Kerajaan Modern Di Masa Lalu

Kerajaan Modern Di Masa Lalu
Perjamuan makan malam


__ADS_3

Berita tentang pencarian istri untuk pengeran kerajaan Shi telah tersebar dimana mana. Tetapi orang yang sedang di carikan istri hanya menganggapnya Angin lalu. Saat ini ia tengah bersantai menikmati secangkir teh di pagi hari bersama adik bungsunya.


" Gege bagaimana jika gadis itu benar datang " tanya pangeran Shi Peiyu


" Kau nikahi saja " sahut putra mahkota shi.


" Tidak, aku masih sangat muda. Selain itu aku belum siap gege tapi..." ucap Peiyu ragu.


" Tapi apa ?" Tanya putra mahkota oenuh selidik.


" Aku takut... Pangeran ke... "Ucapannya terpotong


" Kau takut adik ke dua, ke tiga, dan empat memaksamu " ucap putra mahkota tegas


Peiyu hanya mengangguki ucapan kakaknya itu. " Aku tidak menyangka jika kau masih menjadi bahan tindasan mereka " ejek putra mahkota


" Tidak bukan begitu aku hanya ..." Ucapannya kembali terpotong


" Hanya apa....? Kau membela dirimu saja tidak bisa bagaimana bisa di bilang seorang pria, bahkan kau sudah bermimpi akan menikah " ejak putra mahkota


" Tidak,. Aku akan membuktikan pada gege, kalau aku tidak bisa di tindas " ucapnya tegas


" Baiklah buktikan saja nanti, jika kau bisa maka aku akan mengajakmu keluar istana nantinya " ucap putra mahkota.


"Benarkah gege, akan ku ingat janjimu" sahut Peiyu senang, karena ia sangat penasaran dengan kerajaan lainnya.


" Benar gege tidak akan berbohong " ucap putra mahkota Shi.


" Baiklah ge kalau begitu aku kembali terlebih dahulu " sahutnya dan berlalu pergi kekediamannya di ikuti kasim dan para dayang.

__ADS_1


Putra mahkota Shi hanya melihat kepergian adik bungsunya tersebut. Ia sangat ingat permintaan ibu dari Shi Peiyu yang tidak lain adalah bibi kandungnya sendiri yang menjadi selir ayahnya. Saat itu kondisi tubuhnya sudah kritis setelah 2 tahun mengalami sakit aneh. Saat itu setelah melahirkan Peiyu bibi tidak pernah sehat sampai akhir hayat dan dia memintaku untuk menjaga putranya.


Saat itu Tianzhi sangat binggung, karena ibunya sendiri tidak menyukai bibi karena kaisar sangat mencintai bibi. Sejak kedatangan bibi istana harem tidak pernah tenang, selalu ada persaingan di dalamnya . Tapi rasa iba kepada bibi dan adiknya yang masih kecil ia menyanggupinya. Karena itulah juga Peiyu selalu di abaikan oleh yang lainnya bahkan ia sering di tindas.


" Belajarlah untuk menjadi kuat anak baik " guman putra mahkota yang sudah tidak melihat bayangan adiknya itu. Ia melemparkan pandangannya kesemua sudut halamannya dan menghembuskan nafasnya kasar .


" Kerajaan mana lagi aku harus mencari dan menemukan " guman putra mahkota shi Tianzhi. Ingatannya kembali pada wanita yang ia temui di rumah makan kerajaan wei. Aroma mawar dari tubuh gadis tersebut, kulit putih manik mata berwarna hijau tak bisa ia lupakan.


" Aku pasti akan menemukanmu meski harus menjelajahi daratan ini" gumannya kembali.


*.- Kerajaan Wei.


Setelah berita dari kerajaan Shi membuat patah hati berjama'ah di seluruh kerajaan di daratan ini. Nampaknya berbeda pada kerajaan wei kabar akan di adakannya perjamuan nanti malam. Bagaikan angin sejuk berhembus di tengah padang pasir. pasalnya semua orang mengira jika perjamuan makan malam dan mengharuskan mereka membawa anak perempuannya. mereka mengira kaisar Wei tengah mencarikan istri untuk putra Mahkota Xiao Xin yang memang sudah memasuki usia menikah.


