sahut sang adik yang masih memapah kakaknya.
"Tidak ada yang akan bisa pergi dariku kalian akan mati bersama hari ini, kepala kalian adalah uang untukku " teriak pembunuh tersebut.
"Tolonggg..... Tolong kami... "Teriak sang adik
__ADS_1
"Hei anak tengik teriaklah sepuasmu tidak akan ada yang menolongmu hahaha " ucap pembunuh bayaran.
Xiao lu mendengar suara teriak minta tolong pun menghampiri asal suara, sesampainya disana ia meliat dua orang anak laki laki dengan wajah yang begitu mirip dan seorang lelaki bertopeng dengan sebilah pedang di tangannya. Xiao lu terus mengawasi yang akan di lakukan pria bertopeng tersebut.
Pada saat pria tersebut mengayunkan pedangnya dengan cepat xiao lu melempar jarum akupuntur pelumpuhnya hingga pria tersebut mematung.
Dua pria kecik kembar tesebut menutup mata melihat pria tersebut mengayunkan pedangnya ke arah mereka. Sudah begitu lama ia memejamkan mata tapi tak merasakan apa apa. Akhirnya ia memutuskan membuka kembali matanya
"Apa begitu menakutkan pria kecil " tanya xiao lu
Siapa kakak cantik bak dewi ini, mata yang indah gumam mereka yang tidak memperhatikan kalau pembunuh bayaran tersebut mematung di depannya. Ia hanya terfokus kepada pemilik suara yang menyapanya.
"Hei pria kecil bisakah kau jelaskan siapa dia?" Tanya xiao lu lalu menunjuk pria bertopeng.
Kedua anak kembar itu binggung kenapa pembunuh bayaran tersebut mematung di depannya.
"Dia pembunuh bayaran yang di kirim untuk membunuh kita.. uhuk... Uhuk .. "sahut sang kakak
"Kau terluka pria kecil, kemari biar ku perikasa lukamu " ucap xiao li sambil menarik sang kakak kerahnya di bukanya pakaiannya . Pria kecil itu melihat yang di lakukan xiao lu wajahnya bersemu merah karena malu.
"Ah tidak nona, aku tidak apa apa" sahutnya
"Dan minumlah pil ini, akan cepat membantu penyembuhanmu " seru xiao lu menyodorkan pil dan air minum.
" siapa nama kalian pria kecil " tanya xiao lu
"Nama ku lu cheng nona dan gegeku lu chang" sahut sang adik
"Lu cheng ambillah pedang pada pembunuh bayaran itu. Lukakan apa yang ingin kau lakukan" perintah xiao lu
Dengan cepat lu cheng mengambil pedang dan menebas leher pembunuh tersebut. Itu untuk keluargaku yang sudah kau bunuh teriknya. Lu chang yang melihat adiknya melakukan itu ia tidak menyangka jika adiknya akan membunuh orang di usia 8 tahun.
"Berjanjilah pada gege setelah ini untuk tidak membunuh orang lain tanpa rasa kasihanmu adik " ucap lu chang ia takut jika suatu hari nanti adiknya tidak tumbuh dengan hati yang baik dan mencelakakan dirinya sendiri.
"Ia gege aku berjanji" sahut lu chang.
__ADS_1
"Kemana kalian akan pergi pria kecil "tanya xiao lu.
"Entahlah kami sudah tidak memiliki keluarga lagi" sahut lu chang sedih mengingat semua keluarganya di bunuh tepat depan mata mereka
"Krukkk krukkk..... "Suara berasal dari perut lu cheng
Semua tatapan beralih kerah lu cheng melihat semua menatapnya wajah lu cheng bersemu merah karena malu.
"Aku aku sedikit lapar " cetus lu cheng.
Xiao lu pun mengeluarkan roti isi daging cincang buatannya " ambillah ini kalian pasti sangat lapar" ucap xiao lu sambil menyodorkan roti tersebut kearah mereka.
Sebenarnya pria kecil itu ingin bertanya dari mana datang roti tersebut karena lapar ia pun memutuskan melupakannya. Dan memakan roti tersebut
"Ini sangat enak" ucap lu cheng
Ia aku bahkan baru pertama kali memakannya bahkan di kerajaan shi aku tidak pernah menemukan yang seperti ini sahut lu chang.
"Kalian berasal dari kerajaan shi" tanya xiao lu
"Ia nona kami berasal dari sana setelah pembunuhan masal keluarga besarku aku dan adikku melarikan diri dari kerajaan shi lalu kerajaan tang dan berakhir di hutan perbatasan kerajaan wei tapi kami masih saja terkejar olehnya untung saja ada nona membantu kami" sahut lu chang
"Nona bolehkah kami ikut denganmu dan menjadi adik mu, kami berjanji akan jadi adik yang baik dan tidak akan menyusahkanmu." ucap lu chang
" Aku juga ingin makan makanan seperti ini setiap harinya "tanya lu cheng polos
Mendengar ucapan lu cheng dengan cepat lu chang menyikut adiknya." Maafkan kelancangan adikku nona "ucap lu chang
"Apa benar kalian ingin menjadi adikku ?" Tanya xiao lu.
"Tentu" jawab pria kecil kompak dengan mata yang berbinar binar.
"Aku suka dengan jie jie yang cantik dan baik seperti nona "jawab lu cheng polos.
"Kau ini pria kecil mulutmu sungguh manis" sahut xiao lu tersenyum.
__ADS_1
"Ayo ikuti aku " ajak xiao lu dan di ikuti oleh dua pria kecil adik kembar xiao lu. "kalian seperti adikku di duniaku meski semua orang tak menganggapku ada, mereka akan diam diam datang menghampiriku dan menghiburku di dunia ini aku pun di izinkan memiliki mereka kembali " batin Xiao lu dan melanjutkan perjalanannya.