Ketika Cinta Kehilangan Arti

Ketika Cinta Kehilangan Arti
Datang dan pergi


__ADS_3

Emanuel tahu dirinya sudah terlibat terlalu jauh dengan Rosemary dan ia tidak malu untuk mengakuinya pada saat ia memutuskan untuk mencari tahu masa lalu perempuan itu.


Berbekal rasa ingin tahunya yang besar, Emanuel menghubungi orang suruhannya yang sudah biasa mencari informasi untuknya. Bukan hanya informasi tentang Lev tetapi juga tentang Rosemary.


Sementara menunggu orang suruhannya bekerja, Emanuel memilih tinggal di Paris lebih lama dari kebiasaannya dan ia tahu kehadirannya di kota tersebut menarik perhatian banyak orang.


“Apakah ada yang membuatmu tertarik?” suara Sofia memasuki pendengaran Emanuel saat pria itu sedang menikmati waktu santai di rumahnya.


“Bukankah pertanyaan tersebut lebih baik kau tujukan pada dirimu sendiri?” balas Emanuel.


“Buatku tidak penting tetapi bagimu? Kau bahkan pernah mengatakan kehidupan kota bukan untukmu,” sindir Sofia.


“Aku ingin tahu seberapa istimewanya dia bagimu,” ujar Sofia penasaran.


Berita tentang Emanuel yang mendatangi rumah sakit dan menemui perempuan yang baru saja melahirkan membuat kegaduhan yang tidak diinginkan para perempuan yang masih berharap bisa menarik perhatiannya.


Tetapi, begitu mereka tahu Emanuel mendatangi perempuan yang baru melahirkan, mereka hanya bisa berpikir bahwa Emanuel sudah punya anak dari perempuan yang sudah ia sembunyikan dengan sangat rahasia.


“Siapa?”


“Perempuan yang sudah mendapatkan perhatianmu. Apa kau yakin anak yang dilahirkan adalah anakmu?” cetus Sofia memancing tawa Emanuel.


“Bagaiamana aku bisa punya anak darinya sementara aku bertemu dengannya baru 2 kali.” Emanuel terus tertawa sementara Sofia semakin penasaran.


“Kalau perempuan itu tidak hamil denganmu, bagaimana bisa kau sangat peduli padanya.” cecar Sofia.


“Karena aku menyukainya walaupun dia sendiri sama sekali tidak peduli padaku,” sahut Emanuel lirih.


Sofia lalu berjalan mendekati Emanuel dan sengaja ia menarik kursi lebih dekat dengan kakaknya agar ia bisa memandang Emanuel lebih dekat. Berharap ia bisa melihat dengan jelas saat kakak lelakinya mengucapkan kalimat ajaibnya.


“Apa yang kau lakukan?” tegur Emanuel setelah tawanya reda.


“Melihat wajah kakakku dan memastikan bahwa pria yang ada di depanku adalah pria yang sama,” sahut Sofia tanpa ragu.


“Memangnya kau ingin aku berubah sampai kau tidak bisa mengenaliku?” ledek Emanuel.


“Aku selalu ingin mengenalmu tetapi aku juga berharap kau juga memiliki perubahan. Temukan wanita yang bisa membuatmu yakin bahwa kau masih pria yang cukup beruntung karena masih memiliki cinta,” ujar Sofia.


Mendengar jawaban Sofia membuat Emanuel kembali tertawa. Mereka memiliki hubungan yang sangat dekat karena mereka hanya tinggal berdua setelah orang tua mereka meninggal.


Mereka berjanji tidak ada rahasia diantara mereka meskipun menyangkut hubungan yang paling pribadi sekalipun.


“Jadi, apakah aku pernah mengenal perempuan itu?” kata Sofia kembali pada pertanyaan yang sama.


“Dalam waktu dekat aku yakin kau akan mengenalinya,” sahut Emanuel tersenyum.


“Dalam waktu dekat? Apa kau bermaksud mengumumkan hubungan kalian?” Sofia tidak percaya bahwa Emanuel bisa mengambil keputusan yang menurutnya tidak biasa.


“Hubungan sebagai pemilik perusahaan dan pegawainya. Aku sudah menawarkan pekerjaan sebagai sutradara di perusahaan kita. Khususnya di bagian promosi,” beritahu Emanuel.


“Sutradara? Maksudmu … perempuan ini berprofesi sebagai sutradara?” kerutan di dahi Sofia semakin jelas saat ia bertanya.


