Ketika Cinta Kehilangan Arti

Ketika Cinta Kehilangan Arti
Pertemuan yang tidak terduga


__ADS_3

Tiara perlu waktu mengendalikan emosinya sebelum ia pulang ke apartemen. Ia tidak ingin Lev melihat wajahnya yang kecewa walaupun di dalam hatinya ia memang menginginkannya.


Tiara tidak rela Lev melihat Rosemary apalagi sampai tertarik pada anak perempuannya. Ia adalah perempuan yang disukai oleh Lev, brandal pesta yang diinginkan semua perempuan tetapi ia juga tidak percaya Lev tidak akan tertarik pada Rosemary.


Suara pintu yang terbuka mengalihkan perhatian Lev yang sedang duduk di dalam ruang kerjanya. Ia sedang berusaha mencari informasi dimana Rosemary berada sebelum Max mendahului. Ia tidak percaya Max


melepaskan rasa ingin tahunya begitu saja tentang perempuan yang membuatnya berada cukup lama di perusahaan Emanuel.


“Kenapa Tiara harus pulang sekarang pada saat aku belum bisa menemukan Rosemary.” Lev mengeluh kesal karena pekerjaannya terganggu.


Baru saja Lev mematikan komputernya, ia mendengar suara pintu ruang kerjanya diketuk disusul dengan suara Tiara yang memanggilnya sehingga Lev segera bangun dari duduknya dan berjalan menuju pintu.


Di depan pintu, Tiara berdiri dengan tubuh menggigil seolah baru saja melewati kejadian yang sangat menakutkan hingga Lev langsung memeluknya.


“Ya Tuhan … apa yang terjadi denganmu?”


Tiara tidak mengatakan apa-apa bahkan saat Lev mencoba memeriksa keadaannya perempuan itu hanya diam hingga Lev mengguncang tubuhnya pelan.


“Tiara, katakan apa yang terjadi!”


“Aku … maafkan aku, Lev. Aku tidak bisa menyakinkan Marry. Kau pasti tahu hubungan kami tidak berjalan baik selama ini.” Tiara mengadu dengan suara terisak.


Suara hembusan napas keluar cepat dari hidung Lev. Sebelumnya ia mengira Tiara baru saja bertemu dengan orang jahat dan ia tidak mengira Tiara begitu dramatis menghadapi penolakan anaknya.


“Tenanglah. Papa memang menginginkan bertemu dengan anakmu tetapi kita bisa melakukannya secara perlahan. Sekarang dia mungkin marah karena kau akan menikah lagi. Tetapi, aku yakin nanti dia pasti


mengerti bahwa kau juga perlu bahagia.” Lev memeluk Tiara berusaha menenangkan emosinya.


Di leher Lev, Tiara tersenyum puas. Ia tidak perlu mengenalkan Rosemary kepada Lev apalagi keluarganya. Ia bisa memiliki Lev sampai ia tidak mampu bertahan lagi dengan penyakitnya.


Menjelang sore, Tiara berada di dalam pelukan Lev yang hangat sementara itu di kota lain, Rosemary sudah siap-siap kembali ke Prancis karena pekerjaannya sudah selesai. Rosemary lalu menghubungi Adel yang berada di kamar lain.


“Adel, kamu sudah siap?”

__ADS_1


“Sudah. Tetapi, aku perlu ke kamar kecil dulu. Kau bisa tunggu di bawah.”


“Baiklah. Aku akan checkout. Temui aku di lobby!”


“Oke.”


Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, Rosemary keluar dari kamar dan langsung menuju bagian pembayaran tetapi, saat ia menunggu Adel ia mendapati seorang pria setengah baya memperhatikannya dengan instens hingga Rosemary tidak nyaman.


“Siapa pria itu dan kenapa ia memperhatikanku begitu tajam,” ucap Rosemary dalam hati.


Ia sudah memastikan di sekitarnya tidak ada orang lain yang menjadi alasan pria itu melihat kearahnya dan Rosemary semakin gelisah ketika pria itu berjalan mendekatinya.


Senyum ramah terlihat di bibirnya yang tidak terlalu terlihat karena bulu yang menutupi hampir sebagian wajahnya.


“Anda bukan penduduk Rusia, apakah Anda berasal dari Asia?”


Kerutan di kening Rosemary sangat jelas ketika mendengar pria itu bicara tetapi apa yang dia katakan? Rosemary tidak terlalu paham bahsa Rusia karena ia lebih sering menggunakan bahasa Inggris atau Prancis.


“Maaf, saya tidak mengerti,” jawabnya dengan bahasa Inggris.


