Kinanty

Kinanty
Bagian 13


__ADS_3

Kinan yang sudah berada di dalam kamar dengan posisi tengkurap sambil memegang ponselnya.


keempat sahabatnya sudah berada dialam masing masing.


aelah lo kira apaan dialam masing masing,maksud nya udah di rumah dan apartment masing masing gitu.


The squad cecan❤


Haloo


Penghuni grup mana??


sepi bgt!


Mely


Berisik woy!


Pita


Tau! lagi enak enak tidur hp bunyi muluk, -


Gue gabut guys. kuy lah keluar


olif


Berisik!


Lo terlat woy! terlat!


Feby


Ayo lah keluar. Gue juga bt di rumah.


Mely


Mall yuk mall. katanya ada disk baju loh.


Ah lo mah nyarinya yang gratisan :v


Mely


Kayak lo gak! Gue tau duit lo tinggal warna ijo doang kan didompet :v


pita


Ayo ke mall


Bangke lo mel, -


Olif


Udah lah ayo Otw mall


Kerumah gue dulu yah guys


Anindy


tapi kan gue belum tau rumah lo?


eh iya yah.lo kan belum tau rumah gue.


mely


tenang gue jemput. share loc ya nin.


Anindy


oke mely.


Feby


Otw


pita


Otw(1)


Mely

__ADS_1


otw(2)


Olif


Otw(3)


Kinan mematikan data dan segera bersiap siap. Kinan memakai kemeja merah dan levis putihnya lalu turun menunggu sahabat sahabatnya.


"Kinan mau kemana sayang?" tanya tata yang baru saja keluar dapur.


"Mau jalan jalan mah" jawab kinan sambil merapihkan rambutnya yanh dikuncir satu. Itulah kesukaan kinan,mencepol rambutnya menjadi satu. kenapa gak digerai aja? jawabnya 'Gerah'


"sama siapa?" Tata duduk disamping kinan dan mengambil remot tv.


"Biasa mah"


"Gak sama juna?" senyum kinan memudar saat tata menyebutkan kata juna. Kinan menunjukan senyum paksa pada tata "Gak mah"


"Ada masalah sama juna?" Tata tau kalau kinan sedang ada masalah. dapat ditebak dari matanya.


"Hmm,Kinan.... putus sama juna mah" kinan menunduk. Tata memeluk tubuh kinan dan mengelus kepala kinan.


"Kenapa putus sayang? Kalau ada apa apa kamu bilang sama mama yah. supaya beban kamu gak terlalu berat" kinan tersenyum menatap tata lalu membalas pelukan tata "Makasih ma."


"Hm, Mama tau ponsel Kinan dulu?" Tanya kinan. Matanya sudah mulai panas.


"iya mama tau"


"Ponselnya jatuh dijalan mah. Ponsel itu rusak. Mama tau kan betapa berharganya ponsel itu bagi kinan mah? Juna sengaja lakuin itu mah" air mata kinan yang sudah tak bisa dibendung lagi. Tata tak tega dengan kinan langsung memeluk erat tubuh kinan.


"Kinan... kamu tidak perlu seperti ini nak. Dia masalalu mu,dia mungkin tidak akan kembali pada mu"


TIDAK!


"Gak mah! kinan yakin dia kembali mah! kinan merasa kalau dia ada didekat kinan mah!"


"Dia bakal temuin kinan mah! kinan yakin itu" tata merasa kasihan pada anak semata wayangnya itu. Tata yang dapat merasakan sakit yang amat sakit dirasakan oleh kinan. Ditinggal seorang yang paling berharga dihidupnya.


Tiin tin (suara mobil)


Kinan menghapus kasar air matanya dan langsung menjauh dari pelukan mamanya.


"Kinan pergi dulu mah" pamit kinan langsung keluar menemui sahabatnya.


Kinan masuk kemobil mely disana sudah ada Nindy. sedangkan pita,olif dan feby berada dimobil belakang ya mobil feby.


Mereka akhirnya kemall untuk memanjakan mata mereka.


.


.


.


Faiz juna Almer dan Damar sudah ada di warkop biasa.


"Jun!" sewot Damar daritadi orang yang dipanggil tidak pernah menoleh.


"Apa!" ketus juna.


"Lo kenapa sih. akhir akhir ini lo sering ngelamun. Kesambet baru tau rasa lo" Damar sambil memegang kopinya.


