
Kinan duduk dibangku kelasnya sambil menyangga kepalanya dengan tangan di dagu.
Melamun,
"Pagi pagi udah ngelamun aja! kesambet baru tau rasa lo!"
kinan langsung sadar dan menatap orang yang mengajak nya bicara, ya feby dan olif.
"Tumben berangkat pagi. Biasanya mepet masuk, lo baru sampe. udah kesambet dah tu" sahut olif.
"Apaan sih lo. Berangkat pagi salah. kesiangan salah. serba salah mulu" sewot kinan
"Ga usah ngegas anjay. Biasa aja. sensi amat. Pms lo" lanjut feby
"Gak dih" kinan menenggelamkan kepalanya di antara lipatan tangan.
"Halooo mely cecan udah berangkat" suara mely yang khas langsung didengar oleh kinan. membuat kinan tidak berani menatap mely.
"Haloo baby" sapa mely disamping kinan sambil cengingisan.
"Apaan sih lo" gerutu kinan masih dalam posisinya.
"Ada apa sih." lanjut olif.
"Kepo lo" ucap kinan lalu bangkit dan pergi meninggalkan kelas.
"Mel ada apa? kayaknya kinan sensi banget dah" tanya olif.
"Kalian mau denger?" feby dan olif duduk disamping mely. dan mengangguk.
"Gue ikut nimbrung!" pita dan anindy yang tiba tiba dateng.
"Kaya setan lo main dateng aja!" ledek olif. Pita dan nindy hanya menampilkan deretan giginya.
"Almer ada disini!" teriak mely. membuat feby pita dan olif kaget.
"Sumpah?!" pita tidak percaya. anindy hanya bingung dengan topik obrolan mereka.
"Jadi gini.... "
Flashback on
Mely sedang berjalan jalan dengan piyan,kebetulan piyan sedang berlibur disini karena ujian sudah berakhir hanya menunggu kelulusan. dan mendaftar kuliah.
"Yang, aku beli makanan dulu ya"
"Mm.. aku jalan jalan bentar ya. deketan kok" balas mely diangguki oleh piyan.
mely berjalan ketaman bunga,
"kinan?" guman mely melihat kinan digendong oleh cowok. mely memperhatikan gerak gerik cowok. dan ya mely mengenalnya itu almer!
"Kok almer ada disini? katanya dia dibelanda? kok sekarang sama kinan?" mely melihat kinan duduk dan melihat almer membawa somai. mereka makan. dan mely tersentak ketika almer mendekatkan wajahnya kewajah kinan.
mely segera berlari dan berpura pura batuk,
"Uhuk uhuk"
kinan dan almer tersadar. tak ada adegan ciuman berikutnya.
"sorry gue gak liat sumpah. gue gak liat" mely sambil menutup matanya dengan kedua tangannya,lalu piyan dateng.
"Loh kalian disini juga?"
dan mereka berbincang bincang. piyan dan almer sudah kenal dekat. dan akhirnya mely dan piyan memilih pergi untuk pulang.
flashback off.
sontak mereka tertawa terbahak! apalagi pita. kalau sudah tertawa pasti susah untuk berhenti.
"Gitu" lerai mely
"Almer? almer adity maksud kalian?" tanya anindy.
"Lo kenal nin?" tanya mely menatap anindy.
"Kenal lah! Dia kan most wanted disini!" balas anindy. membuat mereka semakin kaget.
"Almer sekolah disini!" teriak mely histeris.
"Iya lah! dia disini udah lama banget malah." lanjut anindy.
"perasaan gue sekolah disini udah lama. tapi gak pernah liat almer sih?" lanjut pita.
"Nah. itu yang gue pikir" lanjut mely dan feby.
"Iyalah! gue yang sekolah disini lama aja jarang liat mereka kok" anindy duduk dibangkunya dan meletakan tas dimeja.
"Mereka?" feby olif mely dan pita bingung.
"Iya. Almer juna faiz dan damar"
__ADS_1
Jleb!
"Anju! juna sama faiz temenan?" tanya mely.
"Sahabat malah! dari smp" lanjut anindy.
