Kinanty

Kinanty
Bagian 31


__ADS_3

Kinan terus berlari,tak peduli kaki yang sudah panas.


Sedikit lagi kinan


sedikit lagi


Batin kinan. ia berhenti sejenak. nafasnya memburu.


"Lo harus cepat kinan!" teriaknya pada sendiri. kinan berlari lagi. dan hampir sampai. dikejauhan ia melihat damar almer dan lainnya sedang berada di warung sana. namun pandangan kinan terfokus pada sebuah mobil hitam dengan kaca samping terbuka mengarahkan ujung pistolnya ke ara.... ah


Almer!


"ALMER!" Teriak kinan. almer menoleh dan menatap kinan sambil tersenyum. lalu


DORR!!


Almer terpental kebelakang, seseorang telah menindihi tubuh almer.


bukan almer yang ditembak,


"Almer!" kinan berhenti didepan almer dan seseorang yang tergeletak di depannya. tak sadarkan diri


almer segera bangkit dan membawa orang itu ke pangkuannya. Karena wajah yang tertutup tudung jaket almer tidak bisa melihatnya. almer membuka tudung jaketnya dan sungguh! kinan almer damar dan lainnya terkejut bukan main!


"FAIZZZ!!" teriak semuanya. Almer dan damar langsung membopong tubuh faiz dan membawa masuk mobil. sementara mobil yang dipakai sipenembak sudah tidak ada.


"Lo lacak mobil tadi! cepet!!" suruh almer pada teman temannya.


"Oke!" jawab bryan salah satu teman almer lalu pergi dengan rombongannya dengan motor.


Sementara kinan tak habis habisnya menangis, dia duduk disamping almer yang mengemudi. Almer meraih salah satu tangan kinan dan menggenggamnya lembut. seakan menguatkan kinan. kinan masih menangis tanpa mengeluarkan suaranya.


Betapa syok nya kinan?


orang yang sudah hampir 1 bulan dikabarkan meninggalkannya??


lalu apa ini? Dia disini dan menyelamatkan almer?


oh tuhan apa permainanmu ini? apa ini ujian untukku tuhan?


Batin kinan sambil menatap faiz yang berada dibelakang bersama damar.


Faiz langsung ditangani oleh dokter. sudah 1 jam mereka menunggu.


disatu sisi.


"Aaargh!! Bodoh! gue bayar lo cuman buat tembak dia ****! tapi----isssh! *****!" bentak anindy dengan ponsel yang sudah dibanting.


"entah siapa yang mereka tembak. gue harus cepet cepet pergi keluar negeri!" anindy segera mengambil koper dan memasukan asal baju bajunya. lalu memesan taksi.


.


.


.


kinan sedang menangis di dada almer. Ia tau kinan syok sama halnya dengan almer. Faiz tertembak di bagian tangan kanannya. Untung saja.


"Kenapa bisa jadi gini?" tanya almer sambil mengelus puncak kepala kinan. kinan mulai menjauh kan kepalanya dan duduk tegak.


"Anindy" satu kata yang kinan ucap.


"Anindy? ada apa dengannya?" tanya almer


"Dia yang sudah merencakan ini" lanjut kinan menatap lurus.


Almer sudah mengepal tangannya kuat.


"Tapi----dia sahabat mu kan?" tanya almer was was.


"Dia tak menganggapku sahabat" jawabnya.


"Aa-aku benar benar bingung. apa anindy juga yang merencanakan penembakan itu?" kinan mengangguk. Almer bangkit.


"Mau kemana?" tanya kinan.


"Aku ada urusan. Mar, kabarkan sesuatu jika faiz sadar. dan jaga kinan" damar mengangguk,


Almer berlari menuju mobil dan melaju dengan kecepatan penuh. dia tidak peduli sekitar. yang ia tuju hanya satu. rumah anindy.


disatu sisi,taksi anindy sudah sampai. anindy masuk dan segera jalan ke bandara.


Almer tiba setelah anindy sudah meninggalkan rumah sekitar beberapa menit lalu.

__ADS_1


Almer tau rumahnya kosong. Dan ya Anindy mencoba kabur.


"AAAAAARGH!" teriak almer frustasi. Ia mengambil benda pipih nya dan menempelkannya ditelinga.


"Halo pa. Al butuh bantuan papa."


"Suruh semua pegawai bandara blok orang bernama anindy Natahania. sekarang"


"Oke makasih pa" almer menutup telvonnya.


Drrrt! 


Telvon almer bergetar.


Faiz sadar!


Damar


Almer segera masuk ke mobil dan mengendarai dengan kecepatan rata rata menuju rumah sakit.


.


.


.


"Ki-kinan" ucapnya.


"Iya iz" kinan meraih tangan faiz.


"Apa kabar?" faiz tersenyum.


"Lo bisa jelasin ini?" tanya kinan sambil menangis.


