Ketika Cinta Kehilangan Arti

Ketika Cinta Kehilangan Arti
Ancaman atau peringatan


__ADS_3

Rosemary sudah menutup teleponnya dan mendapati wajah Biana yang seolah tidak setuju dengan tindakannya.


“Ada apa?”


“Ktau serius minta bantuan pada Tuan Durstan?” tanya Biana memastikan.


“Benar. Aku tidak tahu dimana tempat bersembunyi yang aman sementara usia Yuri masih terlalu kecil untuk aku bawa pergi bertualang,” jawab Rosemary.


“Tapi, kau tahu perasaan Tuan Durstan padamu, kan?”


“Aku tahu tetapi aku yakin Emanuel tidak akan memaksakan perasaannya terhadapku. Aku percaya Emanuel bisa membedakan antaraku diriku sebagai karyawannya dan sebagai teman yang membutuhkan bantuannya,” jawab Rosemary.


“Dan bagaimana ketika seluruh kebaikannya membuatmu tidak nyaman? Maksudku bagaimana setelah ia memberikan kebaikan lalu menuntutmu menerima cintanya?”  desak Biana tidak cemas.


“Aku hanya minta bantuannya tinggal di desa yang nyaman dan tenang tetapi bukan tinggal di tempat dan rumah yang sama dengannya. Aku tetap menjadi pegawainya dan dia tidak perlu bertanggung jawab dengan masa depanku dan anakku,” jawab Rosemary tegas.


“Baiklah, kalau sudah yakin dengan kepurusanmu. Kapan kau akan pergi?”


“Aku belum tahu. Dan … maukah kau ikut denganku seandainya aku pindah ke desa?” tanya Rosemary penuh harap.


“Kau pasti tahu bahwa aku tidak bisa melepaskanmu hanya berdua dengan Yuri, Rosemary. Aku akan menemanimu kemanapun kau pergi selama masih berada di benua ini,” jawab Biana.


“Terima kasih, Biana. Aku sangat bahagia kerena memilikimu di negara yang asing ini,” kata Rosemary terharu.


“Sejak aku melihatmu di bandara, aku sudah menganggapmu sebagai anakku, Rosemary,” balas Biana.


“Terima kasih,” jawab Rosemary lalu ia mendekati perempuan bertubuh gempal tersebut dan memeluknya erat.


Mereka berpelukan seolah ikatan darah tidak berarti dengan rasa yang mereka miliki.


Dua hari setelah kedatangan Lev ke rumah Biana, Rosemary seolah melupakan bahwa pria seperti Lev tidak akan mudah menyerah begitu saja walaupun pria itu harus menerima resiko namanya kembali berada di tabloid dengan berita yang tidak menyenangkan.


Siang itu semua persiapan sudah dilakukan oleh Rosemary saat ia menyadari bahwa makanan untuk Yuri sudah habis.


“Biana, aku akan pergi ke super market di depan. Kau tidak keberatan menjag aYuri selama aku pergi ke luar,


kan?” tanya Rosemary sambil mengambil tas.

__ADS_1


“Kenapa tidak beli di jalan,” kata Biana memberi saran.


“Aku tidak ingin kita berhenti di tengah jalan dan aku khawatir aku tidak bisa mendapatkan yang aku inginkan


diluar,” jawab Rosemary memberi alasan.


“Apakah Tuan Durstan masih lama sampai disini?” tanya Biana.


“Dia tidak datang kesini. Kita akan bertemu di bandara,” beritahu Rosemary.


“Baiklah, Aku akan menjaga Yuri selama kau pergi,” kata Biana memberikan janjinya.


Lega karena Biana mengerti dengan keinginannya membuat Rosemary bergegas pergi ke super market yang letaknya tidak terlalu jauh dari apartemen yang ia tempati bersama Biana.


Rosemary hanya perlu waktu setengah jam untuk mendapatkan yang ia inginkan dan sudah bersiap berjalan pulang ketika lengannya di cekal seseorang.


“Hey!” Rosemary berteriak kencang hingga beberapa pasang mata memperhatikannya.


“Jangan membuat semua orang kesini, Rose. Aku hanya ingin tahu kenapa kau disini. Apa yang kau lakukan disini?” bentak Lev keras.


Rosemary belum menata napasnya ketika tangannya tiba-tiba di cekal seseorang dan kini matanya turut melotot begitu melihat siapa orang yang sudah membuatnya terkejut tersebut.


“Jangan membentakku, Rose. Aku hanya ingin kau menjawab untuk apa kau disini?” tegur Lev mengancam.


