Ketika Cinta Kehilangan Arti

Ketika Cinta Kehilangan Arti
Masih pria yang sama


__ADS_3

Rosemary menatap punggung Lev yang kekar dan ia tidak percaya bahwa dirinya masih terpengaruh oleh pria yang sejak awal pertemuan mereka sudah membuatnya takut.


Dulu ia berlindung dari tatapan Lev pada Alfaro dan sekarang, apakah ia harus mengandalkan Emanuel agar Lev tidak mengganggunya?


Rosemary menggelengkan kepala dan ia tidak akan melakukannya pada saat ia tahu Emanuel adalah rekan bisnis Lev Grigory.


“Aku tahu semau orang mengenal Lev tetapi aku tidak percaya bahwa kau punya cerita dengan Lev. Sangat luar biasa, Rose,” ujar Adele yang sejak tadi menjadi pendengar yang baik.


“Tidak ada yang luar biasa. Aku bahkan menyesal pernah bersingungan dengannya,” gumam Rosemary.


Rosemary tahu Adele penasaran tetapi ia tidak akan bisa memuaskan rasa ingin tahu Adele yang besar. Ia tidak akan pernah bisa menjelaskan siapa dia bagi Lev.


“Aku harap kau tidak mengatakan apa pun tentang perbincangan kami. Aku sangat berharap padamu karena aku tidak ingin menjelaskan pada media bahkan pada kau sendiri sebagai asistenku,” ucap


Rosemary lirih.


“Tenang saja. Kau tidak perlu khawatir. Aku tahu bagaimana reputasi seorang Lev Grigory bisa mempengaruhi semua orang,” janji Adele.


“Terima kasih.”


Tidak berbeda jauh dengan Rosemary, Lev yang bersikap sinis ternyata tidak mampu menyimpan rasa terkejutnya. Sudah berapa lama ia berpisah dengan perempuan yang sudah membuatnya terlibat masalah hukum di negara orang?


Marah dan penasaran menjadi satu di dalam benak Lev saat ia mengetuk pintu ruang kerja Emanuel dan mendapati Sofia ada di dalam ruangan yang sama.


Dalam hati Lev berpuas hati karena ia bisa bertanya pada kedua orang yang merupakan rekan bisnis dan mantan tunangannya.


“Ada apa denganmu, Lev! Wajahmu seperti baru bertemu dengan Banteng betina,” goda Sofia yang tidak bisa menahan diri begitu Lev melewati pintu ruang kerja Emanuel.


Dengan wajah yang jauh dari kata ramah, Lev menghempaskan pantatnya di salah satu sofa yang ada di ruangan tersebut sehingga Emanuel tertawa melihatnya.


“Aku setuju dengan ucapan Sofia. Wajahmu seperti baru di serang Banteng betina. Apa kau sudah kehilangan energy, Lev,” timpal Emanuel mengejek.


“Bagus buatmu bertanya. Aku ingin tahu mengapa Rosemary bisa ada di sini,” tanya Lev langsung sehingga cukup mengejutkan Emanuel dan Sofia.

__ADS_1


“Siapa Rosemary?” tanya Sofia heran.


Nama yang baru saja disebutkan Lev terasa asing di telinganya dan bagaimana mungkin Lev bisa kenal dengan salah seorang pegawai Emanuel?


“Kenapa kau tidak bertanya pada Emanuel! Aku yakin kakakmu tahu,” sahut Lev jengkel.


“Aku bahkan tidak percaya kau kenal dengan Rosemary, Lev. Melihatmu terlihat seperti baru diseruduk Banteng justru membuatku bertanya-tanya, seberapa besar pengaruh Rosemary dan bagaimana kau bisa mengenal salah satu sutradarku,” ucap Emanuel menuturkan keheranannya.


“Manuel, please! Aku tahu bahwa kau tidak akan pernah memperkerjakan seseorang yang berpengaruh pada perusahaanmu tanpa mengetahui latar belakangnya,” omel Lev membuat Emanuel tersenyum geli.


Dia memang sudah mengetahui bagaimana hubungan Lev dan Rosemary tetapi hanya berdasarkan hasil penyelidikan yang ia lakukan secara pribadi. Tetapi, mengetahui pria di depannya sangat terpengaruh membuat Emanuel sangat penasaran.


“Benar dan aku semakin heran dengan pertanyaanmu,” jawab Emanuel menolak memberikan penjelasan.


“Dengan kata lain, kau mengijinkan aku cari tahu tentang Rosemary?” pancing Lev dengan mata menyipit.


Lev menduga Emanuel tidak akan mengijinkannya tetapi, apakah ia bisa mendapatkan jawaban dari pria yang terkenal keras kepala?


“Apabila kau melakukannya maka kau harus siap menerima tuntutan dariku karena sudah membuatku kehilangan pegawai yang paling potensial!” ancam Emanuel.