"Jelasin apa?" tanya faiz balik.


ceklek


Almer!


kinan berdiri dan melepas genggamannya.


Almer berdiri disamping kinan. disamping ranjang faiz.


"Oke... waktu itu----


Flashback on


Faiz hampir saja di bawa ke kamar mayat. Namun sasha melihat jari faiz bergerak. Sasha meminta dokter untuk memeriksa keadaan faiz. awalnya dokter menolak. namun akhirnya dokter memeriksa.


"Ini adalah mukjizat dari tuhan" ucap dokter.


"sebentar lagi ia sadar" lanjutnya.


"Maa" ucap faiz.


"Iya sayang mama disini!" mawar memeluk anak laki lakinya itu.


"Kaki faiz sakit ma" rengek faiz. Suami mawar menatap dokter lalu dokter memeriksa keadaan faiz.


"Faiz lumpuh sementara" ucapnya setelah memeriksa kaki faiz.


"Aku kasih tau kak kinan ma" sasha hampir saja membuka pintu namun faiz melarangnnya "Jangan!"


"Kenapa?"


"Jangan beri tau kinan. apapun itu. samarkan saja kematianku." pinta faiz pada keluarganya.


"Tapi kenapa iz?" tanya kinan sebelum faiz mulai bercerita.


"Aku cuma mau liat kamu bahagia sama almer aja kin" jawabnya.


"Ta-tapi----"


"Aku seneng waktu liat kamu bahagia lagi sama almer." faiz memotong ucapan kinan.


"tapi gak gini iz" lirih kinan tak bisa menahan air matanya


"Dan kamu gak pernah cari aku? menampakan pun tidak?" lanjut kinan.


"Pernah aku cari kamu. Liat kamu. senyum kamu. Bahkan aku tak pernah melihat kamu senyum setulus itu didepan almer. Kamu bukan milikmu. kamu milik Almer,hanya dia. cowok satu satunya yang bisa bikin kamu bahagia."


Kinan menunduk meresapi ucapan kata demi kata yang di keluarkan Faiz.

__ADS_1


"Dan lo Al. Sorry gue pernah rebut milik lo" faiz menatap almer.


"Dan thanks karena lo udah jagain milik gue" faiz dan almer sama sama tertawa.


"Tapi kenapa tadi lo disana?" tanya kinan.


"Iya. gue lagi jalan jalan aja sama pita"


"hah pita?" kaget kinan.


"Iya pita. pita yang selama ini nemenin aku, ngajarin aku berjalan,dan semuanya. Aku juga yang nguruh pita buat gak kasih tau kamu."


kinan mengangguk paham.


Ceklek


Juna!


Nafas juna memburu.


"Al ga papa---kan?" juna melotot kearah faiz. Benar benar kaget!


"Lo---" tunjuk juna.


"Apa!" ketus faiz.


"Al! gue gak lagi mimpi kan? Mar! cubit gue cubit gue!" pinta juna.


"Adawww! sakit mar!" juna melirik damar.


"Nah katanya suruh cubit! giliran di cubit rengek. malu tu sama olif" ya juna datang bersama olif.


"serah lo" juna melangkah maju kearah faiz.


"Ini beneran lo kan iz?" juna menepuk pipi faiz agak keras.


Plak.


"***! kenapa lo tampar gue!" sewot faiz memegang pipi nya.


"gue takutnya lo jim yang nyamar jadi faiz" jawabnya polos. sepolos olos ****


"Serah lo *****" faiz mengalihkan pandangannya.


tiba tiba


Sreg. Tubuh faiz seperti dipeluk seseorang. ya juna


"Gue gak nyangka iz. Gue beneran gak nyangka." bisa dikatakan lebay namun begitu lah juna. Faiz tersenyum menanggapi kelakuan sahabatnya itu.


"Gue kangen lo iz" drama juna namun nyata juna memang rindu dengan faiz.


"Sayangnya gue cuman rindu sama kinan" faiz mengedipkan satu matanya pada kinan. membuat kinan mengerutkan keningnya.


"Iz lo mau koma lagi gak" ucap almer sambil mengelus kepalan tangannya yang sudah didepan wajahnya.


"Selow bro.. selow" cengir faiz. Dan


"Hahahahaa" mereka tertawa. persahabatan mereka tetap ada.


Memang dalam persahabatan mesti banyak tantangan. semakin setia kawan lo bersama sahabat lo. semakin banyak tantangan yang mesti lo hadapin selanjutnya.


Faiz~


-------


Halooo back yaa :)


Mood nya masih bagus guys.


mmm, gimana part ini?


Ciee bang faiz kembali. huhuhu seneng akutu.


Itu buat readers yang kemarin ngerengek minta faiz diidupin lagi. tuh bang faiz udah hidup lagi. seneng kan ya? senenh dong😆


jangan bosen ya sama cerita kinanty.


budidayakan vote dan komen yaa :)


Happy Reading.


Selamat malam

__ADS_1


__ADS_2