Emanuel tertarik dengan model dan bintang film tidak aneh bahkan, rata-rata perempuan yang pernah dia kencani berasal dari kedua profesi tersebut tetapi seorang sutradara?


Sofia hanya bisa menarik napas. Ia kenal beberapa sutradara dan dalam penilaiannya mereka adalah para pekerja yang memiliki emosi tidak biasa.


“Benar. Marry seorang sutradara tepatnya mahasiswi yang sebentar lagi lulus. Selama ini dia bekerja dengan Tuan Linoir. Dari informasi yang diberikan Tuan Linoir, Marry adalah mahasiswa yang akan sukses dengan pekerjaannya,” beritahu Emanuel.


“Jadi namanya adalah Marry ….” Sofia tidak percaya dan kini ia yang tidak bisa menahan tawanya.


Emanuel tidak peduli dengan reaksi yang diperlihatkan Sofia karena ponselnya berbunyi dan ia melihat nama anak buahnya yang ia perintahkan mencari informasi penting tentang Lev dan Rosemary.


“Hallo, bagaimana hasilnya?” tanya Emanuel tidak sabar.


Di depan Emanuel, Sofia memperhatikan berbagai ekspresi yang diperlihatkan kakaknya dan semua ekspresi tersebut adalah bagian yang tidak ingin dilihat oleh Sofia.


“Apa yang terjadi? Siapa yang sudah menelepon Manuel hingga wajahnya sangat gelap seperti itu,” ucap Sofia dalam hati.

__ADS_1


Terakhir ia melihat ekspresi Emanuel yang gelap adalah saat Lev meninggalkan dirinya di depan altar. Ia harus menangis dan memohon pada Emanuel agar tidak melakukan perbuatan yang merugikannya.


“Aku tidak rela kau menjatuhkan tangan pada pria yang tidak bermoral, Lev. Aku hanya memilikimu dan aku tidak mau Lev dan keluarganya memisahkan kita.” Sofia masih mengingat dengan jelas kalimat yang ia ucapkan pada Emanuel.


Emanuel sudah meletakkan ponselnya di atas meja. Hanya karena kehadiran Sofia yang membuatnya menahan diri. Ia tidak ingin Sofia tahu bahwa Lev kembali berhasil mempengaruhinya dengan buruk.


“Manuel, ada apa?” Sofia bertanya pelan.


Emanuel tidak langsung menjawab. Ia memperhatikan Sofia dan bersyukur adik perempuannya tidak sampai mengalami nasib seperti Rosemary.


“Kau pernah mengatakan bahwa Lev pernah terlibat secara hukum di Indonesia dan aku mencari tahu masalah apa yang melibatkannya,” beritahu Emanuel setelah ia berhasil menenangkan diri.


“Lalu?”


“Dia melakukan perbuatan yang tidak bermoral sehingga perempuan itu malaporkan pada pihak yang berwajib,” kata Emanuel menjelaskan.


“Tapi apa hubungannya denganmu? Aku tidak percaya yang kau lakukan karena hubungan bisnis kalian. Jadi, apa yang terjadi?”


Berita yang ditemukan oleh detective yang disewa begitu akurat hingga waktu kepergian Lev meninggalkan Indonesia dan juga pada saat dia kembali ke Indonesia untuk menemui Rosemary, wanita yang sudah dia nikahi karena kebaikan agar Lev bisa bebas.


“Perempuan itu dia nikahi lalu dia tinggalkan setelah dia bisa kembali ke negaranya,” gumam Emanuel.


Sofia memperhatikan Emanuel. Dia masih sibuk berpikir mengapa Emanuel peduli dengan kehidupan Lev, pria yang pernah menyakitinya. Tetapi untuk apa? Sekarang hidupnya sudah bahagia. Apakah Emanuel terlibat dengan perempuan yang pernah bersama Lev?


“Kenapa kau peduli dengan kehidupan Lev? Kau tinggal menolak kerja sama yang dia tawarkan. Menemukan fakta bahwa Lev bukan pria bertanggung jawab hanya membuatmu tidak tenang. Lupakan Lev sama seperti yang sudah aku lakukan,” saran Sofia.


“Kau benar. Masalah Lev tidak seharusnya aku pikirkan. Bagaimanapun kau sudah bebas dari Lev dan beruntung karena Lev tidak menjadi suamimu,” ucap Emanuel lega.


“Benar. Jadi … kapan aku bisa mengenal perempuan yang istimewa ini?” pancing Sofia setelah ia melihat wajah Emanuel sudah lebih tenang.


“Kau akan bertemu dengannya setelah ia bekerja. Saat ini ia masih harus istirahat sekaligus mengurus bayinya,” jawab Emanuel.


