
Apakah ini mimpi? Begitu nyatakah mimpi ini tuhan?
•Kinanty•
"Kinan" ucapnya
Kinan menutup mulutnya dengan satu tangan lalu perlahan ia mulai mundur, tidak percaya apa yang ia lihat.
Almer pov
"Gue balik" pamit almer pada kedua sahabatnya.
"tumben lo jam segini pulang. biasanya tengah malem lo baru balik" juna sambil memakai jaket parka nya.
"Ada urusan" almer berjalan cepat dan mengambil motornya.
ia berjalan dengan kecepatan diatas rata rata. sampai ia berhenti disebuah pemakaman umum. Almer menghentikan motornya dan berjalan hendak mengunjungi makam sahabatnya. dengan seikat bunga.
Saat almer hendak mendekat ke makam faiz. Almer terkejut dengan adanya seorang perempuan yang tengah berada dimakam faiz,menangis sambil bercerita.
Almer sedikit mendekat kearahnya. begitu jelas ucapan gadis itu
"Mmm.. kayaknya kinan banyak omong deh. Tapi kinan seneng kok bisa dateng kesini dan obrolin tentang sekolah kinan. kinan juga bisa temenin faiz disini. faiz seneng kan?"
Kinan??
"Mmm.. Kamu tau hari ini hari apa iz? tanggal berapa? Ya ini adalah hari anniversari kita ke satu bulan. dimana semua pasangan merayakan hal ini bersama sama. tapi kinan gak. kinan sama faiz udah beda alam. jadi kinan hanya bisa berangan ya iz"
Pacar faiz?
Dia gak pernah cerita punya pacar
perempuan itu meletakan bunga dikeramik makam faiz.
"Kinan udah lama ngomongnya. Capek. Oh iya ini kinan bawa bunga buat faiz. Kinan pulang ya, mendung soalnya"
Dia bangkit dan berbalik. betapa terkejutnya almer. Terkejut bercampur bahagia
"Kinan" ucap almer.
Almer pov off
"Almer" lirih kinan, air mata yang sudah menggenang. Kinan belum siap posisi nya.
jarak mereka hanya satu langkah kaki saja. Tatapan mereka saling bertemu.
mata itu yang selalu menjadi candu bagi kinan.
Almer menatap sendu manik mata kinan lalu melangkah maju dan
Brug Almer memeluk kinan. Kinan menangis haru sambil meremas punggung almer.
perasaan rindu yang selama ini menggebu.
bertaburan tak tau arah,
Sampai terkadang terbawa angin.
Sampai akhirnya kepingan kepingan itu muncul kembali.
Kinan menangis sampai jaket levis almer basah. Almer bahkan tidak melepaskan pelukannya pada gadis yang selama ini ia harapkan. Ya kinan.
__ADS_1
bukan kinan tak tau diri. Dia tidak munafik. jujur ia rindu dengan sosok almer sejak dulu. sejak awal almer pergi hingga kemunculannya sekarang.
Bahkan setelah ia bertemu juna dan faiz, kinan belum sepenuhnya melupakan almer. lalu bagaimana dengan faiz? jujur saja. kinan memang sayang pada faiz. hampir saja faiz membuatnya melupakan almer. namun tuhan berkata lain, ia mengambil faiz terlebih dulu. saat ia mulai bisa merasakan cintanya kembali. namun sekarang?
Almer datang?
tiba tiba?
Almer melepaskan pelukannya, kinan menatap bola mata almer. masih tidak percaya. Almer meletakan kedua telapak tangannya di wajah kinan.
"A-aku minta maaf" kata pertama yang almer katakan. Kinan menangis kembali dan memeluk erat almer. seakan akan ia tak mau kehilangan almer lagi.
Almer mengelus rambut halus kinan. mencium aroma strawberry yang khas sejak dulu.
Almer rindu. sungguh!
"Aa-aku kangen kamu kinan" ucap almer sambil melepaskan pelukan lalu menatap kinan. "Aku juga kangen kamu. Sekian lama kita gak ketemu. Bahkan komunikasi pun jarang" balas kinan masih dengan sesegukan.
"Maaf" lirih almer. Kinan menatap almer lalu mengalihkan pandangannya. Melepas tangan yang berada di pinggang almer lalu melangkah mundur. Mata almer seakan mengatakan 'kenapa?' pada kinan.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Kinan.