“Aku disini karena aku ingin. Memangnya siapa kau hingga aku harus melaporkan setiap kegiatanku,” jawab


Rosemary mengejek.


“Jangan membuatku marah, Rose. Aku hanya ingin apa yang kau lakukan di negara yang sangat jauh dari Indonesia,” gertak Lev mengingatkan.


“Aku tahu dimana aku sekarang, Lev. Dan apa urusannya denganmu. Memangnya kau petugas Imigrasi sehingga aku harus lapor padamu?” cibir Rosemary ketus.


“Kau tidak perlu melapor padaku tetapi seandainya kau tinggal di negara ini, aku harus tahu keberadaanmu. Asal kau tahu, aku tidak ingin kau mengganggu kehidupanku!” hardik Lev.


“Mengganggu hidupmu? Memangnya aku pernah. Kenapa tidak bertanya pada dirimu sendiri apa yang sudah kau lakukan padaku!” hardik Rosemary emosi.


“Kau yang sudah merusak hidupku sehingga membuatku tidak punya tempat lagi di negara asalku. Kau yang sudah membuatku kehilangan semuanya, Lev!” bentak Rosemary.

__ADS_1


“Aku tidak percaya kau justru mengatakan dan memberikan peringatan padaku padahal kau sangat mengetahui kebenarannya, Lev!” Rosemary menggelengkan kepalanya marah.


“Asal kau tahu, bertemu denganmu membuatku mimpi buruk. Kau bukan pria yang aku inginkan apalagi sampai merecoki gaya hidupmu!” cerca Rosemary membalas tuduhan yang diucapkan oleh Lev.


“Benarkah? Jadi apa yang akan kau lakukan?” tanya Lev ingin tahu.


“Yang pasti tidak bertemu denganmu!” jawab Rosemary ketus.


Suara tawa terdengar geli dari mulut Lev hingga Rosemary memandangnya dengan mata melotot galak.


“Aku tidak tahu mengapa bertemu dan mendengar suaramu yang berapi-api membuatku bersemangat. Tetapi kau benar, bukan hanya kau yang mimpi buruk karena aku juga mengalami hal yang sama,” ungkap Lev sebal.


“Kau sudah membuatku tidak mampu berpikir. Aku bahkan tidak bisa mengendalikan emosiku karena tahu perempuan yang sudah membuatku terlibat masalah hukum ternyata bebas berkeliaran,” cetus Lev ketus.


Rosemary sudah terlalu lelah dan dia tidak mempunyai keinginan untuk meladeni Lev apalagi Rosemary teringat pesan yang masuk ke ponselnya.


“Mau kemana?”


Gerakan kaki Rosemary tertahan pada saat Lev mencekal pergelangan tangan Rosemary kembali.


“Pulang. Kau pikir aku perempuan yang tidak punya kepentingan lain selain menimpalimu bicara,” jawab Rosemary ketus.


“Pulang?” Lev menatap Rosemary seolah dia baru pertama kali mendengar Rosemary bicara.


“Tentu saja pulang. Kau tidak berpikir aku tinggal di bawah jembatan karena semua tempat menolakku, kan?” cibir Rosemary menyindir.


“Aku tidak peduli dimanapun kau tinggal. Dan aku tidak akan mengganggumu lagi asalkan kau tidak mencampuri hidupku apalagi sampai menjual cerita di media,” ujar Lev mengingatkan.


“Perempuan lain mungkin seperti itu tetapi, aku sudah cukup malu karena pernah mengenalmu, Lev!” jawab Rosemary.


Rosemary ingin pergi tetapi tangannya masih berada di dalam cekalan Lev sehingga ia menghentakkan lengannya keras hingga cekalan tangan Lev terlepas.


“Kau tidak perlu khawatir aku akan merusak kehidupan pribadimu. Dan aku juga meminta kau melakukan hal yang. Jangan ganggu apalagi muncul di depanku. Bagiku kau adalah virus yang mematikan semua persedian di dalam tubuhku, Lev!” cerca Rosemary tajam.


Rosemary sudah menyampaikan isi hatinya dan ia tidak ingin Lev tahu tentang Yuri sehingga Rosemary memutuskan mengakhiri perdebatan mereka. Ia harus bisa melindungi Yuri dari mata dan tangan Lev.


Langkah kaki Rosemary begitu yakin dan Lev berdiri mengawasi Rosemary dengan mata nyaris keluar. Ia tidak menduga bisa kembali bertemu dengan Rosemary setelah 2 hari menunggu perempuan itu keluar dari

__ADS_1


kantor Emanuel.


__ADS_2