“Apakah bayinya cantik?”


“Bayinya tampan walaupun terlalu dini untuk mengatakannya tetapi ia terlihat sangat berbeda,” jawab Emanuel pelan.


“Aku ingin melihatnya nanti kalau dia tidak keberatan,” janji Sofia.


Apakah pria itu akan merebut bayi yang telah dilahirkan Rosemary sebagai penerus keturunan Grigory ataukah Lev akan meninggalkan Tiara agar bisa bersama dengan Rosemary?


“Apa pun yang terjadi nanti, aku berharap Rosemary tidak terluka,” ucap Emanuel dalam hati.


Sementara itu di rumah Biana, Rosemary dan Yuri sudah nyaman di dalam kamarnya setelah Ezme berpamitan karena dia masih ada urusan sementara Biana harus pergi ke apartemen yang sudah ditinggalkan Lev dan Tiara.


Rosemary belum juga bisa memejamkan matanya pada saat banyak rencana sudah tertunda dan menunggu penyelesaian. Kuliahnya yang hanya tinggal hitungan bulan terpaksa iatunda karena tidak rela meninggalkan  Yuri sementara uang tabungannya semakin menipis.


Ia memang sudah menerima pekerjaan yang ditawarkan Emanuel tetapi menunggu waktunya gajian adalah waktu yang sulit karena kebutuhannya pasti semakin besar.


“Apakah aku harus memakai uang pemberian Lev untuk kebutuhan kami?” tanya Rosemary dalam hati.


Sementara itu Biana yang sudah kembali pergi ke apartemen yang ditempati Lev dan ia melihat tempat tersebut tidak terlalu rapi.


“Apa yang dipikirkan Lev sampai dia lebih suka dengan perempuan yang lebih tua,” kata Biana heran.


Dalam pemikiran Biana, sangat tidak pantas kalau Tiara menjalin hubungan dengan Lev yang seharusnya menjadi suami dari anak satu-satunya. Namun, apakah Tiara tahu kalau Lev adalah lelaki yang sudah menyebabkan Rosemary hamil dan meninggalkan Indonesia?


Seandainya saja dia tidak berjanji pada Rosemary, dia pasti bergegas menemui Lev dan Tiara untuk mengatakan kalau Lev sudah punya anak dari wanita yang begitu cantik dan mandiri.


Sangat tidak pantas kalau dia masih bersama dengan wanita yang usianya lebih dewasa tanpa memiliki ikatan selain hubungan antara bos dan sekretarisnya.


Selama sehari Rosemary hanya tinggal sendirian sampai dia mendengar suara ponselnya berbunyi. Dari seseorang yang baru saja dia pikirkan walaupun hanya sekilas saja.


‘Apa maunya Emanuel meneleponku sementara tadi pagi sudah bertemu’


Pertanyaan dan penasaran Rosemary sangat masuk akal. Bagaimana pun mereka tidak mempunyai kepentingan yang mengharuskan mereka terus bertemu.


“Halo.”

__ADS_1


“Halo. Aku tahu apa yang kau pikirkan walaupun aku tidak berhadapan denganmu secara langsung,”ujar Emanuel melalui telepon yang berhasil membuat Rosemary meringis.


Apakah Rosemary sekarang menjadi wanita yang mudah ditebak ataukah dia sudah mulai membuka diri sehingga dia hanya bisa meringis mendengarnya?


“Kalau begitu, apakah aku harus bertanya lagi ada kepentingan apa yang membuatmu meneleponku?” kata Rosemary balik bertanya.


“Aku hanya ingin tahu apa yang sedang kau lakukan. Aku sudah bicara dengan bagian promosi, apakah kau sudah siap bekerja minggu depan?”


“Apakah kau menerima pegawai tanpa melalui seleksi lebih dulu?”


“Aku sudah bicara dengan Mc Linoir dan dia sangat memujamu sebagai pekerja yang luar biasa. Jadi aku tidak memerlukan surat lamaran kerja kalau kau bersedia tanda tangan kontrak.”


“Terima kasih. Dan dengan siapa aku bertemu minggu depan?”


“Temui Agnes, dia yang bekerja di bagian promosi,” beritahu Emanuel.


“Dan bagaimana aku mengenalkan diri padanya?”


“Katakan kau sebagai temanku.”


“Apakah kau berada di sana minggu depan?”


“Sayang sekali tidak. Tempatku bekerja bukan di kota melainkan di pedesaan. Kalau kau ingin mencari perubahan suasana, kau bisa menemuiku di desa.”