Almer menatap kinan sebentar lalu menjawab "Jenguk temen. sekaligus sahabat" kening kinan mengkirut tidak paham.
"Siapa?" tanya kinan
"Pacar kamu"
Deg! Hati kinan seakan ditabrak mobil besar.
"Ma-maksud kamu Fa-faiz?" tanya kinan meyakinkan almer. almer tersenyum lalu mengangguk. Dia berjongkok dimakam faiz dan meletakan bunga "Makasih iz. karena lo udah mau jagain kinan buat gue" ucap almer lalu memandang kinan.
sahabat?
Tuhan apalagi ini. Batin kinan.
"Faiz sahabat kamu?" kinan memelankan suaranya. ia berharap perkatanya tadi tidak benar.
"Iya" singkat almer.
"Iya? iya apa!" kinan mengeraskan volume nya.
"Iya. Faiz sahabat aku. bukan sahabat lagi namun sudah aku anggap sebagai keluarga"
Deg perkataan almer baru saja menusuk hatinya.
Dia berpacaran dengan cowok yang bersahabat?
pertama juna? sahabat faiz.
kemarin faiz? sahabat juna dan almer.
Apa mungkin almer juga sahabat juna?
Kenapa dunia mempermainkaku?
pikir kinan lalu memejamkan matanya. pening
"Kenapa?" Almer mendekat dan merangkul kinan. kinan menoleh kesamping menatap almer lalu melepas tangan almer dari pundaknya.
"Gak papa" lalu beranjak pergi meninggalkan almer. Almer berpamitan dengan faiz lalu berlari mengejar kinan.
__ADS_1
"Thank bro, gue harus kejar cewek yang seharusnya gue kejar." Ucap Almer pada gundukan tanah faiz lalu berlari mengejar kinan,
Kinan tidak mengerti betapa egoisnya dia memacari orang orang yang bersahabat itu? bagaimana kalau persahabatannya hancur karena nya?
oh tuhan jangan biarkan itu terjadi.
batin kinan.
kinan mempercepat langkahnya bahkan berlari kecil. ingin sekali ia pergi dari sini. Ingin sekali ia melupakan apapun didunia ini, Kenapa jahat sekali? pikir kinan.
Namun lengan kinan sudah ditahan,membuat kinan menoleh.
almer?
"Kenapa?" tanya almer. Kinan menggeleng lalu berusaha untuk mencoba melepaskan cekalan almer. namun tidak bisa. "Aku antar pulang"
"Gak." tolak kinan masih berusaha melepas cekalan almer,
"aku gak suruh kamu nolak" almer menarik lembut lengan kinan. Kinan menatap almer, Sulit untuk menentang almer. Dia tak berubah rupanya. pikirnya.
Hening. Kinan masih bergulat dengan pikirannya semenjak kedatangan Almer yang begitu tiba tiba.
Mereka saling diam namun hati saling rindu, diperjalanan hanya suara mesin dan kendaraan diluar.
"Kamu tinggal dijakarta?" tanya almer memecahkan keheningan. Kinan menoleh dan menjawab "Iya"
"Sejak kapan?" tanya almer.
"3 bulan" Jawab kinan tanya menatap Almer, dia lebih memilih melihat sekitar.
"Gimana sekolah kamu? semarang jakarta tidak dekat"
"Aku sekolah disini"
"sekolah dimana?"
sumpah. betapa cerewetnya almer sekarang. kinan ingin menendang almer keluar saat ini juga. tapi apa daya? ini bukan motornya
"SMA Garuda"
Almer menoleh kaget. tatapan itu kembali. lalu almer mengalihkan pandangannya. dan sampai. dirumah tepat alamat rumah yang diberitahu kinan.
Almer rindu sekali dengan kinan nya dari dulu, Ia tidak rela jika kinan nya terlepas lagi. tak akan ia biarkan seseorang memiliki Kinan kecuali dirinya,hanya dirinya. Sebut saja Almer Egois.
Kinan hendak turun namun tangannya di genggam oleh almer. kinan menatap almer bingung.
"Inget janji aku kinan? gue bakal terus perjuangin kamu walaupun sekarang kamu, bukan sama aku, tapi nanti" ucap almer lalu melepas tangannya. membiarkan kinan turun. lalu melaju dengan kecepatan rata rata. kinan menatap kepergian almer dengan senyum dibibirnya.
----
Yeay! back😆
Kinan-juna
Kinan-Almer
Kinan-Faiz??
😂
Happy reading
__ADS_1