Ketulusan Hati Syifabella

Ketulusan Hati Syifabella
Episode 22


__ADS_3

"Buk, Syifa sudah pulang belum?" Tanya Damar sembari clingak clinguk mencari sosok sang istri. Hari ini semua berantakan sebab Syifa tidak di rumah.


Ibu Rosidah masih tidak bergeming dari tempat semula "Tadi dia datang sebentar. Dia juga menitipkan sesuatu buat kamu. Sudah ibu taruh di meja kamar..."


Damar pun segara masuk kamar "Wanita itu buat ulah apa lagi..." Tatapan tertuju pada sebuah kotak perhiasan dan selembar kertas yang di atasnya terdapat sebuah cincin.


Melihat lebih jelas tentang Cincin tak bertuan itu. Benar saja cincin milik Syifa yang ia berikan sebagai mahar pernikahan. "Apa maksudnya ini...." Membuka ada dua lembar surat. Satunya hanya berupa lembaran kecil bertuliskan tangan, dan satunya masih di segel seperti surat penting. Pertama Damar membaca surat pertama.

__ADS_1


(Assalamualaikum....untuk suamiku tercinta. Maafkan aku mas jika selama menjadi istrimu aku banyak melakukan kesalahan. Mungkin dia lebih baik dariku sehingga kamu lebih memilihnya. Oleh sebab itu aku ikhlas jika akhirnya kita harus berpisah. Semoga kalian bahagia seumur hidup, dan semoga dia wanita yang tebaik untukmu dan ibu mertua. Mungkin untuk beberapa tahun mendatang kita tidak akan saling bertatap muka. Aku menyerah mas aku mengaku kalah. Cintaku tidak mampu mempertahankan pernikahan kita. Hatiku tidak sekokoh batu karang, kesabaranmu setipis air. Aku sudah memuruskan melepaskan ikatan antara kita. Kamu tenang saja perceraian kita sedang di proses pengadilan semua biaya aku akan tanggung sendiri. Aku juga mengembalikan semua pemberian kamu yang selama ini masih ku simpan. Cincin pernikahan yang dulu kamu sematkan di jari manisku sekarang mulai memudar seiring waktu, seperti itulah cintamu padaku. Sekarang ku kembalikan cincin itu padamu. Bahagialah mas, aku akan mendoakan yang terbaik untukmu dan perempuan itu.


Salam dari Syifabellah)


Meremas surat tersebut hingga membentuk bola kecil di tangan "Berani sekali dia menggugat cerai aku, memang dia sepantas itu" Emosi Damar mulai meletup letup. Segera membuka lemari pakaian tempat biasa semua baju Syifa berada. "Jadi dia sudah membawa pergi semua pakaiannya..." Di balik pintu tertulis tentang semua keberadaan pakaian kerja, dasi, dan juga semua kebutuhan Damar. Syifa juga menuliskan vitaminnyang harus ia konsumsi setiap hari demi menjadi kesehatan.


Pintu lemari di banting pelan.

__ADS_1


"Perduli setan...." Seharusnya Damar senang mengingat Syifa sudah prgi dari hidupnya,namun entah kenapa ia merasa begitu kehilangan.


"Lihat saja aku pasti bisa membawamu kembali...."


"Loh nak kamu baru pulang sudah pergi lagi, memang kamu mau kemana?" Tanya ibu Rosidah.


Damar tidak memperdulikan ucapan sang ibu, segera mengendarai sepeda motor lalu menuju rumah kedua orang tua Syifa. Sesampainya di sana Damar langsung mencari keberadana Syifa, namun kwdua orang tuanya tidak tau menahu. Mereka jutru baru mendengar dari Danar bahwa putri mereka telah menggugat cerai suaminya. Damar juga membalikkan fakta dengan menuduh Syifa berselingkuh dengan mantan suaminya. "Kurang ajar sekali dia berani selingkuh dengan mantan suaminya. Lihat saja kalau sampai dia pulang nanti bapak tidak akan tinggal diam. Pasti bapak akan mengantarnya pulang ke rumahmu, nak."

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan mereka Syifa berada di balik pohon samping rumah "Bagaimana bisa bapak kandungku lebih percaya orang lain di banding putrinya sendiri. (Menyeka air mata) Sekarang aku semakin yakin untuk meninggalkan kota ini. Tidak ada yang memberatkan langkahku lagi"


__ADS_2