"Gue diputusin sama cewek gue" jawab juna putus asa.


"Hah? putus? emang ada cewek yang mau sama kecebong kayak lo? Kapan lo jadian?" tanya faiz mencoba ngelucu.


"Gak asik lo" sewot juna.


"Sejak kapan lo jadi murung gini? Biasanya kan soal cewek,lo gak pernah ambil pusing" ucap faiz memainkan Ponselnya.


"Mabar iz" ajak Almer.


"Weh! gue disini lagi sedih! Nah lo gak ngerasa kasian apa sama gue" sewot juna pada Almer.


"Pulang nanti lo nginep dirumah gue! gue kasian sama lo" lempeng Almer tanpa melihat juna.


"Sableng lo!" sewot juna lalu meraih kopi ditangan damar. "Woy! Kopi gue tuh!"


"Nih! Gue balikin!" juna meletakan kopi damar di meja lalu pergi.

__ADS_1


"Tinggal gelasnya doang! Balikin apanya" gerutu damar sambil memegang gelas kosong.


"Mau kemana lo" teriak Faiz.


"club!"


"*****! Dosa ****! ngapain lo kesana. Balik kesini gak lo!" Teriak Damar. Mereka berempat memang anti dunia malam seperti club


"Santai bro! gue gak bakal kesana. cuman duduk,udah" teriak juna lalu memakai helmnya dan melaju kan motornya.


"Semoga aja dia gak bakal ke club" gerutu Damar.


"Dia gak bakal ke club" Almer menghentikan gamenya dan bangkit.


"Lo mau kemana Al?" tanya faiz


"Biasa"


"Balapan?" Almer hanya mengangguk dan pergi.


Drrrt drrt Faiz membuka pesan masuknya.


Sasha


Abang?


Iya sha?


Sasha


Bisa anterin sasha ke mall gak?


mba lala kemana?


Sasha


Keluar sama mas Iqbal.


***** pacaran muluk tuh lalapo. Batin Faiz


Yaudah. Bang faiz pulang.


Sasha


Makasih bang.


Faiz memasukan ponselnya kedalam sak jaket parkanya.


"Mau kemana lo?" tanya juna


"Gue mau nganter sasha dulu."


"Gue ditinggalin? Ah jahat lo. gue sendirian,nanti kalo gue kesambet gimana? digondol tante girang gimana?"


"Bacot lo! Susulin aja si Kamer"


"Yadeh ngikut balapan sekalian. tapi kalo gue jatuh nanti is dead gimana iz?"


"Amin!" ucap faiz lalu naik ke motornya.


"Sialan!" gerutu Damar. Damar ikut menyalahkan motornya ke area balapan dimana Almer balapan.


Faiz sudah berada di dalam mobil merahnya dengan sasha adik perempuannya. Sasha masih Smp Kelas 2. Wajahnya yang imut cantik dan putih. Ramah kesemua orang beda dengan Faiz dan juga lala. faiz berandalan pasti beda dengan sasha. wajar dia cowok. lain lagi dengan kakak nya lala dia pecicilan tak karuan.


"Sasha mau beli apa?" tanya faiz sambil fokus menyetir.


"Sasha mau beli novel bang. maaf ya sasha ngrepotin bang faiz" sasha menunduk sedih.


"Hey. Bang faiz itu abang sasha jadi gak papa dong kalo sasha minta bantuan ke bang faiz." Faiz memegang rambut lebat sasha. sifat berandalannya itu hanya lah cover. dalam hatinya dia itu malaikat kecil. Dia sangat menyayangi keluarganya. salah satunya sasha. dia anak terakhir dikeluarganya jadi Faiz harus benar benar menjaga sasha.


Mereka sampai di Mall. Mereka turun dan faiz menggandeng sasha. Mereka sampai disalah satu toko koleksi novel. "Sasha! Bang faiz ketoilet dulu yah. Sasha jangan kemana mana. oke" sasha hanya mengangguk dan mulai mencari bukunya.


Faiz berjalan santai mencari toilet. Faiz menoleh kekanan dan kekiri sampai ia melihat seseorang sedang di tarik paksa oleh 3 cewek yang tidak asing baginya. Chika, cacha, dan mitha. awalnya faiz masa bodo tapi setelah ia melihat orang yang dikelilingi chika dan dayangnya. Muka Faiz merah padam.


Kinan!


-------


Langsung aja ya.

__ADS_1


next.


Happy Reading


__ADS_2