
"Syifa....tunggu" Seseorang memanggil Syifa dari kejauhan. Merasa heran siapa gerangan orang yang berlarian menghampirinya itu, dia begitu cantik putih dan tampil anggun sekali. Syifa hanya bisa terus melihatnya sambil mengira ira siapakah orang tersebut. Ia merasabegitu asing seolah tidak merasa pernah bertemu sebelumnya. Namun, dari cara dia memanggil nama Syifa jelas seperti sudah akrab.
"Hey....apa kabar, aku sangat merindukan kamu" Tiba tiba saja sosok perempuan itu memeluk Syifa dengan erat, seolah telah lama berpisah. Syofa masih terdiam melihat orang asing memeluknya.
Mendadak sang perempuan merasa aneh lalu menatap Syifa "Kamu Syifabella, bukan?"
Syiha hanya mengangguk dan kembali berusaha mengenali sosok di hadapannya. "Iya, kalau beleh tau kamu siapa? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Menatap heran.
Menepuk kening lalu menggeleng pelan "Astaga, jadi kamu tidak mengenaliku? Coba kamu ingat ingat lagi masa sih kamu tidak mengingatku. Kita sudah berteman sejak duduk di bangku sekolah dasar lho"
__ADS_1
"Alin....kamu" Dengan mata berkaca kaca akhirnya Syifa mulai mengenali sahabat lamanya. Sejak dua belas tahun mereka terpisah jadi wajar saja jika Syifa tidak mengenali sahabat lamanya.
"Ahkirnya kita bisa bertemu lagi,sudah lama sekali aku ingin bertemu denganmu." mereka melepas kerinduan setelah sekian lama terpisah. Alin adalah anak dari seorang pengusaha ternama, nasib mereka sangat jauh berbeda. Hidup Alin di limpahi kasih sayang dan harta, sedangkan hidup Syifa sebaliknya. Meski begitu mereka bersahabat sejak kecil, rumah mereka saling berdampibgan sebelum keluarga Alin pindah ke luar kota. Sekarang Alin sudah sukses dengan bisnis keluarga yang di kelola olehnya.
"Oh iya kenapa dengan wajahmu? Apakah itu sebuah KDRT?" Tanya Alin penuh tanda tanya.
Syifa menundukkan kepala "Tidak, lebam di wajahku akibat terjatuhdari tangga kemarin" Berushaa menutupi segala yang terjadi meski itu sangat menyakitkan. Sebisa mungkin Syifa akan terus menutupi aib rumah tangganya selama Tuhan masih memberinya kesabaran. Meski terkadang hati menbrontak kesakitan tetap saja Syifa berpegang teguh dengan jiwa yang besar.
"Sungguh aku tidak apa apa. Jangan pikirkan tentang ini lebih baik kita melepas rindu. Kalau boleh aku tau sekarang kamu tinggal di mana?" Mengalihkan pembicaraan supaya tidak tertuju pada satu perhatian saja.
__ADS_1
"Nanti akan aku ceritakan semua kisah hidupku, tapi sekarang kamu ikut denganku. Kita harus mengobrol sampai malam untuk melepas rasa rinduku padamu, sahabatku" Menggendeng lengan Syifa.
"Aw....." Pekik Syifa ketika tanpa sengaja Alin menyentuh lengannya yang penuh dengan luka.
"Ups, maaf. Ada apa dengan lenganmu...." Alin merasa penasaran dan langsung menyibakkan lengan panjang yang di pakai Syifa. Betapa terkrjutnya dia ketika melihat begitu banyak lebab di lengan sahabatnya "Oh Tuhan...." dengan mulut mengangga terheran melihat banyak luka di tubuh Syifa. "Fix....ini pasti KDRT. Sekarang kamu nggak bisa ngelak lagi jujur sama aku ini ulah suamimu, kan?"
Syifa tidak bisa menjawab dan hanya menitihkan air mata. Sekarang Alin tau sahabatnya terzholimi "Diam kamu berarti memang benar bahwa dia itu..." Belum sempat berkata banyak tiba tiba Syifa membungkam mulut Alin.
"Jangan keraskan suaramu atau semua orang akan menatap kita" Melihat sekeliling begutu banyak orang berlalu lalang. Posisi mereka sekarang berda di mini market kecil yang begitu ramai pengunjung.
__ADS_1
"Kita bicara di luar" Alin lalu mengajak Syifa ke suatu tempat untuk mereka bisa bercerita leluasa.