Para orang tua dari anak perempuan tersebut berlomba lomba untuk menampilkan anaknya secantik mungkin dari pakaian yang terbaik, tusuk konde termahal dan perhiasan terbaru semua berambisi membuat anaknya menjadi permaisuri dan ibu ratu yang selanjutnya.


Tidak hanya mereka tapi Kaisar kerajaan wei pun melakukan hal yang sama untuk penampilan terbaiknya malam ini.


" Apa yang mulia putra mahkota tidak tahu jika malam ini akan di adakan perjamuan makan malam " jelas An Xing.


" Perjamuan ?" Tanya putra mahkota tak mengerti.


" Ia. Ini untuk menyambut kembali sosok muda kaisar "jelasnya lagi


Putra mahkota Xiao xin hanya mengguk tanda mengerti. Putra mahkota tidak pernah bahagia jika ada perjamuan. Sejak meninggal adiknya Xiao lu ibunya permaisuri kerajaan wei banyak berubah. Meskin pun hidup berdampingan ia selalu merasa jika hanya tubuhnya saja yang berada di sini tapi tidak dengan jiwanya.


Pandangannya selalu datar ia hanya berbicara seperlunya saja. Itu yang selalu membuat tanda tanya putra mahkota dan yang teranehnya lagi permaisuri mudah sekali menyetui keinginan selir Rou.


Berbeda dengan selir Rou yang sedang kepanasan mendengar berita perjamuan bahkan kaisar mengundang seluruh wanita - wanita muda.

__ADS_1


" Jika benar berita yang kau sampaikan maka aku sendiri yang akan membunuh calon pengantinnya nanti " ucap selir Rou yang meradang karena di tolak oleh kaisar semalam.


" Apa An Mo sudah kembali " tanya selir Rou kepada pelayan kepercayaannya.


" Belum yang mulia " sahutnya.


" Apa begitu sulit untuk menemukan informasi tentangnya " gumam selir Rou


" Menarik " ucapnya lalu sedikit tersenyum.


Waktu tak terasa berjalan dengan cepat perjamuam makan malam akan segera berlangsung tamu tamu dari bangsawan kerajaan wei berdatangan. Yang paling heboh dan merasa berkuasa adalah keluarga selir Rou.


" Yang mulia kaisar, permaisuri, selir dan pangeran dan putri kerajaan Wei mamasuki ruangan " teriak prajurit yang menjaga pintu tersebut.


Semua para tamu memberi hormat kepada mereka bahkan beberapa dari mereka terkesima melihat wujud muda Kaisar. Beberapa adik sepupu selir Rou dan keponakannya bersemu merah melihat kaisar dengan wujud mudanya.


Melihat itu selir Rou tidak terima ia pun menetap tajam sepupunya itu. Berbeda dengan putri yang lainnya ia tampak malu malu saat memandang diam diam putra mahkota.


Wajah putra mahkota tidak jauh berbeda namun fisik putra mahkota sedikit kurus membuatnya kurang menarik di pandang oleh wanita liar. Itulah beberapa dari mereka lebih tertarik pada kaisar Awan.


" Silahkan nikmati hidangan perjamuan makan malamnya " ucap kaisar


" Terimakasih yang mulia semoga yang mulia sehat selalu dan panjang umur "ucap mereka kompak dan mulai memakan hidangan yang tersedia.


" Dekrit yang mulia kaisar " ucap kasim kepercayaan kaisar.


Semua duduk dengan tenang mendengarkan kasim tersebut membaca isi dari dekrit tersebut. Tapi isinya sedikit membuat para wanita muda merinding.


" Malam ini kaisar kerajaan wei ingin menambah selirnya. Untuk para peserta silahkan menampilkan keterampilannya " ucap kasim.

__ADS_1


Ini bukanlah sebuah masalah bagi mereka yang suka menjilat kepada kaisar tapi bagi mereka keluarga yang jujur akan bermasalah orang tua mana yang rela menikahkan putrinya dengan seorang yang pantas menjadi ayahnya.


__ADS_2