Desa, apakah Rosemary percaya kalau seorang pria seperti Emanuel bekerja di desa dan apa yang dia lakukan di desa sementara begitu banyak berita tentang pria itu.


“Aku tidak percaya kau tinggal di desa. Tentu sangat menyenangkan kalau bisa tinggal di tempat tersebut. Tenang dan jauh dari yang namanya kebisingan,” ucap Rosemary pelan.


“Tentu dan itulah alasanku mengapa aku lebih memilih tinggal di desa. Kalau kau berminat berlibur, katakan saja padaku, aku akan menjemputmu untuk main ke desa.”


“Terima kasih. Aku akan menagih janjimu pada saat aku bosan dengan kehidupan perkotaan.”


“Aku akan menantikan saat seperti itu. Terima kasih karena kau bersedia menerima telepon dariku.”


Dan Emanuel langsung memutuskan sambungan meninggalkan kernyitan di dahi Rosemary. Selama ini tidak ada seorangpun pria yang pernah dekat dengannya bahkan Alfaroz yang dulu seperti pelindungnya-pun dia tidak pernah tahu apa yang ada di dalam hatinya.


Alfaroz … rasanya sudah begitu lama dia tidak pernah tahu kabarnya. Apa yang sedang dia lakukan, apakah dia sekarang tetap berprofesi sebagai actor?


Seolah mentertawakan kebodohannya sendiri, tentu saja Alfaroz tetap berprofesi sebagai actor. Apakah dia akan meninggalkan dunia peran yang sudah membuatnya memiliki kehidupan yang baik?


Seolah ingin mengetahui kabar Alfaroz, Rosemary mulai melakukan pencarian di browser tentang kehidupan seorang actor bernama Alfaroz dan dia tersenyum gembira begitu berhasil menemukan profilenya.


Mereka belum lama berpisah tetapi Alfa sepertinya mengalami perubahan yang sangat besar. Setahun bahkan kurang dari setahun lebih sedikit sejak mereka berpisah pada saat Alfa bertindak sebagai dewa penolongnya.


Lelaki itu terlihat lebih dewasa dan memiliki ketampanan yang membuat kaum wanita tergila-gila. Lebih banyak berita gossip yang timbul selama setahun tersebut.


Seolah tidak dapat menahan kerinduannya, Rosemary bangun dari pembaringan lalu menghampiri lemari pakaian tempat dia menyimpan beberapa benda yang sudah lama dia lupakan salah satunya ponsel lamanya.


Sudah berapa lama ponsel yang dia bawa dari Jakarta tidak pernah dia aktifkan lagi, Rosemary tidak bersedia mengingatnya.


Tetapi hari ini mengapa dia ingin mengaktifkannya, apa yang ingin dia carinya?


Seperti mengingat masa lalu, Rosemary menyambungkan ponselnya dengan pengisi daya dan dia tersenyum karena batrenya masih penuh sehingga Rosemary langsung menyalakannya.


Perlu waktu untuk mengembalikan kekuatan yang sempat hilang di dalam diri Rosemary pada saat dia melihat begitu banyak notifikasi telepon yang tidak terjawab serta ratusan pesan yang masuk tanpa pernah dia baca.


Lebih banyak panggilan telepon yang berasal dari Alfa dan ayahnya, tetapi ada beberapa nomor yang tidak dia kenal dan pesan yang berasal dari nomor yang sama.


Penasaran dan ingin tahu, Rosemary mulai membaca pesan yang dikirim dari nomor tersebut.


“Aku ingin kau selalu mengatakan yang terjadi padamu. Kalau perbuatan Lev membuatmu hamil, kau harus mengatakan pada kami.”


“Kami akan membantu dan bertanggung jawab untuk kejadian yang membuatmu tidak nyaman tetapi kau harus menyerahkan anak tersebut!”


“Katakan dimana dirimu! Jangan membuatku melakukan pencarian yang akan kau sesali!”


Begitu banyak pesan yang diterima dan semuanya berisi peringatan bahwa dia harus mengatakan keadaan dirinya dan juga pesan yang menurutnya berupa ancaman yang membuatnya harus menyerahkan anaknya.

__ADS_1


Ketakutan. Tubuh Rosemary gemetar pada saat dia membayangkan yang mengirim pesan adalah orang terdekatnya Lev.


Dan Rosemary berusaha ingin tahu pesan yang dikirim oleh ayahnya. Beberapa pesan berisi peringatan bahwa Rosemary harus menghindari keluarga-nya Lev.


__ADS_2