"Anjay! Kinan bener bener" pita menggeleng geleng kan kepala.
"Emang kenapa sih" tanya anindy bingung.
"berarti kinan macari semua sahabat almer dong. dari awal juna dan kemarin faiz?" ucap feby.
"Gue kira kalian udah tau kalo mereka sahabatan." lanjut anindy.
"Bahkan gue baru tau dari lo tadi!" jawab mely.
.
.
.
.
kinan sudah berada di taman belakang, memikirkan kejadian bodohnya semalam.
"aaaarrg bodoh bodoh bodoh!" teriak kinan sambil menutup wajahnya.
"Siapa yang bodoh?"
kinan menoleh dan kaget!
kenapa dia di sini? batin kinan.
"Kok. kamu disini?" tanya kinan.
"Emang kenapa?" tanya almer balik.
"Ka-kamu sekolah disini? pindah kapan? anak baru?" tanya kinan bertubi tubi.
"kamu yang anak baru" balas almer lalu duduk dibangku.
"Hah?" kinan tak paham.
"aku udah sekolah disini satu tahun lalu" almer dengan wajah datar. kinan duduk disamping almer.
"Berarti kamu gak jadi pindah?" tanya kinan dibalas dengan gelengan.
"Ta-tapi kenapa kamu gak cari aku al?" tanya kinan sendu. Almer menatap kinan dan mengubah posisinya.
"Dengerin aku dulu" kinan menepiskan tangan almer dan bangkit.
"Kamu disini udah lama dan itupun satu tahun lalu. tapi kenapa kamu gak pernah cari aku al? Apa kamu emang udah lupain aku dari hidup kamu?" kinan menangis.
"Bukan gitu lia. dengerin aku dulu" almer memegang kedua tangan kinan. kinan menggeleng.
"Lia. dengerin penjelasan aku dulu. Aku udah cari kamu lia. bahkan aku kerumah kamu. tapi mereka gak bolehin aku nemuin kamu" seru almer meraup wajah kinan dengan kedua tangannya.
"Aku bahkan sempet datengi rumah kamu beberapa kali. namun tetap sama. nenek kamu gak izinin aku untuk ketemu sama kamu. sampai akhirnya mami sama papi mutusin untuk pindah kejakarta." lanjut almer. kinan masih diam mendengarkan penjelasan almer.
"Udah beberapa kali,aku hubungin kamu. Namun nihil. nomor kamu gak aktif."
kinan kembali menangis, Sungguh! almer sangat tidak suka kalau kinan menangis apalagi karenanya
almer menarik kinan dalam pelukannya. Kinan luapkan tangisnya sehingga kemeja putih almer basah.
"Aku minta maaf" ucap almer.
"Kamu jahat al" kinan memukul dada bidang almer.
"aku minta maaf lia" ucapnya lagi.
dan,
Bugh!
satu bogeman melayang disudut bibir almer,dan mengeluarkan darah segar.
"Al!" teriak Kinan lalu menghampiri almer yang sudah tergeletak sambil memegang bibirnya.
"Juna! lo kenapa mukul almer tiba tiba!" bentak kinan.
"Lo!" juna menunjuk almer dengan jari telunjuknya.
"Pengkhianat lo!" lanjutnya.
"Setelah kepergian faiz! lo main sepik aja al? lo gak mikir!" lanjut juna dengan tangan mengepal.
"dan lo kin,gue kira lo beda sama yang lain. tapi gue salah! gue relain lo sama faiz! tapi apa? Bahkan lo lebih pantes dibilang murahan kaya cewek biasanya kin"
Bugh!
__ADS_1
"jaga ucapan lo anjing!" almer memukul juna sampai juna tergeletak. Damar membantu juna berdiri.
sedangkan kinan? dia menangis.
"Emang bener kan? Sahabat apa lo yang beraninya makan temen!" lanjut juna sambil mengusap darah segar yang mengalir dibibirnya.
"Lo gak tau apa apa! mending diem" almer yang mencoba mengontrolkan emosi.
