Ketulusan Hati Syifabella

Ketulusan Hati Syifabella
Episode 07


__ADS_3

Keesokan hari, Syifa bangun lebih dulu seperti biasa. Malam tadi adalah malam terpanjang dalam sejarah pernikahannya, keganasan Damar membuuat malam terasa tak berpenghujung. Sebagai muslim tentu Syifa paham jika perbuatan sang suami tidak di benarkan. Seorang suami tega menggauli istri yang sedang datang bulan, tanpa memikirkan hal buruk nantinya, iblis telah merasuhi hati dan pikiran Damar sampai tega memperlakukan sang istri dengan secara tidak hormat. Jika dia memang suami yang baik tentu akan mengerti situasi Syifa sekarang ini, bukan hanya menuruti hawa nafsu sesaat saja tanpa tau akibat dari ulahnya. Ketika wanita sedang dalam keadaan haid makan dia dalam fase pembersihan diri, harusnya di jaga bukan malah di gauli.


Syifa sendiri tidak bisa berbuat banyak, sebab ia tau menolak suami dalam urusan ranjang memanglah berdosa, tapi memaksakan kehendak ketika sedang haid juga sebuah dosa. Keduanya sangat bertentangan dengan agama yang di anutnya. Entah siapa yang harus di salahkan atas semua yang telah terjadi, karena Syifa telah di hadapkan dengan dua pilihan saling memberatkan.


"Mas....andai kamu tau aku sangat merindukan saat indah bersamamu, tapi kamu sudah berubah tidak seperti dulu. Setiap kata keluar dari mulutmu seolah menghardikku mati matiaan (Menyeka air mata yang keluar tanpa di undang) meski pun kamu telah banyak berubah tetapi hatiku masih sama masih mencintai kamu, mas Damar" Lirih Syifa sembari terus menatap wajah Damar ketika sedang tertidur pulas. Air matanya menetes tanpa henti mengingat betapa kejam perlakuan Damar selama ini.


"Andai kamu masih seperti dulu mungkin air mataku tidak terkuras setiap harinya....."


Sebelum beranjak dari ranjang, ia menatap sejenak wajah suaminya. Sudah lama sekali mereka tidak sedekat ini. Entah apa yang di pikirkan Syifa sekarang, pastinya dia begitu merindukan saat saat seperti ini. Bangun tidur selalu menatap wajah suami, menyambut penuh kelembutan, dan senyum manis selalu terlukis indah. Namun, semua tidak sesuai yang di inginkan.


Setelah beberapa saat kemudian ponsel Damar berdering. Awalnya ingin membangunkan suaminya, namun ketika melihat nama pada layar ponsel, hatinya memanas. Seorang wanita di pagi buta menelepon suami orang. Jelas Syifa mulai curiga. Setelah itu ia mencoba mengangkat panggilan, tanpa bersuara sedikit pun. Suara lemah lembut cukup manja itu membuat hati panas dan seketika timbul rasa sakit. Kalimat demi kaliat terucap begitu romantis.


"Siapa? Siapa perempuan ini" Setelah menutup panggilan tersebut air mata Syifa berjatuhan. Sekarang dia mulai mengerti suaminya telah memiliki wanita idaman lain. Penasaran dengan wajah sang wanita lalu ia mulai membuka galeri dan melihat begitu banyak potret kebersamaan mereka. Sungguh memalukan sekali, seorang suami mampu menghianati ketulusan hati sang istri. Tidak cukup di situ, Syifa juga menemukan konten tidak pantas pada ponsel suaminya "Astaga...." Dengan berderai air mata ia mencoba menahan luka. Hubungan sang suami dengan wanita itu tidaj hanya sekedar suka sukaan tapu hubungan mereka telah menjerumus pada hubungan badan. Dalam satu menit ketegaran seorang istri runtuh seketika, suaminya telah memberikan satu kesakitan luar biasa.


"Setega itukah kamu kepadaku, mas" membungkam mulut lalu meletakkan kembali ponsel Damar.


Waktu telah banyak mengubah perasaan seseorang, waktu juga telah menyakiti hati seseorang, namun waktu tidak pernah memberi kejelasan kapan dia akan mendatangkan kebahagiaan.