“Kau bukan orang Eropa, apakah kau berasal dari Asia?”


“Benar. Saya orang Asia dan kebetulan ada pekerjaan yang membuat saya berada di sini,” jawab Rosemary ragu-ragu.


Selama ini ia selalu menjaga privasinya sehingga tidak mudah orang mengetahui darimana ia berasal tetapi untuk seorang pria yang sepertinya memiliki pengalaman yang cukup banyak, Rosemary tidak mungkin menghindar.


“Benar. Saya berasal dari Asia dan kami sedang mengambil gambar untuk promosi produk perusahaan kami,” jawab Rosemary.


“Apakah kau sendiran?”


Rosemary menatap pria di depannya dengan curiga. Apa maksud pria itu tetapi, Rosemary harus tenang pada saat ia menjelaskan bahwa ia tidak sendirian dan perusahaannya pun bukan di Asia melainkan ri Prancis dan milik seorang pengusaha yang terkenal.


“Jadi kau bekerja di perusahaan Durstan. Apa kau tahu bahwa kami bersahabat?”

__ADS_1


“Maafkan saya. Saya tidak pernah ingin tahu rekan kerja maupun kehidupan pribadi pimpinan tempat saya bekerja,” jawab Rosemary mengelak.


“Aku boleh minta kartu namamu?” Pria itu bertanya cepat ketika Rosemary melambaikan tangannya pada seorang wanita.


“Maafkan saya. Saya tidak pernah membawa kartu nama. Permisi, teman saya sudah datang.”


“Aku minta maaf Rosemary. Seharusnya kau tidak perlu melakukan ini semua kalau saja perutku tidak bermasalah.” Adel minta maaf tanpa menyadari bahwa pria yang baru saja bicara dengan Rosemary masih bisa mendengar ucapannya.


“Tidak usah khawatir. Ayo pergi! Aku sudah kangen sama Yuri,” balas Rosemary.


Pria setengah baya itu menatap kepergian Rosemary dengan curiga. “Apakah kebetulan saja namanya Rosemary? Kalau benar apakah dia alasan Lev berada di kantor Durstan cukup lama?”


Pria itu melambaikan tangan memanggil seseorang yang langsung mendekat, “Cari informasi tentang Rosemary yang bekerja di perusahaan medi milik Emanuel Durstan. Selidiki tentang asal usul dan kehidupan pribadinya!”


“Baik, Tuan.”


Selama ini ia belum pernah bertemu dengan Rosemary secara langsung bahkan saat perempuan itu menahan Lev dengan tuduhannya. Dan ia sangat puas begitu melihat Rosemary secara langsung. Rosemary bukan perempuan bodoh yang memanfaatkan fasilitas yang diberikan Lev padanya.


Rosemary bahkan bisa bekerja di negara yang jauh dari tempatnya berasal dan mendapat kepercayaan dari salah seorang pengusaha ternama yang berasal dari negara tersebut tetapi, ia juga tahu siapa Emanuel Durstan.


“Apakah Lev akan meninggalkan Tiara kalau dia bertemu dengan Rosemary kembali atau mereka memang sudah bertemu sehingga sikap Lev langsung berubah?” ucak pria itu dalam hati.


Pria setengah baya yang tidak lain Max Grigori tersenyum puas. Ia akan membuat Lev meninggalkan Tiara. Ia akan mengatur rencana agar Lev dan Rosemary memiliki waktu bertemu lebih banyak. Yang harus ia lakukan adalah membujuk Emanuel Durstan agar setuju dengan rencananya.


Sementara itu di tempat lain, Rosemary dan Adel sudah berada di dalam mobil yang akan membawa mereka ke bandara.


“Aku lihat tadi kau sedang bicara dengan seseorang, siapa?” tanya Adel ingin tahu.


“Bukan siapa-siapa. Aku rasa dia hanya tertarik karena melihat orang yang berbeda di negaranya,” sahut Rosemary tertawa.


“Kau tidak tahu siapa orang itu?”


Rosemary menangkap nada ingin tahu di suara Adel tetapi kenapa asistennya seperti penasaran. Apakah Adel lupa bahwa ia selama ini tidak peduli dengan siapapun yang ia temui.

__ADS_1


“Tidak. Memangnya ada keharusan bahwa aku harus mengenalnya?”


Adel menggelengkan kepala. Ia khawatir kalau ia kasih tahu siapa pria yang sebelumnya bicara dengan Rosemary, perempuan itu pasti langsung pergi dan menghilang. Sama seperti yang dilakukannya pada saat bertemu dengan Lev.


__ADS_2