
Kepergian Rosemary bersama Yuri dan Biana begitu cepat dan Lev yang datang kemudian hanya melihat apartement Biana terkunci. Lev sengaja datang mencari Rosemary setelah dia ditinggalkan oleh Rosemary begitu cepat.
Memerlukan waktu yang cukup lama sampai Lev memutuskan bahwa ia harus mencari tahu tentang perempuan bernama Marry yang pernah dijemput olehnya di bandara.
Sudah cukup lama Lev menekan bell yang ada di dinding dekat pintu tetapi belum juga ada yang keluar membuat Lev tidak sabar dan mulai memanggil nama Biana.
Tindakan Lev yang sangat berisik mengganggu ketenangan tetangga yang berada di sebelahnya sehingga Lev langsung mendapatkan teguran.
“Tuan mau cari siapa? Penghuninya baru saja pergi liburan,” beritahu tetangga Rosemary.
“Liburan, liburan kemana dan berapa lama dia kembali?” tanya Lev.
“Aku tidak tahu. Aku hanya tahu Biana pergi bersama dengan anak dan cucunya,” jawab perempuan itu.
“Anak dan cucunya? Apakah anaknya datang menjemput Biana?” Lev penasaran dan berusaha ingin tahu siapa anaknya Biana.
“Benar. Mereka belum lama pergi,” jawab tetangganya lagi.
Lev menggeram seperti binatang terluka hingga perempuan yang menegurnya memilih pergi. Lev tidak percaya bahwa ia begitu mudah kehilangan jejak.
Lev sangat penasaran. Dia sudah ditinggalkan Lev di halaman parkir dan sekali lagi ia ditinggalkan Biana yang
katanya berlibur dengan anak dan cucunya tetapi, mengapa Lev berpikir Biana dan Rosemary saling berhubungan?
“Rosemary tidak mungkin pergi jauh. Bagaimanapun perempuan itu memiliki keterbatasan,” pikir Lev dalam hati.
Keterbatasan? Lev kemudian tertawa begitu kata itu menyeruak di dalam benaknya. Tidak mungkin Rosemary memiliki keterbatasan. Bukankah dengan uang yang dia miliki Rosemary bisa melakukan apa pun juga.
Bayangan saat Lev bertemu kembali dengan Rosemary setelah hampir 2 tahun membuat Lev tidak bisa menghentikan otaknya yang terus berpikir tentang Rosemary.
Wanita yang memiliki kecantikan luar biasa dan sifat keras kepala yang sangat menarik dengan mata yang
memperlihatkan ketakutan yang sangat jelas membuat Lev hanya bisa menatap pintu yang tertutup rapat.
“Aku tidak percaya kalau dia ketakutan bertemu denganku. Dan mengapa dia langsung pergi?”
Sikap tidak puas dengan jelas diperlihatkan oleh Lev yang mulai tidak tenang dan ingin tahu alasan Emanuel
memberikan kesempatan pada seorang Rosemary, mantan aktris kelas sekian yang terkenal karena kasusnya dan bukan karena aktingnya.
Mungkinkah Emanuel memberikan kesempatan tersebut pada Rosemary karena perempuan itu memberikan harga dirinya pada Emanuel? Semua orang sangat mengenal siapa Emanuel dan tidak mungkin Rosemary
begitu mudah mendapatkan kepercayaan dari pria itu.
__ADS_1
Putus asa karena tidak menemukan yang ia cari akhirnya Lev memutuskan kembali ke apartement. Setidaknya di apartemen ia bisa menemukan pelayanan dari seorang perempuan yang selalu siap menunggunya.
Lev berjalan memasuki apartemen dan ia melihat Tiara sedang berbaring di sofa seolah menunggunya datang.
“Apa yang kau lakukan? Apakah kau begitu lelah hingga memilih berbaring?” sapa Lev berjalan menghampiri sofa.
“Hanya berbaring sambil menunggumu pulang, Lev,” jawab Tiara berusaha bangun tetapi Lev menahan pundaknya.
“Berbaringlah. Wajahmu sangat pucat,” saran Lev.
Duduk di samping Tiara tidak membuat Lev melupakan Rosemary. Di dalam hatinya ia masih bertanya-tanya dimana Rosemary tinggal selama ini dan mengapa tiba-tiba rumah Biana terkunci.
Lev kemudian memandang Tiara dan bertanya padanya begitu sadar bahwa Tiara pernah menitipkan Marry pada Biana dan juga karena Tiara yang selalu berhubungan dengan Biana.
“Menurutmu, apakah apartement ini cukup bersih? Aku berpikir sudah seharusnya pelayan yang selama ini bekerja digantikan dengan yang baru,” kata Lev mencoba membuka pembicaraan.
“Kau benar. Aku sudah membuka lowongan kerja untuk pelayan yang akan membersihkan apartemen ini,” beritahu Tiara.
“Apakah yang lama sudah berhenti?” Lev mengerutkan keningnya heran.
“Biana mengajukan berhenti, kemarin. Dia mengatakan akan ikut dengan anaknya.” Tiara menjelaskan alasan yang digunakan oleh Biana tetapi, ia heran kenapa Lev terlihat tidak suka dengan keputusan yang dibuat oleh Biana. Bukankah perempuan itu hanya pelayan?
“Dia mengatakan kemana anaknya pergi?” tanya Lev membuat Tiara terkejut.
“Benar tetapi, Biana sudah lama bekerja dengan kami. Tidak mungkin kami melepaskannya begitu saja tanpa ada imbalan yang lebih dari pantas untuk pekerjaannya selama ini,” jawab Lev.
