
Setelah sengah hari menyusuri hutan kehidupan akhirnya keluarga Airen sudah mencapai sisi luar hutan. Ia terperangah atas apa yang ia lihat sekarang bangunan itu benar benar ada dan yang d lihatnya bukanlah sebuah khayalan belaka.
" Sejak kapan kerajaan ini berdiri. Mengapa aku tidak pernah mendengarnya " batin mereka
Mereka semua merasakan kuat keberadaan dewi mereka di dalam kerajaan tersebut. Mereka merasa beruntung memiliki ilmu yang tinggi meski kerajaan ini dalam perlindungan namun ia masih dapat melihatnya. Jika orang biasa melihatnya hanya akan di suguhkan dengan pemandangan tanah gersang seperti biasanya.
" Huhh... Bagaimana cara kita masuk" ucap Airen li
" Aku tak tahu.. kerajaan ini di jaga dengan ketat tapi aku meresakan kehidupan yang kuat di dalam " sahut Airen Za
" Lagi pula jika kita terlihat oleh manusia akan terasa aneh bukan ?" Sahutnya kembali
" Kita tunggu malam hari saja baru menyelinap ke sana " ucap Airen li
" Kalian tidak akan bisa masuk kesana " ucap fox tiba tiba datang.
Semua menoleh ke arah suara yang mengatakannya tidak bisa memasuki kerajaan tersebut.
" Kau bagaimana bisa ? " Tanya mereka kompak saat melihat rubah tua penghuni hutan surgawi ada di hadapan mereka.
" Kalian tidak bisa masuk, bahkan Dewi kalian tidak mengenali kalian " ucap fox mengejek.
" Bagaimana kau tahu " sahut Airen Za
" Karena aku orang yang pertama bersamanya ?" Ucap fox sombong.
" Kalau begitu bawa kami menemuinya " ucap Airen li.
" Mudah saja asal kau setuju dengan syarat yang ku ajukan " ucap fox
" Apa itu ?" Tanya salah satu dari mereka
Fox melemparkan kertas pada Airen li " aku mau kalian menyelesaikannya dalam 1 malam. " Ucapnya santai
" Kau menyuruh kami membangun jembatan dan wisata air serumit ini dalam semalam" ucap Airen Za kesal
" Ia atau tidak sama sekali " ucap fox singkat
Keluarg Anrei saling menatap mencari kesanggupan mereka membangun jembatan dan wisata iar tersebut. " Baiklah " sahut mereka
__ADS_1
" Tetap lah di sini dan tunggu aku menjemput kalian malam nanti " sahut fox
" Jemput kami lebih awal. Meskipun kami penyihir tidak mungkin bisa membuat jembatan serumit ini dengan cepat" ucap Airen Za
" Ia cerewet sekali. " Ucap fox lalu memberikan mereka roti isi daging cincang
" Anggap saja hadiah pertemuan kita kembali. Aku pergi dulu " ucap fox meninggalkan mereka.
"Hanya sekedar roti saja dasar rubah pelit" gumam Airen li. Lalu memakan roti tersebut tapi kali ini ia benar benar jatuh cinta pada rasa roti itu. Ia bahkan menyesal telah membagikan roti tersebut kepada saudaranya. Ia tak menyangka jika roti yang di berikan rubah tua itu akan seenak ini.
" Apa kau sudah menyelesaikan tugas yang ku berikan padamu." Tanya xiao lu pada fox yang datang menghampirinya . Saat ia tengah bersantai di tepi kolam buatannya sembari melihat ikan yang berenang dan melemparkannya beberapa makanan.
"Tenang saja bahkan esok pagi jembatan itu sudah jadi " ucap fox santai
" Kau jangan bercanda, meski pun pasukanmu bukanlah manusia dan memiliki kekuatan melebihi manusia biasa tidak akan mungkin membuat jembatan dalam semalam " ucap xiao ku tidak mempercayai ucapan fox.
" Jika jembatan itu selesai besok pagi mau kah kau mengikuti keingianku apapun itu " ucap fox
" Baikalah... Aku akan mengikuti keinginanmu apapun itu tapi ingat batasanmu " ucap xiao lu memenuhi tantangan Fox
Xiao lu menatap fox yang tengah tersenyum simpul seperti ada yang ia sembunyikan. Tapi xiao lu lebih memilih mengabaikan fox dan kembali ke kediamannya.
• Seperti yang di janjikan saat ini fox sudah berada di hutan untuk menjemput keluarga Airen untuk menyelesaikan tugas yang di berikan xiao lu.