“Tidak ada jadi atau apa pun. Rosemary datang ke perusahaanku pada saat aku membutuhkan seorang sutradara yang mampu mengikuti semua ide dan keinginanku untuk promosi. Seharusnya aku bisa mendapatkan Ezme juga seandainya saja tidak keduluan olehmu.”


Jawaban Emanuel yang tegas membuat Lev bergeming. Emanuel sudah mengakui bahwa dia mengetahui latar belakang Rosemary dan ia tidak percaya bahwa pengetahuan pria di depannya hanya sebatas pendidikan dan


pekerjaan yang pernah dilakukan oleh Rosemary.


Bagaimana ia bisa mengetahui seberapa jauh Emanuel mengetahui masa lalu Rosemary dengannya?


“Sejujurnya aku ingin tahu kenapa hari ini kau berada di kantorku, Lev. Aku ingat janji temu kita adalah lusa,” tanya Emanuel dengan sikap penolakan yang diperlihatkan dengan jelas.


Lev masuk ke ruang kerjanya seperti angin topan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu sehingga membuatnya tergangu dan sudah pasti Rosemary juga.


Ia sudah mengatur waktu saat Lev datang maka Rosemary sedang bekerja di luar. Ternyata Lev datang tanpa membuat janji lebih dahulu. Dan ia menyesal sudah membuat Rosemary terganggu.

__ADS_1


Dan apa yang sedang dilakukan Rosemary sekarang? Apakah perempuan itu sedang memaki pria tampan dan gagah yang sampai sekarang masih mendapat julukan berandal pesta?


Tanpa sadar Emanuel menggelengkan kepala berharap Rosemary tidak melakukan perbuatan ceroboh yang bisa merugikan semua orang.


“Aku tidak percaya sekretarismu tidak mengatakan bahwa aku meminta waktu bertemu denganmu hari ini,” cibir Lev membela diri.


“Sekretarisku?” ulang Emanuel.


“Benar. Kau tidak bermaksud mengatakan bahwa sekretarismu tidak dapat diandalkan, bukan?” ucap Lev tertawa.


Emanuel berusaha menghubungi sekretarisnya tetapi matanya tertuju pada jadwal pertemuan yang sudah diletakkan sekretarisnya sebelum Sofia datang.


“Jadi, apakah aku partner kerjamu yang datang tanpa membuat janji lebih dulu,” ejek Lev begitu ia melihat mulut Emanuel bergerak tanpa suara.


“Baiklah dan aku menduga kedatanganmu hari ini karena jadwalmu yang padat. Jadi, mari selesaikan pembicaraan soal bisnis lebih dulu,” ujar Emanuel sekaligus menutup kesempatan Lev untuk mengetahui tentang Rosemary dan Lev menyadarinya hingga ia harus menyimpan marah di dalam hatinya.


Sesuai kesepakatan yang sudah disetujui kedua pihak, semua perjanjian kerja sama antara perusahaan milik Emanuel dan Lev berjalan lancar.


Tetapi, Emanuel tahu bahwa Lev masih menyimpan rasa ingin tahu yang sangat besar tentang Rosemary dan ia tidak bersedia memuaskan rasa tersebut.


Alih-alih memberikan kesempatan, Emanuel justru bangun dari duduknya dan berjalan keluar dari belakang mejanya.


“Apa kau ada acara lain. Lev? Dan kemana Tiara, kenapa dia tidak bersamamu hari ini,” sindir Emanuel.


“Aku tidak tahu apa yang disembunyikan oleh Tiara. Setiap kali pergi ke rumah sakit dia tidak pernah mau mengatakan alasan dan juga tidak mau aku temani,” keluh Lev jengkel.


“Ke rumah sakit untuk apa?” tanya Sofia heran.


Mendengar pertanyaan Sofia, mata tajam Lev langsung menyambarnya sehingga Sofia meringis. Sudah jelas Lev jengkel karena Tiara tidak mengatakan alasannya dan ia justru bertanya pada pria itu.


“Omong-omong soal rumah sakit, Tiara pernah mengatakan padaku bahwa kalian pernah bertemu di rumah sakit dan pertemuan kalian adalah di bagian ibu melahirkan,” ungkap Lev ingin tahu.


“Benar dan aku penasaran untuk apa Tiara berada di sana. Semula aku berpikir bahwa ia bermaksud memeriksa kehamilannya,” sahut Emanuel tertawa geli tetapi tidak sama dengan Lev yang memasang wajah bengis pada saat Emanuel menyelesaikan kalimatnya.

__ADS_1


“Tiara hamil” Aku bukan pria bodoh yang mau memiliki anak dari perempuan yang usianya sudah tidak muda lagi. Kau pikir aku bersedia mengurus anak sendirian!” sergah Lev membuat Sofia tertawa keras.


Lev belum berubah bahkan dengan usianya yang sudah tidak muda lagi. Pria itu belum bersedia menerima tanggung jawab besar dan lebih memilih menjadi penikmat hidangan malam tanpa keharusan mencuci dan merapikan bekas makannya.


__ADS_2