Tiara mengawasi Lev yang berdiri dan meninggalkan dirinya sendirian di sofa. Ia ragu yang dipikirkan Lev bukan soal imbalan tetapi, ada kepentingan lain yang tidak diucapkan oleh pria itu.
“Soal imbalan, kau tidak perlu khawatir. Bukankah aku masih memiliki nomor teleponnya dan aku juga masih
menyimpan nomor rekeningnya,” ucap Tiara mencoba menenangkan Lev yang tiba-tiba gelisah.
Lev tersenyum. Karena bertemu Rosemary membuatnya lupa bahwa ia mempunyai seorang perempuan yang selalu siap untuknya, melayani semua kebutuhannya tanpa pernah menolak apapun ia lakukan pada saat mereka bersama.
“Aku rasa malam ini kita kembali ke Moskow. Apakah ada yang ingin kau beli sebelum pulang?” tanya Lev menawarkan wisata belanja pada Tiara.
“Asalkan pergi denganmu,” jawab Tiara berusaha merayu Lev.
“Pekerjaanku sangat banyak. Kau pasti tahu Emanuel bukan pengusaha yang mudah memberikan kepercayaan dan aku ingin kerja sama kami berjalan dengan baik. Kau bisa pergi sendiri seperti biasanya, kan?” jawab Lev menolak tawaran Tiara.
Tiara memandang Lev. Dalam hatinya ia berpikir bahwa 2 hari ini Lev sangat berbeda. Ia ingin tahu alasan Lev
berubah tetapi ia tidak berani menuntut kejujuran karena pada saat bersamaan ia pun menyembunyikan penyakitnya pada Lev.
__ADS_1
Namun, kembalinya Lev ke negaranya membuat dia tidak bisa berpikir normal. Lev begitu berbeda terutama dengan setiap kata yang keluar dari mulutnya.
Tidak ada yang benar di depan Lev pada saat emosinya tidak stabil. Tiara yang biasanya dengan mudah membujuknya bahkan mulai menyerah.
Sikap Lev yang sangat menyebalkan membuat Tiara memilih menjauh. Dia tidak bisa terus menerima semua ocehan Lev yang tidak masuk akal dan kepergian Tiara menambah sakit kepala Lev.
Bagaimana tidak, Tiara sengaja meminta langsung pada pimpinan tertinggi Slezy Bogini (SB) untuk cuti selama
seminggu. Apa alasan yang disampaikan Tiara hingga dia bisa berlibur membuat Lev penasaran.
Ayahnya bukan pimpinan yang mudah memberikan libur pada karyawannya sementara mereka sudah mendapatkan hak-nya. Sementara Tiara, sudah berapa lama dia bekerja dan bepergian dengan begitu bebas?
“Apa yang terjadi? Aku dengar semua orang berusaha menjauhkan diri darimu,” tanya Maxim pada Lev pada saat dia datang ke ruangannya.
“Mengapa Papa tidak bertanya pada Tiara, bukankah Papa yang sudah memberikan cuti padanya?” jawab Lev ketus.
Maxim tertawa, “Seharusnya aku bertanya tapi sayang sekali aku tidak sempat melakukannya. Jadi apa yang terjadi dan mengapa kau membuat karyawanmu lari ketakutan pada saat bertemu denganmu?”
“Karena aku tidak bisa menemukannya,” jawab Lev tanpa sadar.
“Siapa, siapa yang tidak bisa kau temukan hingga membuatmu emosi dan marah?”
“Hanya seorang wanita yang membuatku berpikir untuk menduakan Tiara,” jawab Lev tertawa.
Dia tahu ayahnya tidak menyukai hubungannya dengan Tiara dan selalu menganggap mereka tidak pantas menjadi pasangan kekasih. Tapi apa pedulinya sementara dia sudah nyaman dengan wanita yang menjadi sekretarisnya.
“Kenapa kau tidak meninggalkan Tiara dan mengejar wanita itu?”
“Meninggalkan Tiara? Sampai kapanpun tidak akan aku lakukan. Dia adalah wanita terbaik bagiku dan aku tidak akan melepaskannya dengan alasan apa pun,” jawab Lev yakin.
Maxim menatap Lev tajam seolah dia memberikan peringatan tetapi apa artinya bagi Lev? Dia adalah lelaki dewasa sehingga dia tidak bisa melarang setiap keinginan dan kemauannya.
“Bagaimana kalau aku tidak merestuinya?”
“Dengan alasan apa? Usianya yang lebih tua dariku atau karena alasan lain?”
“Aku mengenal Tiara cukup lama dan aku juga mengenalnya sebagai wanita yang tidak mau terikat. Jadi, apakah aku akan membiarkan putraku terus bersama dengannya sementara aku ingin kau mempunyai rumah tangga dan memberiku keturunan?”
“Sangat mudah. Aku akan menikahi wanita lain sementara Tiara, aku tidak akan melepaskan dia. Aku akan menjadikan wanita lain sebagai istriku asalkan dia menerima Tiara sebagai satu-satunya wanita yang aku inginkan,” jawab Lev tegas.
“Apakah kau bermaksud menjadikan ini sebagai tantangan?“ tanya Maxim.
“Anggaplah seperti itu. Seandainya tidak ada wanita yang bersedia dengan syarat yang aku berikan, maka Papa harus bisa menerima dia sebagai istriku,” jawab Lev yakin.
__ADS_1
Suara tawa terdengar keluar dari mulut Maxim begitu Lev membuat permintaan tentang menikahi seorang wanita yang usianya lebih tua dari Lev. Apakah seorang Maxim sangat mudah di bujuk? Jadi sudah bisa dipastikan bahwa Maxin tidak akan pernah setuju.