" Baikalah ayo, kami harap kau tidak mengingkari janjimu " sahut salah satu dari Airen
" Kau tahu aku bukan seorang pembohong dan kata kataku adalah benar "ucap fox sombong lalu tersenyum.
Keluarga Airen hanya menggelengkan kepalanya. Ia tahu benar pasti ada maksud tersembunyi yang di lakukan rubah tersebut. Mereka memilih terus berjalan mengikuti fox. Karena tujuan mereka adalah bertemu dengan dewi mereka.
Sesampainya di tempat tujuan mereka memulai pekerjaan mereka membuat jembatan yang di gambar oleh xiao lu itu sendiri. Berbekal bahan yang sudah di sediakan fox dan sihirnya mereka berkerja sama membuatnya.
Sedangkan rubah yang di tugaskan untuk membuat jambatan itu sendiri tengah asyik dalam mimpinya.
"Kyuruyukkk...." Suara ayam berkokok menandakan pagi telah datang dan pekerjaan para Anrei belum selesai.
Fox yang terbangun menatap cemas bagaimana bisa para Anrei begitu lama menyelesaikan.
" Apa tidak bisa lebih cepat " ucap fox kepada Airen li
__ADS_1
" Tidak bisa, jembatan ini sedikit rumit jika di percepat aku takut hasilnya tidak akan sama "sahutnya.
" Jika kalian masih begitu lama, orang orang akan segera bangun dan melihat kalian melakukan ini " ucap fox kembali.
" Heiii ini masih fajar bahkan matahari masih jauh jika akan terbit, ini akan selesai 1 jam lagi " sahutnya
"Disini berbeda, aktivitas akan di lakukan sebelum matahari terbit. Mati aku... Apa yang harus aku lakukan? " Ucapnya kembali
" Heiii bodoh tidurkan lagi saja mereka "sahutnya kembali.
" Tidak bisa, aku bisa membuat mereka tertidur lebih awal tp tidak bisa membut mereka tertidur lagi bahkan mencegah mereka bangun aku tidak bisa "ucap fox panik
"Katakan saja jika kau tidak mampu melakukannya selain tidur ternyat kau tak bisa apa apa" ejek Airen li. Lalu mengeluarkan sihirnya dan membuat semua orang tertidur.
Fox hanya memandang Airen dengan kesal. Karena kehabisan kata kata. Jika bukan karena janjinya pada xiao lu sudah di tendang pergi si Anrei ini.
• Sisi istana Xing
Pagi ini bagitu sunyi tidak seperti biasanya. xiao lu yang merasa aneh karena tidak seperti biasanya kerajaannya seperti ini. Ia beranjak dari tempat tidurnya untuk memastikan dan ia pun merasakan ada aura yang membuat semua pelayan dan perajuritnya tertidur pulas. Bukan xiao lu jika hanya diam karena ia begitu penasaran dan megikuti asal aura tersebut .
Sesampainya ia begitu terkejut melihat bagunan jembatan yang hampir jadi dan bahkan sama persis. Ia mendapati fox tengah duduk bersantai mengamati para kurcaci itu bekerja dengan kekuatan sihir.
" Sejak kapan fox memiliki pasukan ini "pikirnya. Dan memutuskan terus mengamatinya sampai selesai.
Tak berapa lama dari pengamatan xiao lu jembatan tersebut pun jadi bahkan wisata air di bawah jembatan tersebut sudah jadi semua. Ini jembatan pertama yang ada di daratan ini bahkan berdiri di atas danau yang cukup luas.
" Sekarang tepati janjimu ?" Tangih Airen za
" Tidak bisakah kalian bersabar sedikit, aku harus membuatnya setuju bertemu dengan kalian " sahut fox
" Kau rubah jelek, jangan pernah berfikir menipu kami. Kau bahkan menyuruh kami menyelesaikan tugas yang harusnya kau menyelesaikannya." Ucap Airen li
"Heh kalian para kurcaci..... " Ucapan fox terpotong.
" Ohhh jadi kau menyuruh orang lain untuk menyelesaikan tugasmu dan meminta imbalan padaku Rubah licik " ucap xiao ou tiba tiba.
"Deg.." suara yang terdengar merdu itu seperti petir yang menyambar di telinga Fox berbeda dengan para Anrei yang begitu terkesima dengan dewi di hadapannya itu.
Langkah kaki itu semakin mendekat terdengar di teliga fox ia semakin gelisah akan hukuman yang ia terima.
__ADS_1
" Salam kami dewi " ucap Airen itu serempak mendapati xiao lu mendekat kearah mereka.
"Dewi...?" Ucapnya menatap fox meminta penjelasan atas yang terjadi di sini.