__ADS_1


Berlarian menuju kamar mandi "Kenapa semua terjadi kepadaku, kenapa?" Meringkuk di bawah guyuran air dingin sembari memukul dinding kamar mandi. Air matanya tumpah seperti air hujan yang turun dari langit.


Sambil meremas rambut "Dulu dia datang kepada kedua orang tuaku untuk meminangku sebagai istrinya, dia berjanji untuk setia selamanya, tapi pada akhirnya dia menorehkan luka dalam hidup ku"


Tidak pernah terpikir olehnya bahwa pernikahan yang telah di bangun selama beberapa tahun mengalami guncangam ujian seberat ini. Ujian terbesar seorang istri adalah perselingkuhan, ketika pasangan kita telah menaburkan benih luka maka sejak itu pula hati seorang istri rentan terluka. Orang ketiga kerap menjadi penyebab perpisahan dalam sebuah pernikahan, maka dari itu sebelum orang lain merusaknya buatlah kebun yang indah ddi dalam pernikahan, supaya suamj tidak melirik wanita lain.


"Apa salahku sampai kamu melakukan ini mas...." lirihnya menahan sakit.


Di sisi lain Damar terbangun dan tidak lagi mendapati Syifa "Di mana wanita itu? Kenapa tidak membangunkan aku" Melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul enam lebih beberapa menit.


"Siapa di dalam?" Tanya Damar ketika berda di depan kamar mandi.


Seketika saja Syifa kekuar dengan sudah berpakaian rapi "Mas....aku mau" belum sempat berkata bantak Damar sudah mendorongnya menjauh dari pintu.


"Katakan nanti saja aku sudah kesiangan...." Dengan keras Damar menutup pintu kamar mandi.


"Heh...menantu tidak tau di untung kenapa kamu belum masak? Ini sudah jam berapa, ha? Jadi istri nyantai sekali hidup kamu, cepat buat sarapan dan teh hangat tidak pake lama...." Maki sang ibu mertua. Beliau baru saja keluar dari dapur dan tidak mendapati Syifa di sana.

__ADS_1


"Baik, bu" Berusaha sabar menghadapi kedua manusia jelmaan iblis tersebut. Mereka hanya bisa berkata lantang tanpa bisa mengerti bagaimana sulitnya menjadi dua peran sekaligus. Pertama menjadi istri dari seorang pria angkuh yang hampir kehilangan rasa cinta dan kedua menjadi menantu seorang nenek lampir, jelas semua membutuhkan kesabaran luar biasa.


"Anak itu lama sekali...." Sang ibu mertua menghampiri Syifa yang berada di dapur, dsn ketika hendak masuk beliau menddngar isak tangis.


"Kenapa kamu mengis?" Sambil bersandar pada tepi pintu dengan melipat kedua tangan "Kalau tidak ikhlas membuatkan sarapan mending kamu angkat kaki dari rumah putraku, kamu masih tau kan pintu keluar di mana...."


Seketika Syifa menoleh, menatap wajah ibu mertua tak berhati tersebut. Kesabaran selama beberapa tahun telah dia pupuk sampai menggunung.


"Tidak, aku tidak merasa keberatan sama sekali bu karena memang ini tugasku" Menundukkan pandangan. Dalam fase hati berkabut Syifa mencoba tidak menyulut api karena semua bisa menyebabkan ketusakan.


Memutar bola mata deolah jengah atas sikap Syifa "Baguslah kalau kamu sadar posisi kamu di rumah putraku ini. Cepat selesaikan masakanmu terus jangan lupa beli galon air minum...." Satu pekerjaan belum terselesaikan sudah menanti satu pekerjaan lain.


Beberapa saat kemudian Damar kekuar dengan pakaian rapi "Syifa di mana, bu?" Sambil membenahi dasi.


Sang ibu tengah duduk santai depan tv "Buat apa kamu mencari wanita itu, tidak penting lebih baik kamu sarapan dulu sini sama ibu"


"Tidak, bu. Sudah siang harus cepat berangkat ngantor...." mengulurkan tangan lalu mencium tangan sang ibu.

__ADS_1


__ADS_2