Almer mengaitkan tangannya dengan kinan lalu membawa kinan pergi,
"Pengkhianat!" teriak juna.
Almer mencoba mengontrol emosinya,
mereka sudah di rooftop, kinan mencoba mengobati almer.
"Kalian sahabat?" tanya kinan sambil mengompres luka almer. Almer mengangguk tanpa menjawab.
"Aa-aku minta maaf" ucap kinan lalu meletakan kompresan dan menatap lurus.
"Kenapa?" tanya almer.
"Aku bahkan gak pernah tau kamu sekolah disini. dan---- juna faiz sama kamu itu sahabat" kinan menunduk malu,
Almer mengubah posisinya jongkok didepan kinan, menatap kinan.
"Kamu gak salah." ucapnya.
"Ta-tapi aku---" almer menempelkan jari telunjuknya dibibir kinan.
"Aku tau" sambung almer. lalu bangkit dan menarik kinan untuk berdiri.
"tau?" tanya kinan bingung.
"aku tau semuanya lia. Kamu pernah pacaran sama juna. dan faiz. sampai aku tau kalau ponsel pemberian aku jatuh." almer tersenyum kecut.
"bener kata juna. Kata murahan itu pantes buat aku" kinan menunduk dan air matanya turun.
"Huuss kamu gak boleh bilang gitu. Juna salah. juna gak tau awal kisah kita. juna hanya mengambil kesimpulan dengan apa yang dia lihat."
"Ta-tapi aku----"
"Udah jangan kamu pikir panjang. ayo ke kelas. udah bolos jam pertama. aku gak mau kamu bolos. cukup aku aja" kinan terkekeh dengan ucapan almer. lalu turun.
Mereka berjalan bersampingan. Almer melihat ada seseorang berlari kencang menuju kearahnya dan kinan.Almer langsung menarik kinan kedalam pelukannya. dengan posisi almer memeluk kinan untuk menghindari tabrakan.
sampai akhirnya,
"ALMER! KINAN!" teriak bu sus bk mereka. Almer melepas tangannya yang melingkar di pinggang kinan. kinan menunduk. sedangkan almer hanya biasa saja.
"Ini jam pelajaran! kalian malah pacaran! dan peluk pelukan!" bentak bu sus
"Ta-tapi bu----" kinan hendak menjawab,
"Kalian berdiri dilapangan sekarang!" suruhnya. Kinan menatap almer dengan sewot. bisa bisanya dia terlihat cuek cuek saja.
Akhirnya kinan dan almer berdiri di tengah lapangan basket. panas pagi memang sehat tapi apadaya kinan? Dia tidak terlalu kuat dengan panas.
sampai almer memasangkan topi di kepala kinan.
"Maaf udah buat kamu dihukum" ucap almer. jujur saja kinan sangat gemas dengan sikap almer sekarang yang labil. tadi cuek sekarang care. tapi kinan tetep suka.
banyak pasang mata melihat iri dengan kedekatan kinan dan almer.
dihukum iri? sini gantiin gue. batin kinan.
Sampai, ada bola basket yang hampir menghantam kepala kinan.
"Aaaargg!" teriak kinan.
gue pingsan? atau masih sadar? batin kinan lalu membuka matanya. didepan sudah ada almer yang menghalangi bola.
"Kalo lo benci ngomong! gak usah pake lempar bola" bentak almer setelah berdiri didepan kinan.
Juna
"Gak sengaja!" balas juna.
"siniin bolanya!" suruh juna. Almer melempar bola dengan keras sehingga menghantam badan juna. juna yang tidak terima langsung memukul almer.
Bugh bugh bugh
Mereka saling adu pukul. Kinan mencoba menghentikan namun gagal. tenaga mereka tidak sama. damar juga sudah memisahkan juna dan almer namun mereka terikat benci. jadi saling emosi. sampai juna melayangkan pukulannya di wajah kinan. dan kinan tak sadarkan diri.
"KINAN!" teriak Almer Juna dan Damar.
-------
huhuu gimana gan?
Masih betah kan sama kinan?
__ADS_1
jangan bosen deh ya😁
Budidayakan vote sama koment ya :)